Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Purbaya Respons Pelemahan Rupiah, Sebut 2 Minggu akan Kuat Lagi
Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah sejak awal tahun ini, bahkan sempat ke level terlemah sepanjang masa, yakni menyentuh kisaran Rp16.878/US$.

Purbaya meyakini nilai tukar rupiah akan kembali menguat dalam dua pekan ke depan. Optimisme tersebut diutarakan di tengah upaya pemerintah yang saat ini mencoba mendongkrak ekonomi dalam negeri, dengan target pertumbuhan sebesar 6%.

"Dua minggu ini [akan menguat]," ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta. "Kalau nanti ekonominya membaik terus, harusnya rupiah kan menguat juga hampir otomatis. Kenapa? Karena modal-modal asing akan masuk. Mereka akan masuk ke tempat yang negara yang menjanjikan pertumbuhan yang lebih tinggi," sambungnya menegaskan.

Selain itu, kata Purbaya, potensi penguatan kembali rupiah ke depan juga akan dipengaruhi oleh sentimen pengusaha dalam negeri yang biasanya kerap menaruh dana di luar negeri.

Dengan begitu, dia memperkirakan pada pengusaha Indonesia akan kembali berbisnis di dalam negeri. "Orang Indonesia yang naruh uangnya di sana keluar negeri juga akan balik. Dia akan berbisnis di sini. Karena orang Indonesia gak bisa berbisnis di luar negeri. Mereka gak biasa bersaing sehat di sana," kata dia.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) justru menilai pergerakan mata uang global, termasuk Indonesia, pada awal 2026 banyak dipengaruhi oleh meningkatnya tekanan di pasar keuangan dunia.

BI mengklaim tekanan tersebut bersumber dari eskalasi tensi geopolitik, dan kekhawatiran terhadap independensi bank sentral di sejumlah negara maju. Selain itu, ketidakpastian arah kebijakan moneter Federal Reserve di Amerika Serikat (AS) ke depan, di tengah kebutuhan valuta asing domestik yang meningkat pada awal tahun.

"Kondisi ini mendorong rupiah melemah dan ditutup pada level 16.860 per dolar AS pada 13 Januari 2026, atau terdepresiasi sebesar 1,04% secara year-to-date (tahun kalender)," ujar Erwin G Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI dalam keterangan resminya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah sejak awal pergantian tahun baru, bahkan sempat ke level terlemah sepanjang masa, Rp16.878/US$ pada perdagangan pasar spot Selasa (13/1/2026) kemarin.

Depresiasi rupiah melampaui pelemahan pada April 2025 di Rp16.870/US$. Juga masa krisis 1998 di Rp16.650/US$.

Pada pembukaan perdagangan pasar spot hari ini, Rabu (14/1/2026), rupiah menguat terbatas 0,13% ke level Rp16.843/US$ Namun, tak berselang lama, rupiah kembali melemah 0,01% ke Rp16.867/US$.

https://www.bloombergtechnoz.com/det...kan-kuat-lagi/


Komentar yg menyiratkan banyak hal.
1. Pertumbuhan PDB yg akan diumumkan bulan Feb nanti apakah akan dipoles?
2. orang Indonesia gak bisa berbisnis di luar negeri. Mereka gak biasa bersaing sehat di sana. Artinya pengusaha Indon bersaing kotor semua?

Tapi ada cacat logika jg, investor asing ga peduli pertumbuhan berapa, yg penting bunganya berapa, kekuatan kurs nya bagaimana.

Terus kalo ternyata ga terjadi, apa pertanggungjawaban komentar asbun begini??
Dijogetin aja kayak biasa?

emoticon-Goyang


bingsunyataAvatar border
ojol.jayaAvatar border
benche87Avatar border
benche87 dan 8 lainnya memberi reputasi
9
122.2K
22
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.2KThread58.9KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.