Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

littlesmithAvatar border
TS
littlesmith 
Christmas Truce: Gencatan Senjata Natal pada Perang Dunia I
Semua menjadi tenang di front barat pada bulan Desember 1914, ketika gencatan senjata spontan terjadi antara tentara musuh yang menghabiskan liburan berperang. Mereka mendekorasi, bertukar hadiah, dan bahkan bermain sepak bola. 


Spoiler for Pic:





Hai agan-agan dan sista-sista, sudah pada tau nggak sih tentang Gencatan Senjata Natal di Perang Dunia I?

Awalnya, pada tanggal 7 Desember 1914, Paus Benediktus XV ngasih saran buat berhenti sebentar baku tembak buat merayakan Natal. Eh, para tentara di Front Barat malah merespon dengan gencatan senjata sendiri di Hari Natal. Jerman sama Inggris yang lagi bertempur kala itu, tiba-tiba jadi baik banget. Mereka saling menghormati dan saling berbagi hadiah, bener-bener suasana Natal yang damai dan penuh kebaikan.

Gencatan senjata ini juga terjadi di Front Barat selama dua hari, dari tanggal 24 Desember 1914 sampai 25 Desember 1914. Nggak bisa dipungkiri, momen ini benar-benar bikin kangen rumah, keluarga, dan orang-orang terkasih. Di tengah perang, para tentara bisa sejenak melupakan konflik dan merasakan kedamaian Natal. Bayangin aja, di tengah hiruk-pikuk peperangan, mereka bisa saling bernyanyi lagu Natal dan bahkan main sepak bola bareng. Bener-bener mengesankan!


Louie Johnson, seorang perawat Inggris, ingat bagaimana orang memberinya hadiah sederhana, seperti sebungkus rokok atau syal, untuk diberikan kepada tentara. Perawat Jerman Anna von Mildenburg mengatakan hal ini pada Natal 1914: “Gambaran itu akan tetap bersama kita selamanya, bagaimana kita semua berdiri di antara para prajurit, tangan terlipat erat. Dan dengan kerlap-kerlip lilin pohon Natal, dalam aroma pohon cemara yang berkilauan, kami menyanyikan dengan lembut lagu lama tercinta, mengirimkannya sebagai doa yang sungguh-sungguh, permohonan yang tulus: Damai bagi manusia di Bumi.”

Menjelang malam Natal, pasukan Jerman mulai membuka bungkus kado dari rumah, dan banyak di antaranya yang dikirimi pohon Natal dengan lilin. Saat tentara Jerman menyalakan lentera mereka dan memajangnya di tepi parit, nyanyian lagu Natal terdengar . Tak lama kemudian, pasukan Inggris dan Prancis bergabung. Ucapan selamat Natal dan ucapan selamat disampaikan, dan tawaran gencatan senjata sementara dikomunikasikan di antara parit .

Ketakutan dan ketidakpercayaan memberi jalan bagi kemanusiaan. Saat matahari terbit di pagi hari Natal, pasukan dari kedua belah pihak dengan ragu-ragu keluar ke tanah tak bertuan. Pasukan mulai saling menyapa, dan pesan serta hadiah saling bertukar. Di sejumlah tempat,topi dan jaket menjadi tiang gawang, ketika pertandingan sepak bola spontan terjadi, setidaknya satu di antaranya diduga dimenangkan oleh pemain Jerman itu dengan skor 3-2 .



Spoiler for Pic:






Oh iya, buat ngasih penghormatan buat peristiwa bersejarah ini, pada tahun 1999 didirikanlah sebuah salib dekat Ypres di Belgia. Di salib itu tertulis "1914-The Khaki Chum's Christmas Truce-1999-85 Years-Lest We Forget". Jadi, kita diingetin buat nggak melupakan gencatan senjata Natal ini dan terus menghargai perdamaian.

Jadi gitu, cerita tentang Gencatan Senjata Natal di Perang Dunia I. Nggak kebayang kan gimana suasana Natal yang bisa menghadirkan kedamaian di tengah peperangan? Semoga kita juga bisa merasakan suasana Natal yang damai dan penuh cinta kasih. Selamat Natal, agan-agan dan sista-sista!



Sumber :
1
2
blacklegsanjaiAvatar border
hermionelynchAvatar border
indrag057Avatar border
indrag057 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
286
9
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
Sejarah & XenologyKASKUS Official
6.5KThread10.6KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.