Kaskus

Games

sadelihasann21Avatar border
TS
sadelihasann21
JRPG Budget Menengah, Kualitas Bintang Lima
JRPG Budget Menengah, Kualitas Bintang Lima

JRPG Budget Menengah, Kualitas Bintang Lima


Banyak orang berpikir kualitas sebuah JRPG (Japanese Role-Playing Game) tergantung dari besarnya dana dan nama besar publisher. Padahal, kenyataannya nggak selalu begitu. Di balik hingar-bingar game AAA seperti Final Fantasy XVIatau Tales of Arise, ada game-game AA — bujet menengah, tim kecil, tapi penuh passion — yang justru menawarkan pengalaman bermain lebih berkesan dan orisinal.

Berikut 5 game JRPG AA yang diam-diam mengalahkan banyak JRPG AAA dalam hal cerita, gameplay, dan rasa eksplorasi.

1. Chained Echoes (2022) – Cinta Mati untuk JRPG 16-bit, Diramu Modern
Kenapa lebih bagus dari banyak AAA:

JRPG Budget Menengah, Kualitas Bintang Lima

Chained Echoes


Dibuat oleh satu orang (!) asal Jerman, Chained Echoesadalah surat cinta ke era Chrono Trigger dan Final Fantasy VI. Tapi ini bukan sekadar nostalgia: sistem turn-based yang cepat dan tak membosankan, cerita serius tanpa filler, serta worldbuilding yang matang membuatnya terasa seperti karya Square Enix… saat masih di masa keemasan.

Kelebihan utama:
[ul][li]Tidak ada random battle.[/li][li]Musik dan visual pixel art yang penuh detail.[/li][li]Cerita bercabang yang emosional.[/li][/ul]Bandingkan dengan:
Banyak JRPG AAA sekarang mengorbankan pacing cerita demi “cinematic cutscene.” Chained Echoes fokus ke pengalaman gameplay dan cerita yang padat.

2. Edge of Eternity (2021) – Ambisi Besar dari Studio Kecil
Kenapa lebih bagus dari banyak AAA:

JRPG Budget Menengah, Kualitas Bintang Lima

Edge of Eternity


Game ini dibuat oleh Midgar Studio, tim kecil dari Prancis yang namanya terinspirasi langsung dari Final Fantasy VII. Walaupun punya keterbatasan dana, Edge of Eternitymenyuguhkan dunia open-world yang luas, sistem pertarungan taktis, dan musik dari Yasunori Mitsuda (komposer Chrono Trigger dan Xenogears).

Kelebihan utama:
[ul][li]Combat sistem campuran antara turn-based dan grid tactics.[/li][li]Dunia sci-fi fantasy yang jarang disuguhkan dalam JRPG modern.[/li][li]Banyak pilihan moral yang berpengaruh ke cerita.[/li][/ul]Bandingkan dengan:
Sementara banyak AAA terlalu fokus pada visual fotorealistik, Edge of Eternity lebih mengedepankan imajinasi dan nuansa eksplorasi.

3. Cris Tales (2021) – Tiga Waktu dalam Sekali Layar
Kenapa lebih bagus dari banyak AAA:

JRPG Budget Menengah, Kualitas Bintang Lima

Cris Tales


Game buatan studio Kolombia ini hadir dengan premis yang unik: kamu bisa melihat masa lalu, sekarang, dan masa depan dalam satu layar saat menjelajah maupun bertarung. Visual bergaya 2D animasi tangan dan narasi bertema waktu membuatnya standout.

Kelebihan utama:
[ul][li]Mekanik waktu yang benar-benar inovatif.[/li][li]Visual storybook yang indah dan artistik.[/li][li]Banyak keputusan pemain mempengaruhi akhir cerita.[/li][/ul]Bandingkan dengan:
Game AAA sering terjebak dalam visual gelap atau realistis. Cris Talesmenunjukkan bahwa desain artistik dan imajinatif bisa jauh lebih memikat.

4. Lost Eidolons (2022) – JRPG Taktikal dengan Rasa Fire Emblem
Kenapa lebih bagus dari banyak AAA:

JRPG Budget Menengah, Kualitas Bintang Lima

Lost Eidolons


Meski dari developer indie Ocean Drive Studio, Lost Eidolonsberhasil menghadirkan vibe Fire Emblem versi barat. Ceritanya memang klasik soal pemberontakan kerajaan, tapi eksekusinya rapi. Mekanik strateginya padat dan penuh tantangan tanpa perlu cinematic 4K.

Kelebihan utama:
[ul][li]Sistem pertarungan grid taktis yang dalam.[/li][li]Banyak kustomisasi skill dan unit.[/li][li]Fokus pada taktik, bukan grafis mewah.[/li][/ul]Bandingkan dengan:
AAA seperti Valkyria Revolution punya presentasi menarik tapi gameplay-nya terlalu disederhanakan. Lost Eidolons justru tetap setia pada kompleksitas.

5. Astria Ascending (2021) – Estetika Cantik, Sistem Job Mendalam
Kenapa lebih bagus dari banyak AAA:

JRPG Budget Menengah, Kualitas Bintang Lima

Astria Ascending


Astria Ascending hadir dengan visual 2D yang seperti lukisan hidup. Meskipun battle-nya turn-based klasik, sistem job tree dan build karakternya cukup dalam. Ceritanya ditulis oleh Kazushige Nojima (FFVII, FFX), menjadikan narasinya layak untuk diikuti hingga akhir.

Kelebihan utama:
[ul][li]Ilustrasi tangan penuh warna dan detail.[/li][li]Musik dari Hitoshi Sakimoto (Final Fantasy Tactics).[/li][li]Endgame dan boss optional yang benar-benar menantang.[/li][/ul]Bandingkan dengan:
Sementara banyak AAA memilih aksi real-time, Astria Ascendingtetap setia dengan filosofi turn-based dan memperkuatnya dengan sistem job kompleks.

Passion Bisa Mengalahkan Produksi Massal
Game AAA memang megah, tapi belum tentu lebih baik. Dalam sepuluh tahun terakhir, banyak JRPG AA menunjukkan bahwa dengan ide segar, sistem solid, dan narasi kuat, mereka bisa mengalahkan game-game dengan bujet raksasa.
Kalau kamu penggemar JRPG sejati, game-game ini wajib kamu jajal. Siapa tahu justru game “kecil” inilah yang bakal meninggalkan bekas paling dalam.

Kalau kamu mau artikel ini diubah jadi versi blog SEO-friendly (judul meta, deskripsi meta, tag internal, dll), tinggal bilang ya! Atau kalau kamu mau rekomendasi hidden gem JRPG lainnya, aku juga siap bantu.

Baca Artikel Bola Voli Terlengkap disini

Spoortzoomid

0
21
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Zona Gamer
Zona Gamer
408Thread1.8KAnggota
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.