Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Keluarkan Peringatan Terkait Rencana Pendirian Pos Militer
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Keluarkan Peringatan Terbuka Terkait Rencana Pendirian Pos Militer
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Keluarkan Peringatan Terkait Rencana Pendirian Pos Militer
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyebut peringatan keras disampaikan kepada pejabat daerah dan unsur masyarakat adat karena pendirian pos militer dinilai mengancam keselamatan warga sipil di Yahukimo
Papuanewsonline.com - 03 Jan 2026, 20:19 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo
Papuanewsonline.com, Yahukimo – Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyatakan telah menerima laporan resmi dari Brigjen Elkius Kobak dan Mayor Kopitua Heluka terkait sikap pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo terhadap rencana pendirian pos militer di wilayah Jalan Gunung, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (3/1/2026).


Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa pasukan TPNPB yang terdiri dari dua komando wilayah perang (Kowip) dan tujuh batalyon telah menyampaikan peringatan keras kepada sejumlah pihak, termasuk Didimus Yahuli, Esau Miram, para kepala suku, tokoh agama, tokoh perempuan, pemuda, serta kalangan intelektual dari 12 suku yang bermukim di Yahukimo.

Peringatan itu dikeluarkan menyusul adanya upaya pendirian pos militer di kawasan Jalan Gunung yang dinilai oleh TPNPB sebagai ancaman serius terhadap keamanan dan keselamatan warga sipil di wilayah tersebut.

TPNPB Kodap XVI Yahukimo menyatakan sikap tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proses pendirian pos militer dimaksud dan menyebutkan kesiapan untuk mengambil tindakan ekstrem apabila peringatan tersebut tidak diindahkan.

“Jika masih ada pihak-pihak yang terlibat dalam pendirian pos militer di Jalan Gunung, maka kami siap melakukan eksekusi mati terhadap mereka,” kata Elkius Kobak, TPNPB Kodap XVI Yahukimo.

Selain peringatan terkait pos militer, TPNPB juga menyampaikan permintaan kepada Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, serta seluruh aparat militer Indonesia yang melakukan operasi di Yahukimo agar tidak melakukan penangkapan dan penembakan secara sembarangan terhadap anak-anak muda setempat.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menilai bahwa tindakan aparat keamanan di wilayah konflik bersenjata kerap berdampak langsung pada masyarakat sipil, sehingga meminta agar operasi militer dihentikan atau dibatasi.

Pernyataan tersebut juga ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Pangdam XVII/Cenderawasih agar menghentikan praktik intimidasi, penangkapan, dan penembakan terhadap warga sipil di wilayah konflik di Tanah Papua.

Situasi keamanan di Yahukimo dilaporkan masih dalam kondisi tegang seiring beredarnya pernyataan dan peringatan terbuka tersebut, sementara berbagai pihak menyerukan perlunya langkah-langkah yang mengedepankan perlindungan warga sipil.

https://papuanewsonline.com/tpnpb-ko...n-pos-militer-

Kalau diserang balik dicap pelanggaran HAMTPNPB Kodap XVI Yahukimo Keluarkan Peringatan Terkait Rencana Pendirian Pos Militer


tepsuzotAvatar border
tepsuzot memberi reputasi
1
78
1
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.2KThread1Anggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.