- Beranda
- Berita dan Politik
Ketika Bisikan Remaja SMA yang Membuka Tabir Pembunuhan Alvaro
...
TS
mabdulkarim
Ketika Bisikan Remaja SMA yang Membuka Tabir Pembunuhan Alvaro
Ketika Bisikan Remaja SMA yang Membuka Tabir Pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Muhammad-Reza-usai-mendatangi-rumah-duka-Alvaro-Kiano-Nugroho.jpg)
SAKSI PELAPOR - Muhammad Reza usai mendatangi rumah duka Alvaro Kiano Nugroho di Pesanggrahan, Selasa (25/11/2025).
TRIBUNBEKASI.COM, PESANGGRAHAN - Suasana haru menyelimuti rumah duka Alvaro Kiano Nugroho di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025).
Di antara pelayat, tampak seorang pria paruh baya bernama Muhammad Reza yang datang sambil menunduk. Dialah saksi pelapor yang ikut membantu membuka tabir pembunuhan tragis bocah enam tahun itu.
Reza menceritakan bahwa informasi soal dugaan pembunuhan awalnya ia dengar dari N, anak asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya. Cerita itu didapat N dari teman sekelasnya, yang rupanya adalah keponakan dari tersangka Alex Iskandar.
"Diceritakan oleh temannya. Temannya itu merupakan keponakan dari tersangka itu, soal pembunuhan," ujar Reza, usai melayat.
Menurut Reza, cerita tersebut sudah pernah ia dengar sejak September. Namun ia masih ragu untuk melapor karena belum mengetahui detail kejadian.
"Akhirnya kemarin seminggu yang lalu saya beranikan untuk melapor," tuturnya.
Reza lalu menyampaikan informasi itu kepada Polsek Pesanggrahan. Dari situlah proses penelusuran dimulai.
"Dari saya langsung menindaklanjuti ke Polsek. Dan akhirnya koordinasi Polsek dan kami, pelaku cepat tertangkap," ujarnya.
Reza mengaku terdorong melapor setelah melihat unggahan keluarga korban di media sosial. Ia merasa tersentuh dengan rasa kehilangan yang ditunjukkan orang tua dan kakek Alvaro.
"Karena saya merasa kasihan. Saya lihat di Instagram, rasa kemanusiaan saya muncul," katanya.
Saat membuat laporan, Reza membawa bukti awal berupa rekaman percakapan dengan ART dan anaknya yang pertama kali mendengar cerita dari keponakan tersangka. Meski tanpa CCTV, bukti itu membantu polisi mengidentifikasi pelaku dan menemukan keberadaan jenazah Alvaro.
Reza menambahkan bahwa adik tersangka tinggal di kompleks yang sama dengannya, meski ia tidak mengenal langsung Alex Iskandar. Ia memastikan tidak ada ancaman apa pun kepada saksi remaja yang mengetahui cerita tersebut.
"Ancaman tidak ada. Karena mereka kawan baik, satu kelas. Jadi ya baik-baik saja," ucapnya.
Setelah delapan bulan hilang sejak 6 Maret 2025, Alvaro akhirnya ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka. Polisi menangkap ayah tirinya, Alex Iskandar, pada Jumat (21/11/2025) dan menetapkannya sebagai tersangka.
Namun proses hukum itu tak berlangsung lama. Alex mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan pada Minggu (23/11/2025).
https://bekasi.tribunnews.com/jakart...-kiano-nugroho
Kenapa pihak yang mengetahui si N yang tak melapor malah pihak lain? Ketakutan kah?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Muhammad-Reza-usai-mendatangi-rumah-duka-Alvaro-Kiano-Nugroho.jpg)
SAKSI PELAPOR - Muhammad Reza usai mendatangi rumah duka Alvaro Kiano Nugroho di Pesanggrahan, Selasa (25/11/2025).
TRIBUNBEKASI.COM, PESANGGRAHAN - Suasana haru menyelimuti rumah duka Alvaro Kiano Nugroho di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025).
Di antara pelayat, tampak seorang pria paruh baya bernama Muhammad Reza yang datang sambil menunduk. Dialah saksi pelapor yang ikut membantu membuka tabir pembunuhan tragis bocah enam tahun itu.
Reza menceritakan bahwa informasi soal dugaan pembunuhan awalnya ia dengar dari N, anak asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya. Cerita itu didapat N dari teman sekelasnya, yang rupanya adalah keponakan dari tersangka Alex Iskandar.
"Diceritakan oleh temannya. Temannya itu merupakan keponakan dari tersangka itu, soal pembunuhan," ujar Reza, usai melayat.
Menurut Reza, cerita tersebut sudah pernah ia dengar sejak September. Namun ia masih ragu untuk melapor karena belum mengetahui detail kejadian.
"Akhirnya kemarin seminggu yang lalu saya beranikan untuk melapor," tuturnya.
Reza lalu menyampaikan informasi itu kepada Polsek Pesanggrahan. Dari situlah proses penelusuran dimulai.
"Dari saya langsung menindaklanjuti ke Polsek. Dan akhirnya koordinasi Polsek dan kami, pelaku cepat tertangkap," ujarnya.
Reza mengaku terdorong melapor setelah melihat unggahan keluarga korban di media sosial. Ia merasa tersentuh dengan rasa kehilangan yang ditunjukkan orang tua dan kakek Alvaro.
"Karena saya merasa kasihan. Saya lihat di Instagram, rasa kemanusiaan saya muncul," katanya.
Saat membuat laporan, Reza membawa bukti awal berupa rekaman percakapan dengan ART dan anaknya yang pertama kali mendengar cerita dari keponakan tersangka. Meski tanpa CCTV, bukti itu membantu polisi mengidentifikasi pelaku dan menemukan keberadaan jenazah Alvaro.
Reza menambahkan bahwa adik tersangka tinggal di kompleks yang sama dengannya, meski ia tidak mengenal langsung Alex Iskandar. Ia memastikan tidak ada ancaman apa pun kepada saksi remaja yang mengetahui cerita tersebut.
"Ancaman tidak ada. Karena mereka kawan baik, satu kelas. Jadi ya baik-baik saja," ucapnya.
Setelah delapan bulan hilang sejak 6 Maret 2025, Alvaro akhirnya ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka. Polisi menangkap ayah tirinya, Alex Iskandar, pada Jumat (21/11/2025) dan menetapkannya sebagai tersangka.
Namun proses hukum itu tak berlangsung lama. Alex mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan pada Minggu (23/11/2025).
https://bekasi.tribunnews.com/jakart...-kiano-nugroho
Kenapa pihak yang mengetahui si N yang tak melapor malah pihak lain? Ketakutan kah?
kakekane.cell memberi reputasi
1
633
4
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.5KThread•59.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya