- Beranda
- Zona Gamer
“Main Game Juga Butuh Keringat?”: Saatnya Esports Buktikan Diri
...
TS
sadelihasann21
“Main Game Juga Butuh Keringat?”: Saatnya Esports Buktikan Diri
Dulu, kalau ngomongin olahraga, yang terbayang pasti lari, angkat besi, atau minimal keringetan di lapangan. Tapi sekarang? Esports—yang cuma butuh mouse, keyboard, atau layar sentuh—mulai dilirik sebagai cabang olahraga sejati. Pertanyaannya: kalau nggak bikin keringat, apa masih pantas disebut olahraga?
Yuk, kita bahas! Apakah aktivitas fisik itu penting dalam ranah esports? Dan kalau iya, sejauh mana perannya dalam membuat esports makin diakui? T1R4I-77
Apa Sebenarnya Definisi "Olahraga"?
Sebelum menghakimi, mari balik ke dasar. Secara umum, olahraga mencakup tiga elemen utama:
[ol][li]Kompetisi[/li][li]Keterampilan dan strategi[/li][li]Latihan dan usaha untuk performa optimal[/li][/ol]Esports jelas punya semuanya. Tapi yang bikin orang skeptis adalah komponen fisik. Banyak yang bilang, “Main game cuma duduk doang, mana bisa disamain sama atlet bola atau bulu tangkis?”
Padahal, fisik di esports tidak sesederhana itu.
Aktivitas Fisik dalam Esports: Perlu atau Tidak?
Jawabannya: perlu, bahkan krusial.
Esports memang tidak menuntut otot besar atau sprint 100 meter. Tapi atlet esports dituntut punya:
[ul][li]Refleks super cepat[/li][li]Konsentrasi tinggi selama berjam-jam[/li][li]Koordinasi tangan-mata yang presisi[/li][li]Stamina mental dan fisik untuk pertandingan panjang[/li][/ul]Tanpa tubuh yang bugar, kemampuan itu bakal drop drastis.
Studi Kasus: Tim-Tim Profesional Sudah Melakukannya
Tim-tim esports profesional seperti T1 (Korea), Team Liquid, hingga ONIC Esports sudah memasukkan program latihan fisik dalam jadwal harian mereka. Mulai dari:
[ul][li]Jogging ringan[/li][li]Latihan beban ringan untuk postur dan daya tahan[/li][li]Yoga atau stretching untuk menjaga mobilitas dan mencegah cedera[/li][li]Latihan pernapasan untuk mengontrol stres saat pertandingan[/li][/ul]Faktanya, atlet esports bisa mengalami kelelahan otot, sindrom carpal tunnel, hingga masalah tulang belakang jika tidak menjaga kebugaran fisik.
Bonus Tambahan: Aktivitas Fisik Tingkatkan Performa
Latihan fisik bukan cuma bikin sehat. Penelitian menunjukkan:
[ul][li]Olahraga ringan bisa meningkatkan fokus dan kewaspadaan.[/li][li]Endorfin dari olahraga membantu menjaga mood, mengurangi stres saat kalah.[/li][li]Tidur jadi lebih berkualitas, artinya reaksi saat game juga makin tajam.[/li][/ul]Esports itu bukan cuma “main game”. Ini tentang strategi, adaptasi cepat, dan daya tahan tekanan. Dan semua itu butuh tubuh yang siap tempur.
Kalau Nggak Aktif Fisik, Esports Bisa Gagal Diakui
Salah satu tantangan terbesar esports untuk masuk sebagai cabang resmi di ajang seperti Olimpiade adalah kurangnya komponen fisik yang terlihat. Komite Olimpiade Internasional (IOC) masih mempertanyakan, “Mana unsur olahraga dalam esports?”
Jadi, jika esports ingin naik kasta, aktivitas fisik harus jadi bagian budaya atletnya, bukan sekadar formalitas.
Kesimpulan: Saatnya Esports Berkeringat
Bukan berarti pemain esports harus punya six-pack kayak atlet MMA. Tapi mengintegrasikan latihan fisik sebagai standar profesional adalah langkah strategis—bukan cuma demi pengakuan dari dunia luar, tapi juga untuk performa maksimal dalam pertandingan.
Jadi buat kamu yang mimpi jadi pro player, jangan cuma jago mekanik—tapi juga jaga fisik. Karena di masa depan, atlet esports yang hebat bukan cuma yang jago aim, tapi juga yang kuat mental dan tahan tekanan.
Baca Artikel Bola Voli Terlengkap disini
Spoortzoomid
Yuk, kita bahas! Apakah aktivitas fisik itu penting dalam ranah esports? Dan kalau iya, sejauh mana perannya dalam membuat esports makin diakui? T1R4I-77
Apa Sebenarnya Definisi "Olahraga"?
Sebelum menghakimi, mari balik ke dasar. Secara umum, olahraga mencakup tiga elemen utama:
[ol][li]Kompetisi[/li][li]Keterampilan dan strategi[/li][li]Latihan dan usaha untuk performa optimal[/li][/ol]Esports jelas punya semuanya. Tapi yang bikin orang skeptis adalah komponen fisik. Banyak yang bilang, “Main game cuma duduk doang, mana bisa disamain sama atlet bola atau bulu tangkis?”
Padahal, fisik di esports tidak sesederhana itu.
Aktivitas Fisik dalam Esports: Perlu atau Tidak?
Jawabannya: perlu, bahkan krusial.
Esports memang tidak menuntut otot besar atau sprint 100 meter. Tapi atlet esports dituntut punya:
[ul][li]Refleks super cepat[/li][li]Konsentrasi tinggi selama berjam-jam[/li][li]Koordinasi tangan-mata yang presisi[/li][li]Stamina mental dan fisik untuk pertandingan panjang[/li][/ul]Tanpa tubuh yang bugar, kemampuan itu bakal drop drastis.
Studi Kasus: Tim-Tim Profesional Sudah Melakukannya
Tim-tim esports profesional seperti T1 (Korea), Team Liquid, hingga ONIC Esports sudah memasukkan program latihan fisik dalam jadwal harian mereka. Mulai dari:
[ul][li]Jogging ringan[/li][li]Latihan beban ringan untuk postur dan daya tahan[/li][li]Yoga atau stretching untuk menjaga mobilitas dan mencegah cedera[/li][li]Latihan pernapasan untuk mengontrol stres saat pertandingan[/li][/ul]Faktanya, atlet esports bisa mengalami kelelahan otot, sindrom carpal tunnel, hingga masalah tulang belakang jika tidak menjaga kebugaran fisik.
Bonus Tambahan: Aktivitas Fisik Tingkatkan Performa
Latihan fisik bukan cuma bikin sehat. Penelitian menunjukkan:
[ul][li]Olahraga ringan bisa meningkatkan fokus dan kewaspadaan.[/li][li]Endorfin dari olahraga membantu menjaga mood, mengurangi stres saat kalah.[/li][li]Tidur jadi lebih berkualitas, artinya reaksi saat game juga makin tajam.[/li][/ul]Esports itu bukan cuma “main game”. Ini tentang strategi, adaptasi cepat, dan daya tahan tekanan. Dan semua itu butuh tubuh yang siap tempur.
Kalau Nggak Aktif Fisik, Esports Bisa Gagal Diakui
Salah satu tantangan terbesar esports untuk masuk sebagai cabang resmi di ajang seperti Olimpiade adalah kurangnya komponen fisik yang terlihat. Komite Olimpiade Internasional (IOC) masih mempertanyakan, “Mana unsur olahraga dalam esports?”
Jadi, jika esports ingin naik kasta, aktivitas fisik harus jadi bagian budaya atletnya, bukan sekadar formalitas.
Kesimpulan: Saatnya Esports Berkeringat
Bukan berarti pemain esports harus punya six-pack kayak atlet MMA. Tapi mengintegrasikan latihan fisik sebagai standar profesional adalah langkah strategis—bukan cuma demi pengakuan dari dunia luar, tapi juga untuk performa maksimal dalam pertandingan.
Jadi buat kamu yang mimpi jadi pro player, jangan cuma jago mekanik—tapi juga jaga fisik. Karena di masa depan, atlet esports yang hebat bukan cuma yang jago aim, tapi juga yang kuat mental dan tahan tekanan.
Baca Artikel Bola Voli Terlengkap disini
Spoortzoomid
0
37
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Zona Gamer
408Thread•1.8KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya