Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Awali 2026, Rupiah Belum Pernah Menguat
Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan spot Rabu (6/1/2026), memperpanjang tren tekanan sejak awal tahun.

Rupiah ditutup terdepresiasi 0,15% dan melanjutkan tren penurunan empat hari beruntun dan dibanderol di posisi Rp16.775/US$. Memasuki pekan pertama 2026, rupiah belum sehari pun mencatatkan penguatan.

Berbeda dengan pergerakan beberapa mata uang di pasar Asia yang cenderung bervariasi. Bahkan, rupee India yang beberapa hari terakhir melemah bersama rupiah sudah berbalik dan menunjukkan penguatannya pada penutupan sore ini sebanyak 0,29%. Yen Jepang menyusul dengan penguatan 0,07%, won Korea Selatan 0,02%.

Dari zona merah, hampir semua mata uang Asia kompak di sana. Peso Filipina menjadi yang paling dalam dan tergerus 0,28%. Ringgit Malaysia terdepresiasi 0,25%, baht Thailand 0,14%, renminbi China 0,11%, terakhir dolar Singapura 0,1%.

Perbedaan kinerja ini mencerminkan sensitivitas rupiah yang masih tinggi terhadap sentimen eksternal. Dolar AS yang kembali menguat memang menjadi faktor dominan, seiring sikap investor global yang lebih defensif lantaran ketidakpastian geopolitik.

Di sisi domestik, rilis data ekonomi pada awal pekan ini belum kuat untuk menjadi penopang rupiah. Data inflasi Desember 2,92% menunjukkan tekanan harga yang meningkat, dengan inflasi naik ke level tertinggi hampir dua tahun terakhir.

Meski demikian, inflasi masih berada dalam rentang target Bank Indonesia, sehingga belum memunculkan urgensi pengetatan kebijakan moneter sejalan dengan ekspektasi pasar.

Ke depan, pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh stabilisasi sentimen global dan respons kebijakan domestik. Selama dolar AS bertahan kuat dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter domestik masih terbuka, rupiah berisiko tetap bergerak defensif. Awal 2026 pun menjadi fase uji ketahanan bagi rupiah, di mana tekanan eksternal dan domestik masih saling memperkuat, sedangkan katalis positif belum terlihat.

https://www.bloombergtechnoz.com/det...ernah-menguat/

Penurunan suku bunga ga berdampak signifikan kemana2, malah menghantam kurs.

Atau emang rencananya mau saingan sama Iran Rial?

0
180
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.7KThread59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.