- Beranda
- Berita dan Politik
2 Markas Utama OPM Kodap XVI/Yahukimo Dikuasai TNI, Baku Tembak Sempat Terjadi
...
TS
mabdulkarim
2 Markas Utama OPM Kodap XVI/Yahukimo Dikuasai TNI, Baku Tembak Sempat Terjadi
2 Markas Utama OPM Kodap XVI/Yahukimo Dikuasai TNI, Baku Tembak Sempat Terjadi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/proses-evakuasi-prajurit-tni-yang-diserang-kkb-di-intan-jaya-papua-jumat-2212021.jpg)
Tayang: Sabtu, 24 Januari 2026 14:06 WIT
Editor: Astini Mega Sari
zoom-inlihat foto2 Markas Utama OPM Kodap XVI/Yahukimo Dikuasai TNI, Baku Tembak Sempat Terjadi
Tribunnews.com/istimewa
TNI REBUT MARKAS OPM - Ilustrasi TNI. Dua markas utama OPM Kodap XVI/Yahukimo berhasil direbut oleh Satgas Koops TNI Habema, Kamis (22/1/2026).
A-
A+
TRIBUN-PAPUA.COM - Dua markas utama Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI/Yahukimo berhasil direbut oleh Satuan Tugas (Satgas) Komando Operasi (Koops) TNI Habema, Kamis (22/1/2026).
Perebutan markas OPM Kodap XVI/Yahukimo itu dilakukan TNI dalam patroli keamanan di Jalan Gunung, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Dua markas yang berhasil dikuasai TNI adalah Markas Sisibia dan Markas Yalenang yang diduga menjadi basis utama OPM Kodap XVI/Yahukimo.
Dikutip dari Kompas.com, Panglima Koops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto mengatakan, perebutan markas OPM oleh TNI menjadi langkah strategis untuk memutus ruang gerak dan jalur logistik OPM serta menjamin keamanan masyarakat di wilayah Yahukimo.
Diketahui, OPM kerap melakukan sejumlah aksi kejahatan di kawasan Jalan Gunung.
Antara lain, penembakan pesawat, penembakan kendaraan aparat, pembakaran sekolah, hingga penembakan terhadap warga sipil.
Kronologi
TNI mulai melakukan patroli keamanan di Jalan Gunung pada Rabu (21/1/2026) malam.
Lalu pada Kamis (22/12026) dini hari, pasukan TNI terlibat baku tembak dengan OPM.
TNI mengklaim sejumlah anggota OPM Kodap XVI/Yahukimo tewas dalam baku tembak, termasuk seorang tokoh penting di kelompok tersebut.
Setelah baku tembak berakhir, TNI berhasil menguasai Markas Sisibia dan Markas Yalenang.
Temukan Sejumlah Barang Bukti
TNI juga menemukan sejumlah barang bukti saat merebut markas OPM Kodap XVI/Yahukimo.
Mulai dari sejumlah senjata api, amunisi, puluhan selongsong peluru, senjata tajam, hingga perlengkapan panah.
Selain itu, TNI juga menemukan alat komunikasi, perangkat navigasi, telepon genggam, bendera Bintang Kejora, serta dokumen milik OPM Kodap XVI/Yahukimo. (*)
https://papua.tribunnews.com/papua-p...empat-terjadi.
Tentara Organisasi Papua Merdeka Klaim Serang Seorang Aparat Keamanan di Kali Bonto, Yahukimo

ODIYAIWUU.com
23 Januari 2026
Salah seorang anggota TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan saat berada di hutan di wilayah Yahukimo. Sumber foto: screenshot video.
DEKAI, ODIYAIWUU.com — Pihak Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Jumat (23/1) mengklaim melakukan penyerangan disertai penembakan terhadap aparat keamanan Indonesia di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
“Kami menerima laporan resmi dari Brigjen Elkius Kobak dan Mayor Kopitua Heluka dari Markas TPNPB Kodap XVI Yahukimo. Selasa (20/1) sekitar jam 10.15 waktu Papua di Kabupaten Yahukimo,” ujar Juru Bicara Komnas TPNPB Sebby Sambom melalui keterangan tertulis kepada wartawan di tanah Papua, Jumat (23/1).
Sebby mengatakan, pasukan TPNPB dari Batalyon HSSBI di bawah pimpinan Enos M Yoal, Jinak Sobolim, dan Wene Kobak, Selasa (20/1) telah melakukan penyerangan serta penembakan terhadap satu orang personel militer Indonesia di Kali Bonto, Jalan Gunung, Kota Dekai, Yahukimo.
“Sebelumnya kami juga melakukan penembakan terhadap seorang aparat militer Indonesia pada Senin (19/1) sekitar jam 05.00 waktu Papua. Namun, belum diketahui korban tewas atau luka-luka,” kata Sebby.
Pihak Komnas TPNPB OPM, kata Sebby, menampaikan kepada Panglima Kodam XVI/Cenderawasih, Satgas Damai Carthenz, dan Koops Habema untuk tidak melakukan serangan balasan terhadap warga sipil di Jalan Gunung, Dekai, Yahukimo.
Sebby menambahkan, Komandan Lapangan TPNPB Kodap XVI Yahukimo Amil Mil Singahun juga melaporkan, penyerangan terhadap aparat militer Indonesia terjadi selama Senin-Selasa (19-20/1). Serangan dilakukan Kompi Busa, Kompi Sio Mulip, Nangenang, Kompi H 2 Yes, Kompi Heseli, Kompi Manusili dan Kompi Isbel atas perintah Komandan Batalyon HSSBI Mayor Enos Yoal, Jinak Sobolim, dan Wene Kobak.
”Brigjen Elkius Kobak juga melaporkan bahwa penembakan berturut-turut tersebut dan siap bertanggung jawab atas jatuhnya dua korban dari aparat militer Indonesia,” kata Sebby. (*)
https://www.odiyaiwuu.com/tentara-or...aten-yahukimo/
KKB Kembali tewas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/proses-evakuasi-prajurit-tni-yang-diserang-kkb-di-intan-jaya-papua-jumat-2212021.jpg)
Tayang: Sabtu, 24 Januari 2026 14:06 WIT
Editor: Astini Mega Sari
zoom-inlihat foto2 Markas Utama OPM Kodap XVI/Yahukimo Dikuasai TNI, Baku Tembak Sempat Terjadi
Tribunnews.com/istimewa
TNI REBUT MARKAS OPM - Ilustrasi TNI. Dua markas utama OPM Kodap XVI/Yahukimo berhasil direbut oleh Satgas Koops TNI Habema, Kamis (22/1/2026).
A-
A+
TRIBUN-PAPUA.COM - Dua markas utama Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI/Yahukimo berhasil direbut oleh Satuan Tugas (Satgas) Komando Operasi (Koops) TNI Habema, Kamis (22/1/2026).
Perebutan markas OPM Kodap XVI/Yahukimo itu dilakukan TNI dalam patroli keamanan di Jalan Gunung, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Dua markas yang berhasil dikuasai TNI adalah Markas Sisibia dan Markas Yalenang yang diduga menjadi basis utama OPM Kodap XVI/Yahukimo.
Dikutip dari Kompas.com, Panglima Koops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto mengatakan, perebutan markas OPM oleh TNI menjadi langkah strategis untuk memutus ruang gerak dan jalur logistik OPM serta menjamin keamanan masyarakat di wilayah Yahukimo.
Diketahui, OPM kerap melakukan sejumlah aksi kejahatan di kawasan Jalan Gunung.
Antara lain, penembakan pesawat, penembakan kendaraan aparat, pembakaran sekolah, hingga penembakan terhadap warga sipil.
Kronologi
TNI mulai melakukan patroli keamanan di Jalan Gunung pada Rabu (21/1/2026) malam.
Lalu pada Kamis (22/12026) dini hari, pasukan TNI terlibat baku tembak dengan OPM.
TNI mengklaim sejumlah anggota OPM Kodap XVI/Yahukimo tewas dalam baku tembak, termasuk seorang tokoh penting di kelompok tersebut.
Setelah baku tembak berakhir, TNI berhasil menguasai Markas Sisibia dan Markas Yalenang.
Temukan Sejumlah Barang Bukti
TNI juga menemukan sejumlah barang bukti saat merebut markas OPM Kodap XVI/Yahukimo.
Mulai dari sejumlah senjata api, amunisi, puluhan selongsong peluru, senjata tajam, hingga perlengkapan panah.
Selain itu, TNI juga menemukan alat komunikasi, perangkat navigasi, telepon genggam, bendera Bintang Kejora, serta dokumen milik OPM Kodap XVI/Yahukimo. (*)
https://papua.tribunnews.com/papua-p...empat-terjadi.
Tentara Organisasi Papua Merdeka Klaim Serang Seorang Aparat Keamanan di Kali Bonto, Yahukimo

ODIYAIWUU.com
23 Januari 2026
Salah seorang anggota TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan saat berada di hutan di wilayah Yahukimo. Sumber foto: screenshot video.
DEKAI, ODIYAIWUU.com — Pihak Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Jumat (23/1) mengklaim melakukan penyerangan disertai penembakan terhadap aparat keamanan Indonesia di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
“Kami menerima laporan resmi dari Brigjen Elkius Kobak dan Mayor Kopitua Heluka dari Markas TPNPB Kodap XVI Yahukimo. Selasa (20/1) sekitar jam 10.15 waktu Papua di Kabupaten Yahukimo,” ujar Juru Bicara Komnas TPNPB Sebby Sambom melalui keterangan tertulis kepada wartawan di tanah Papua, Jumat (23/1).
Sebby mengatakan, pasukan TPNPB dari Batalyon HSSBI di bawah pimpinan Enos M Yoal, Jinak Sobolim, dan Wene Kobak, Selasa (20/1) telah melakukan penyerangan serta penembakan terhadap satu orang personel militer Indonesia di Kali Bonto, Jalan Gunung, Kota Dekai, Yahukimo.
“Sebelumnya kami juga melakukan penembakan terhadap seorang aparat militer Indonesia pada Senin (19/1) sekitar jam 05.00 waktu Papua. Namun, belum diketahui korban tewas atau luka-luka,” kata Sebby.
Pihak Komnas TPNPB OPM, kata Sebby, menampaikan kepada Panglima Kodam XVI/Cenderawasih, Satgas Damai Carthenz, dan Koops Habema untuk tidak melakukan serangan balasan terhadap warga sipil di Jalan Gunung, Dekai, Yahukimo.
Sebby menambahkan, Komandan Lapangan TPNPB Kodap XVI Yahukimo Amil Mil Singahun juga melaporkan, penyerangan terhadap aparat militer Indonesia terjadi selama Senin-Selasa (19-20/1). Serangan dilakukan Kompi Busa, Kompi Sio Mulip, Nangenang, Kompi H 2 Yes, Kompi Heseli, Kompi Manusili dan Kompi Isbel atas perintah Komandan Batalyon HSSBI Mayor Enos Yoal, Jinak Sobolim, dan Wene Kobak.
”Brigjen Elkius Kobak juga melaporkan bahwa penembakan berturut-turut tersebut dan siap bertanggung jawab atas jatuhnya dua korban dari aparat militer Indonesia,” kata Sebby. (*)
https://www.odiyaiwuu.com/tentara-or...aten-yahukimo/
KKB Kembali tewas
0
262
2
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694.5KThread•58.5KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya