Kaskus

News

haerinsAvatar border
TS
haerins
Fakta Kasus Pelecehan Anak oleh Trainer Gym di Semarang: korban Mau Putus Dimintai
Fakta Kasus Pelecehan Anak oleh Trainer Gym di Semarang: Korban Mau Putus Dimintai Rp200 Juta

Fakta Kasus Pelecehan Anak oleh Trainer Gym di Semarang: korban Mau Putus Dimintai

SEMARANG, beritajateng.tv – Fakta baru kasus pelecehan anak di bawah umur berinisal S (17) oleh seorang personal trainer (PT) atau instruktur fitnes di Kabupaten Semarang bernama Iwan Prahangga alias Hangga terungkap.


Kuasa hukum korban, Zainal Abidin “Petir”, mengungkap kali pertama pertemuan antara korban dan Hangga. Mulanya, kata Zainal, korban ingin mendaftar fitness dan di sana Hangga mengincar korban.

Pada saat itu, Zainal pun membenarkan posisi korban masih di bawah umur dan duduk di bangku SMA.

“S ingin fitnes, saat sedang fitnes, didekati oleh Hangga yang mengaku PT. Dia (Hangga) sok akrab, kemudian ngajarin cara fitnes yang benar. Dan minta nomor HP korban pada Desember 2024,” ujar Zainal saat beritjateng.tv jumpai di Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa, 13 Januari 2025.


Setelah berhasil mendapat nomor WhatsApp korban, Hangga mulai merayunya dengan berbagai pujian. Korban yang masih berstatus pelajar SMA disebut kerap diajak berkomunikasi secara intens oleh pelaku.

“Setelah itu dia ngerayu. Dia bilang ke S, ‘Kamu tipeku, kamu cantik, bibirnya tebal.’ Pokoknya ngerayu macam-macam,” ujar Zainal.

BACA JUGA: Putrinya Jadi Korban Pencabulan Instruktur Fitnes, Warga Bergas Semarang Lapor Polisi


Menurut Zainal, bujuk rayu tersebut membuat korban akhirnya mau menjalin kedekatan dengan pelaku. Tak lama kemudian, Hangga mengajak korban keluar dan membawanya ke sebuah hotel.

“Setelah itu katanya mau diajak jalan-jalan, terus diajak ke sebuah tempat di hotel. Dan kemudian dipaksa untuk melakukan hubungan suami istri, disetubuhi dan divideo,” ungkapnya.

Zainal menyebut perekaman video dijadikan senjata oleh Hangga terhadap korban. Ia menyebut, terdapat kalimat ancaman yang disampaikan pelaku kepada korban.

“Video itu nampaknya menjadi alat untuk mengikatkan. Ada kata-kata, ‘Kamu divideo supaya kamu bisa aku ikat,’” kata Zainal.

Ia menuturkan, hubungan antara korban dan pelaku berlangsung cukup lama. Hingga akhirnya, pada pertengahan November 2025, orang tua korban mulai mencurigai perubahan sikap dan kondisi ekonomi keluarga.

“Sudah berjalan hampir satu tahun. Tanggal 15 November 2025 itu mulai ketahuan karena orang tuanya curiga,” ujarnya.


Korban ingin akhiri hubungan, Hangga minta uang Rp200 juta sebagai syarat, jika tidak bakal sebar video intim
Zainal mengungkap, korban sempat mengaku kepada orang tuanya bahwa ia butuh biaya besar dengan alasan akan melanjutkan kuliah ke luar negeri. Padahal, kata Zainal, keluarga korban berasal dari latar belakang petani.


“Dia (S) mengaku mau kuliah, butuh biaya sampai Rp400 juta dan habis. Orang tuanya itu petani. Sawahnya habis, ternak sapi dijual, saudara-saudaranya dipinjami. Katanya mau kuliah di Singapura,” jelasnya.

Kecurigaan keluarga semakin menguat saat Hangga mendatangi lokasi dekat kediaman korban pada malam hari dan terjadi keributan. Zainal menyebut, pelaku dugaannya menekan korban secara fisik dan meminta uang dalam jumlah besar sebagai syarat putus hubungan.


“Waktu itu Hangga datangi S, mendorong, mau mencekik, terjadi keributan. Dia (Hangga) minta uang Rp200 juta karena (korban) mau mengakhiri hubungan,” ungkap Zainal.

BACA JUGA: Polisi Sita Bukti Foto-Video, Korban Asusila Instruktur Fitnes Ungaran Dugaannya Lebih dari Satu

Ia mengatakan, Hangga mengancam akan menyebarkan video jika korban memutuskan hubungan tanpa memenuhi permintaan uang tersebut.


“Dia bilang, ‘Kalau kamu mau putus, kamu harus ngasih uang Rp200 juta,’” katanya.

Setelah keluarga korban semakin curiga, paman korban kemudian menghubungi Zainal untuk meminta arahan hukum. Hingga akhirnya, pada 15 November 2025, korban kembali pelaku ajak ke hotel.

“Nah, pas tanggal 15 November pelaku mengajak anak itu ke hotel. Saat sedang di hotel langsung kami amankan dan kami serahkan ke Polres Semarang di Ungaran,” ujarnya.

Ngaku duda ke korban, ternyata Hangga sudah menikah dua kali dan berstatus kimpoi
Zainal menegaskan, kondisi korban saat itu mengalami tekanan psikologis berat. Selain ancaman video, korban juga kerap pelaku mintai uang dengan berbagai alasan.

“Anaknya ini dalam kondisi tertekan. Sering kena ancam, sering mau pelaku pukul. Uang juga banyak keluar. Pernah transfer Rp40 juta dengan alasan sakit. Makan selalu pakai GoFood,” katanya.

Ia menyebut, selama ini biaya-biaya tersebut korban tanggung karena berada dalam kondisi tertekan dan takut terhadap ancaman pelaku.

BACA JUGA: Polisi Tahan Instruktur Fitnes Ungaran Rudapaksa Bocah: Ancam Sebar Foto-Video, Minta Rp200 Juta

Menanggapi apakah korban mengetahui status pernikahan pelaku, Zainal menyebut korban hanya mengetahui pelaku mengaku sebagai duda.

“Ngakunya duda dan KTP-nya juga duda. Ternyata setelah penelusuran, masih punya istri,” ujarnya.

Zainal menambahkan, berdasarkan penelusuran pihaknya, pelaku telah menikah sebanyak dua kali. “Sudah dua kali menikah,” pungkasnya. (*)

https://beritajateng.tv/fakta-kasus-...oogle_vignette
variolikesAvatar border
variolikes memberi reputasi
1
776
12
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.9KThread•59.4KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.