- Beranda
- The Lounge
Tutorial Bagusin Rambut Dengan Ramuan Alpukat, Baca Gan!!
...
TS
aurora..
Tutorial Bagusin Rambut Dengan Ramuan Alpukat, Baca Gan!!

Sumber Gambar:Koleksi pribadi Miss Rora (foto selfie Miss Rora dari depan dengan wajah tertutup rambut)
Shalom Aleichem!
Selamat pagi Agan dan Sista semuanya!

Izinkan Miss Rora berbagi pengalaman pribadi yang awalnya cuma main2, tetapi ternyata hasilnya cukup memuaskan dan secara ilmiah juga masuk akal. Miss Rora wanita, usia 25 tahun, rambut panjang sampai bawah tulang belikat, tipe rambut ikal 2B (ikal longgar membentuk huruf S), warna rambut hitam alami tanpa pewarnaan.
Beberapa bulan terakhir, rambut Miss Rora terasa kering dan kaku di bagian ujung. Bukan rusak parah, melainkan terasa kurang lembut dan kilau alaminya berkurang. Padahal, Miss Rora jarang pakai catokan, jarang pakai hair dryer, dan nggak pernah ngecat rambut. Akhirnya, Miss Rora memutuskan untuk mencoba perawatan alami yang bahannya sederhana, yaitu alpukat, lidah buaya, dan minyak urang-aring.
Thread ini bukan sekadar berbagi pengalaman, tetapi juga akan membahas dasar ilmiahnya. Referensi yang Miss Rora pakai berasal dari jurnal ilmiah, bukan dari sumber sembarangan.
Buat yang penasaran sama bahan-bahannya, bahan-bahannya sangat sederhana Gan/Sist, cukup dengan 1 buah alpukat matang, 1 batang lidah buaya ukuran sedang, dan minyak urang-aring secukupnya (sekitar 1–2 sendok makan).
Cara membuatnya, pertama kerok daging buah alpukat pakai sendok. Setelah itu, kupas lidah buaya, ambil gel beningnya, cuci sampai lendirnya berkurang. Masukkan alpukat dan gel lidah buaya ke blender, lalu tambahkan minyak urang-aring. Terakhir, diblender sampai teksturnya halus seperti masker rambut.
Cara pakainya, oleskan pada rambut yang sedikit lembap (tidak perlu terlalu basah), fokuskan pada batang hingga ujung rambut, diamkan selama sekitar 30 menit. Terakhir, bilas dengan air, lalu cuci menggunakan sampo seperti biasa.
Miss Rora melakukan ini seminggu sekali selama satu bulan.
Kenapa alpukat bisa bikin rambut lebih lembut? Secara ilmiah, buah alpukat kaya akan asam lemak tidak jenuh tunggal (terutama asam oleat), vitamin E, vitamin C, fitosterol (semacam kolesterol dari tumbuhan), dan antioksidan.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Critical Reviews in Food Science and Nutrition, alpukat mengandung kadar lemak sehat yang tinggi, terutama MUFA, yang berperan dalam menjaga kelembapan jaringan (Dreher & Davenport, 2013).
Rambut manusia pada dasarnya tersusun dari protein keratin. Lapisan terluarnya, yaitu kutikula, dapat mengalami kerusakan akibat gesekan, panas, atau paparan sinar UV. Ketika kutikula terbuka atau rusak, rambut terasa kasar dan kehilangan kilau.
Kadar lemak tinggi pada alpukat membantu melapisi batang rambut dan mengurangi kehilangan air (kehilangan air pada kulit, dan analoginya pada batang rambut). Prinsip ini serupa dengan penggunaan minyak alami sebagai pelembap pada dermatologi (Draelos, 2015).
Gue merasakan sendiri bahwa setelah pemakaian ketiga, ujung rambut gue yang biasanya terasa agak kaku menjadi lebih lentur dan mudah diatur.
Sementara itu, lidah buaya sudah lama digunakan dalam dermatologi dan kosmetologi. Gel lidah buaya mengandung polisakarida (terutama acemannan), asam amino, vitamin (A, C, E), dan mineral (seperti seng dan magnesium).
Menurut Journal of Ethnopharmacology, lidah buaya memiliki sifat anti peradangan, anti kuman, dan melembapkan (Surjushe, Vasani, & Saple, 2008).
Walaupun penelitian lebih banyak membahas manfaatnya untuk kulit, secara logis sifat melembapkan dari polisakarida dalam lidah buaya juga dapat membantu mempertahankan kelembapan pada batang rambut.
Gue sendiri merasa bahwa lidah buaya memberikan efek ringan dan nggak membuat rambut terasa berat. Ini penting bagi rambut tipe 2B seperti milik gue, karena rambut ikal cenderung mudah kusut dan kering kalau kelembapannya nggak seimbang.
Sementara itu, urang-aring dalan pengobatan tradisional Ayurveda sering digunakan untuk menjaga kesehatan rambut. Sebuah tinjauan dalam Journal of Ethnopharmacology menyebutkan bahwa ekstrak urang-aring memiliki aktivitas biologis yang berpotensi mendukung kesehatan rambut dan kulit kepala, termasuk aktivitas antioksidan dan efek pada folikel rambut (Roy et al., 2008).
Minyak pada rambut berfungsi sebagai oklusif (mengurangi kehilangan air), pelumas batang rambut, dan pengurang gesekan antar helai rambut
Minyak urang-aring dalam ramuan ini membantu mengunci kelembapan yang sudah diberikan oleh alpukat dan lidah buaya. Gue sendiri menyadari bahwa kalau minyaknya terlalu banyak, rambut terasa berat. Jadi, secukupnya saja.
Gue melakukan perawatan ini total 4 kali dalam sebulan. Perubahan yang gue rasakan, yaitu rambut gue terasa lebih lembut saat disentuh, kilau alami meningkat (terutama saat terkena cahaya matahari), ujung rambut gue yang sebelumnya agak kering menjadi lebih lentur, dan rambut gue jadi lebih mudah diatur tanpa perlu serum tambahan.
Yang menarik, tipe rambut ikal 2B milik Miss Rora jadi terlihat lebih berdimensi. Gelombang S-nya lebih jelas dan nggak terlalu mengembang. Ini kemungkinan karena keseimbangan kelembapan pada batang rambut gue membaik.
Panjang rambut gue yang sebatas bawah tulang belikat juga membuat masker ini relatif mudah diratakan. Gue sengaja membagi rambut gue jadi beberapa bagian supaya aplikasi masker ini lebih merata.
Kilau rambut sangat dipengaruhi oleh kondisi kutikula. Menurut buku Cosmetic Dermatology: Products and Procedures oleh Draelos (2015), rambut yang kutikulanya rata dan tertutup akan memantulkan cahaya secara lebih teratur, sehingga tampak berkilau.
Ketika rambut kering dan kutikula terangkat, pantulan cahaya menjadi tidak merata sehingga rambut terlihat kusam.
Kombinasi lemak dari alpukat dan minyak urang-aring membantu melicinkan permukaan batang rambut. Inilah yang kemungkinan besar menyebabkan rambut gue terlihat lebih berkilau, walaupun tanpa tambahan produk penataan.
Pertanyaannya, apakah ini cocok untuk semua orang? Secara ilmiah, bahan-bahan ini relatif aman untuk penggunaan luar badan. Namun, pastikan tidak alergi terhadap alpukat atau lidah buaya, lakukan uji tempel di kulit terlebih dahulu, serta hindari penggunaan jika kulit kepala sedang mengalami infeksi atau luka terbuka.
Rambut yang sangat berminyak mungkin perlu berhati-hati, karena tambahan minyak bisa membuat rambut terasa berat.
Kesimpulannya, ramuan sederhana dari alpukat, lidah buaya, dan minyak urang-aring ternyata secara ilmiah memiliki dasar yang kuat sebagai pelembap alami rambut. Setelah satu bulan pemakaian rutin, rambut Miss Rora yang panjang, hitam alami, dan tipe ikal 2B menjadi lebih lembut, lebih berkilau, lebih mudah diatur, dan ujung rambut tidak terasa kaku.
Miss Rora nggak bisa mengatakan ini sebagai ramuan ajaib, tetapi sebagai alternatif perawatan alami berbasis bahan yang memang memiliki kandungan bioaktif yang mendukung kesehatan rambut.
Semoga thread ini bermanfaat buat Agan dan Sista. Kalau ada yang mau bertanya soal komposisi kimia atau mekanisme kerjanya lebih dalam, Miss Rora dengan senang hati akan menanggapi
. Quote:
@aldo12 @itkgid @multimedia.ptrt
kkkk dan 5 lainnya memberi reputasi
6
185
9
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya