- Beranda
- Kesehatan dan Kecantikan
Jenis-Jenis Serangan Jantung yang Harus Diwaspadai
...
TS
alvin.maxx99314
Jenis-Jenis Serangan Jantung yang Harus Diwaspadai
Serangan Jantung dengan Angina
Serangan jantung dengan angina terjadi saat ada pemblokiran sebagian pada arteri koroner, sehingga pasokan darah ke otot jantung berkurang. Gejalanya termasuk rasa sakit, tekanan, atau ketidaknyamanan di dada (disebut juga sebagai nyeri dada angina).
Sensasi ini biasanya dirasakan seperti rasa terbakar atau ditekan. Meskipun tidak selalu mengancam jiwa, serangan dengan angina menandakan risiko tinggi untuk serangan yang lebih serius di masa depan.
Serangan Jantung dengan Non-ST Elevated Myocardial Infarction (NSTEMI)
Heart Attack dengan NSTEMI terjadi ketika ada penyumbatan sebagian pada arteri koroner, tapi tidak menyebabkan perubahan pada gelombang ST pada elektrokardiogram (EKG). Ini artinya bagian otot jantung masih menerima sebagian aliran darah.
Meskipun tidak seberat serangan dengan ST Elevated Myocardial Infarction (STEMI), heart attack dengan NSTEMI masih membutuhkan perhatian medis segera karena berisiko menyebabkan kerusakan permanen pada jantung.
Serangan Jantung dengan ST Elevated Myocardial Infarction (STEMI)
Heart Attack dengan STEMI merupakan jenis serangan yang paling serius dan berpotensi mengancam jiwa. Pada jenis ini, arteri koroner terblokir sepenuhnya, menyebabkan sebagian otot jantung kehilangan aliran darah dan oksigen secara total.
Pada EKG, akan terlihat elevasi (naiknya) gelombang ST yang mengindikasikan adanya kerusakan jantung yang luas. Segera mendapatkan perawatan medis darurat sangat penting untuk membatasi kerusakan jantung dan meningkatkan peluang pemulihan.
Serangan Jantung Bergerak (Silent Heart Attack)
Serangan jantung bergerak atau silent heart attack merupakan jenis serangan yang terjadi tanpa adanya gejala yang jelas atau mungkin gejalanya sangat ringan sehingga sulit untuk dikenali. Pasien biasanya tidak menyadari bahwa mereka mengalami heart attack.
Meskipun serangan ini tidak menimbulkan gejala yang jelas, tapi tetap bisa menyebabkan kerusakan permanen pada jantung. Maka dari itu, orang yang berisiko untuk serangan harus melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan mengikuti anjuran dokter untuk mencegah serangan lebih lanjut.
Sumber : Heartology
Serangan jantung dengan angina terjadi saat ada pemblokiran sebagian pada arteri koroner, sehingga pasokan darah ke otot jantung berkurang. Gejalanya termasuk rasa sakit, tekanan, atau ketidaknyamanan di dada (disebut juga sebagai nyeri dada angina).
Sensasi ini biasanya dirasakan seperti rasa terbakar atau ditekan. Meskipun tidak selalu mengancam jiwa, serangan dengan angina menandakan risiko tinggi untuk serangan yang lebih serius di masa depan.
Serangan Jantung dengan Non-ST Elevated Myocardial Infarction (NSTEMI)
Heart Attack dengan NSTEMI terjadi ketika ada penyumbatan sebagian pada arteri koroner, tapi tidak menyebabkan perubahan pada gelombang ST pada elektrokardiogram (EKG). Ini artinya bagian otot jantung masih menerima sebagian aliran darah.
Meskipun tidak seberat serangan dengan ST Elevated Myocardial Infarction (STEMI), heart attack dengan NSTEMI masih membutuhkan perhatian medis segera karena berisiko menyebabkan kerusakan permanen pada jantung.
Serangan Jantung dengan ST Elevated Myocardial Infarction (STEMI)
Heart Attack dengan STEMI merupakan jenis serangan yang paling serius dan berpotensi mengancam jiwa. Pada jenis ini, arteri koroner terblokir sepenuhnya, menyebabkan sebagian otot jantung kehilangan aliran darah dan oksigen secara total.
Pada EKG, akan terlihat elevasi (naiknya) gelombang ST yang mengindikasikan adanya kerusakan jantung yang luas. Segera mendapatkan perawatan medis darurat sangat penting untuk membatasi kerusakan jantung dan meningkatkan peluang pemulihan.
Serangan Jantung Bergerak (Silent Heart Attack)
Serangan jantung bergerak atau silent heart attack merupakan jenis serangan yang terjadi tanpa adanya gejala yang jelas atau mungkin gejalanya sangat ringan sehingga sulit untuk dikenali. Pasien biasanya tidak menyadari bahwa mereka mengalami heart attack.
Meskipun serangan ini tidak menimbulkan gejala yang jelas, tapi tetap bisa menyebabkan kerusakan permanen pada jantung. Maka dari itu, orang yang berisiko untuk serangan harus melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan mengikuti anjuran dokter untuk mencegah serangan lebih lanjut.
Sumber : Heartology
0
43
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Kesehatan dan Kecantikan
5.8KThread•834Anggota
Komentar yang asik ya