• Beranda
  • ...
  • Sista
  • Berani! Kasus Pelecehan Seksual di Univ Pancasila, Korban: Tidak Apa Buka Aib, Asal..

amekachiAvatar border
TS
amekachi
Berani! Kasus Pelecehan Seksual di Univ Pancasila, Korban: Tidak Apa Buka Aib, Asal..












Lawan Pelecehan Seksual dengan Berani! Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Universitas Pancasila, Korban: Tidak Apa-apa Saya Buka Aib, Asal Mendapatkan Keadilan!

Yang namanya kejahatan seksual di Indonesia selain makin marak terjadi juga baik korban maupun pelaku itu tidak bisa diprediksikan ya gansist, siapapun orangnya bisa menjadi pelaku kejahatan tersebut bahkan untuk keluarga terdekat sekalipun.

Di masalah hukumnya pun sulit sebab yang pertama tentu korban setelah mengalami pelecehan seksual cenderung syok dan menutup diri, rasa malu ungkap kejadian yang sebenarnya dan pembuktian terhadap tersangka pelecehan seksual juga sangat sulit.

Bahkan sering kali korban bisa jadi pelaku dalam kasus lain yang menjeratnya, seperti kasus ibu Baiq Nuril dari NTB beberapa tahun yang lalu yang malah dikenakan tuduhan pencemaran nama baik.


Quote:





Rektor Universitas Pancasila, Prof. Dr. Edie Toet Hendratno, secara resmi dinonaktifkan dari jabatannya menyusul adanya dugaan kasus pelecehan seksual terhadap dua karyawan perguruan tinggi tersebut. Keputusan ini diambil oleh Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP) setelah ETH dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri terkait kasus tersebut.

Dalam pernyataan resmi, Sekretaris YPPUP, Yoga Satrio, menjelaskan bahwa ETH tidak dicopot, namun dinonaktifkan sampai masa bakti sebagai Rektor berakhir pada tanggal 14 Maret 2024. Tindakan ini diambil sebagai langkah sementara, menunggu proses penyelidikan polisi berjalan.

Kasus pelecehan seksual yang menjerat ETH ini mencuat setelah seorang karyawan berinisial RZ melaporkan dugaan pelecehan yang dialaminya. Polda Metro Jaya telah memanggil ETH untuk dimintai keterangan terkait laporan tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, juga telah mengkonfirmasi pemanggilan ETH terkait kasus tersebut.




Dalam situasi ini, Universitas Pancasila menunjukkan sikap tegas dan menonaktifkan ETH sebagai Rektor. Tindakan ini merupakan upaya untuk menjaga integritas dan reputasi universitas, serta memberikan ruang bagi proses hukum berjalan dengan adil dan transparan.

Kasus pelecehan seksual adalah suatu tindakan yang serius dan tidak dapat ditoleransi. Perguruan tinggi harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua anggotanya. Kehadiran mekanisme pengaduan dan perlindungan terhadap pelecehan seksual di lembaga pendidikan harus terus ditingkatkan, sehingga semua lapisan masyarakat akademik merasa didengar dan dilindungi.

Universitas Pancasila sendiri telah menyatakan komitmennya untuk mendukung proses hukum yang berlangsung dan memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat. Semoga kasus ini dapat diselesaikan dengan cepat dan adil, serta memberikan pembelajaran penting bagi lembaga pendidikan lainnya dalam upaya mencegah dan menangani kasus pelecehan seksual.

Sumber Tulisan dan Gambar:

1

2
CaiFukAvatar border
krukovAvatar border
anonymous987Avatar border
anonymous987 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
862
16
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sista
Sista
icon
3.9KThread7.4KAnggota
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.