- Beranda
- Berita dan Politik
Guru SMK di Jambi Tampar Siswa Berujung Dikeroyok, Korban 2 Tahun Dibully Siswa
...
TS
mabdulkarim
Guru SMK di Jambi Tampar Siswa Berujung Dikeroyok, Korban 2 Tahun Dibully Siswa
Guru SMK di Jambi Tampar Siswa Berujung Dikeroyok, Korban Mengaku 2 Tahun Dibully Siswa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Video-seorang-guru-SMKN-3-Tanjung-Jabung-Timur.jpg)
Tayang: Rabu, 14 Januari 2026 20:06 WIB
Penulis: Erik S
zoom-inlihat fotoGuru SMK di Jambi Tampar Siswa Berujung Dikeroyok, Korban Mengaku 2 Tahun Dibully Siswa
Tribunnews.com/Istimewa via Tribun Jambi
DIKEROYOK SISWA- Video seorang guru SMKN 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi terlibat cekcok dengan sejumlah siswa. Guru tersebut mengaku menampar siswa karena dilecehkan.
TRIBUNNEWS.COM, MUARA SABAK- Agus Saputra, guru SMK Negeri Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi mengaku sudah dua tahun menjadi korban perundungan siswa-siwanya.
Tanjung Jabung Timur adalah kabupaten paling timur di Provinsi Jambi, Indonesia. Kabupaten ini hasil dari pemekaran Kabupaten Tanjung Jabung.
Agus mengaku kerap menerima perundungan secara verbal dari sebuah kelas yang isinya semua laki-laki. Agus mengaku mencoba bertahan hingga akhirnya menampar siswa pada Selasa (13/01/2026).
Aksi Agus yang menampar muridnya itu berbuntut dia dikeroyok siswa sekolah pertanian tersebut.
Kronologis Kejadian
Agus mengungkapkan kejadian bermula saat dirinya ditegur seorang siswa dari kelas, saat proses belajar mengajar berlangsung, sekira pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.
Menurutnya, teguran itu bernada tidak sopan dan sempat direkamnya
“Dia menegur dengan tidak sopan dan tidak hormat kepada saya dengan meneriakan kata yang tidak pantas saat dia belajar,” katanya, pada Rabu (14/01/2026).
Agus menuturkan, dirinya masuk ke kelas siswa tersebut dan menanyakan terkait hal itu.
“Kemudian, saya masuk ke kelas saya tanyakan siapa yang memanggil saya seperti itu,” tuturnya.
“Dia langsung menantang saya, katanya seperti itu. Akhirnya saya refleks satu kali menampar muka dia itulah kejadiannya awal,” lanjutnya.
Agus menjelaskan, pada jam istirahat dirinya ditantang kembali oleh siswa tersebut.
Kejadian tersebut berlarut hingga pukul 13.00 WIB sampai 16.00 WIB.
“Terjadi mediasi sebelum ada pengeroyokan terhadap saya. Saya sudah berusaha tenang. Pada saat itu saya masih berada di dalam kantor dengan ada CCTV sebagai pembuktian,” jelasnya.
Agus menerangkan, saat mediasi, dirinya menanyakan apa keinginan siswa tersebut.
“Mereka meminta saya meminta maaf untuk hal yang tidak saya lakukan. Kemudian saya membeli alternatif kepada mereka, terangnya.
Jalan alternatif itu berupa pembuatan petisi.
“Membuat petisi, kalau seandainya mereka tidak menginginkan saya lagi untuk mengajar di sana. Atau, mereka mengubah perangai (perilaku) mereka menjadi lebih baik lagi dari sekarang,” ujarnya.
Agus menambahkan, dirinya sempat diajak komite sekolah seusai mediasi.
“Saya diajak komite masuk ke ruang kantor, di saat itulah terjadi pengeroyokan oleh anak kelas 1, kelas 2, kelas 3,” ucapnya.
“Ada videonya, ini sudah viral mungkin. Kemudian juga setelah itu, ini kan banyak nih yang viral di video itu, ada juga yang bawa senjata kita jadinya,” pungkasnya.
Kejar Siswa Pakai Sajam
Dalam video beredar, Agus terlihat mengejar siswa menggunakan senjata tajam (sajam).
“Kebetulan SMK kami itu SMK Pertanian, jadi peralatan pertanian. Kayak cangkul dan sebagainya itu memang sudah tersedia di dalam kantor, memang tersimpan rapi,” katanya, Rabu (14/01/2026).
Dia beralasan menggunakan celurit dan mengejar pelaku pengeroyok hanya untuk menggertak saja agar para siswa bubar.
Agus menegaskan, dirinya melakukan hal itu hanya membela diri.

Agus Saputra, Guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi, yang dikeroyok siswanya. (Tribunnews.com/Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto)
“Saya tidak berniat untuk melakukan kejahatan terbukti videonya saya hanya mengejar mereka agar bubar. Pada kenyataannya mereka tidak bubar juga,” ucapnya.
“Kemudian kalau tidak seperti itu mungkin ada kejadian buruk lagi yang menimpa saya seandainya saya tidak melakukan hal tersebut,” lanjutnya.
Agus mengatakan, dirinya dilempari batu saat peristiwa tersebut.
“Mereka malah melempari saya dengan banyak-banyak hal yang anarkis seperti batuan, batu bata dan sebagainya,” katanya.
Agus membenarkan dirinya melontarkan kata-kata yang diduga menyinggung perasaan siswa.
“Saya menceritakan secara umum, saya mengatakan kalau kita orangnya kurang mampu itu kalau bisa jangan bertingkah macam-macam itu secara motivasi,” ungkapnya.
Sebab itu, dia berharap kasus tersebut ada yang memediasi.
“Kalau seandainya ini tambah viral dimanapun, saya berharap ini ada yang menengahkan khususnya dinas pendidikan atau juga pihak yang berwenang untuk menyelesaikan persoalan ini agar tidak berlarut-larut,” harapnya.
Pertama Kali Tampar Siswa
Agus menuturkan, telah mengajar sebagai sekira 15 tahun.
“Kejadian ini pertama seumur hidup saya. menampar anak (siswa) itu kejadian pertama,” tuturnya.
Selama 2 tahun, dia mengaku kerap mendapatkan perundungan dari siswanya.
“Selama dua tahun sampai ada yang berkali-kali selama dua tahun. Sampai ada yang tiga tahun melakukan tindak verbal yang tidak menyenangkan terhadap saya,” ucapnya.
Agus menjelaskan, perundungan itu dilakukan lebih dari satu orang.
“Bukan satu orang dua orang tapi hampir anak laki-laki yang satu kelas. Kami ada anak satu kelas itu isinya laki-laki semua. Nah, itu juga merupakan bagian dari merundung saya,” jelasnya.
“Jadi, selama bertahun-tahun saya sudah mencoba untuk bertahan dengan keadaan itu.
Kalau saya rasa kalau untuk normalnya manusia, ini rasanya tidak manusia lagi ya,” lanjutnya.
Dia berpendapat, seandainya kejadian itu perundungan itu terjadi seminggu hingga dua minggu, mungkin gurunya yang tidak sabar.
“Tapi ini sudah bertahun-tahun, murid berganti dan segala macam itu terjadi sama saya dan terus terjadi,” ungkapnya.
“Jadi, akhirnya itulah puncak dari hari kemarin, hari Selasa, saya sudah ambil tindakan tegas untuk melakukan pembinaan secara mendidik,” pungkasnya. (Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto)
Lapor ke Dinas Pendidikan
Agus kemudian melaporkan pengeroyokan itu ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi beberapa hari kemarin.
Menurutnya, sebagai tenaga didik, langkah yang harus dia lakukan ialah mengadukan hal tersebut ke pimpinannya.
“Tentu, saya sebagai bawahan dinas (Diknas) yang saya harus lakukan adalah mengadukan permasalahan ini ke pimpinan yang ada di dinas pendidikan. Karena, walau bagaimanapun saya adalah bagian dari dinas pendidikan,” katanya, pada Rabu (14/01/2026).
Menurut Agus, pihak Diknas Provinsi Jambi harus mengetahui peristiwa yang dialaminya.
Hal tersebut sudah dibahasnya dengan pihak keluarganya.
“Di rumah sepakat harus ke dinas, sebagai bentuk saling hormat menghormati, harga menghargai,” ujarnya.
, https://www.tribunnews.com/regional/...&s=paging_new.
Viral Guru dan Siswa Adu Jotos di Jambi, Mendikdasmen Angkat Bicara

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 14 Jan 2026 18:46 WIB
Foto: Dok. Istimewa/Tangkapan Layar
Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti merespons terkait viral video seorang guru di sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jambi adu jotos dengan beberapa murid. Mu'ti mengatakan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat bersama pihak-pihak terkait sudah menangani kejadian tersebut.
"Masalah sudah diselesaikan oleh Dinas Pendidikan setempat dengan pihak-pihak terkait" kata Mu'ti, Rabu (14/1/2026).
Berdasarkan informasi, Disdik setempat sudah meminta penjelasan dari kepala SMK negeri tersebut. Mediasi juga telah dilakukan dan melibatkan berbagai elemen, mulai siswa, majelis guru, camat, lurah, hingga kepolisian.
Peristiwa keributan hingga adu jotos oknum guru dan sejumlah murid itu terjadi di SMK 3 Negeri di Tanjabtim Jambi. Dari video yang beredar luas selama 58 detik itu, awalnya oknum guru itu sempat menyampaikan perkataan lewat mikrofon.
Belum diketahui perkataan apa yang disampaikan oleh oknum guru itu. Hanya, belakangan diketahui bahwa perkataan oknum guru itu diduga merupakan perkataan hinaan yang menyulut amarah sejumlah murid hingga adu jotos terjadi.
Pihak guru yang menyaksikan kemudian melerai perkelahian itu dengan membawa oknum guru itu masuk ke ruangan.
Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi saat ini telah mendalami informasi soal insiden keributan antara guru dan murid. Pihak Disdik juga telah meminta informasi lengkap untuk kemudian akan mengambil sikap
"Kita sudah minta penjelasan dari kepsek, hari ini sudah dilakukan mediasi duduk bersama Forum Komunikasi kecamatan, ada camat, lurah, kapolsek, dan para siswa serta majelis guru," kata Kepala Bidang SMK Disdik Provinsi Jambi, Harmonis, dilansir detikSumbagsel, Rabu (14/1/2026).
Harmonis juga menyampaikan bahwa pihak Disdik tentu tidak tinggal diam atas insiden yang dinilai mencederai dunia pendidikan dan mencoreng etika pendidik. Harmonis juga menyayangkan insiden itu dan berharap tidak menjadi contoh buruk bagi sekolah lain dan tidak terulang kembali.
"Kita juga sangat menyayangkan dan Prihatin atas kejadian semacam ini semoga ke depan tidak terulang lagi hal-hal semacam ini," ujar Harmonis.
https://news.detik.com/berita/d-8307...angkat-bicara.
2-3 tahun? Apakah ada kaitan dengan generasi pasca covid?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Video-seorang-guru-SMKN-3-Tanjung-Jabung-Timur.jpg)
Tayang: Rabu, 14 Januari 2026 20:06 WIB
Penulis: Erik S
zoom-inlihat fotoGuru SMK di Jambi Tampar Siswa Berujung Dikeroyok, Korban Mengaku 2 Tahun Dibully Siswa
Tribunnews.com/Istimewa via Tribun Jambi
DIKEROYOK SISWA- Video seorang guru SMKN 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi terlibat cekcok dengan sejumlah siswa. Guru tersebut mengaku menampar siswa karena dilecehkan.
TRIBUNNEWS.COM, MUARA SABAK- Agus Saputra, guru SMK Negeri Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi mengaku sudah dua tahun menjadi korban perundungan siswa-siwanya.
Tanjung Jabung Timur adalah kabupaten paling timur di Provinsi Jambi, Indonesia. Kabupaten ini hasil dari pemekaran Kabupaten Tanjung Jabung.
Agus mengaku kerap menerima perundungan secara verbal dari sebuah kelas yang isinya semua laki-laki. Agus mengaku mencoba bertahan hingga akhirnya menampar siswa pada Selasa (13/01/2026).
Aksi Agus yang menampar muridnya itu berbuntut dia dikeroyok siswa sekolah pertanian tersebut.
Kronologis Kejadian
Agus mengungkapkan kejadian bermula saat dirinya ditegur seorang siswa dari kelas, saat proses belajar mengajar berlangsung, sekira pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.
Menurutnya, teguran itu bernada tidak sopan dan sempat direkamnya
“Dia menegur dengan tidak sopan dan tidak hormat kepada saya dengan meneriakan kata yang tidak pantas saat dia belajar,” katanya, pada Rabu (14/01/2026).
Agus menuturkan, dirinya masuk ke kelas siswa tersebut dan menanyakan terkait hal itu.
“Kemudian, saya masuk ke kelas saya tanyakan siapa yang memanggil saya seperti itu,” tuturnya.
“Dia langsung menantang saya, katanya seperti itu. Akhirnya saya refleks satu kali menampar muka dia itulah kejadiannya awal,” lanjutnya.
Agus menjelaskan, pada jam istirahat dirinya ditantang kembali oleh siswa tersebut.
Kejadian tersebut berlarut hingga pukul 13.00 WIB sampai 16.00 WIB.
“Terjadi mediasi sebelum ada pengeroyokan terhadap saya. Saya sudah berusaha tenang. Pada saat itu saya masih berada di dalam kantor dengan ada CCTV sebagai pembuktian,” jelasnya.
Agus menerangkan, saat mediasi, dirinya menanyakan apa keinginan siswa tersebut.
“Mereka meminta saya meminta maaf untuk hal yang tidak saya lakukan. Kemudian saya membeli alternatif kepada mereka, terangnya.
Jalan alternatif itu berupa pembuatan petisi.
“Membuat petisi, kalau seandainya mereka tidak menginginkan saya lagi untuk mengajar di sana. Atau, mereka mengubah perangai (perilaku) mereka menjadi lebih baik lagi dari sekarang,” ujarnya.
Agus menambahkan, dirinya sempat diajak komite sekolah seusai mediasi.
“Saya diajak komite masuk ke ruang kantor, di saat itulah terjadi pengeroyokan oleh anak kelas 1, kelas 2, kelas 3,” ucapnya.
“Ada videonya, ini sudah viral mungkin. Kemudian juga setelah itu, ini kan banyak nih yang viral di video itu, ada juga yang bawa senjata kita jadinya,” pungkasnya.
Kejar Siswa Pakai Sajam
Dalam video beredar, Agus terlihat mengejar siswa menggunakan senjata tajam (sajam).
“Kebetulan SMK kami itu SMK Pertanian, jadi peralatan pertanian. Kayak cangkul dan sebagainya itu memang sudah tersedia di dalam kantor, memang tersimpan rapi,” katanya, Rabu (14/01/2026).
Dia beralasan menggunakan celurit dan mengejar pelaku pengeroyok hanya untuk menggertak saja agar para siswa bubar.
Agus menegaskan, dirinya melakukan hal itu hanya membela diri.

Agus Saputra, Guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi, yang dikeroyok siswanya. (Tribunnews.com/Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto)
“Saya tidak berniat untuk melakukan kejahatan terbukti videonya saya hanya mengejar mereka agar bubar. Pada kenyataannya mereka tidak bubar juga,” ucapnya.
“Kemudian kalau tidak seperti itu mungkin ada kejadian buruk lagi yang menimpa saya seandainya saya tidak melakukan hal tersebut,” lanjutnya.
Agus mengatakan, dirinya dilempari batu saat peristiwa tersebut.
“Mereka malah melempari saya dengan banyak-banyak hal yang anarkis seperti batuan, batu bata dan sebagainya,” katanya.
Agus membenarkan dirinya melontarkan kata-kata yang diduga menyinggung perasaan siswa.
“Saya menceritakan secara umum, saya mengatakan kalau kita orangnya kurang mampu itu kalau bisa jangan bertingkah macam-macam itu secara motivasi,” ungkapnya.
Sebab itu, dia berharap kasus tersebut ada yang memediasi.
“Kalau seandainya ini tambah viral dimanapun, saya berharap ini ada yang menengahkan khususnya dinas pendidikan atau juga pihak yang berwenang untuk menyelesaikan persoalan ini agar tidak berlarut-larut,” harapnya.
Pertama Kali Tampar Siswa
Agus menuturkan, telah mengajar sebagai sekira 15 tahun.
“Kejadian ini pertama seumur hidup saya. menampar anak (siswa) itu kejadian pertama,” tuturnya.
Selama 2 tahun, dia mengaku kerap mendapatkan perundungan dari siswanya.
“Selama dua tahun sampai ada yang berkali-kali selama dua tahun. Sampai ada yang tiga tahun melakukan tindak verbal yang tidak menyenangkan terhadap saya,” ucapnya.
Agus menjelaskan, perundungan itu dilakukan lebih dari satu orang.
“Bukan satu orang dua orang tapi hampir anak laki-laki yang satu kelas. Kami ada anak satu kelas itu isinya laki-laki semua. Nah, itu juga merupakan bagian dari merundung saya,” jelasnya.
“Jadi, selama bertahun-tahun saya sudah mencoba untuk bertahan dengan keadaan itu.
Kalau saya rasa kalau untuk normalnya manusia, ini rasanya tidak manusia lagi ya,” lanjutnya.
Dia berpendapat, seandainya kejadian itu perundungan itu terjadi seminggu hingga dua minggu, mungkin gurunya yang tidak sabar.
“Tapi ini sudah bertahun-tahun, murid berganti dan segala macam itu terjadi sama saya dan terus terjadi,” ungkapnya.
“Jadi, akhirnya itulah puncak dari hari kemarin, hari Selasa, saya sudah ambil tindakan tegas untuk melakukan pembinaan secara mendidik,” pungkasnya. (Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto)
Lapor ke Dinas Pendidikan
Agus kemudian melaporkan pengeroyokan itu ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi beberapa hari kemarin.
Menurutnya, sebagai tenaga didik, langkah yang harus dia lakukan ialah mengadukan hal tersebut ke pimpinannya.
“Tentu, saya sebagai bawahan dinas (Diknas) yang saya harus lakukan adalah mengadukan permasalahan ini ke pimpinan yang ada di dinas pendidikan. Karena, walau bagaimanapun saya adalah bagian dari dinas pendidikan,” katanya, pada Rabu (14/01/2026).
Menurut Agus, pihak Diknas Provinsi Jambi harus mengetahui peristiwa yang dialaminya.
Hal tersebut sudah dibahasnya dengan pihak keluarganya.
“Di rumah sepakat harus ke dinas, sebagai bentuk saling hormat menghormati, harga menghargai,” ujarnya.
, https://www.tribunnews.com/regional/...&s=paging_new.
Viral Guru dan Siswa Adu Jotos di Jambi, Mendikdasmen Angkat Bicara

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 14 Jan 2026 18:46 WIB
Foto: Dok. Istimewa/Tangkapan Layar
Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti merespons terkait viral video seorang guru di sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jambi adu jotos dengan beberapa murid. Mu'ti mengatakan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat bersama pihak-pihak terkait sudah menangani kejadian tersebut.
"Masalah sudah diselesaikan oleh Dinas Pendidikan setempat dengan pihak-pihak terkait" kata Mu'ti, Rabu (14/1/2026).
Berdasarkan informasi, Disdik setempat sudah meminta penjelasan dari kepala SMK negeri tersebut. Mediasi juga telah dilakukan dan melibatkan berbagai elemen, mulai siswa, majelis guru, camat, lurah, hingga kepolisian.
Peristiwa keributan hingga adu jotos oknum guru dan sejumlah murid itu terjadi di SMK 3 Negeri di Tanjabtim Jambi. Dari video yang beredar luas selama 58 detik itu, awalnya oknum guru itu sempat menyampaikan perkataan lewat mikrofon.
Belum diketahui perkataan apa yang disampaikan oleh oknum guru itu. Hanya, belakangan diketahui bahwa perkataan oknum guru itu diduga merupakan perkataan hinaan yang menyulut amarah sejumlah murid hingga adu jotos terjadi.
Pihak guru yang menyaksikan kemudian melerai perkelahian itu dengan membawa oknum guru itu masuk ke ruangan.
Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi saat ini telah mendalami informasi soal insiden keributan antara guru dan murid. Pihak Disdik juga telah meminta informasi lengkap untuk kemudian akan mengambil sikap
"Kita sudah minta penjelasan dari kepsek, hari ini sudah dilakukan mediasi duduk bersama Forum Komunikasi kecamatan, ada camat, lurah, kapolsek, dan para siswa serta majelis guru," kata Kepala Bidang SMK Disdik Provinsi Jambi, Harmonis, dilansir detikSumbagsel, Rabu (14/1/2026).
Harmonis juga menyampaikan bahwa pihak Disdik tentu tidak tinggal diam atas insiden yang dinilai mencederai dunia pendidikan dan mencoreng etika pendidik. Harmonis juga menyayangkan insiden itu dan berharap tidak menjadi contoh buruk bagi sekolah lain dan tidak terulang kembali.
"Kita juga sangat menyayangkan dan Prihatin atas kejadian semacam ini semoga ke depan tidak terulang lagi hal-hal semacam ini," ujar Harmonis.
https://news.detik.com/berita/d-8307...angkat-bicara.
2-3 tahun? Apakah ada kaitan dengan generasi pasca covid?
aldonistic dan 4 lainnya memberi reputasi
5
916
20
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695KThread•58.8KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya