- Beranda
- Berita dan Politik
2 OTK Batal Bakar Puskesmas-Ambulans di Yahukimo Usai Diberi Rp 500 Ribu
...
TS
mabdulkarim
2 OTK Batal Bakar Puskesmas-Ambulans di Yahukimo Usai Diberi Rp 500 Ribu
2 OTK Batal Bakar Puskesmas-Ambulans di Yahukimo Usai Diberi Rp 500 Ribu

Paulus Pulo - detikSulsel
Sabtu, 14 Feb 2026 17:21 WIB
Foto: Puskesmas Aplim dan 2 ambulans di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, nyaris dibakar 2 orang tidak dikenal. (dok. Istimewa)
Yahukimo - Puskesmas Aplim dan 2 ambulans di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, nyaris dibakar 2 orang tidak dikenal (OTK). Kedua pelaku membatalkan perbuatannya hingga kabur dari lokasi setelah warga memberikan uang Rp 500 ribu.
Pengancaman pembakaran itu terjadi Puskesmas Aplim, Jalan Seradala KM 04, Distrik Dekai, Yahukimo, Jumat (13/2) sekitar pukul 21.05 WIT. Kedua pelaku datang membawa bahan bakar jenis solar dalam botol air mineral berukuran 1.600 mililiter.
"Dua orang tak dikenal mendatangi area perumahan Puskesmas Aplim dan mengancam akan membakar bangunan serta kendaraan ambulans yang terparkir," kata Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani kepada wartawan, Sabtu (14/2/2026).
Kedua pelaku sempat menyiramkan solar ke ban ambulans yang terparkir di puskesmas. Warga kemudian berkumpul dan melakukan negosiasi agar pembakaran tidak terjadi.
"Untuk meredam situasi, saksi mengaku sempat memberikan uang sebesar Rp 500.000 kepada pelaku di jalan masuk puskesmas," paparnya.
Setelah menerima uang tersebut, kedua pelaku membatalkan aksi pembakaran dan melarikan diri ke arah Jalan Seradala. Personel Polres Yahukimo bersama anggota Satgas Operasi Damai Cartenz kemudian turun ke lokasi pada Sabtu (14/2) pagi.
"Di lokasi, petugas menemukan satu botol air mineral diduga berisi sisa solar dan beberapa helai rumput kering yang terindikasi telah disiram bahan bakar. Meski tidak ditemukan jejak kaki, titik-titik siraman solar di sekitar ban kendaraan memperkuat dugaan percobaan pembakaran," jelasnya.
Setelah melakukan olah TKP, kedua ambulans dikawal menuju RSUD Dekai untuk memastikan keamanan fasilitas layanan kesehatan tetap terjaga. Faizal menegaskan aparat tidak akan membiarkan fasilitas publik menjadi sasaran intimidasi.
"Fasilitas kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kami tidak akan mentolerir segala bentuk ancaman terhadap layanan publik, apalagi yang menyangkut keselamatan warga. Penanganan dilakukan secara tegas dan terukur sesuai hukum," tegas Faizal.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga mengatakan, aparat tengah memburu pelaku. Polisi juga telah mengarahkan saksi untuk membuat laporan resmi serta melengkapi administrasi penyidikan.
"Begitu laporan diterima, tim langsung bergerak. Ambulans kami amankan, barang bukti disita, dan saksi diperiksa. Langkah cepat ini penting agar pelayanan kesehatan tidak terganggu dan masyarakat tidak diliputi ketakutan," tegas Adarma.
Sementara itu, Kepala Desa Kurima, Luter Matuan (40) mengatakan, puskesmas yang nyaris dibakar merupakan satu-satunya fasilitas kesehatan di wilayahnya. Warga berusaha menyelamatkan satu-satunya harapan tempat berobat.
"Kalau puskesmas dibakar, kami tidak punya tempat lagi untuk berobat," ujar Luter mengingat kepanikan warga malam itu.
https://www.detik.com/sulsel/hukum-d...i-rp-500-ribu.
ini KKB lagi butuh duit atau penangguran cari duit?

Paulus Pulo - detikSulsel
Sabtu, 14 Feb 2026 17:21 WIB
Foto: Puskesmas Aplim dan 2 ambulans di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, nyaris dibakar 2 orang tidak dikenal. (dok. Istimewa)
Yahukimo - Puskesmas Aplim dan 2 ambulans di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, nyaris dibakar 2 orang tidak dikenal (OTK). Kedua pelaku membatalkan perbuatannya hingga kabur dari lokasi setelah warga memberikan uang Rp 500 ribu.
Pengancaman pembakaran itu terjadi Puskesmas Aplim, Jalan Seradala KM 04, Distrik Dekai, Yahukimo, Jumat (13/2) sekitar pukul 21.05 WIT. Kedua pelaku datang membawa bahan bakar jenis solar dalam botol air mineral berukuran 1.600 mililiter.
"Dua orang tak dikenal mendatangi area perumahan Puskesmas Aplim dan mengancam akan membakar bangunan serta kendaraan ambulans yang terparkir," kata Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani kepada wartawan, Sabtu (14/2/2026).
Kedua pelaku sempat menyiramkan solar ke ban ambulans yang terparkir di puskesmas. Warga kemudian berkumpul dan melakukan negosiasi agar pembakaran tidak terjadi.
"Untuk meredam situasi, saksi mengaku sempat memberikan uang sebesar Rp 500.000 kepada pelaku di jalan masuk puskesmas," paparnya.
Setelah menerima uang tersebut, kedua pelaku membatalkan aksi pembakaran dan melarikan diri ke arah Jalan Seradala. Personel Polres Yahukimo bersama anggota Satgas Operasi Damai Cartenz kemudian turun ke lokasi pada Sabtu (14/2) pagi.
"Di lokasi, petugas menemukan satu botol air mineral diduga berisi sisa solar dan beberapa helai rumput kering yang terindikasi telah disiram bahan bakar. Meski tidak ditemukan jejak kaki, titik-titik siraman solar di sekitar ban kendaraan memperkuat dugaan percobaan pembakaran," jelasnya.
Setelah melakukan olah TKP, kedua ambulans dikawal menuju RSUD Dekai untuk memastikan keamanan fasilitas layanan kesehatan tetap terjaga. Faizal menegaskan aparat tidak akan membiarkan fasilitas publik menjadi sasaran intimidasi.
"Fasilitas kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kami tidak akan mentolerir segala bentuk ancaman terhadap layanan publik, apalagi yang menyangkut keselamatan warga. Penanganan dilakukan secara tegas dan terukur sesuai hukum," tegas Faizal.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga mengatakan, aparat tengah memburu pelaku. Polisi juga telah mengarahkan saksi untuk membuat laporan resmi serta melengkapi administrasi penyidikan.
"Begitu laporan diterima, tim langsung bergerak. Ambulans kami amankan, barang bukti disita, dan saksi diperiksa. Langkah cepat ini penting agar pelayanan kesehatan tidak terganggu dan masyarakat tidak diliputi ketakutan," tegas Adarma.
Sementara itu, Kepala Desa Kurima, Luter Matuan (40) mengatakan, puskesmas yang nyaris dibakar merupakan satu-satunya fasilitas kesehatan di wilayahnya. Warga berusaha menyelamatkan satu-satunya harapan tempat berobat.
"Kalau puskesmas dibakar, kami tidak punya tempat lagi untuk berobat," ujar Luter mengingat kepanikan warga malam itu.
https://www.detik.com/sulsel/hukum-d...i-rp-500-ribu.
ini KKB lagi butuh duit atau penangguran cari duit?
Diubah oleh mabdulkarim 14-02-2026 19:38
tabraklari81223 memberi reputasi
1
103
3
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694.7KThread•58.6KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya