Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

  • Beranda
  • ...
  • Militer
  • Untuk Pertama Kali, Drone WZ-7 Tertangkap Kamera Sedang Keluyuran di Dekat Filipina

si.matamalaikatAvatar border
TS
si.matamalaikat
Untuk Pertama Kali, Drone WZ-7 Tertangkap Kamera Sedang Keluyuran di Dekat Filipina
Quote:


Setelah Amerika mengirim Typhon Weapon System komplit dengan rudal Tomahawk pada 7 April lalu, China mulai merespon dengan menerbangkan drone WZ-7 Xianglong (Soar Dragon)di dekat negara tersebut. Foto penampakan WZ-7 diambil oleh Raffy Tima, seorang wartawan Filipina yang bekerja untuk GMA News. Foto itu diambil pada Selasa (16/04/2024) di Laut Filipina Barat ketika matahari hendak terbenam.

Dalam keterangannya di X, Tima mengatakan foto diambil saat menghadiri acara yang diselenggarakan Philippine Bureau of Fisheries and Aquatic Resources (BFAR) Livelihood Activities. Acara ini merupakan program untuk membantu meningkatkan hasil tangkapan nelayan lokal. Program tersebut kemudian dinamai Enhance Fisheries Yields and Economic Gains from the West Philippine Sea (LAYAG-WPS). Saaat acara berlangsung sang reporter melihat jalur penerbangan yang aneh di langit, kemudian dia memfotonya.

Selain kemunculan pertama WZ-7 yang terbang di atas Laut Filipina Barat, hal ini tampaknya menjadi bukti kuat pertama bahwa drone tersebut beroperasi di Laut China Selatan secara umum. Menurut laporan The War Zone, terdapat indikasi kuat bahwa Soaring Dragon telah terbang di wilayah ini setidaknya sejak akhir tahun 2022. Waktu itu muncul penampakan WZ-7 yang tampaknya mengarah ke barat di atas provinsi Guangdong di tenggara China, yang terletak tepat di tepi utara Laut China Selatan. Citra satelit juga menunjukkan WZ-7 mendarat di Pangkalan Udara Shadi di Guangdong. Tapi, hal tersebut belum bisa menguatkan klaim penampakan WZ-7 beroperasi di Filipina.

Quote:


Pada artikel yang sempat TS tulis, disebutkan WZ-7juga terbang di atas Laut Jepang untuk pertama kali pada 26 Maret 2024 lalu, sebagai tanggapan, Kementerian Pertahanan Jepang mengutus F-15J untuk mengawasi drone tersebut. Dengan ketinggian terbang jelajah sekitar 60.000 kaki, maka WZ-7 cocok digunakan untuk misi pengintaian jarak jauh. Sementara jarak yang bisa ditempuh mencapai 7.000 km dengan kecepatan maksimal 750 km/jam serta kapasitas payload 650 kg.

Drone ini merupakan drone tipe HALE (High Altitude Long Endurance), WZ-7 punya daya tahan terbang yang lama seperti RQ-4 Global Hawk buatan AS. Untuk WZ-7 punya daya tahan terbang 10 jam yang dioptimalkan untuk misi intelligence, surveillance, and reconnaissance (ISR). Untuk sensor yang dipakai WZ-7 untuk misi ISR sampai saat ini masih belum diketahui jenisnya. Menurut beberapa laporan media, sensor ini bersifar modular dapat ditukar dengan sensor jenis lainnya.

The War Zone mengatakan jika pusat utama operasi WZ-7 adalah Pangkalan Udara Shuangliao di timur laut China. Sejak pesawat jenis ini pertama kali memasuki layanan pada akhir tahun 2010-an, Soar Dragon telah jalan-jalan di sekitar Selat Taiwan, di wilayah udara di sepanjang perbatasan negara tersebut dengan India serta yang terbaru di lepas pantai Jepang.

Quote:


Punya kemampuan terbang di ketinggian yang tinggi, memberikan WZ-7 jangkauan pandang yang sangat jauh. Hal ini membuat Soar Dragon banyak digunakan untuk misi pengawasan di atas air dalam jangka panjang seperti membayangi kapal perang asing dan memberikan kesadaran situasional tambahan di ruang pertempuran untuk kelompok tempur kapal induk China. Selain itu, done juga digunakan untuk misi pengawasan di darat. Tergantung pada konfigurasi dan kemampuan rangkaian sensornya, WZ-7 mungkin juga dapat mengintip ke area tertentu dari wilayah udara internasional; seperti Luzon dari Laut Filipina Barat.

Kuat dugaan kehadiran WZ-7 adalah untuk memata-matai keberadaan Typhon Weapon System yang telah ditempatkan Amerika di Luzon Utara. China wajib memantau keberadaan sistem ini, karena seandainya skenario buruk terjadi, Typhon bisa meluncurkan rudal Tomahawk dari wilayah Filipina untuk menggasak pangkalan militer China yang jaraknya sekitar 1.000 km dari Filipina. Angkatan Darat AS saat ini sedang mencari pangkalan Typhon yang lebih permanen, serta aset serangan jarak jauh berbasis darat lainnya di dekat China. Munculnya wacana tersebut membuat WZ-7 akan semakin sering terlihat di kawasan Indo-Pasifik dalam beberapa bulan mendatang.



-----------------




Referensi Tulisan: The War Zone
Sumber Foto: sudah tertera
69banditosAvatar border
syaikhalAvatar border
krukovAvatar border
krukov dan 4 lainnya memberi reputasi
5
933
15
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
MiliterKASKUS Official
20KThread7.1KAnggota
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.