- Beranda
- The Lounge
Tusuk Ayah Kandung 26 Kali, Kisah Prajurit Durhaka dari Bekasi
...
TS
si.matamalaikat
Tusuk Ayah Kandung 26 Kali, Kisah Prajurit Durhaka dari Bekasi
Quote:
Dimas Rismawan lahir di Bekasi pada Oktober 2000. Pria ini di kalangan teman-temannya dikenal tempramental, tertutup serta pendiam. Sifat tempramental Dimas sudah sangat ekstrim. Seorang teman mengatakan, jika ada orang yang mengganggu Dimas, pria itu akan langsung menghajarnya.
Meski tempramental, Dimas berhasil lolos pendidikan Sekolah Calon Tamtama TNI AD. Setelah lulus pendidikan, Dimas mendapat pangkat Prajurit Dua (Prada). Dimas lalu ditugaskan di Batalyon Infanteri Mekanis 201 Jaya Yudha yang bermarkas di Jakarta Timur.
Disiplin tingkat tinggi di barak militer, ternyata tak mampu merubah sifat tempramental Dimas. Sewaktu bertugas di Batalyon Infanteri Mekanis 201, dia sering mengajak berkelahi sesama prajurit. Akibatnya dia dimusuhi. Dimas pun pada akhirnya mulai tak betah tinggal di barak.
Pada 30 Mei 2022, Dimas berkemas dan memakai jaket hitam. Dengan mengendarai sepeda motor, pukul setengah 7 malam Dimas menuju gerbang keluar, dia hendak meninggalkan barak.
"Kamu mau ke mana ?" tanya prajurit di pos jaga saat melihat Dimas di gerbang.
"Mau ke minimarket, disuruh Wakil Komandan Batalyon," jawab Dimas.
Prajurit di pos jaga pun mengizinkan Dimas untuk pergi. Namun, Dimas tak pergi ke minimarket. Dia berniat melarikan diri dari dinas militer. Dimas tidak betah karena banyak masalah. Dia tak ingin kembali. Padahal pria ini baru bertugas 8 bulan. Dalam militer, tindakan Dimas yang melarikan diri tanpa izin resmi disebut desersi.
Quote:
Selama desersi, Dimas tinggal di Tangerang. Dia kemudian bekerja sebagai petugas keamanan (security) di sebuah yayasan dengan gaji Rp 2,5 juta per bulan. Tapi, karena sifat tempramentalnya, di sana dia cuma bertahan 3 bulan.
Polisi Militer Angkatan Darat tak tinggal diam, sejak Dimas meninggalkan dinas tanpa izin, mereka terus mencari keberadaan pria itu. Setelah setahun berkeliaran, pada Maret 2023 Dimas ditangkap. Dia diadili di pengadilan militer. Dimas kemudian dipecat dari dinas militer dan menjadi warga sipil biasa.
Widodo, ayah Dimas, merasa kecewa dengan sikap anaknya yang lari dari tanggung jawab. Hubungan keduanya pun tidak terlalu harmonis. Meski begitu, Dimas masih mengharapkan ayah dan ibunya mau membantu dirinya yang waktu itu menganggur dan punya banyak masalah.
Pak Widodo bersama istrinya yang bernama Bu Indah membuka usaha warung sate yang diberi nama Warung Sate Mas Wid.Warung itu berlokasi di Jalan Raya Pejuang Blok C Nomor 596, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi. Selain sate, warung itu juga menjual makanan lain seperti tongseng, gule serta nasi goreng. Warung buka dari jam 1 siang sampai jam 10 malam.
Quote:
Dimas tahu jika ayah dan ibunya punya banyak uang dari hasil usaha warung makan. Maka dia pun inisiatif untuk meminjam uang. Karena dirinya tidak punya pekerjaan tetap dan sering menganggur. Maka pada 19 Juni 2023, Dimas menelepon ayahnya.
"Pak saya pinjam uang Rp 8 juta untuk bayar kontrakan dan kebutuhan hidup."
"Warung sedang sepi pembeli," ucap Pak Widodo menolak permintaan anaknya.
Dimas pantang mundur dan pantang ditolak, keeseokan harinya pada 20 Juni, dia kembali menelepon Pak Widodo untuk meminjam uang. Namun, lagi-lagi sang ayah menolak meminjamkan uang.
Panas hati Dimas saat sang ayah lagi-lagi menolak permintaannya.
"Sama anak sendiri kok pelit !" gerutu Dimas.
Quote:
Seminggu kemudian pada 26 Juni 2023, dengan membawa sangkur yang didapat saat masih jadi tentara, Dimas mengunjungi rumah orang tuanya di Bekasi. Rumah itu juga dijadikan sebagai warung makan.
Pukul setengah 8 malam Dimas sampai di rumah, waktu itu orang tuanya sedang melayani pembeli. Dia kemudian mengobrol dengan adik perempuannya, Wulan. Jam 10 malam warung baru tutup. Diam-diam Dimas menyimpan sangkur di bawah tumpukan pakaian di atas meja di kamar orang tuanya.
Keesokan harinya, pada Selasa, 27 Juni 2023, Dimas mendadak bersikap manis dan baik. Dia membantu berjualan di warung sampai jam 10 malam. Setelah tutup, semuanya bersantai di ruang tamu.
Saat itu, Dimas menganggap waktu yang tepat untuk kembali mengutarakan keninginannya meminjam uang. Terlebih lagi, dia sudah membantu berjualan di warung.
"Pak saya pinjam uang Rp 8 juta untuk kebutuhan hidup dan bayar kontrakan. Kalau sudah punya uang, nanti saya kembalikan." ucap Dimas ke Pak Widodo.
Dimas berharap ayahnya melunak dan mau meninjamkan uang. Namun, lagi-lagi Pak Widodo tak mau pinjamkan uang. Keduanya pun terlibat pertengakaran.
Pak Widodo yang sering dibuat kecewa oleh ulah anaknya lalu berkata: "Saya tidak mau ikut campur urusanmu. Saya lepas tangan. Dan saya tidak akan kasih kamu uang lagi."
Pak Widodo lalu beranjak pergi ke kamar, diikuti Bu Indah, sementara Dimas dan Wulan masih di ruang tamu. Sementara itu, Dimas semakin marah dan kesal terhadap sikap ayahnya yang tak mau pinjamkan uang.
Quote:
Keesokan harinya pada 28 Juni, Dimas kembali bersikap baik dengan membereskan pekerjaan rumah dan membantu berjualan di warung untuk mengambil hati ayahnya. Akan tetapi, sang ayah sejak tadi malam mendiamkan Dimas dan tak berbicara pada pria itu. Hal tersebut membuat Dimas jengkel.
Sebenarnya Ibu Indah sudah membujuk suaminya untuk memberikan uang yang diminta Dimas. Namun, Pak Widodo terlanjur kecewa dan tak mau meminjamkan uang pada anaknya.
Tepat pukul 10 malam, Dimas membantu menutup warung. Setelah itu dia berbaring di kamarnya. Dia masih memikirkan perkataan sang ayah yang menolak meminjamkan uang. Karena kebanyakan mikir, Dimas jadi susah tidur. Dia pun memilih main HP sampai larut malam.
Pukul 1 dini hari pada Kamis, 29 Juni 2023, Dimas yang tak bisa tidur pindah ke ruang tengah; menonton TV sambil main HP. Tapi, Dimas tetap tak bisa tidur. Pukul 4 pagi, baterai HP Dimas habis. Dia pergi ke kamar orang tuanya untuk mengecas HP. Di kamar, ayah, ibu, dan adiknya Wulan sudah terlelap.
Saat sedang main HP sambil mengecasnya, sesekali Dimas melihat wajah sang ayah. Hal itu membuat dia muak dan marah, karena ayahnya tak mau membantu masalah keuangannya.
Quote:
Pukul 6 pagi, amarah Dimas tak terbendung. Dia ambil sangkur di bawah tumpukan baju di atas meja yang ada di kamar orang tuanya. Dimas mendekati ayahnya. Pria ini sempat termenung mengingat ucapan sang ayah kepadanya yang menyakitkan.
Karena sudah dikuasai amarah, Dimas lalu menusuk dada Pak Widodo berkali-kali memakai sangkur. Pak Widodo terbangun dan berteriak kesakitan, hingga Bu Indah dan Wulan ikut terbangun.
"Jangan Le ! Jangan Le !" teriak Bu Indah histeris sambil berupaya menghalangi Dimas. "Kenapa kamu berbuat seperti itu ke bapakmu ?"
"Saya kesal Mak !" jawab Dimas.
Sementara itu, Pak Widodo yang terluka berusaha lari ke pojok kamar. Tapi, Dimas berhasil mengejar dan kembali menusuk Pak Widodo memakai sangkur.
Dengan sisa tenaga, Pak Widodo berupaya menuju pintu untuk keluar. Namun, Dimas kembali menusuk dada pria berusia 43 tahun itu berkali-kali. Pak Widodo akhirnya jatuh ke lantai bersimbah darah.
Dimas lalu membersihkan sangkurnya, dan menyimpan senjata itu di lemari. Sementara Bu Indah menjerit dan menangis, dia coba mendekati suaminya.
"Mamak jangan pegang Bapak !" bentak Dimas. Bu Indah pun mundur dan menjerit.
"Kenapa kamu lakukan ini, Le ?" tanya Bu Indah.
"Saya kesal Mak !" jawab Dimas.
"Segera hubungi rumah sakit dan panggil ambulance," pinta Bu Indah.
Dimas yang mulai sedikit tenang pun menurut dan menelepon rumah sakit. Tapi, dua rumah sakit yang dihubungi menolak mengirim ambulance, dan minta Dimas menghubungi polisi dulu.
"Kalau begitu panggil Grab saja," kata Bu Indah.
Dimas menghubungi Grab. Namun, Grab juga menolak, dan tidak mau membawa orang yang tewas bermandikan darah.
Quote:
Sementara itu, Bu Indah coba menelepon saudara kandung Pak Widodo, tapi tidak diangkat. Wanita itu lalu menelepon Pak Ratmin, paman dari Pak Widodo. Sekalian menceritakan hal buruk yang terjadi.
Jam 12 siang, Pak Ratmin dan istrinya Bu Ngatinah datang ke rumah Pak Widodo. Melihat keponakannya tewas, Pak Ratmin lalu melapor ke polisi. Tak lama berselang polisi datang, TKP diamankan.
Jam 3 sore jenazah Pak Widodo dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk diautopsi, sementara Dimas, Bu Indah dan Wulan dibawa ke markas polisi untuk diinterogasi. Hasil autopsi menunjukan ada 26 luka tusukan di bagian dada Pak Widodo.
Sementara itu, di hadapan polisi, Dimas mengaku telah membunuh ayahnya, hal yang diakui ibu dan adik perempuannya. Pria itu ditahan dan beberapa bulan kemudian kasusnya disidangkan.
Selama persidangan di Pengadilan Negeri Bekasi, Dimas mengaku sebelum cekcok masalah pinjaman uang, sebelumnya dia pernah punya masalah dengan sang ayah. Dulu Pak Widodo melarang dirinya dekat dengan pacarnya yang bernama Rani.
Alasannya karena Rani meminta uang Rp 8 juta kepada orang tua Dimas, Rani minta uang karena Dimas telah meminjam uang kepadanya dengan jumlah itu, dan belum dikembalikan. Tapi, Pak Widodo menolak permintaan Rani. Hubungan Rani dan Dimas lalu putus. Sejak saat itu, ketika Dimas minta uang, Pak Widodo tak mau memberi.
Quote:
Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Dimas dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 16 tahun penjara. Namun, Dimas menolak tuduhan pembunuhan berencana; dia menusuk ayahnya karena spontan.
Namun, itu tidak mungkin. Kalau spontan, kenapa bawa sangkur ke rumah ? Menurut Dimas alasan dia membawa sangkur untuk jaga diri karena sering keluar malam. Namun, Majelis Hakim tetap pada pendiriannya dan mendakwa Dimas dengan pasal pembunuhan berencana.
Majelis Hakim menjatuhkan hukuman penjara 13 tahun, lebih ringan dari tuntutan JPU. Pertimbangan keringanan hukuman karena Dimas mengakui dan menyesali perbuatannya serta bersikap sopan selama persidangan.
Sungguh tragis akhir kisah Pak Widodo, penjual sate itu dibunuh anak kandungnya sendiri tepat di Hari Raya Idul Adha. Hari yang harusnya dirayakan secara suka cita, justru berkahir menjadi duka.
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah ini.
Referensi: 1| 2 | 3 | 4
mauliddianab190 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
2.3K
22
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•107.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya







