Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

rchmtpAvatar border
TS
rchmtp
Tanda-tanda Orang yang Sedang Merendahkan Kita: Yuk, Kenali Supaya Nggak Baper!
Kadang kita ngerasa ada yang nggak enak dalam pertemanan atau lingkungan kerja. Nah, bisa jadi ada yang lagi ngerendahin kita, tapi kita nggak sadar. Supaya nggak kebawa perasaan alias baper, yuk kenali tanda-tandanya biar kita bisa ambil langkah yang tepat.

1. Komentar Sinis dan Sarkastis

Kalau ada temen yang sering banget kasih komentar sinis atau sarkastis, hati-hati. Misalnya, kita cerita soal pencapaian kita, terus mereka bilang, "Oh, hebat ya, padahal aku kira kamu nggak bisa." Maksudnya jelas ngeremehin, kan?

2. Sering Membandingkan dengan Orang Lain

Ini juga sering kejadian. Misalnya, kita lagi happy cerita soal promosi, terus ada yang bilang, "Iya sih, tapi si A lebih hebat, dia langsung jadi manager." Membandingkan kayak gini bikin kita ngerasa nggak ada apa-apanya.

3. Mengabaikan Opini atau Ide Kita

Dalam diskusi, ide atau pendapat kita sering banget diabaikan. Orang yang ngerendahin biasanya suka bilang, "Ah, ide kamu kayaknya nggak realistis deh," padahal belum tentu mereka lebih tahu.

4. Sering Mengkritik tanpa Alasan yang Jelas

Kritik itu penting buat kemajuan, tapi kalau ada orang yang sering banget kritik tanpa alasan jelas, bisa jadi dia lagi ngerendahin. Misalnya, "Kamu tuh selalu salah deh," tanpa kasih penjelasan kenapa kita salah.

5. Memanipulasi atau Meremehkan Prestasi Kita

Ada juga yang suka banget ngeremehin prestasi kita dengan bilang, "Ah, itu mah gampang," atau "Aku juga bisa kalau aku mau." Padahal, prestasi kita kan hasil kerja keras.

6. Bercanda yang Menyinggung

Bercanda sih oke, tapi kalau sering banget bercanda yang nyinggung perasaan, kita harus waspada. Misalnya, "Ih, kamu kok gemukan sih? Nggak takut patah kalau duduk?" Padahal maksudnya bukan buat lucu-lucuan.

7. Ngasih Nasihat yang Meremehkan

Ada orang yang suka sok bijak, padahal nasihatnya ngerendahin. Misalnya, "Kamu nggak usah ambisius deh, nanti stress," padahal kita cuma cerita mau belajar sesuatu yang baru.

8. Mengambil Keputusan Tanpa Melibatkan Kita

Kalau sering ada keputusan penting yang diambil tanpa melibatkan kita, berarti kita nggak dianggap penting. Misalnya, dalam tim kerja, semua orang diajak meeting kecuali kita.

9. Sikap dan Bahasa Tubuh yang Menunjukkan Ketidakpedulian

Selain kata-kata, bahasa tubuh juga bisa jadi tanda. Misalnya, sering melengos, nggak mau tatap mata, atau sering memotong pembicaraan kita. Ini nunjukin kalau mereka nggak respect sama kita.

10. Menggunakan Panggilan atau Julukan yang Merendahkan

Panggilan atau julukan yang merendahkan juga bisa jadi tanda. Misalnya, dipanggil dengan nama-nama yang nggak kita suka atau julukan yang bikin kita ngerasa kecil.


Cara Menghadapi Orang yang Merendahkan Kita

1. Tetap Tenang: Jangan langsung baper atau emosi. Tarik nafas, biar kita bisa mikir jernih.

2. Jaga Jarak: Kalau bisa, hindari terlalu sering berinteraksi sama mereka.

3. Komunikasikan dengan Baik: Sampaikan perasaan kita dengan cara yang baik dan asertif. Bilang aja kalau kita nggak nyaman dengan sikap mereka.

4. Cari Dukungan: Cerita sama temen atau orang yang kita percaya, biar kita nggak ngerasa sendirian.

5. Fokus pada Diri Sendiri: Jangan biarkan omongan negatif mereka mempengaruhi kita. Fokus pada pengembangan diri dan prestasi kita sendiri.

Ingat, kita punya hak buat dihargai dan diperlakukan dengan baik. Jadi, jangan biarkan orang lain ngerendahin kita dan bikin kita ngerasa nggak berharga. Tetap semangat, ya!
reshafandyAvatar border
agusn6778Avatar border
imerdeka312293Avatar border
imerdeka312293 dan 16 lainnya memberi reputasi
17
2.7K
55
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the HeartKASKUS Official
31.8KThread43.7KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.