Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Klarifikasi Aksi OPM, Pdt Yones: Serang Warga Sipil Bukan Perjuangan, Tapi Terorisme!
Klarifikasi Aksi OPM di Yahukimo, Pdt Yones: Serang Warga Sipil Bukan Perjuangan, Tapi Terorisme!
Klarifikasi Aksi OPM, Pdt Yones: Serang Warga Sipil Bukan Perjuangan, Tapi Terorisme!
Tayang: Senin, 2 Februari 2026 23:03 WIT
Editor: Lidya Salmah


zoom-inlihat fotoKlarifikasi Aksi OPM di Yahukimo, Pdt Yones: Serang Warga Sipil Bukan Perjuangan, Tapi Terorisme!
Tribunnews.com/Istimewa
KONTAK TEMVAK- Kontak tembak Kampung Maroku, Kabupaten Yahukimo, Papua Peguniungan, Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIT.
A-
A+

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA – Narasi perjuangan di Tanah Papua kembali menjadi sorotan tajam setelah aksi kekerasan terhadap warga sipil terus berulang di wilayah Pegunungan.

Tokoh Agama Papua, Pdt Yones Wonda, secara terbuka meluruskan pernyataan viralnya guna memberikan batasan tegas antara aspirasi politik dan tindakan kriminal murni.

Sekretaris Umum Sinode Gereja Kingmi Masehi Papua ini menilai menyerang tenaga kesehatan, guru, hingga pekerja bangunan di Yahukimo, Papua Pegunungan, telah mencederai martabat kemanusiaan.

Klarifikasi ini bertujuan untuk menghentikan polemik media sosial serta menegaskan posisi gereja dalam melihat konflik bersenjata.

Pdt Yones Wonda memandang bahwa serangan kepada masyarakat tak bersenjata adalah bentuk keputusasaan yang justru menghilangkan simpati dunia internasional terhadap isu Papua.

"Jadi menurut saya tindakan TPNPB-OPM yang menyasar warga sipil tidak dapat dikategorikan sebagai bagian dari upaya memerdekakan bangsa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin )2/2/2026).

Menurutnya lagi, dunia internasional tidak pernah mengakui kekerasan terhadap kelompok non-kombatan sebagai sebuah gerakan pembebasan yang sah.

Aksi-aksi tersebut secara teknis lebih tepat disebut sebagai terorisme yang hanya menimbulkan penderitaan bagi penduduk lokal di perkotaan maupun pedalaman.

Masyarakat sipil yang sedang bekerja membangun daerah seringkali menjadi korban tanpa pembelaan dalam konflik yang tidak mereka pahami.

"Tindakan membunuh mantri, guru, hingga pendulang tidak bisa disebut sebagai perjuangan kemerdekaan Papua," tegas Pdt Yones Wenda.

Pdt Yones Wonda juga menyoroti adanya motif pencarian popularitas dan keuntungan pribadi di balik gangguan keamanan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata tersebut.

Ia menilai TPNPB-OPM saat ini lebih sering mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat hanya untuk menunjukkan eksistensi yang tidak produktif bagi masa depan Papua.

Kelompok yang sering disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini dinilai telah keluar dari koridor perjuangan ideologis yang bermartabat.

Hal ini menyebabkan trauma mendalam bagi warga asli Papua yang merindukan kedamaian dan kelancaran akses pelayanan publik.

"TPN-OPM ini hanya mencari nama dan mencari makan dengan cara mengganggu aktivitas masyarakat sipil," beber Pdt Yones Wenda.

Klarifikasi ini juga menyentuh persoalan keberanian moral bagi pihak-pihak yang memegang senjata di dalam hutan Papua.

Pdt Yones Wonda memberikan tantangan agar kelompok bersenjata berhadapan secara jantan dengan lawan yang setara, yakni aparat TNI dan Polri.

Menyerang warga sipil yang hanya memegang cangkul atau alat tulis dianggap sebagai tindakan pengecut yang memalukan.

Dunia luar akan lebih menghormati gerakan yang dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab di lapangan daripada serangan gelap terhadap warga lemah.

"Kalau memang benar memperjuangkan Papua Merdeka, maka lawanlah yang sepadan yaitu TNI-Polri yang juga memiliki senjata," ucapnya.

Selanjutnya masyarakat diimbau lebih cerdas dalam menyaring informasi yang beredar di berbagai platform media sosial.

Pdt Yones Wenda meminta agar setiap pernyataan tokoh tidak dipelintir atau digiring untuk menciptakan kegaduhan politik baru yang memicu perpecahan.

Gereja tetap berdiri pada prinsip kebenaran demi mewujudkan Tanah Papua yang aman, bermartabat, dan bebas dari rasa takut akan kekerasan.

"Stabilitas keamanan harus menjadi prioritas utama agar proses pembangunan manusia di Tanah Papua ini tidak terhambat oleh konflik yang sia-sia. Jadi saya sekali lagi berharap klarifikasi ini dapat menutup perdebatan liar dan mengembalikan fokus semua pihak pada upaya perdamaian yang hakiki," tandasnya. (*)

https://papuatengah.tribunnews.com/p...isme?page=all.

kecaman Pdt.Wenda


itkgidAvatar border
tepsuzotAvatar border
wiskiilecticAvatar border
wiskiilectic dan 3 lainnya memberi reputasi
4
231
2
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.3KThread59KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.