iqbalballeAvatar border
TS
iqbalballe
Koalisi Nasionalis, Prabowo Siapkan Perdamaian SBY - Megawati



Sumber : Kompas


Kemenangan paslon 02 di Pilpres 2024 berdasarkan Quick Count (QC) maupun Real Count (RC) sementara mendorong Prabowo – Gibran dan Jokowi berkomunikasi dan berupaya merangkul partai nasionalis yang mengusung paslon 1 dan 3.

Akan tetapi rekonsiliasi itu tidak dilakukan pada partai agamis pengusung paslon 1 dan 3. Demi mengetahui alasannya, mari kita simak paparan berikut.

Pada Jumat, 23 Februari 2024, Menkopolhukam Hadi Tjahjanto yang baru saja dilantik pada Rabu 21 Februari 2024, menemui Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Kraton Kilen, Keraton Jogja.

Usai bertemu Sri Sultan, Menko Hadi menyampaikan isi pembicaraanya dengan Sultan, di antaranya sempat membahas soal pemilu.

"Seperti biasa saya waktu jadi Panglima juga beberapa kali bertemu dengan Ngarsa Dalem dan jadi Menteri ATR/BPN juga paling sering ketemu Ngarsa Dalem," jelas Hadi yang saat menyampaikan ke media didampingi putri keempat Sultan, GKR Hayu.

Hadi juga mengatakan pembicaraan dengan Sultan menyinggung kondisi pasca Pemilu yang sangat baik dan kondusif serta harus terus dipertahankan.

Namun Hadi menyatakan kedatangannya tak membahas soal mediasi antara Presiden Jokowi dan Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri.

"Ya ngga dibahas lah, saya hanya ngomong biasa saja sesuai dengan tugas saya menjaga stabilitas keamanan," ujar Hadi.

Sumber :
https://www.detik.com/jogja/berita/d...t-bahas-pemilu
https://yogyakarta.kompas.com/read/2...oogle_vignette

Pada hari yang sama, terjadi pula pertemuan tertutup antara Prabowo dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Jubir Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengungkapkan bahwa Prabowo dan SBY saling memberi masukan dalam pertemuan itu.

Tak hanya itu, Herzaky mengatakan pertemuan Prabowo dan SBY merupakan contoh baik bagi bangsa.

Senada, menurut Ketum Demokrat AHY, pertemuan itu dilandasi niat baik kedua tokoh. Menurutnya, Prabowo dengan niat baik ingin mendengarkan masukan dari SBY.

AHY menjelaskan, SBY dengan niat yang baik juga ingin memberi masukan termasuk pengalaman kepada Prabowo.

Sementara Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Fanta Prabowo-Gibran Muhammad Arief Rosyid Hasan mengatakan pertemuan Prabowo dan SBY untuk membahas kelanjutan dari para presiden Indonesia sebelumnya.

"Pak SBY ini seniornya Pak Prabowo dan tentu Pak Prabowo berkali-kali menyampaikan bahwa beliau itu menghormati dan ingin meneruskan kebaikan dari presiden-presiden sebelumnya, baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup. Yang masih hidup ada Pak Joko Widodo sekarang tentu saja, kemudian ada Pak SBY dan Bu Megawati Soekarnoputri," kata Arief, 25 Februari 2024.

Selanjutnya, Prabowo juga bakal bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati mengingat keduanya pernah maju sebagai capres-cawapres pada Pilpres 2009.

Sumber : https://nasional.tempo.co/read/18378...n-dan-demokrat

Kedua pertemuan itu menunjukkan adanya dua simpul penting yang perlu diperhatikan, yaitu:

Pertama, Menko Hadi adalah Panglima TNI 2017 – 2020 yang kala itu bisa menjabat berkat dukungan penuh Presiden Jokowi dan PDIP (Megawati).

Menko Hadi kemudian menemui Sri Sultan HB X yang pernah menyatakan akan memfasilitasi rekonsiliasi Jokowi – Megawati.

Sumber : https://yogyakarta.kompas.com/read/2...engan-megawati

Oleh karena itu, meskipun Menko Hadi membantah bahwa isi pertemuan membahas soal rekonsiliasi Jokowi dengan Megawati, namun tetap saja menjadi indikasi sebagai sebuah upaya mengakselerasi rekonsiliasi tersebut.

Sebagai informasi, rekonsiliasi Jokowi – Megawati merupakan langkah taktis Prabowo – Gibran untuk mengamankan Koalisi Status Quo di legislatif maupun kabinet pasca pelantikan Prabowo.

Kedua, langkah Prabowo menggelar pertemuan tertutup dengan SBY di Cikeas, dimana pihak Demokrat mengatakan tujuan pertemuan ini adalah untuk membahas atau memberi masukan dan kelanjutan program presiden-presiden sebelumya, mulai dari Jokowi, SBY, hingga Megawati.

Hal tersebut makin ditegaskan pihak TKN, Arief rosyid bahwa pertemuan akan dilanjutkan antara Prabowo – Megawati.

Pernyataan pihak Demokrat dan TKN menjadi sebuah indikasi dalam upaya mengakselerasi rekonsiliasi SBY – Megawati.

Rekonsiliasi SBY – Megawati juga merupakan langkah taktis Prabowo – Gibran menyokong persiapan rekonsiliasi Jokowi – Megawati, maupun untuk mengamankan Koalisi Status Quo di legislatif maupun kabinet pasca pelantikan Prabowo.

Oleh karena itu, merujuk pada beberapa thread / tulisan TS (Thread Starter / Penulis) sebelumnya, dapat dilihat bahwa presiden dan paslon pemenang pemilu (Prabowo – Gibran) sedang mengupayakan tiga komunikasi strategis dan taktis untuk mengamankan Koalisi Status Quo di legislatif maupun kabinet pasca dilantik, yakni:

1. Komunikasi presiden menjembatani Surya Paloh (Nasdem).
2. Komunikasi Hadi Tjahjanto – Sri Sultan HB X untuk akselesi rekonsiliasi Jokowi – Megawati.
3. Komunikasi segitiga Megawati – Prabowo – SBY untuk mempercepat rekonsiliasi SBY – Megawati.

Sumber :



Ketiga jenis komunikasi itu menjadi tumpuan utama dalam mengamankan Koalisi Status Quo Prabowo-Gibran di Eksekutif maupun Legislatif, sebelum memasuki puncaknya pada Bursa Ketum Golkar di akhir 2024.

Sebagaimana telah diurai TS pada thread-thread sebelumnya, parpol – parpol berbasis Islam, khususnya PKB, PPP, dan PKS, boleh tetap gigit jari, ketika meninjau hubungan politik Jokowi – Prabowo dengan elemen politik Islam yang lebih didasari hubungan transaksional.

Sumber :



Ditambah lagi dengan terbongkarnya permainan dua kaki parpol-parpol penjual nama NU pada perdamaian Pilpres 2019, telah mendorong terjadinya depolitisasi NU melalui Ketum PBNU Yaya Staquf yang kemenangannya meratakan Said Aqil Siradj disokong penuh oleh Jokowi dan Prabowo.

Sumber:
https://khazanah.republika.co.id/ber...olitik-praktis
https://kabar24.bisnis.com/read/2021...dari-said-aqil

Selain itu, ada fakta bahwa kemenangan telak Prabowo – Gibran di 2024 dicapai tanpa perlu membeli elemen-elemen politik penjual nama NU, melainkan cukup mengakuisisi tokoh-tokohnya saja, tanpa perlu repot-repot membeli organ politik penjual nama NU.

Dengan demikian, percaturan perpolitikan tingkat tinggi pada periode 2024 – 2029, masih menunjukkan arah sebagaimana TS prediksi, yakni Koalisi Status Quo Nasionalis kontra Koalisi Oposisi Islam.

Kecenderungan ini selaras dengan teori klasik yang diusung Clifford Geertz, yakni ketika Brahmana (pemuka agama) menjadi Waisya (pedagang), maka Ksatria (nasionalis) menjadi lebih utama.

Dengan kata lain, arahnya akan menghasilkan Koalisi Status Quo Priyayi Nasionalis kontra Koalisi Oposisi Kyai Abangan (pemuka agama yang jadi pedangang politik).

Perhatikanlah fakta prioritas terkini pergerakan presiden dan Prabowo – Gibran mengutamakan komunikasi dengan punggawa priyayi nasionalis, baik Surya Paloh, SBY, hingga Megawati, ketimbang berkomunikasi dengan parpol-parpol Islam.

Lihatlah bagaimana PKB hingga PKS menegaskan belum ada upaya komunikasi dari Prabowo – Gibran, menegaskan apa yang diperkirakan TS, yakni Pemerintahan Prabowo – Gibran 2024 – 2029 akan sepenuhnya menjadi milik kaum nasionalis, bukan milik pedagang ayat dan dalil agama.

Sumber : 
[url]https://nasional.kompas.com/read/2024/02/23/17375621/belum-ditawari-prabowo-gabung-cak-imin-saya-di-jalur-perubahan [/url]
https://www.antaranews.com/berita/39...an-tetap-solid
Diubah oleh iqbalballe 26-02-2024 07:35
sammiesAvatar border
billy.ar15Avatar border
kampreto69Avatar border
kampreto69 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
20.7K
51
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
icon
922.6KThread81.8KAnggota
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.