Kaskus

Hobby

  • Beranda
  • ...
  • Health
  • 6 Gejala Parah Monkeypox yang Perlu Kamu Waspadai!

witrinasuha3173Avatar border
TS
witrinasuha3173
6 Gejala Parah Monkeypox yang Perlu Kamu Waspadai!

6 Gejala Parah Monkeypox yang Perlu Kamu Waspadai!

ilustrasi/freepik

Monkeypox atau cacar monyet merupakan penyakit yang disebabkan oleh keluarga Poxviridae, genus Orthopoxvirus. Virus ini semula ditemukan pada monyet, akan tetapi dapat menular ke manusia. Kini, wabah Monkeypox tengah menjadi isu kesehatan global yang diwaspadai oleh seluruh negara, termasuk di Indonesia.

Mengutip dari pemberitaan TribunHealth, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia baru-baru ini merilis data terbaru mengenai kasus konfirmasi Mpox di Tanah Air. Sejak 2022 hingga 17 Agustus 2024, tercatat sebanyak 88 kasus konfirmasi Mpox di Indonesia.

Kasus Mpox tersebar di sejumlah wilayah. Sebanyak 59 kasus konfirmasi ditemukan di Jakarta; 13 kasus di Jawa Barat; 9 kasus konfirmasi di Banten; 3 kasus konfirmasi di Jawa Timur; 3 kasus konfirmasi di Yogyakarta; dan 1 kasus konfirmasi di Kepulauan Riau. Adapun periode kasus terbanyak terjadi pada Oktober 2023.




Gejala umum Mpox biasanya ditandai dengan ruam kulit atau lesi mukosa yang dapat berlangsung 2–4 minggu disertai demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung, energi rendah, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Berikut deretan gejala parah dari mpox yang perlu diwaspadai sebagaimana dikutip dari laman TribunHealth.


Peradangan di Rektum

Ruam Mpox bisa menyebar ke berbagai area seperti wajah, telapak tangan, telapak kaki, selangkangan, serta area genital atau anus. Lesi juga dapat muncul di mulut, tenggorokan, anus, rektum, vagina, atau mata.

Beberapa individu mungkin mengalami proktitis, yaitu peradangan pada rektum yang dapat menimbulkan rasa sakit yang hebat, serta peradangan pada organ genital yang dapat menyulitkan proses buang air kecil.

Peradangan Otak

Ensefalitis adalah komplikasi langka dari infeksi virus cacar monyet. Pasien dengan kondisi yang dikenal sebagai PVEM (Encephalomyelitis Terkait Picornavirus) sering mengalami gejala neurologis pada minggu kedua, seperti ensefalitis (peradangan otak), mielitis (peradangan sumsum tulang belakang), dan meningitis (peradangan selaput otak dan sumsum tulang belakang).

Penelitian menunjukkan bahwa virus mungkin tidak langsung menyebabkan gejala neurologis, melainkan memicu respons imun yang secara keliru menyerang mielin, lapisan pelindung serabut saraf, yang mengakibatkan peradangan dan kerusakan.

Infeksi Parah dari Lesi Kulit

Komplikasi Mpox yang jarang dibahas adalah infeksi bakteri serius yang bisa terjadi akibat lesi kulit. Menurut PMC Mpox Collection, lesi kulit yang mengalami ulserasi dapat menjadi jalur masuk bagi infeksi bakteri, yang dapat meningkatkan morbiditas pada pasien.

Infeksi Paru-paru

Mpox dapat menyebabkan komplikasi pernapasan pada kelompok rentan, dengan gejala seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, dispnea, radang amandel akut, dan bronkopneumonia. Komplikasi ini lebih umum terjadi pada orang yang tidak divaksinasi, memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, atau mengidap HIV.

Peradangan Otot Jantung

Mpox juga dapat memengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah. Miokarditis, yaitu peradangan otot jantung, dapat menyebabkan nyeri dada, sesak napas, dan detak jantung yang cepat atau tidak teratur. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan pada miokardium, lapisan otot jantung, yang meningkatkan risiko gagal jantung, kardiomiopati dilatasi, dan aritmia akut.

Masalah Mata

Walaupun masalah mata ringan akibat virus monkeypox, seperti konjungtivitis, blefaritis, dan lesi konjungtiva vokal biasanya sembuh sendiri, dalam beberapa kasus yang jarang, kondisi ini bisa berkembang menjadi ulserasi kornea, fotofobia, dan keratitis, yang bisa mengganggu penglihatan atau bahkan menyebabkan kehilangan penglihatan.


0
363
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Health
Health
KASKUS Official
25.2KThread12.9KAnggota
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.