- Beranda
- The Lounge
Mengapa Pasien Leukemia Kebanyakan Balita, dan Limfoma Remaja?
...
TS
aurora..
Mengapa Pasien Leukemia Kebanyakan Balita, dan Limfoma Remaja?

Sumber Gambar:Artificial Intelligence
Hai semuanya, Shalom Aleichem!

Selamat pagi kalian semuanya!

Pada kesempatan yang sangat berharga ini, gue, Mbak Rora, akan membahas tentang fenomena medis yang unik, di mana kebanyakan pasien leukemia anak adalah balita, dan kebanyakan pasien limfoma adalah remaja
.Nah, daripada kebanyakan ngomong, langsung saja yuk, kita ke topik utamanya
. Selamat menyimak
. Quote:
Sekilas Tentang Leukemia dan Limfoma
Leukemia dan limfoma sama-sama termasuk kanker darah, tetapi berbeda lokasi awal pertumbuhannya.
Leukemia adalah kanker yang bermula di sumsum tulang, tempat produksi sel-sel darah. Pada kondisi ini, sel darah putih yang belum matang (sering kali jenis limfoblas) berkembang secara tidak terkendali dan masuk ke aliran darah (NCI, 2025a).
Limfoma, di sisi lain, adalah kanker yang berasal dari sistem limfatik, yaitu jaringan kelenjar getah bening, limpa, timus, dan jaringan limfoid lainnya. Sel yang berubah menjadi ganas adalah limfosit matang, baik tipe B maupun T (NCI, 2025b).
Keduanya sama-sama melibatkan limfosit, tetapi fase perkembangan biologisnya berbeda. Di sinilah kunci untuk memahami perbedaan usia puncak kejadian.
Quote:
Mengapa Leukemia Banyak Terjadi pada Balita?
1. Puncak Insidensi Leukemia pada Usia 1 sampai 4 Tahun
Menurut data dari National Cancer Institute, leukemia adalah kanker paling umum pada anak, dan sekitar 75 persen kasus leukemia anak merupakan leukemia limfoblastik akut (ALL). Puncak insidensi ALL terjadi pada usia 1 sampai 4 tahun (NCI, 2025a).
Data American Cancer Society (2025) juga menunjukkan pola yang konsisten secara global, bahwa angka kejadian leukemia anak meningkat tajam pada masa balita, kemudian menurun setelah usia SD.
Artinya, ada faktor biologis khas pada fase ini.
2. Sistem Kekebalan Tubuh Balita Sedang dalam Fase Perkembangan Intensif
Anak balita berada pada masa perkembangan daya tahan tubuh yang sangat aktif. Limfosit B berkembang di sumsum tulang, sedangkan limfosit T mengalami pematangan di timus. Proses ini melibatkan proliferasi (pembelahan sel) yang cepat, diferensiasi (pematangan) sel, dan proses rekombinasi genetik pada reseptor kekebalan tubuh.
Proses rekombinasi genetik ini, meskipun normal dan diperlukan untuk pertumbuhan, memiliki potensi terjadi kekacauan. Jika terjadi kekacauan dalam pengaturan gen pengendali pertumbuhan sel, sel dapat berkembang menjadi sel kanker (Lightfoot & Roman, 2004).
Semakin aktif sel membelah, semakin besar peluang terjadinya kekacauan genetik dan mutasi acak. Pada balita, tingkat produksi limfosit sangat tinggi, karena tubuh sedang membangun sistem kekebalan dasar untuk menghadapi dunia luar.
Inilah salah satu penjelasan biologis mengapa leukemia, khususnya ALL, banyak muncul pada usia ini.
3. Peranan Faktor Genetik dan Prenatal
Penelitian menunjukkan bahwa beberapa kasus leukemia anak berawal dari perubahan genetik yang terjadi bahkan sejak masih di dalam kandungan. Mutasi awal dapat terjadi secara prenatal (sebelum lahir), tetapi baru berkembang menjadi leukemia klinis setelah anak dilahirkan, ketika sistem kekebalan tubuh mulai aktif (Greaves, 2018).
Anak dengan masalah genetik tertentu, seperti Down Syndrome, juga memiliki risiko leukemia yang lebih tinggi (American Cancer Society, 2025).
Namun, perlu ditegaskan, bahwa sebagian besar kasus leukemia anak tidak memiliki penyebab tunggal yang jelas. Ini adalah interaksi kompleks antara faktor genetik dan dinamika perkembangan sel-sel daya tahan tubuh.
4. Mengapa Bukan Remaja?
Pada remaja, sistem pembentukan sel darah relatif lebih stabil dibanding masa balita. Laju pertumbuhan sel limfoblas tidak lagi setinggi masa awal kehidupan. Risiko kekacauan replikasi sel menurun secara fisiologis. Oleh karena itu, puncak terjadinya leukemia limfoblastik akut memang cenderung terjadi lebih awal dalam kehidupan.
Quote:
Mengapa Limfoma Lebih Sering pada Remaja?
Jika leukemia dominan pada usia balita, limfoma (terutama limfoma Hodgkin) memiliki pola yang berbeda.
1. Pola Usia Limfoma Hodgkin
National Cancer Institute (2025b) menyebutkan bahwa limfoma Hodgkin memiliki pola distribusi bimodal, yaitu satu puncak pada remaja atau dewasa muda, dan satu lagi pada usia lanjut.
Pada kelompok usia 15 sampai 19 tahun, limfoma merupakan salah satu kanker yang paling sering didiagnosis, bahkan mengungguli leukemia dalam beberapa kelompok usia remaja.
2. Sistem Limfatik Remaja Sedang dalam Masa Puncak Aktivitas
Masa remaja adalah periode transisi biologis yang rumit. Pubertas pada remaja membawa perubahan hormonal besar, termasuk pengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh.
Beberapa perubahan penting pada masa ini yaitu pematangan akhir respons kekebalan tubuh adaptif, paparan antigen lingkungan yang meningkat drastis, dan aktivitas kelenjar getah bening yang tinggi.
Limfosit pada masa remaja tidak lagi dalam fase “membuka dasar” seperti balita, tetapi berada pada fase optimalisasi dan adaptasi terhadap paparan lingkungan yang semakin luas.
Dalam kondisi pembelahan sel aktif akibat respons kekebalan tubuh yang sering terjadi, risiko perubahan sel menjadi ganas dapat meningkat, terutama jika dipengaruhi oleh faktor genetik atau infeksi tertentu (Schmidt & Burkhardt, 2013).
3. Peranan Infeksi dan Respons Kekebalan Tubuh
Beberapa penelitian mengaitkan limfoma Hodgkin dengan infeksi virus Epstein-Barr (EBV). Respons kekebalan tubuh terhadap infeksi pada usia remaja dapat berbeda dibandingkan anak kecil, sehingga berpotensi memicu transformasi sel limfosit pada orang-orang yang rentan (NCI, 2025b).
Artinya, lingkungan imunologis remaja memang berbeda secara biologis dibandingkan anak balita.
4. Perbedaan Lokasi Awal Penyakit
Leukemia berasal dari sumsum tulang dan menyebar melalui sirkulasi darah. Limfoma berasal dari kelenjar getah bening atau jaringan limfoid.
Pada anak balita, aktivitas kekebalan tubuh utama terjadi di sumsum tulang. Pada anak remaja, aktivitas respons kekebalan tubuh perifer (di kelenjar getah bening) jauh lebih dominan.
Ini membantu menjelaskan mengapa leukemia lebih sering muncul lebih dini, sementara limfoma lebih sering terlihat pada fase remaja.
Quote:
Apakah Benar Karena Limfosit Balita dan Sistem Limfatik Remaja Sedang dalam Lonjakan Perkembangan?
Secara ilmiah, pernyataan tersebut perlu diluruskan.
1) Pada balita, memang benar bahwa limfosit sedang dalam fase perkembangan dan pembelahan sel yang tinggi. Ini memang meningkatkan peluang kekacauan genetik.
2) Pada remaja, bukan berarti sistem limfatik sedang dalam lonjakan perkembangan, melainkan berada pada fase aktivitas sistem daya tahan tubuh dan paparan antigen yang tinggi, dengan dinamika imunologis yang rumit.
Jadi, bukan semata-mata karena lonjakan perkembangan, melainkan karena dinamika biologis yang berbeda pada tiap tahapan usia anak.
Quote:
PENUTUP
Gan/Sist, memahami alasan mengapa leukemia lebih sering terjadi pada balita dan limfoma lebih sering muncul pada remaja itu sangat penting. Memahami kanker dengan benar bisa membantu kita untuk melihat, bahwa kanker pada anak bukan sekadar “versi kecil” dari kanker pada orang dewasa. Kanker pada anak memiliki karakteristik biologis yang sangat khas, serta sangat dipengaruhi oleh fase pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
Semakin kita memahami biologi penyakit kanker, semakin besar peluang untuk meningkatkan terapi, angka kesembuhan, dan kualitas hidup penyintas kanker usia muda.
Quote:
SUMBER
American Cancer Society. (2025). Childhood leukemia. American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/types/...-children.html
Greaves, M. (2018). A causal mechanism for childhood acute lymphoblastic leukaemia. Nature Reviews Cancer, 18(8), 471–484.
Lightfoot, T. J., & Roman, E. (2004). Causes of childhood leukaemia and lymphoma. Toxicology and Applied Pharmacology, 199(2), 104–117.
National Cancer Institute. (2025a). Childhood acute lymphoblastic leukemia treatment (PDQ®). https://www.cancer.gov/types/leukemia
National Cancer Institute. (2025b). Childhood Hodgkin lymphoma treatment (PDQ®). https://www.cancer.gov/types/lymphoma
Schmidt, E., & Burkhardt, B. (2013). Lymphoblastic lymphoma in childhood and adolescence. Pediatric Hematology and Oncology, 30(6), 484–508.
@pabuaranwetan @aliezrei @multimedia.ptrt
vale79791 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
221
Kutip
10
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.8KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya