Sumber Gambar:Artificial Intelligence
Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat pagi kalian semuanya!
Pada kesempatan yang sangat berharga ini, gue, Mbak Rora, akan membahas tentang salah satu terapi terbaru untuk menyembuhkan leukemia pada anak, yaitu CAR T-cell

.
Dalam beberapa dekade terakhir, dunia kedokteran mengalami lompatan besar dalam penanganan kanker anak, khususnya kanker darah (leukemia). Salah satu inovasi yang paling banyak dibicarakan di jurnal ilmiah internasional adalah terapi CAR T-cell, yaitu sebuah pendekatan imunoterapi canggih yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh pasien sendiri untuk melawan sel kanker.
Thread ini akan membahas apa itu CAR T-cell, bagaimana cara kerjanya, serta mengapa terapi ini dianggap sebagai solusi revolusioner untuk leukemia sel B pada anak, terutama pada kasus leukemia sel B yang tidak lagi merespons pengobatan standar.
Thread ini ditulis dalam bentuk artikel ilmiah

.
Quote:
Sekilas Tentang Leukemia Sel B Pada Anak
Leukemia merupakan kanker sel darah putih yang berasal dari jaringan pembentuk darah, terutama sumsum tulang. Pada anak-anak, jenis leukemia yang paling sering ditemukan adalah leukemia limfoblastik akut (ALL). Sekitar 80 sampai 85 persen kasus ALL pada anak berasal dari sel B, sehingga dikenal sebagai ALL sel B.
Dalam keadaan normal, sel B berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh, khususnya dalam produksi antibodi. Namun, pada kasus ALL sel B, sel B mengalami mutasi genetik yang menyebabkan pembelahan sel tidak terkendali dan mengganggu pembentukan sel darah yang normal. Akibatnya, anak dapat mengalami anemia, mudah mengalami infeksi berulang, dan perdarahan berlebihan.
Kemoterapi biasa telah meningkatkan angka
survival rate anak penderita ALL sel B secara signifikan. Namun, sekitar 10 sampai 15 persen pasien leukemia mengalami relaps atau bersifat refrakter, artinya sel leukemia tidak lagi merespons terapi kanker standar. Pada titik inilah pilihan pengobatan menjadi sangat terbatas dan risiko kematian meningkat.
Quote:
Mengapa Terapi Kanker Konvensional Bisa Gagal?
Kegagalan terapi pada ALL sel B dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:
1) Resistensi sel leukemia terhadap obat kemoterapi
2) Mutasi genetik lanjutan pada sel kanker
3) Ketidakmampuan sistem kekebalan tubuh pasien mengenali sel kanker sebagai ancaman
Kemoterapi bekerja secara tidak spesifik, menyerang sel yang membelah cepat, baik sel kanker maupun sel sehat. Hal ini tidak hanya menimbulkan efek samping berat, tetapi juga memungkinkan sebagian kecil sel leukemia bertahan dan berkembang kembali.
Keterbatasan inilah yang mendorong para peneliti mengembangkan pendekatan baru yang lebih spesifik, presisi, dan berbasis imunologi, yaitu terapi CAR T-cell.
Quote:
Apa Itu Terapi CAR T-cell?
Terapi CAR T-cell (
Chimeric Antigen Receptor T-cell therapy) adalah bentuk imunoterapi personalisasi yang memodifikasi sel T pasien sendiri supaya mampu mengenali dan menghancurkan sel kanker secara spesifik.
Sel T merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh adaptif. Namun, secara alami, sel T sering gagal mengenali sel kanker, karena sel kanker punya sifat bisa menyamarkan diri. Terapi CAR T-cell bisa mengatasi masalah ini dengan rekayasa genetika.
Pada leukemia sel B, target utama terapi ini adalah antigen CD19, yaitu protein yang hampir selalu terdapat pada permukaan sel B abnormal pada kasus leukemia.
Quote:
Bagaimana Proses Terapi CAR T-cell Dilakukan?
Secara garis besar, terapi CAR T-cell melalui beberapa tahap utama:
1) Leukapheresis: Sel T diambil dari darah pasien sendiri menggunakan alat khusus.
2) Rekayasa Genetik di Laboratorium: Sel T dimodifikasi menggunakan vektor virus untuk mengekspresikan
chimeric antigen receptor yang dapat mengenali antigen CD19.
3) Penumbuhan Sel: Sel T yang telah dimodifikasi diperbanyak hingga mencapai jumlah terapeutik.
4) Infus ke Dalam Tubuh Pasien: CAR T-cells dikembalikan ke tubuh pasien melalui infus intravena.
Setelah dimasukkan lagi ke tubuh pasien, CAR T-cells akan mencari sel yang mengekspresikan CD19 dan menghancurkan sel itu melalui mekanisme sitotoksik.
Quote:
Efektivitas CAR T-cell terhadap ALL Sel B pada Anak
Berbagai uji klinis menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Pada pasien anak dengan ALL sel B relaps atau refrakter, angka remisi lengkap mencapai 80 sampai 90 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan terapi konvensional lanjutan.
Salah satu terapi CAR T-cell yang telah disetujui secara luas adalah tisagenlecleucel, yang menunjukkan
survival rate bebas penyakit jangka panjang yang signifikan pada pasien anak dan remaja.
Bahkan, pada kasus leukemia yang sebelumnya telah gagal menjalani transplantasi sumsum tulang, terapi dengan CAR T-cell masih menunjukkan potensi keberhasilan yang tinggi.
Quote:
Keunggulan CAR T-cell Dibandingkan Kemoterapi
Beberapa keunggulan utama terapi CAR T-cell ini, antara lain:
1) Spesifik terhadap sel kanker, sehingga kerusakan sel sehat lebih minimal
2) Bersifat autologous, artinya menggunakan sel T dari darah pasien sendiri
3) Efek jangka panjang menjanjikan, karena CAR T-cells dapat bertahan dan tetap aktif dalam tubuh manusia
4) Efektif pada kasus berat (termasuk relaps berulang)
Pendekatan ini menandai pergeseran paradigma, dari terapi sitotoksik menjadi terapi sistem kekebalan tubuh presisi.
Quote:
Efek Samping dan Tantangan
Meskipun sangat menjanjikan, terapi dengan CAR T-cell tidak bebas risiko. Efek samping utama yang perlu diwaspadai adalah:
1) Sindrom Pelepasan Sitokin (CRS)
Merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh sistemik akibat pelepasan sitokin dalam jumlah besar. Gejalanya meliputi demam tinggi, tekanan darah rendah, hingga gangguan pernapasan.
2) Neurotoksisitas (ICANS)
Gangguan neurologis sementara, seperti kebingungan, tremor, atau kejang.
Selain itu, terdapat risiko sewaktu-waktu antigen bisa melarikan diri, yaitu keadaan ketika sel leukemia kehilangan ekspresi CD19, sehingga tidak bisa lagi dikenali oleh CAR T-cells. Untuk mengatasi hal ini, penelitian terbaru mengembangkan CAR T-cell yang bisa menarget lebih dari satu antigen.
Quote:
Arah Penelitian dan Masa Depan
Saat ini, penelitian CAR T-cell terus berkembang ke arah target antigen ganda (CD19/CD22), CAR T-cell generasi baru yang lebih aman, penggunaan pada kanker padat, dan penurunan biaya produksi supaya lebih terjangkau secara global.
Dengan kemajuan ini, CAR T-cell berpotensi menjadi terapi standar di masa depan, tidak hanya untuk leukemia, tetapi juga untuk berbagai jenis kanker lainnya.
Quote:
PENUTUP
Terapi CAR T-cell merupakan terobosan besar dalam dunia kedokteran kanker anak. Dengan memanfaatkan sistem kekebalan tubuh pasien sendiri, terapi ini menawarkan harapan nyata bagi anak-anak penderita leukemia sel B yang sebelumnya memiliki pilihan pengobatan sangat terbatas.
Meski masih menghadapi tantangan dari sisi efek samping dan biaya, perkembangan riset yang pesat menunjukkan bahwa CAR T-cell bukan sekadar eksperimen, melainkan dasar dari masa depan terapi kanker presisi.
Semoga thread ini bisa menambah wawasan untuk Agan dan Sista semuanya, dan bisa membuka diskusi sehat

.
Quote:
SUMBER
Maude, S. L. et al. (2018). Tisagenlecleucel in children and young adults with B-cell lymphoblastic leukemia.
New England Journal of Medicine,
378(5), 439–448.
June, C. H., O’Connor, R. S., Kawalekar, O. U., Ghassemi, S., & Milone, M. C. (2018). CAR T cell immunotherapy for human cancer.
Science,
359(6382), 1361–1365.
Grupp, S. A., et al. (2013). Chimeric antigen receptor–modified T cells for acu
te lymphoid leukemia.
New England Journal of Medicine,
368(16), 1509–1518.
Brudno, J. N., & Kochenderfer, J. N. (2016). Toxicities of chimeric antigen receptor T cells.
Blood,
127(26), 3321–3330.
@jonrender @pabuaranwetan @sahabat.006