- Beranda
- Berita dan Politik
Mahasiswa Papua Tengah Tewas Ditikam di Bantul , Diduga Mabuk hingga Berkelahi
...
TS
mabdulkarim
Mahasiswa Papua Tengah Tewas Ditikam di Bantul , Diduga Mabuk hingga Berkelahi
Mahasiswa Papua Tengah Tewas Ditikam di Bantul Yogyakarta, Diduga Mabuk hingga Berkelahi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/MAHASISWA-PAPUA-DITIKAM-Situasi-di-lokasi-p.jpg)
Tayang: Minggu, 18 Januari 2026 13:47 WIT
Editor: Paul Manahara Tambunan
MAHASISWA PAPUA DITIKAM - Situasi di lokasi penusukan mahasiswa asal Paniai, Papua Tengah di Sidorejo, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta,Sabtu (17/1/2026).(Dok Humas Polres Bantul )
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Mahasiswa asal Wegee Muka, Paniai, Papua Tengah berinisial AG (20) tewas usai berkelahi di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (17/1/2026).
Korban dan pelaku awalnya berboncengan menggunakan sepeda motor.
Menurut laporan polisi, baik pelaku maupun korban adalah warga Papua.
"Ada dua orang Papua dalam keadaan mabuk berboncengan menggunakan motor, keduanya melaju dari arah selatan ke utara."
Demikian penjelasan Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto saat dihubungi wartawan melalui telepon siang ini.
Sepeda motor menabrak pohon, dan keduanya terlibat perkelahian. Hingga korban tewas.
"Kemudian korban dipukuli oleh pelaku sampai ditusuk dengan sajam," ucap dia.
Hidayanto mengatakan pelaku pun sempat mengamuk ke arah warga sembari mengacungkan sajam, dan membuat warga takut.
Warga lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Kasihan.
Anggota Polsek Kasihan, Tim Inafis Satreskrim Polres Bantul hingga petugas medis langsung datang ke lokasi kejadian.
Kini, kata dia, polisi masih melakukan penyelidikan kasus ini.
"Korban mengalami luka tusukan pada dada kiri dengan ukuran 2x1 sentimeter."
"Selain itu ada luka di pelipis kiri yang diduga akibat terjatuh. Untuk pelaku melarikan diri," kata dia.
Mengamuk ke warga
Warga Sidorejo, RZ (45) mengatakan, melihat orang berkelahi sekitar pukul 08.30 WIB.
"Saya tidak berani memisah, saya diamkan dan di dekat pohon itu yang satu ditusuk," kata dia.
Pelaku lalu mengamuk. Bahkan setelah itu pelaku sempat berjalan ke arah Utara.
"Ambruk itu satunya mengamuk dan siapa orang lewat diadang, intinya tidak boleh lewat sini."
"Lalu dia jalan ke utara dan kembali lagi ke selatan untuk membalik tubuh orang yang ambruk itu tadi," kata dia.
"Mau membangunkan atau gimana, dan tahu orangnya tewas dia langsung pergi," ucap dia. (*)
https://papua.tribunnews.com/news/12...lahi?page=all.
Polisi Tangkap Mahasiswa Asal Papua yang Bunuh Temannya di Bantul

Polisi Tangkap Mahasiswa Asal Papua yang Bunuh Temannya di Bantul
ESPOS.ID - Polisi saat mendatangi lokasi penusukan di Gang Puntodewo, Dusun Sidorejo, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Bantul, Sabtu (17/1/2026). (Istimewa/Polres Bantul)
Esposin, BANTUL – Seorang mahasiswa asal Papua Tengah meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk dalam peristiwa perkelahian di Gang Puntodewo, Dusun Sidorejo, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Sabtu (17/1/2026) pagi. Mahasiswa itu berinisial AG berusia 20 tahun.
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Polisi segera menindaklanjuti laporan kejadian dan berhasil mengamankan pelaku beberapa jam setelah kejadian.
“Korban ditemukan dalam kondisi terluka parah setelah terjadi perkelahian. Dari hasil pemeriksaan awal, korban meninggal dunia akibat luka tusuk,” ujar Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, Minggu (18/1/2026).
Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula ketika AG bersama seorang rekan berinisial AA, 22 tahun, sama-sama mahasiswa asal Papua Tengah, berboncengan menggunakan sepeda motor melintas di lokasi kejadian. Sepeda motor mereka menabrak pohon hingga terjatuh.
Setelah itu, keduanya terlibat perkelahian, dan AG ditusuk oleh AA. Saksi lain melihat pelaku sempat membalikkan tubuh korban dan mendudukkannya di pinggir rumah warga sebelum meninggalkan lokasi.
Tim Opsnal Jatanras Polres Bantul langsung bergerak menyelidiki kasus ini. Dari hasil penelusuran, polisi memperoleh petunjuk yang mengarah ke pelaku AA, yang berhasil diamankan pada Sabtu sore sekitar pukul 16.30 WIB di wilayah Banguntapan.
AA mengakui perbuatannya saat dilakukan pemeriksaan awal. Saat ini, polisi masih mendalami motif perkelahian dan meminta keterangan sejumlah saksi. Berbagai barang bukti juga sedang dikumpulkan untuk melengkapi berkas penyidikan.
“Kami masih mendalami motif kejadian dan melengkapi proses penyidikan,” kata Rita.
Polres Bantul mengimbau masyarakat untuk segera memberikan informasi tambahan jika mengetahui hal-hal terkait peristiwa ini guna mendukung proses penegakan hukum.
https://regional.espos.id/polisi-tan...bantul-2181575
belajar merantau malah masuk penjara
kasihan korbannya...
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/MAHASISWA-PAPUA-DITIKAM-Situasi-di-lokasi-p.jpg)
Tayang: Minggu, 18 Januari 2026 13:47 WIT
Editor: Paul Manahara Tambunan
MAHASISWA PAPUA DITIKAM - Situasi di lokasi penusukan mahasiswa asal Paniai, Papua Tengah di Sidorejo, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta,Sabtu (17/1/2026).(Dok Humas Polres Bantul )
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Mahasiswa asal Wegee Muka, Paniai, Papua Tengah berinisial AG (20) tewas usai berkelahi di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (17/1/2026).
Korban dan pelaku awalnya berboncengan menggunakan sepeda motor.
Menurut laporan polisi, baik pelaku maupun korban adalah warga Papua.
"Ada dua orang Papua dalam keadaan mabuk berboncengan menggunakan motor, keduanya melaju dari arah selatan ke utara."
Demikian penjelasan Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto saat dihubungi wartawan melalui telepon siang ini.
Sepeda motor menabrak pohon, dan keduanya terlibat perkelahian. Hingga korban tewas.
"Kemudian korban dipukuli oleh pelaku sampai ditusuk dengan sajam," ucap dia.
Hidayanto mengatakan pelaku pun sempat mengamuk ke arah warga sembari mengacungkan sajam, dan membuat warga takut.
Warga lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Kasihan.
Anggota Polsek Kasihan, Tim Inafis Satreskrim Polres Bantul hingga petugas medis langsung datang ke lokasi kejadian.
Kini, kata dia, polisi masih melakukan penyelidikan kasus ini.
"Korban mengalami luka tusukan pada dada kiri dengan ukuran 2x1 sentimeter."
"Selain itu ada luka di pelipis kiri yang diduga akibat terjatuh. Untuk pelaku melarikan diri," kata dia.
Mengamuk ke warga
Warga Sidorejo, RZ (45) mengatakan, melihat orang berkelahi sekitar pukul 08.30 WIB.
"Saya tidak berani memisah, saya diamkan dan di dekat pohon itu yang satu ditusuk," kata dia.
Pelaku lalu mengamuk. Bahkan setelah itu pelaku sempat berjalan ke arah Utara.
"Ambruk itu satunya mengamuk dan siapa orang lewat diadang, intinya tidak boleh lewat sini."
"Lalu dia jalan ke utara dan kembali lagi ke selatan untuk membalik tubuh orang yang ambruk itu tadi," kata dia.
"Mau membangunkan atau gimana, dan tahu orangnya tewas dia langsung pergi," ucap dia. (*)
https://papua.tribunnews.com/news/12...lahi?page=all.
Polisi Tangkap Mahasiswa Asal Papua yang Bunuh Temannya di Bantul

Polisi Tangkap Mahasiswa Asal Papua yang Bunuh Temannya di Bantul
ESPOS.ID - Polisi saat mendatangi lokasi penusukan di Gang Puntodewo, Dusun Sidorejo, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Bantul, Sabtu (17/1/2026). (Istimewa/Polres Bantul)
Esposin, BANTUL – Seorang mahasiswa asal Papua Tengah meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk dalam peristiwa perkelahian di Gang Puntodewo, Dusun Sidorejo, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Sabtu (17/1/2026) pagi. Mahasiswa itu berinisial AG berusia 20 tahun.
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Polisi segera menindaklanjuti laporan kejadian dan berhasil mengamankan pelaku beberapa jam setelah kejadian.
“Korban ditemukan dalam kondisi terluka parah setelah terjadi perkelahian. Dari hasil pemeriksaan awal, korban meninggal dunia akibat luka tusuk,” ujar Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, Minggu (18/1/2026).
Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula ketika AG bersama seorang rekan berinisial AA, 22 tahun, sama-sama mahasiswa asal Papua Tengah, berboncengan menggunakan sepeda motor melintas di lokasi kejadian. Sepeda motor mereka menabrak pohon hingga terjatuh.
Setelah itu, keduanya terlibat perkelahian, dan AG ditusuk oleh AA. Saksi lain melihat pelaku sempat membalikkan tubuh korban dan mendudukkannya di pinggir rumah warga sebelum meninggalkan lokasi.
Tim Opsnal Jatanras Polres Bantul langsung bergerak menyelidiki kasus ini. Dari hasil penelusuran, polisi memperoleh petunjuk yang mengarah ke pelaku AA, yang berhasil diamankan pada Sabtu sore sekitar pukul 16.30 WIB di wilayah Banguntapan.
AA mengakui perbuatannya saat dilakukan pemeriksaan awal. Saat ini, polisi masih mendalami motif perkelahian dan meminta keterangan sejumlah saksi. Berbagai barang bukti juga sedang dikumpulkan untuk melengkapi berkas penyidikan.
“Kami masih mendalami motif kejadian dan melengkapi proses penyidikan,” kata Rita.
Polres Bantul mengimbau masyarakat untuk segera memberikan informasi tambahan jika mengetahui hal-hal terkait peristiwa ini guna mendukung proses penegakan hukum.
https://regional.espos.id/polisi-tan...bantul-2181575
belajar merantau malah masuk penjara

kasihan korbannya...
itkgid dan 3 lainnya memberi reputasi
4
679
10
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694.9KThread•58.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya