Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Presiden Tegaskan tidak Boleh Ada Kelaparan di Aceh, akan Membantu Semaksimal Mungkin
Presiden Tegaskan tidak Boleh Ada Kelaparan di Aceh, akan Membantu Semaksimal Mungkin
Presiden Tegaskan tidak Boleh Ada Kelaparan di Aceh, akan Membantu Semaksimal Mungkin
Tayang: Minggu, 7 Desember 2025 17:50 WIB
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim

zoom-inlihat fotoPresiden Tegaskan tidak Boleh Ada Kelaparan di Aceh, akan Membantu Semaksimal Mungkin
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
DAMPINGI PRESIDEN - Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Bireuen didampingi Bupati Bireuen H Mukhlis ST dan pejabat lainnya.
A-
A+
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak boleh ada kelaparan wilayah terdampak bencana banjir di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bireuen, H Mukhlis ST usai mendampingi kunjungan Presiden ke Bireuen, Minggu (7/12/2025).

Presiden bersama sejumlah menteri, Gubernur Aceh dan pejabat lainnya berkunjung ke Bireuen melihat jembatan Teupin Mane dan lokasi pengungsi di Balee Panah Juli.

Dalam kunjungan tersebut bupati mendampingi presiden. Sesekali terlihat menepuk bahu H Mukhlis dan berpegang tangan berjalan samping masjid ke kendaraan yang sudah disiapkan.

Sebelum naik kendaraan Presiden juga menyalami warga yang menunggu kedatangannya.

Usai kunjungan Presiden, H Mukhlis ST mengatakan, ia telah menyampaikan berbagai hal terkait dampak banjir di Bireuen mulai dari 28 jembatan besar dan kecil hancur, jalan rusak, sembilan irigasi rusak, sawah terbenam lumpur.

Kemudian 2.000 unit rumah rusak berat dan 3.000 lainnya rusak ringan serta berbagai kerusakan lainnya.

Selain itu, H Mukhlis ST mengatakan data dampak banjir bandang juga sudah diserahkan kepada Pak Presiden.

Usai mendengar kondisi Bireuen, Presiden mengatakan tidak boleh ada kelaparan di Bireuen.

Presiden akan mengupayakan semaksimal mungkin, ada daerah lain yang swasembada pangan masih bagus akan membantu daerah Bireuen semaksinal mungkin maupun daerah yang terdampak banjir.

Presiden juga menyampaikan akan mengirim bantuan pasca banjir.

H Mukhlis menambahkan, kondisi Bireuen yang porak-poranda tentunya tidak mampu ditangani sendiri dan sangat mengharapkan bantuan pemerintah pusat.

"Berbagai hal sudah saya sampaikan kepada Pak Presiden dan juga didengar para menteri," ujarnya. (*)


https://aceh.tribunnews.com/nanggroe...simal-mungkin.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim





Pengungsi di Aceh Menangis di Depan Prabowo: Sudah Diambil Sungai Rumah Saya, Pak
Presiden Tegaskan tidak Boleh Ada Kelaparan di Aceh, akan Membantu Semaksimal Mungkin
Seorang ibu pengungsi tak kuasa menahan tangis saat dihampiri oleh Presiden Prabowo.

Red: Mas Alamil Huda

Presiden Prabowo Subianto (kiri) menyapa anak-anak dan pengungsi di posko pengungsian Desa Belee Panah, Bireuen, Aceh, Ahad (7/12/2025).Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto saat menyambangi pengungsian di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, mendengarkan langsung jeritan hati beberapa pengungsi yang harta bendanya, termasuk rumahnya, hanyut terbawa derasnya arus banjir bandang. Di posko pengungsi Gampong Pante Baro, Kecamatan Juli, Bireuen, seorang ibu pengungsi tak kuasa menahan tangis saat dihampiri oleh Presiden Prabowo.

“Sudah diambil sungai Pak, rumah saya. Tidak ada lagi Pak, rumah,” kata ibu tersebut kepada Presiden Prabowo, Ahad (7/12/2025) siang.


Presiden Prabowo pun mendengarkan jeritan hati Ibu tersebut dan menepuk bahunya. “Sabar ya, sabar,” kata Presiden Prabowo menenangkan ibu tersebut.

Di tenda pengungsi yang sama, Presiden Prabowo kemudian menyalami satu per satu dari beberapa pengungsi yang memanggil-manggil nama Presiden. Presiden kemudian juga menghampiri seorang anak kecil, dan mencium kening seorang anak kecil yang turut mengungsi akibat rumahnya hanyut akibat banjir bandang.

Presiden Prabowo, dalam kunjungannya ke pengungsian di Kabupaten Bireuen, Aceh, mengecek langsung distribusi bantuan, termasuk layanan kesehatan di posko pengungsi, sarana MCK, dan pasokan air bersih, dan dapur umum.

Presiden Prabowo juga sempat mencicipi menu makan siang yang dimasak oleh prajurit TNI Kodam Iskandar Muda bersama relawan dan ibu-ibu pengungsi di Dapur Umum Tanggap Darurat di pengungsian.

“Ada sendok? Saya mau coba,” kata Presiden kepada ibu-ibu pengungsi saat mereka tengah menyiapkan makanan untuk para pengungsi.

Kemudian, ibu-ibu itu mengambilkan piring dan memasukkan nasi putih, sepotong ikan tongkol, dan tumis sayur kol lengkap dengan potongan wortel dan cabai.

“Pedes ya ini,” tanya Presiden yang kemudian menyantap menu makan siang di posko pengungsian Gampong Pante Baro, Bireuen.

Usai meninjau posko pengungsi di Bireuen, Prabowo melanjutkan perjalanan kembali ke Bandara Internasional Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, kemudian menuju Kota Banda Aceh.

Presiden Prabowo pada Ahad malam dijadwalkan memimpin rapat kabinet terbatas di Pangkalan Udara TNI AU Sultan Iskandar Muda bersama sejumlah pejabat membahas penanganan dampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Rapat tersebut rencananya diikuti oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Perumahan Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, dan Menteri Luar Negeri Sugiono.

Kemudian rencananya ada pula Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, KSAU Marsekal TNI M Tonny Harjono, Kepala BIN M Herindra, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Dirut PLN Darmawan Prasodjo, Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri, dan Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan Yusuf Jauhari.

https://news.republika.co.id/berita/...rumah-saya-pak


Bantuan Terus Berdatangan, Korban Banjir Pidie Jaya Kelaparan
Presiden Tegaskan tidak Boleh Ada Kelaparan di Aceh, akan Membantu Semaksimal Mungkin
Author
Al Bahri
07 Desember 2025, 13:58 WIB

Korban banjir di Pidie Jaya bertahan di salah satu posko pengungsian (Foto: Istimewa)
MEUREUDU - Bantuan logistik terus mengalir ke Pidie Jaya, Aceh, dari berbagai pihak. Ironisnya, masih terdapat korban banjir bandang yang mengaku kelaparan dan kedinginan. Warga menilai distribusi bantuan hingga ke tingkat gampong belum berjalan maksimal, sehingga banyak pengungsi belum tersentuh pasokan makanan yang layak.

Sejumlah korban kepada Aceh Online, Sabtu malam (6/12/2025) mengaku belum menerima bantuan cukup untuk bertahan di pengungsian. Mereka berharap pemerintah dan lembaga kemanusiaan dapat memastikan distribusi logistik menjangkau seluruh korban, terutama di daerah terpencil yang terdampak parah.

“Ke tempat kami sudah pernah sampai bantuan, tapi sudah habis. Jumlah pengungsi lebih dari seratus orang. Sekarang kami bertahan dengan seadanya. Air minum pun kami hemat-hemat karena stok sudah hampir habis,” kata Nazaruddin, salah satu pengungsi di Kecamatan Meurah Dua.

Dari laporan relawan, Fadli, muncul dugaan bahwa salah satu oknum keuchik (Kepala Desa) di Kecamatan Meurah Dua tidak membagikan bantuan langsung kepada warga, melainkan menyimpannya di rumah. Bantuan berupa beras, mie instan, dan air mineral.

“Beberapa warga di lokasi banjir mengaku hanya menerima sedikit bantuan, bahkan sebagian sama sekali tidak mendapatkan jatah makan. Kondisi ini membuat banyak pengungsi, termasuk anak-anak dan lansia, terancam kelaparan,” ujarnya.

Sementara itu di Kecamatan Ulim, seorang warga bernama Saifuddin menuturkan bahwa bantuan hanya sampai di dapur posko gampong. Itupun hanya berupa nasi putih dan mi instan sederhana yang bisa dimasak untuk para pengungsi.

“Warga sekarang serba salah. Mau pulang ke rumah tidak ada lagi bahan baku dan tempat memasak, karena beras sudah terendam banjir dan peralatan dapur banyak yang hanyut,” katanya.

Ia menambahkan, keuchik setempat bahkan sudah menggunakan uang pribadi selama tiga hari terakhir untuk membeli sembako agar dapur umum tetap hidup.

“Pak keuchik (Kepala Desa) sudah tidak berdaya lagi. Dia pakai uang pribadi dari hari pertama sampai ketiga supaya warga tetap bisa makan,” ujar Saifuddin.

Dari data yang dihimpun Aceh Online, sejumlah posko pengungsian di Pidie Jaya masih minim penyaluran bantuan. Di Kecamatan Panteraja, bantuan belum merata ke Posko Desa Lhok Puuk, Posko Desa Muka Blang, dan Posko Desa Hagu.

Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Bandar Dua, meliputi Posko Blang Kuta, Blang Dalam, Seunong, dan Pohroh. Sementara di Kecamatan Trienggadeng, Posko Deah Pangwa juga dilaporkan belum tersentuh bantuan memadai.

Kekurangan suplai logistik turut dirasakan di Kecamatan Jangka Buya, khususnya di Posko Gampong Cot dan Keude Jangka Buya. Situasi paling berat terjadi di Kecamatan Meurah Dua dengan sejumlah titik pengungsian seperti Gampong Lhok Sandeng, Balai Kantor Dinas PU Pidie Jaya, Meunasah Sarah Mane, Posko Seunong, Gampong Teungoh, dan Gampong Geunteng.

Di Kecamatan Ulim, beberapa posko seperti Tanjong Ulim, Ulim Tunong, dan Meunasah Kumbang juga belum menerima bantuan secara memadai, membuat para pengungsi harus bertahan dengan persediaan yang semakin menipis. [ ]
https://www.acehonline.co/news/bantu...paran/amp.html

kondisi di Aceh


ojol.jayaAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan ojol.jaya memberi reputasi
2
278
10
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
696.3KThread•59.5KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.