Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Guru SD di Pamulang Tangsel Dipolisikan Karena Menegur Siswa, Kekerasan Verbal
Guru SD di Pamulang Tangsel Dipolisikan Karena Menegur Siswa, Dituduh Kekerasan Verbal
[Guru SD di Pamulang Tangsel Dipolisikan Karena Menegur Siswa, Kekerasan Verbal
Tayang: Selasa, 27 Januari 2026 17:14 WIB
Editor: Jaisy Rahman Tohir


zoom-inlihat fotoGuru SD di Pamulang Tangsel Dipolisikan Karena Menegur Siswa, Dituduh Kekerasan Verbal
BanjarmasinPos
GURU DI PAMULANG DIPOLISIKAN - ILUSTRASI GURU - Seorang guru SD swasta di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Christina Budiyati, dipolisikan karena menegur siswanya. Ia guru dituduh melakukan kekerasan verbal.
A-
A+
TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang guru SD swasta di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Christina Budiyati[b[], dipolisikan karena menegur siswanya. Ia guru dituduh melakukan kekerasan verbal.[/b]

Sang guru pun mendapat dukungan solidaritas berupoa petisi menolak kriminalisasi di platform change.org.

Hingga Selasa petang (27/1/2026), petisi tersebut sudah ditandatangani 18.903 orang.

Pada petisi tersebut, dibeberkan kronologi kejadian hingga Bu Budi, sapaan karib guru tersebut, dipolisikan.

Pada Agustus 2025 lalu, sedang berlangsung perlombaan di sekolah. Seorang siswa meminta digendong oleh siswa lainnya.

Karena tidak siap, siswa yang menggendong terjatuh. Siswa yang meminta digendong tidak menolong.

"Murid yang meminta digendong tidak menolong, bahkan meninggalkan temannya, diikuti oleh murid-murid lain yang juga tidak menunjukkan kepedulian. Anak yang terjatuh akhirnya ditolong oleh orang tua murid yang berada di lokasi."

"Sebagai wali kelas, Bu Budi menyayangkan kejadian tersebut dan menegur serta menasihati murid-muridnya secara umum agar bertanggung jawab, saling peduli, dan menghayati nilai-nilai Pancasila sebagai dasar pembentukan karakter. Tidak ada satu kata kasar pun yang terucap. Lagi pula teguran tersebut tidak ditujukan kepada satu murid secara personal, melainkan sebagai pembelajaran bersama bagi seluruh kelas," tertulis pada petisi.

Teguran Bu Budi dimaknai sebagai memarahi di depan kelas. Beberapa hari kemudian, Bu Budi dilaporkan ke Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Pendidikan, serta POLRES Tangerang Selatan dengan tuduhan melakukan kekerasan verbal.

Pembuat petisi meyakini bahwa apa yang dilakukan Bu Budi merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab seorang pendidik. Menegur, menasihati, dan mengingatkan murid tentang sikap serta nilai moral adalah esensi pendidikan karakter.

Menurutnya, jika tindakan edukatif seperti ini dipidanakan, maka guru akan bekerja dalam ketakutan, dan ruang pendidikan akan kehilangan keberanian untuk mendidik secara utuh.

Berikut pernyataan sikap pada petisi solidaritas terhadap Bu Budi:

Penolakan terhadap kriminalisasi guru yang menjalankan tugas pendidikan secara wajar dan proporsional;
Dorongan agar persoalan ini diselesaikan secara adil, bermartabat, dan mengedepankan prinsip pendidikan;
Perlunya perlindungan terhadap martabat dan hak guru sebagai pendidik generasi muda bangsa," pernyataan sikap pada petisi.
Konfirmasi Polisi
Kasi Humas Polres Tangerang Selatan IPDA Yudhi Susanto membenarkan adanya laporan terkait dugaan kekerasan verbal.

Namun, hingga kini permasalahan tersebut masih dalam pengecekan dan pendalaman polisi.

"Saya cek ulang ya, untuk didalami. Namanya proses lidik, sidik kan butuh waktu pembuktian alat bukti, namanya untuk mempersangkakan orang itu kan harus berdasarkan koridor dan aturan hukum yang jelas," kata Yudhi saat dikonfirmasi Kompas.com.


https://jakarta.tribunnews.com/bodet...erasan-verbal.




Respons Anak dan Orang Tua Murid soal Guru SD Pamulang Dipolisikan
Guru SD di Pamulang Tangsel Dipolisikan Karena Menegur Siswa, Kekerasan Verbal
CNN Indonesia
Rabu, 28 Jan 2026 08:29 WIB
Bagikan:


url telah tercopy


Anak dari guru SD bernama Christiana Budiyati atau Bu Budi yang dilaporkan ke polisi mengungkap kronologi kasus yang menimpa ibunya. CNN Indonesia/Fahrurozi
Tangerang Selatan, CNN Indonesia -- Anak dari guru SD bernama Christiana Budiyati atau Bu Budi yang dilaporkan ke polisi mengungkap kronologi kasus yang menimpa ibunya. Perkara tersebut disebut bermula sejak Agustus 2025 dan kini masih ditangani Polres Tangerang Selatan.
Anak guru SDK Mater Dei di Pamulang Tangsel tersebut, Dino Gabriel, mengatakan keluarganya semula mengira persoalan itu telah selesai. Namun, pada awal Januari 2026, sang ibu kembali dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

"Ibu datang ke Polres Tangsel untuk menjelaskan kronologi kejadian. Ibu juga sudah didampingi pengacara dan membuat petisi untuk mencari dukungan," ujar Dino Selasa (27/1).


Ia menjelaskan pemeriksaan terhadap ibunya dilakukan sekitar awal Januari, bertepatan dengan masuk sekolah pada 5 Januari 2026. Dalam pemeriksaan itu, polisi meminta sang ibu menjelaskan peristiwa yang terjadi di sekolah serta menanyakan bukti pendukung.

"Ibu menyampaikan kronologi kejadian. Polisi juga menanyakan bukti atau hal lain yang bisa memperkuat laporan. Karena tidak ada bukti yang kuat, pengacara menyarankan untuk mencari dukungan publik," katanya.

Dino menyebut insiden bermula pada Agustus 2025 saat kegiatan sekolah berlangsung. Ketika itu, terjadi peristiwa kecil di kelas yang berujung pada nasihat sang guru kepada murid-muridnya.

"Ibu menasihati murid supaya jangan menyerah. Nasihat itu ditujukan ke seluruh murid, tapi mungkin cara penyampaiannya dianggap berbeda dan ada yang merasa dimarahi di depan kelas," ujarnya.

Persoalan kemudian melebar setelah orang tua salah satu murid mendatangi sekolah. Anak tersebut bahkan disebut berpindah sekolah. Selain itu, laporan juga masuk ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Tangerang Selatan.

Menurut Dino, pihak sekolah telah memfasilitasi dua kali mediasi. Namun, upaya tersebut belum menghasilkan kesepakatan.

"Sudah dua kali mediasi, tapi belum ada solusi," katanya.

Ia menilai persoalan semakin panjang setelah adanya laporan ke kepolisian. Padahal, keluarga berharap masalah tersebut bisa diselesaikan di tingkat sekolah.

"Kami tidak menyangka sampai sejauh ini. Harusnya bisa selesai lewat mediasi," ujarnya.

Dino menambahkan komunikasi antara keluarganya dan orang tua murid terkait hanya sebatas pesan singkat melalui WhatsApp.

"Kami sempat menanyakan kenapa anaknya tidak masuk sekolah beberapa hari, tapi setelah itu tidak ada respons," katanya.

Pihak keluarga berharap perkara tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

"Harapannya bisa diselesaikan secara damai, dengan mempertimbangkan semua pihak," ujarnya.

Orang tua siswa lain malah kaget
Sejumlah orang tua siswa turut menanggapi pelaporan seorang guru ke kepolisian terkait dugaan kekerasan verbal terhadap siswa dalam kegiatan sekolah.

Sebagian orang tua menilai persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan melalui mekanisme internal sekolah.

Salah satu orang tua siswa, Tari, bahkan mengaku terkejut dengan adanya laporan tersebut. Menurutnya, selama anaknya bersekolah di SDK Mater Dei, tidak pernah ada permasalahan antara guru dan orang tua murid.

"Selama ini setahu saya tidak ada masalah. Saya tidak mengetahui detail peristiwanya, hanya membaca informasi yang beredar," kata Tari saat ditemui di lingkungan sekolah, Selasa (27/1).

Ia mengatakan informasi yang diketahuinya terkait peristiwa tersebut berasal dari kronologi yang tercantum dalam petisi daring. Namun demikian, ia menegaskan tidak mengetahui secara langsung kejadian yang dilaporkan.

Tari juga menyebut Bu Budi hingga kini masih aktif mengajar dan kegiatan belajar mengajar di sekolah berjalan seperti biasa. Ia mengaku tidak mengetahui kondisi psikologis guru yang bersangkutan.

"Untuk kegiatan sekolah masih normal. Soal kondisi psikologis guru, saya tidak tahu karena interaksi kami terbatas," ujarnya.

Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik oleh semua pihak. Menurutnya, pelaporan ke kepolisian menjadi perhatian tersendiri bagi para orang tua murid.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut. Sementara itu, aktivitas belajar mengajar di SDK Mater Dei tetap berjalan normal.
https://www.cnnindonesia.com/nasiona...g-dipolisikan.

masalah menasehati...



kabarbaru.idAvatar border
aldonisticAvatar border
MemoryExpressAvatar border
MemoryExpress dan 4 lainnya memberi reputasi
5
615
18
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
694.6KThread58.6KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.