- Beranda
- The Lounge
Polytron Menjadi Raja Di Negeri Sendiri, Benarkah Demikian?
...
TS
c4punk1950...
Polytron Menjadi Raja Di Negeri Sendiri, Benarkah Demikian?

Hi sobat Kaskus,
Pastinya agan dan sista semua tahu dengan brand Polytron bukan? Namun, banyak orang awam yang baru melihat nama brand tersebut langsung tertuju pada brand dari produk Jepang.
Namun ternyata brand itu adalah produk lokal, bukan brand asing yang membuka cabang di Indonesia tetapi benar-benar barang lokal yang berkualitas, bukan pula barang ODM yang banyak dijual di Tiktok dengan harga murah meriah kualitas ampas.
Polytron, salah satu brand elektronik terkemuka di Indonesia, memiliki sejarah panjang dan menarik. Berdirinya Polytron dimulai pada tanggakl 18 Mei 1975 oleh (PT Hartono Istana Teknologi) adalah konglomerat Hartono bersaudara, yaitu Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. dengan nama awal PT Indonesian Electronic & Engineering. Awalnya, perusahaan ini hanya memproduksi peralatan elektronik rumah tangga seperti kipas angin dan setrika.

Namun, seiring waktu, Polytron berkembang pesat dan memperluas produknya ke televisi, kulkas, AC, dan lain-lain. Pada tahun 1984, Polytron meluncurkan audio compo sebagai produk keduanya, yang langsung populer di kalangan masyarakat perkotaan.
Polytron juga memiliki beberapa merek lain, seperti Digitec dan Oke, yang diposisikan sebagai produk elektronik digital mewah. Pada tahun 2000-an, Polytron mulai memperluas pasarnya ke luar negeri, termasuk Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Saat ini, Polytron memiliki dua pabrik utama, satu di Kudus dan satu di Demak, dengan lebih dari 10.000 karyawan. Polytron juga memiliki 11 kantor perwakilan, 5 dealer resmi, dan 50 pusat layanan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Polytron juga telah memenangkan beberapa penghargaan, termasuk Top Brand Award, Indonesia Best Brand Award, dan Indonesia Original Brand. Pada tahun 2023, Polytron meluncurkan dua model sepeda motor listrik, Polytron EV Fox dan Polytron EV T-Rex, sebagai bagian dari upayanya untuk memasuki industri kendaraan listrik.
Tapi yang jadi pertanyaan saat ini, benarkah Polytron sudah menjadi raja di negeri sendiri?
Kisah ini dimulai pada krisis tahun 1998, dimna terjadi inflasi tinggi 1 dollar yang awalnya dikisaran 2000an melambung menjadi 16.000, tentu saja barang import semakin naik seperti Samsung, Sony dan LG tak sanggup di beli oleh masyarakat pada waktu itu karena harganya menjadi mahal.

Sedangkan Polytron, harganya masih terjangkau oleh masyarakat. Alih-alih bangkrut, Polytron menjadi penyelamat kebutuhan elektronik rakyat mereka dapat bertahan.
Bahkan semakin kuat pasca krisis, disinilah momentum merubah persepsi masyarakat dari terpaksa beli Polytron menjadi bangga beli Polytron ternyata kualitasnya setara dengan brand-brand besar pada waktu itu, dan awetnya minta ampun.

Selamat dari krisis Polytron mengeluarkan kulkas Belleza, tentu saja kombinasi bahan dan warna yang menarik menjadi ikonik kulkas era modern yang diawali oleh Polytron.
Kemudian lahir juga mesin cuci zeromatic, dengan design yang mewah tapi mempunyai teknologi yang cukup canggih untuk kawasan daerah yang mempunyai tekanan air yang kecil.

Zaman semakin berubah, tv tabung pun mulai ditinggalkan Polytron membuat tv LED dari nol, bukan hanya merakit maka lahirlah cinemax LED tv, dengan speaker tower tambahan disampingnya.
Namun di sektor smartphone Polytron gagal bersaing ditengah gempuran brand China, yang saat itu dijual murah. Lalu di era kendaraan EV Polytron kembali membuka peluang, motor EV yang di produksi oleh Polytron ternyata digemari masyarakat. Bahkan buatan mereka juga di test melewati banjir yang saat ini sering terjadi di daerah perkotaan, dan hasilnya memuaskan.

Bahkan Polytron juga telah membuat mobil EV, mobil ini merupakan hasil kolaborasi dengan Skyworth EV6 yang dirakit di Purwakarta, maka lahirlah Polytron G3 dan G3+ . Sedangkan pesaingnya yang bermain dengan elektronik juga seperti Samsung, Sony dan LG kini sedang terseok digempur oleh brand China yang semakin gila dalam ekspansi.
Polytron tahu kebutuhan besar masyarakat, produk lokal tidak harus menjadi nomor dua mereka tahu kalau bisa jadi raja di negeri sendiri. Masihkah Polytron dapat bertahan di tengah gempuran brand China? Kita tunggu saja waktu yang akan melihat seberapa kuat grup Djarum bertahan dalam era modern saat ini.

Terima kasih yang sudah membaca thread ini sampai akhir, bila ada kritik silahkan disampaikan dan semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat dan merdeka. See u next thread.


"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2026
referensi : klik, klik
Pic : google




littlesmith dan 7 lainnya memberi reputasi
8
2.1K
13
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya