Kaskus

News

jpnn.comAvatar border
TS
jpnn.com
Benarkah Krisis 98 Bakal Terulang, Begini Penjelasan Purbaya
Benarkah Krisis 98 Bakal Terulang, Begini Penjelasan Purbaya
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto : Ricardo JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Bank Indonesia (BI) memiliki peluang untuk mendorong nilai tukar rupiah menguat ke level Rp 15.000 per USD.

Purbaya menjelaskan peluang penguatan rupiah dapat dilakukan melalui perbaikan fundamental ekonomi yang lebih cepat agar pertumbuhan dapat mencetak angka yang lebih tinggi.

Baca Juga:
Nilai Rupiah Tertekan Dolar AS, Hasto PDIP Singgung Soliditas Pemerintah

"Menurut saya, kalau rupiah bergerak ke sekitar Rp 15.000 per USD, itu tidak terlalu sulit. Saya tidak bisa berbicara mewakili bank sentral, tapi kalau saya di posisi mereka, level itu bukan sesuatu yang sulit dicapai," kata Purbaya dikutip Rabu (4/1)

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kata dia, akan membuat masyarakat makin sejahtera, sehingga pada akhirnya modal asing akan mengalir dengan sendirinya.

Investorasing, lanjutnya, ingin mengambil porsi keuntungan dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketika modal asing langsung (foreign direct investment/FDI) masuk, rupiah akan bergerak menguat.

Baca Juga:
Emil Audero Jadi Korban Pelemparan Flare, Remaja 19 Tahun Ditangkap

"Ketika orang melihat saya bekerja serius memperbaiki kondisi ekonomi, dan ketika mereka mulai melihat ekonomi benar-benar membaik, modal akan masuk dan rupiah akan menguat hampir secara otomatis," ujar Purbaya.

Purbaya menambahkan nilai tukar rupiah saat ini tidak mencerminkan fundamental perekonomian Indonesia.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa (3/2), bergerak menguat 44 poin atau 0,26 persen menjadi Rp 16.754 per USD dari sebelumnya Rp16.798 per USD.

Dia pun menyangsikan kondisi rupiah saat ini akan memicu krisis seperti tahun 1997-1998.

Baca Juga:
Ini Jadwal Pemeriksaan Pandji Pragiwaksono di Polda Metro Jaya

Sebab, otoritas saat ini bergerak dengan selaras untuk menjaga level nilai tukar rupiah.

Selain BI yang memainkan peran utama, juga ada otoritas lain yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di antaranya Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Purbaya, yang otomatis menjadi Ketua KSSK, karena menjabat sebagai Menkeu, bakal menggelar rapat untuk memitigasi dampak bila terjadi penguatan USD terhadap rupiah.

Baca Juga:
Amerika Serikat Tembak Jatuh Drone Iran di Laut Arab

Kemudian untuk saat ini, menurut dia, level nilai tukar rupiah belum sampai pada titik yang berpotensi menimbulkan kekacauan ekonomi.

"Kami dan bank sentral juga berupaya mendorong rupiah tetap di bawah Rp 17.000. Level yang menurut saya ideal sejalan dengan asumsi APBN yaitu sekitar Rp16.500 per USD," jelasnya.

"Saya percaya bank sentral punya kemampuan untuk mengendalikan itu," tambah dia.(antara/jpnn)

Sumber:
Benarkah Krisis 98 Bakal Terulang, Begini Penjelasan Purbaya
itkgidAvatar border
itkgid memberi reputasi
1
770
26
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695KThread58.8KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.