Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

  • Beranda
  • ...
  • Militer
  • Profil Emad: Rudal Balistik Iran yang Ditembak Jatuh Israel di Laut Mati

si.matamalaikatAvatar border
TS
si.matamalaikat
Profil Emad: Rudal Balistik Iran yang Ditembak Jatuh Israel di Laut Mati
Quote:


Pada Sabtu malam (13/04/2024), Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel menggunakan berbagai drone dan rudal balistik. Karena serangan dilakukan saat malam, jadi sulit untuk mengidentifikasi drone dan rudal yang diluncurkan. Baru ketika hari sudah terang, kita bisa mengidentifikasi sebagian senjata yang digunakan Iran. Salah satunya adalah ditemukannya boosterrudal balistik Emad yang jatuh di Laut Mati. Sehari setelah serangan besar diluncurkan, pasukan Israel mengevakuasi booster rudal yang berukursn besar tersebut dari perairan.

Salah satu video yang diunggah akun X @Osinttechnical pada 15 April 2024 menunjukkan puing rudal ditarik dari air memakai pickup. Rudal tersebut berhasil ditembak jatuh Israel. Menurut laporan berbagai media, rudal ini digunakan untuk menyerang Nevatim. Sebagai tambahan bagi Agan, Nevatim adalah pangkalan udara milik Israel yang mengoperasikan berbagai jenis pesawat tempur dan helikopter. Pangkalan ini juga menjadi rumah bagi F-35A Lihhtning II, lokasinya berada di bagian selatan Israel dan dekat dengan kota Beersheba.

Emad merupakan rudal balistik jarak menengah, yang juga dikenal sebagai Medium Range Ballistic Missile (MRBM). Mengutip informasi media Iran, yakni Iran Press, Emad pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2016. Emad dirancang untuk menargetkan kapal perang dan kapal induk AS agar tetap berada di lepas pantai Iran. Karena negara tersebut menganggap Amerika sebagai ancaman di Timur Tengah.

Untuk membantu melacak dan menyerang target bergerak seperti kapal perang, Iran menggunakan radar jarak jauh, drone pengintai jarak jauh, dan sistem pengawasan elektronik. Rudal Emad memakai bahan bakar cair dan diametenya sekitar 1,25 meter. Emad merupakan versi pengembangan dari rudal Shahab-3.

Quote:


Perbedaan Shahab-3 dan Emad terletak di bagian hidung. Versi rudal Emad memakai desain hidung baru berbentuk kerucut. Perubahan desain tersebut memungkinkan hulu ledak rudal bisa meledak jauh di atas target. Sehingga membuat Emad sebenarnya cocok untuk ledakan senjata kimia, biologi atau nuklir, serta gelombang elektromagnetik nuklir.

Emad punya bobot 17,5 ton dan membawa muatan 750 kg, sementara jarak yang bisa ditempuh adalah 1.700 km dengan akurasi 10 meter. Untuk kecepatannya, Iran mengklaim Emad bisa tembus Mach 11. Untuk platform peluncurnya bisa memakai kendaraan peluncur khusus atau diluncurkan dari platform peluncuran tetap (fixed) berbasis darat.

Rudal ini juga merupakan rudal balistik pertama Iran yang dilengkapi Maneuverable Reentry Vehicle (MARV), merupakan jenis hulu ledak yang dibuat untuk membawa hulu ledak nuklir menuju target dengan kemampuan manuver tinggi selama fase re-entryke atmosfer bumi.

Quote:


MARV biasanya dilengkapi sistem propulsi atau kemampuan aerodinamis, agar membuatnya bisa mengubah arah lintasan dan meningkatkan akurasi secara akurat. Serta membuat rudal bisa menghindari sistem pertahanan rudal lawan yang berusaha menembaknya.

Beberapa analisis mengatakan, Emad sebenarnya bukan rudal produksi baru, hanya desainnya saja yang diperbarui. Emad merupakan re-entry vehicle (RV)yang dipasang di atas roket Shahab-3 atau Ghadr. Perubahan pada desain RV ini kemudian memberikan peningkatan stabilitas, manuver dan tingkat akurasi. Versi Emad disebut bisa membawa muatan lebih banyak karena memiliki volume lebih besar dari versi pendahulunya.

Quote:


Iran menyerang Israel setelah pada 1 April 2024, kantor Konsulat Iran di Suriah diserang oleh Israel. Serangan tersebut membuat 16 orang meninggal, dua diantaranya merupakan jenderal Korps Garda Revolusi Islam Iran. Di sisi lain, Israel tidak mengakui dan tidak menyangkal atas peristiwa tersebut. Pada 13 April Iran melakukan balasan dengan menggelar operasi True Promiseuntuk menargetkan fasilitas militer milik Israel.

Sementara itu, Amerika dan Inggris berupaya membantu mencegat serangan dari Iran yang mengarah ke Israel. Negeri Yahudi tersebut dikabarkan ingin melakukan serangan balasan ke Iran, tapi Amerika dengan tegas menolak untuk terlibat dan membantu dalam serangan tersebut. Amerika percaya Israel punya kapasitas untuk melakukan serangan balasan sendiri, hal itu disampaikan Juru bicara keamanan nasional AS, John Kirby.


-------------




Referensi Tulisan: Iran Press
Sumber Foto: sudah tertera
gErOnImO2008Avatar border
berkah.hosin211Avatar border
rotten7070Avatar border
rotten7070 dan 17 lainnya memberi reputasi
16
2.4K
60
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
MiliterKASKUS Official
20KThread7.3KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.