Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

  • Beranda
  • ...
  • Movies
  • 5 Film Indonesia yang Dilarang Tayang di Negeri Sendiri PART 2!

harrywjyyAvatar border
TS
harrywjyy
5 Film Indonesia yang Dilarang Tayang di Negeri Sendiri PART 2!

Sumber Gambar

Menelusuri Film Indonesia yang Dicekal di Luar Negeri: Antara Seni, Kontroversi, dan Keterbatasan Kebebasan Ekspresi

Industri perfilman Indonesia memiliki sejarah yang kaya dengan karya-karya yang beragam, mencerminkan budaya dan keberagaman negara ini. Namun, tidak semua film Indonesia dapat meraih pujian atau kesetujuan di seluruh dunia. Beberapa film, karena alasan beragam, mendapati diri mereka dicekal di luar negeri, menimbulkan debat tentang kebebasan berekspresi dan batas-batas sensor di dunia perfilman.

1. "Balibo" (2009):
  Film ini, yang menceritakan kisah pembunuhan lima wartawan Australia oleh militer Indonesia pada tahun 1975, mendapat larangan di Indonesia. Pemerintah Indonesia merasa film ini memberikan pandangan yang kontroversial terkait sejarah yang sensitif.

2. "The Act of Killing" (2012):
  Karya kontroversial Joshua Oppenheimer, "The Act of Killing," mendokumentasikan pembunuhan massal di Indonesia pada tahun 1965. Meskipun mendapat penghargaan internasional, film ini dilarang di Indonesia karena dianggap dapat mengganggu ketertiban umum dan hubungan antarnegara.

3. "Sokola Rimba" (2013):
  Film yang diadaptasi dari kisah nyata anak-anak suku Kubu di Jambi yang mencoba mempertahankan kehidupan mereka dari ancaman perambahan hutan ini menuai kontroversi di kalangan otoritas di Indonesia. Beberapa adegan dianggap merusak dan mendiskreditkan Indonesia.

4. "Senyap" (2014):
  Film dokumenter ini menceritakan kekejaman yang terjadi selama masa pemerintahan Soeharto. Meskipun meraih sambutan positif di berbagai festival internasional, "Senyap" dicekal di Indonesia karena dianggap dapat merusak ketenangan sosial.

5. "Balada Si Roy" (2015):
  Film komedi ini mendapat larangan di Malaysia karena dianggap dapat merusak citra dan moral masyarakat. Penilaian ini menciptakan debat tentang perbedaan persepsi dan toleransi dalam interpretasi seni.

Kontroversi seputar film yang dicekal di luar negeri membawa kita pada pertanyaan lebih besar tentang kebebasan berekspresi dan batas sensor. Beberapa melihat tindakan sensor sebagai langkah untuk melindungi nilai-nilai sosial dan politik, sementara yang lain menganggapnya sebagai ancaman terhadap kebebasan artistik. Kritik terhadap kebijakan sensor juga memicu diskusi tentang perlunya perubahan dan pendekatan yang lebih terbuka terhadap karya seni. Sementara film-film tersebut mungkin dilarang di beberapa negara, mereka juga memunculkan pertanyaan yang lebih mendalam tentang sejauh mana kebebasan artistik dapat dan seharusnya diakui dalam masyarakat yang semakin terhubung global.


Sumber: Link Referensi

emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan

goeltom25338186Avatar border
silohAvatar border
gpanditaAvatar border
gpandita dan 5 lainnya memberi reputasi
6
1.8K
19
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Movies
Movies
19.9KThread18KAnggota
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.