- Beranda
- Berita dan Politik
Polda Jateng Tangkap 327 Pelaku Anarkisme, 7 Jadi Tersangka Kerusuhan
...
TS
SunDaimond
Polda Jateng Tangkap 327 Pelaku Anarkisme, 7 Jadi Tersangka Kerusuhan
Esposin, SEMARANG – Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda) Jateng menangkap sebanyak 327 pelaku tindakan anarkisme yang mayoritas masih remaja. Tujuh orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka, karena terbukti melakukan pengrusakan hingga pembakaran sejumlah fasilitas umum (Fasum) dan perkantoran di sepanjang Jalan Pahlawan Kota Semarang, kawasan Simpang Lima Semarang, dan kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, mengatakan 320 orang saat ini statusnya sebagai saksi. Sedangkan tujuh orang sisanya yaitu satu orang dewasa dan enam orang di bawah umur telah naik ke tahap penyidikan atau sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Rata-rata mereka ditangkap saat lakukan aksi rusuh dengan perbuatan anarkis berupa pelemparan, pengrusakan, kemudian mengganggu ketertiban umum,” kata Kombes Pol. Artanto di Mapolda Jateng, Minggu (31/8/2025).
Kendati telah dipulangkan, imbuh Kabidhumas, sebanyak 327 orang tersebut tetap dikenakan wajib lapor tiap Senin dan Kamis ke Direktorat Reserse Kriminan Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng. Kendati demikian, pihaknya tak merinci secara pasti wajib lapor ini berlaku hingga berapa hari.
Kendati telah dipulangkan, imbuh Kabidhumas, sebanyak 327 orang tersebut tetap dikenakan wajib lapor tiap Senin dan Kamis ke Direktorat Reserse Kriminan Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng. Kendati demikian, pihaknya tak merinci secara pasti wajib lapor ini berlaku hingga berapa hari.
“Campuran yang ditangkap, enggak hanya dari Kota Semarang. Ada luar, kota seperti Pati, Grobogan, Kendal,” imbuhnya.
Disinggung mengenai pengakuan seorang remaja yang ditangkap asal-asalan atau tak sedang melakukan tindakan anarkis, Kabihumas membantah pernyataan ini. Pihaknya mengklaim penangkapan dilakukan langsung di lokasi seusia para pelaku melakukan tindakan pengrusakan atau kerusuhan.
“Namanya pelaku anarkis, alasannya banyak: Cuma lewat, nonton-nonton saja. Namannya sudah anarkis, tak mugkin hanya lewat. Penangkapan anggota di lapangan itu tertangkap tangan saat lakukan pelemparan dan pengrusakan. Ada bukti, saksi,” tegasnya.
Sebelum ini, aksi solidaritas bela driver ojek online atau ojol di Kota Semarang, berakhir ricuh pada Jumat (29/8/2025) malam. Di area belakang atau parkir kompleks Gubernur Jateng misalnya, ada tiga mobil dan tiga motor hangus terbakar. Selain itu, pos satpam dan kantin juga ikut dibakar oleh sejumlah orang.
Di kawasan Simpang Lima, satu pos polisi ikut menjadi amukan massa. Sementara di sepanjang jalur protokol Jalan Pahlawan, kerusakan fasilitas publik tampak jelas diterpa lampu-lampu kendaraan yang melintas pelan. Pot-pot tanaman rusak, pagar pembatas jalan patah, rambu lalu lintas tercabut, dan pecahan kaca berserakan di mana-mana.
Suasana ketegangan dan pengrusakan pun masih berlanjut di sekitaran Jalan Pahlawan dan Mapolda Jateng hingga Sabtu (30/8/2025). Pada hari ke dua ini, aparat kepolisian menangkap ratusan orang.
Ts komentar:
Ternyata banyak "Orang tua" tidak tahu anak pergi kemana? sama siapa? temannya siapa?, pergaulan sama siapa ?
Ini bila salah pergaulan bisa jadi pecandu Narkotik, pengedar (Narkotika boy)bisa terlibat organisasi kriminal /organisasi kejahatan bahkan bisa terhasut untuk di gunakaan untuk membunuh sesorang (/ termasuk tuduhan pembunuhan), bahkan mungkin di jadikan penganten bom bunuh diri !
Saat ini di gunakan sebagai alat untuk membuat kerusuhan lain kali di gunakan sebagai alat untuk melakukan tindak kejahatan yang stratanya lebih tinggi.
Diubah oleh SunDaimond 01-09-2025 21:17
0
139
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.2KThread•58.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya