- Beranda
- Berita Dunia Hiburan
Dari Inara Rusli sampai Jule: Ketika Selingkuh Berujung Aksi Boikot, Berlebihankah?
...
TS
Dheafriliani
Dari Inara Rusli sampai Jule: Ketika Selingkuh Berujung Aksi Boikot, Berlebihankah?

Sumber: Instagram moomy_starla & juliaprt7
Kasus perselingkuhan figur publik hampir selalu berakhir sama: viral, ramai dibahas, lalu disusul gelombang hujatan dan boikot. Media sosial seolah punya pola tetap. Begitu isu muncul, publik bergerak cepat mengambil sikap mulai dari unfollow, berhenti mendukung karya, hingga menekan brand agar memutus kerja sama.
Pertanyaannya, apakah reaksi seperti ini selalu proporsional atau justru sudah berlebihan?
Fenomena tersebut dikenal sebagai cancel culture, yaitu bentuk hukuman sosial yang dilakukan netizen terhadap seseorang yang dianggap bersalah. Dalam konteks perselingkuhan, cancel culture terasa lebih “panas” karena menyentuh nilai moral. Banyak orang merasa punya hak untuk ikut marah, ikut kecewa, bahkan ikut menghukum, meski tidak terlibat langsung dalam persoalan tersebut.
Baca juga:
#WOW Singapura Punya Pabrik Nyamuk, Bisa Produksi Jutaan Nyamuk Perminggu
Indonesia Jadi Negara Tersantai No 1 Di Dunia, Karena Pada Males?
Cuma Produk Ini yang Bisa Hilangkan Noda di Toilet
Baca juga:
#WOW Singapura Punya Pabrik Nyamuk, Bisa Produksi Jutaan Nyamuk Perminggu
Indonesia Jadi Negara Tersantai No 1 Di Dunia, Karena Pada Males?
Cuma Produk Ini yang Bisa Hilangkan Noda di Toilet
Alasan mengapa isu selingkuh cepat memantik emosi publik sebenarnya cukup bisa dipahami. Perselingkuhan dipandang sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan, dan publik cenderung berempati pada pihak yang disakiti. Namun di media sosial, empati sering berubah menjadi kemarahan kolektif. Opini menyebar lebih cepat daripada fakta, sementara ruang untuk menunggu klarifikasi sering kali nyaris tidak ada.
Kasus Inara Rusli menjadi contoh nyata bagaimana simpati publik dapat berubah menjadi tekanan sosial. Saat isu rumah tangganya mencuat, Inara mendapat dukungan besar dan diposisikan sebagai korban. Namun ketika muncul isu baru yang menyeret namanya sebagai orang ketiga dalam rumah tangga orang lain, arah dukungan pun berbalik. Simpati berubah menjadi kekecewaan, kritik, hingga boikot. Publik seperti dengan cepat menentukan siapa korban dan siapa pelaku, meski cerita yang beredar belum tentu sepenuhnya utuh.
Hal serupa terjadi pada Jule. Namanya ramai diperbincangkan setelah dikaitkan dengan isu perselingkuhan. Reaksi netizen datang bertubi-tubi: hujatan, tuntutan klarifikasi, hingga ajakan untuk berhenti mendukung karya atau aktivitasnya. Bahkan sebelum penjelasan yang jelas disampaikan, reputasi sudah terlanjur tercoreng. Di titik ini, muncul pertanyaan penting: apakah boikot masih menjadi bentuk kontrol sosial, atau sudah berubah menjadi penghakiman massal?
Baca juga:
Jangan Kampungan Ini Etika Nonton Bioskop
Gak Nyangka "Pisang KW" Ini Bisa Menyelamatkan Ratusan Juta Nyawa Manusia
Tidak bisa dipungkiri, cancel culture memiliki sisi positif. Ia dapat menjadi pengingat bahwa figur publik juga memikul tanggung jawab moral. Ada efek jera dan dorongan untuk lebih berhati-hati. Namun ketika reaksi publik berubah menjadi serangan personal, cyberbullying, dan penolakan total tanpa ruang perbaikan, batas antara kritik dan perundungan menjadi semakin kabur.
Mungkin yang perlu direnungkan bukan soal boleh atau tidaknya marah, melainkan sejauh mana kemarahan itu dijalankan. Selingkuh memang salah, dan kritik wajar diberikan. Namun ketika hukuman sosial dilakukan tanpa empati dan tanpa kesempatan untuk berubah, aksi boikot bisa terasa lebih sebagai pelampiasan emosi kolektif.
Pada akhirnya, kasus Inara Rusli dan Jule menunjukkan bahwa media sosial memberi kekuatan besar pada publik. Namun seperti kekuatan lainnya, ia perlu digunakan dengan bijak. Jika tidak, keinginan untuk menegakkan moral justru berisiko kehilangan nilai kemanusiaannya sendiri.
Referensi:
Cancel culture | Definition, Origins, Examples, & Politics | Britannica
Polling
0 suara
Gimana nih, setuju boikot gak?
Diubah oleh Dheafriliani 21-01-2026 09:17
0
226
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Dunia Hiburan
25.1KThread•5.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya