Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
TPNPB Yahukimo Klaim Lumpuhkan 4 Agen Intelijen, Situasi Keamanan Memanas
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Lumpuhkan 4 Agen Intelijen, Situasi Keamanan Kembali Memanas
TPNPB Yahukimo Klaim Lumpuhkan 4 Agen Intelijen, Situasi Keamanan Memanas
Aksi Bersenjata di Wilayah Pegunungan Papua Picu Ketegangan, Warga Sipil Diminta Menghindari Aktivitas di Daerah Konflik Yahukimo
Papuanewsonline.com - 03 Feb 2026, 13:44 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Foto pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo di wilayah Kabupaten Yahukimo.
Papuanewsonline.com, Yahukimo — Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo mengklaim telah menembak mati empat orang yang disebut sebagai agen intelijen pemerintah Indonesia di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Senin (02/02/2026). Keempat korban diklaim menyamar sebagai tenaga pendidik dan tenaga kesehatan untuk mengumpulkan informasi di wilayah tersebut.

Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Kopitua Heluka, dalam pesan yang diterima jurnalis Papuanewsonline.com, menyampaikan peringatan keras kepada aparat dan pihak-pihak yang melakukan aktivitas di wilayah yang mereka sebut sebagai daerah perang. Ia menegaskan bahwa tidak ada jaminan keamanan bagi pihak yang tetap bertahan di wilayah tersebut.

"Jangan tinggal di Yahukimo, tidak ada jaminan keamanan dari aparat militer Indonesia," ujar Kopitua Heluka dalam keterangannya. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk peringatan kepada seluruh pihak agar tidak melakukan aktivitas yang dinilai berpotensi memicu konflik.

Menurut klaim TPNPB, aksi penembakan dilakukan karena pihak yang mereka sebut sebagai agen intelijen tidak mengindahkan peringatan untuk menghentikan aktivitas di wilayah operasi. Kelompok ini juga mengimbau warga sipil untuk membatasi aktivitas di daerah tersebut guna menghindari jatuhnya korban jiwa.

Selain itu, TPNPB menegaskan komitmennya untuk terus melakukan operasi bersenjata dalam rangka memperjuangkan kemerdekaan Papua. Mereka menyatakan tidak akan mundur dalam menghadapi aparat keamanan Indonesia di wilayah konflik.

"Kami tidak akan pernah ragu, gentar dan tidak mundur selangkah pun dalam medan perang," kata Kopitua Heluka. Pernyataan ini menegaskan sikap kelompok tersebut dalam melanjutkan perjuangan bersenjata di wilayah Papua Pegunungan.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim penembakan tersebut. Sebelumnya, pemerintah menyatakan bahwa situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo berada dalam kondisi terkendali, meskipun sejumlah wilayah masih masuk dalam kategori rawan konflik.

Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang insiden keamanan di wilayah Papua Pegunungan, sekaligus menegaskan kompleksitas persoalan keamanan yang masih menjadi tantangan serius bagi pemerintah dan aparat di lapangan.

https://papuanewsonline.com/tpnpb-ko...embali-memanas

Aksi Brutal di Dekai Yahukimo, Pekerja Sekolah Tewas Ditembak dan Diserang
TPNPB Yahukimo Klaim Lumpuhkan 4 Agen Intelijen, Situasi Keamanan Memanas

Satreskrim Polres Yahukimo bersama Satgas Ops Damai Cartenz 2026 saat mengevakuasi jenasah korban kekerasan di SMP YPK Yakpesmi, Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan.
YAHUKIMO, Papuaterkini.com – Lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman berubah menjadi lokasi tragedi. Aksi kekerasan brutal terjadi di SMP YPK Yakpesmi Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dan merenggut nyawa seorang warga sipil yang tengah bekerja di area sekolah.

Peristiwa tersebut terjadi Senin, 2 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIT di Jalan Seradala Km 03, Distrik Dekai. Korban diketahui bernama Daniel Datti, S.E. (41), kelahiran Makale, Toraja. Saat kejadian, korban sedang mengerjakan pembuatan meja dan kursi sekolah.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka berat di kepala, punggung, serta kedua lutut, yang mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain korban jiwa, aksi kekerasan tersebut juga diiringi perusakan fasilitas sekolah, termasuk kaca ruang kelas XII SMP YPK Yakpesmi, serta kaca belakang sebuah mobil berwarna merah yang pecah akibat lemparan batu.

Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula ketika terdengar suara tembakan dari arah belakang sekolah. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri menuju ruang guru, namun dikejar oleh tiga orang pelaku.

Salah satu pelaku membawa senjata api rakitan laras panjang, satu pelaku membawa kapak, sementara satu lainnya diduga merekam aksi penyerangan menggunakan telepon genggam. Penyerangan berlanjut di dalam ruang guru sebelum para pelaku melarikan diri ke arah belakang kompleks sekolah.

Mendapat laporan kejadian, Satreskrim Polres Yahukimo bersama personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 langsung bergerak cepat ke lokasi. Aparat mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban ke RSUD Dekai untuk keperluan visum, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti.

Sejumlah barang bukti diamankan, di antaranya serpihan kaca, batu, pakaian korban, serta serpihan logam yang diduga kuat merupakan bagian dari proyektil senjata api.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyampaikan belasungkawa mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi kekerasan di lingkungan pendidikan merupakan pelanggaran serius terhadap rasa aman masyarakat.

“Lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman. Aparat gabungan saat ini fokus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap para pelaku dan memastikan situasi keamanan tetap terkendali,” tegas Faizal.

Ia menambahkan, pengamanan wilayah Yahukimo akan terus diperkuat melalui patroli dan langkah preventif guna mencegah terulangnya aksi serupa.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyatakan pihaknya juga melakukan pendekatan dialogis dengan pihak sekolah dan tokoh masyarakat setempat pascakejadian.

“Kami ingin memastikan guru, siswa, dan warga sekitar dapat kembali beraktivitas tanpa rasa takut, bersamaan dengan proses penegakan hukum terhadap para pelaku,” ujarnya.

Hingga saat ini, identitas para pelaku masih dalam penyelidikan intensif. Aparat memastikan proses hukum berjalan dan situasi keamanan di Distrik Dekai tetap dikendalikan.

Peristiwa ini menambah daftar panjang aksi kekerasan bersenjata di Yahukimo. Sebelumnya, Minggu, 1 Februari 2026, tiga warga—Abdul Kadir (42), Peres Kusa (23), dan Luktar Pasomba (46)—nyaris tewas setelah ditembaki orang tak dikenal di Jalur KM 7 Kampung Maroku, Distrik Dekai.

Pada 30 Januari 2026, seorang sopir truk bok Jany Trio (42) juga menjadi korban penembakan di sekitar Jembatan KM 7 Logpon, Distrik Dekai. (bat)


https://papuaterkini.com/2026/02/02/...-dan-diserang/
teror KKB

0
85
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.3KThread59KAnggota
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.