Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat siang GanSist semuanya!
Thread ini adalah thread #3 dari
Superwoman Series, sebuah rangkaian thread ilmiah dan populer yang membahas isu kekuatan perempuan dari sudut pandang sains kesehatan, psikologi, dan bukti ilmiah, tanpa hoax, tanpa mitos, dan tanpa informasi menyesatkan.
Sebagai pengingat singkat, seri #1 sudah membahas tentang manfaat push-up bagi perempuan, bukan hanya secara fisik, melainkan juga mental dan spiritual. Sedangkan seri #2 sudah membahas tentang perbedaan pola pikir antara perempuan kuat dan perempuan lemah.
Nah, pada seri #3 ini, kita akan membahas topik yang sangat sering memicu perdebatan, kesalahpahaman, bahkan stigma sosial, yaitu hubungan antara kegemukan dan kanker payudara.
Pertanyaannya, benarkah kegemukan menyebabkan kanker payudara?
Pertanyaannya memang sangat sederhana, tetapi jawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.
Namun, tenang saja, GanSist

.
Thread ini akan menjawab pertanyaan tersebut secara ilmiah, jujur, dan proporsional

.
Quote:
Kanker Payudara, Masalah Global Perempuan Modern
Kanker payudara adalah jenis kanker paling umum pada perempuan di seluruh dunia. Data epidemiologi menunjukkan bahwa kanker ini tidak hanya menyerang perempuan usia lanjut, tetapi juga semakin banyak ditemukan pada usia produktif.
Namun penting untuk dipahami sejak awal, bahwa kanker payudara adalah penyakit dengan banyak faktor. Artinya, tidak ada satu penyebab tunggal. Faktor genetik, hormonal, gaya hidup, lingkungan, dan usia saling berinteraksi secara kompleks.
Di sinilah, kegemukan sering muncul sebagai salah satu faktor risiko kanker payudara yang paling sering disalahpahami.
Quote:
Apa yang Dimaksud dengan Kegemukan dalam Ilmu Medis?
Dalam konteks medis, kegemukan biasanya merujuk pada kelebihan lemak tubuh, yang sering diukur menggunakan
Body Mass Index (BMI), lingkar pinggang, dan persentase lemak tubuh. Overweight didefinisikan sebagai BMI 25–29,9, sedangkan obesitas didefinisikan sebagai BMI di atas 30.
Namun, ilmu kesehatan modern menegaskan bahwa lokasi dan fungsi lemak tubuh sering kali lebih penting daripada angka berat badan semata.
Lemak bukan sekadar “cadangan energi”. Lemak adalah organ endokrin aktif yang memproduksi berbagai hormon dan zat inflamasi.
Di sinilah hubungan antara kegemukan dan kanker payudara mulai masuk akal secara biologis.
Quote:
Hubungan Ilmiah antara Kegemukan dan Kanker Payudara
Jawaban singkatnya adalah memang benar, bahwa kegemukan dapat meningkatkan risiko kanker payudara, tetapi dengan konteks dan batasan tertentu. Hubungan ini tidak berlaku sama untuk semua perempuan, dan sangat dipengaruhi oleh usia serta status hormonal.
1. Perempuan Pasca Menopause
Bukti ilmiah paling kuat menunjukkan bahwa kegemukan secara signifikan meningkatkan risiko kanker payudara pada perempuan pasca-menopause.
Mengapa?
Setelah menopause, ovarium berhenti memproduksi estrogen dalam jumlah besar. Namun, jaringan lemak mengambil alih peran tersebut. Lemak tubuh mengubah androgen menjadi estrogen melalui proses aromatisasi.
Akibatnya, karena semakin banyak lemak, maka semakin tinggi kadar estrogen. Kadar estrogen yang tinggi secara kronis meningkatkan proliferasi sel payudara, sehingga risiko mutasi dan kanker pun meningkat.
Inilah alasan mengapa banyak penelitian menemukan korelasi kuat antara obesitas dan kanker payudara tipe
estrogen receptor-positive (ER+).
2. Perempuan Pra Menopause
Pada perempuan pra-menopause, hubungannya tidak sesederhana itu.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kegemukan pada usia muda tidak selalu meningkatkan risiko kanker payudara, bahkan dalam beberapa kasus terlihat sedikit protektif terhadap kanker payudara tertentu. Namun, efek ini tidak berarti kegemukan aman atau dianjurkan.
Mengapa demikian? Pertama, hormon pada perempuan muda lebih fluktuatif, dan siklus menstruasi bersifat memengaruhi paparan estrogen. Selain itu, pada perempuan muda, efek metabolik kegemukan berbeda dibandingkan pada perempuan pasca menopause.
Namun, yang perlu digarisbawahi, kegemukan pada usia muda sering berlanjut hingga usia tua, dan risiko kanker payudara meningkat secara signifikan setelah menopause.
Quote:
Mengapa Lemak Bisa Memicu Kanker Payudara?
Agar tidak terjebak pada mitos, mari kita bahas mekanisme ilmiahnya secara ringkas dan rasional.
1. Pengaruh Estrogen Berlebih
Seperti dijelaskan sebelumnya, jaringan lemak bisa memproduksi estrogen. Paparan estrogen jangka panjang meningkatkan risiko transformasi sel payudara menjadi sel ganas.
2. Peradangan Kronis Tingkat Rendah
Kegemukan menyebabkan
low-grade chronic inflammation. Sel lemak yang membesar melepaskan sitokin pro-inflamasi yang bersifat merusak DNA, mengganggu mekanisme perbaikan sel, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan sel kanker.
3. Resistensi Insulin dan IGF-1
Obesitas sering berkaitan dengan resistensi insulin dan peningkatan
Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1). Zat kimia ini berfungsi untuk merangsang pembelahan sel dan menghambat kematian sel abnormal. Kombinasi ini bisa meningkatkan peluang sel kanker untuk bertahan hidup.
Quote:
Kegemukan Bukan Vonis, dan Kurus Bukan Jaminan
Di sinilah sering terjadi kesalahan berpikir, bahwa kegemukan bukan berarti pasti berisiko kanker, dan kurus bukan berarti pasti bebas kanker.
Ada perempuan gemuk yang sehat secara metabolik, dan ada perempuan kurus dengan kanker payudara agresif. Faktor genetik (seperti mutasi gen BRCA1 atau BRCA2), riwayat keluarga, paparan radiasi, konsumsi alkohol, dan pola aktivitas fisik juga berperan besar.
Namun, secara populasi, data epidemiologi menunjukkan bahwa menjaga berat badan yang sehat adalah salah satu strategi pencegahan kanker payudara yang paling rasional dan terjangkau.
Quote:
Wanita Tangguh Dengan Tubuh Kuat dan Pemikiran Kritis
Jika dikaitkan dengan thread-thread sebelumnya, pesan ilmiahnya konsisten.
Di seri #1, push-up dibahas sebagai olahraga sederhana untuk merawat tubuh perempuan dan mensyukuri nikmat kesehatan.
Di seri #2, dibahas tentang pentingnya menjadi perempuan yang berani dan mencari solusi, bukan menjadi perempuan yang lemah dan mencari pembenaran.
Di seri #3 ini, menjaga berat badan sehat adalah motivasi bagi perempuan untuk mengambil kendali atas tubuhnya, bukan untuk tunduk pada stigma atau mitos.
Perempuan kuat tidak menyalahkan tubuh sendiri, tetapi mempelajarinya. Perempuan cerdas tidak panik oleh informasi setengah benar, tetapi mencari data ilmiah.
Quote:
Apa yang Bisa Dilakukan Untuk Mencegah Kanker Payudara?
Ilmu kesehatan tidak menuntut kesempurnaan, tetapi konsistensi.
Langkah berbasis bukti ilmiah yang disarankan untuk mencegah kanker payudara, antara lain:
1. Olahraga rutin (tidak harus dengan intensitas tinggi)
2. Pola makan yang sehat dan kaya antioksidan, bukan diet yang menyiksa
3. Menjaga lingkar pinggang
4. Menghindari alkohol berlebihan
5. Skrining kanker payudara sesuai usia dan risiko
Ini bukan tentang standar kecantikan, melainkan sebagai strategi kesehatan jangka panjang.
Quote:
PENUTUP
Jadi, benarkah kegemukan menyebabkan kanker payudara?
Jawabannya, kegemukan adalah faktor risiko yang terbukti secara ilmiah, terutama pada perempuan pasca menopause, tetapi bukan satu-satunya penyebab dan bukan vonis mutlak.
Tubuh perempuan bukanlah musuh. Lemak bukanlah dosa. Namun, mengabaikan bukti ilmiah juga bukanlah bentuk mengasihi diri sendiri, justru merusak diri sendiri.
Wanita kuat bukanlah perempuan yang sempurna, melainkan perempuan yang berani memahami tubuhnya dan mengambil keputusan berbasis ilmu pengetahuan, bukan mitos.
Quote:
SUMBER
American Cancer Society. (2023).
Breast cancer facts & figures. American Cancer Society.
Calle, E. E., Rodriguez, C., Walker-Thurmond, K., & Thun, M. J. (2003). Overweight, obesity, and mortality from cancer in a prospectively studied cohort of U.S. adults.
New England Journal of Medicine,
348(17), 1625–1638.
Iyengar, N. M., Hudis, C. A., & Dannenberg, A. J. (2015). Obesity and cancer: Local and systemic mechanisms.
Annual Review of Medicine,
66, 297–309.
Key, T. J., Appleby, P. N., Reeves, G. K., Roddam, A., Dorgan, J. F., Longcope, C., & Endogenous Hormones Breast Cancer Collaborative Group. (2011). Body mass index, serum sex hormones, and breast cancer risk in postmenopausal women.
Journal of the National Cancer Institute,
95(16), 1218–1226.
World Cancer Research Fund & American Institute for Cancer Research. (2018).
Diet, nutrition, physical activity and breast cancer. WCRF/AICR.
@bukhorigan @pabuaranwetan @itkgid