Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat pagi kalian semuanya!
Pada kesempatan yang sangat berharga ini, gue, Mbak Rora, akan membahas tentang peranan gen laki-laki terhadap kanker liver dan kanker otak

.
Perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan selama ini lebih sering dibahas dalam konteks hormon dan anatomi. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, perhatian ilmuwan mulai bergeser ke tingkat yang lebih mendasar, yaitu perbedaan genetik berbasis kromosom jenis kelamin. Salah satu gen yang paling menonjol dalam konteks ini adalah gen SRY (
sex-determining region Y), sebuah gen yang terletak di kromosom Y dan berperan penting dalam penentuan jenis kelamin laki-laki sejak fase embrio.
Selama bertahun-tahun, gen SRY dipahami hampir secara khusus sebagai gen penentu jenis kelamin di dalam kandungan yang mengarahkan perkembangan kelenjar kelamin menjadi testis (alih-alih ovarium). Namun, perkembangan teknologi biologi molekuler dan analisis genom berskala besar menunjukkan bahwa fungsi gen ini tidak berhenti pada perkembangan alat kelamin saja. Sejumlah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa gen SRY juga dapat diekspresikan di organ tubuh selain alat kelamin, dan terlibat dalam berbagai proses pembentukan penyakit, termasuk fibrosis, peradangan, dan kanker.
Menariknya, beberapa jenis kanker tertentu menunjukkan perbedaan insidensi dan prognosis yang jelas antara pria dan wanita, salah satunya adalah kanker liver (karsinoma hepatoseluler) dan kanker otak (terutama glioblastoma). Fakta ini memunculkan pertanyaan penting, apakah benar gen khusus laki-laki (seperti SRY) turut terlibat dalam proses terjadinya kanker tersebut?
Thread ini akan membahas secara ilmiah peranan gen SRY dalam kanker otak dan kanker liver berdasarkan hasil penelitian terbaru.
Selamat menyimak Gan/Sist

.
Quote:
Sekilas Tentang Gen SRY
Gen SRY terletak pada lengan pendek kromosom Y dan mengkode protein faktor transkripsi yang memiliki domain HMG (
High Mobility Group). Protein ini bekerja dengan mengikat DNA dan mengatur ekspresi gen-gen lain yang terlibat dalam perkembangan sel. Dalam konteks pertumbuhan embrio, SRY mengaktifkan jalur genetik yang melibatkan SOX9 dan gen-gen lain untuk membentuk alat kelamin laki-laki.
Namun, penelitian lanjutan menemukan bahwa ekspresi gen SRY tidak sepenuhnya hilang setelah masa perkembangan embrio, dan pada kondisi tertentu, gen ini dapat kembali aktif di jaringan dewasa, termasuk di jaringan liver dan sistem saraf. Di sinilah peranan non klasik gen SRY mulai mendapat perhatian, terutama dalam kaitannya dengan penyakit degeneratif dan kanker.
Quote:
Gen SRY dan Kanker Liver
Perbedaan Risiko Kanker Liver Antara Pria dan Wanita
Kanker liver merupakan salah satu kanker dengan perbedaan jenis kelamin yang paling mencolok. Secara global, pria memiliki risiko 2 hingga 3 kali lebih tinggi untuk mengalami karsinoma hepatoseluler dibandingkan wanita. Faktor gaya hidup seperti konsumsi alkohol dan infeksi hepatitis memang berperan, tetapi perbedaan ini tetap terlihat bahkan setelah faktor-faktor tersebut dikontrol, yang mengindikasikan adanya keterlibatan faktor genetik dan molekuler.
SRY Sebagai Pengatur Fibrosis Dan Pembentukan Tumor
Penelitian yang dipublikasikan dalam
Journal of Hepatology (2024) menunjukkan bahwa ekspresi gen SRY meningkat secara signifikan pada jaringan liver yang mengalami fibrosis, terutama pada hewan percobaan jantan. Fibrosis liver merupakan tahap awal penting yang dapat berkembang menjadi sirosis dan akhirnya menjadi kanker liver.
Dalam penelitian tersebut, tikus jantan dengan aktivasi SRY menunjukkan penumpukan jaringan fibrosis yang lebih berat dibandingkan tikus betina atau tikus jantan dengan penekanan gen SRY. Sebaliknya, penghambatan SRY menyebabkan penurunan aktivasi sel
stellate di liver, sel yang berperanan utama dalam pembentukan jaringan parut.
Lebih jauh lagi, penelitian lainnya di
Cancer Letters mengungkapkan bahwa SRY dapat mengaktifkan jalur sinyal PDGFRα/PI3K/AKT, yang dikenal luas sebagai jalur pro kanker. Aktivasi jalur ini mendorong pembelahan sel, menghambat kematian sel kanker (apoptosis), dan meningkatkan kemampuan sel untuk bertahan hidup dalam kondisi stres, sebagai karakteristik utama sel kanker.
SRY Dan Kekambuhan Kanker Liver
Penelitian terbaru (2025) juga menunjukkan bahwa gen SRY berperan dalam membentuk lingkungan di sekitar tumor yang bersifat menghambat sistem imun. Ekspresi SRY yang tinggi di jaringan tumor liver dikaitkan dengan penurunan tingkat penyusupan sel T sitotoksik (CD8+), yang seharusnya berperan dalam menghancurkan sel kanker. Keadaan ini membuat kanker lebih mudah kambuh setelah operasi pengangkatan tumor.
Quote:
Gen SRY Dan Kanker Otak
Kanker Otak Dan Jenis Kelamin
Glioblastoma multiforme merupakan jenis kanker otak dengan prognosis buruk dan insidensi lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita. Perbedaan ini tidak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh faktor hormonal, sehingga faktor genetik berbasis kromosom jenis kelamin mulai diselidiki.
Perubahan Kromosom Y Dan Ekspresi SRY
Sebuah penelitian besar yang diterbitkan dalam jurnal
Cancers (2021) melaporkan bahwa hilangnya sebagian kromosom Y, termasuk penurunan ekspresi gen SRY, berhubungan dengan penurunan angka kelangsungan hidup pasien glioblastoma pria. Analisis jaringan tumor menunjukkan bahwa perubahan ini memengaruhi ekspresi gen-gen penting dalam pengaturan siklus sel dan pertumbuhan tumor.
Menariknya, hasil ini menunjukkan bahwa dalam konteks kanker otak, SRY tidak selalu berperan sebagai penyebab tumor klasik, tetapi dapat berfungsi sebagai pengatur rumit yang mengatur keseimbangan jalur molekuler tertentu. Ketidakseimbangan ini justru dapat mempercepat pertumbuhan dan penyebaran tumor.
Hipotesis Mekanisme Molekuler
Penelitian pra klinis terbaru mengusulkan bahwa SRY dapat berinteraksi dengan jalur EGFR, MYC, dan PDGFR, yang sudah lama diketahui berperan dalam kanker otak. Walaupun bukti langsung masih terbatas, hubungan yang konsisten antara status gen SRY dan agresivitas tumor menunjukkan bahwa gen ini layak dipertimbangkan sebagai faktor biologis penting dalam kasus kanker otak berbasis jenis kelamin.
Quote:
Penerapan Ilmiah Dan Klinis
Temuan-temuan mengenai peranan gen SRY dalam kanker membuka perspektif baru dalam bidang kedokteran tumor. Kanker tidak lagi dipandang semata-mata sebagai penyakit akibat mutasi gen acak, tetapi juga sebagai penyakit yang dipengaruhi oleh identitas genetik dasar seseorang, termasuk kromosom jenis kelamin.
Dalam jangka panjang, pemahaman yang lebih baik tentang peran SRY dapat mendorong pengembangan pendekatan terapi yang lebih spesifik, misalnya strategi pengobatan yang mempertimbangkan faktor jenis kelamin dan ekspresi gen khusus kromosom Y.
Quote:
PENUTUP
Gen SRY selama ini dikenal luas sebagai penentu jenis kelamin laki-laki, tetapi penelitian ilmiah terbaru menunjukkan bahwa perannya jauh lebih kompleks. Dalam kasus kanker liver, gen SRY terbukti terlibat pada pembentukan fibrosis, perkembangan tumor, dan kekambuhan kanker. Sementara itu, dalam kasus kanker otak, khususnya glioblastoma, perubahan ekspresi gen SRY dan kromosom Y berhubungan dengan prognosis dan agresivitas penyakit.
Meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memahami mekanisme detailnya, bukti yang ada sudah cukup kuat untuk menyatakan bahwa gen laki-laki seperti SRY bukan hanya penanda jenis kelamin, melainkan juga pemeran penting dalam pembentukan kanker tertentu. Pemahaman ini diharapkan dapat membuka jalan bagi penelitian dan terapi kanker yang lebih presisi di masa depan.
Quote:
SUMBER
Liu, C., Ren, Y. F., Dong, J., Ke, M. Y., Ma, F., & Monga, S. P. S. (2017). Activation of SRY accounts for male-specific hepatocarcinogenesis: Implications for gender disparity in hepatocellular carcinoma.
Cancer Letters,
410, 20–28.
SRY gene promotes liver fibrosis and accounts for sexual dimorphism in its pathophysiology. (2024).
Journal of Hepatology,
80(6), 928–940.
Zhang, Y., et al. (2025). SRY promotes immunosuppressive microenvironment and favors recurrence after liver cancer surgery.
Journal of Hepatic Oncology,
12(1), 45–58.
Łysiak, M., Smits, A., & Magnusson, J. P. (2021). Deletions on chromosome Y and downregulation of the SRY gene in tumor tissue are associated with worse survival of glioblastoma patients.
Cancers,
13(7), 1619.
Guardia, G. D. A. (2023). Unveiling the role of SRY in male-biased cancers.
bioRxiv.
@itkgid @pabuaranwetan @bukhorigan