alvin.maxx99314Avatar border
TS
alvin.maxx99314
Fakta Tentang Aritmia Janin yang Harus Diketahui
1. Seberapa sering masalah ini terjadi?

Gangguan aritmia  terhadap janin terjadi sekitar 1 dari 200 kehamilan, atau setara dengan 2 persen dari total kehamilan. Akan tetapi, terdapat beberapa risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan janin pada ibu hamil mengalami kondisi ini, yaitu:

1. Menderita penyakit autoimun tertentu, seperti lupus atau penyakit Sjögren.
2. Mengalami fenilketonuria.
3. Mempunyai diabetes sejak sebelum hamil atau selama kehamilan (gestasional).
4. Pernah mengalami blok jantung janin dalam kehamilan sebelumnya.
5. Hamil melalui fertilisasi in vitro, dan lain-lain.



2. Tidak selalu berkaitan dengan masalah jantung

Pada dasarnya, janin yang mengalami masalah detak jantung tidak terus menerus disebabkan oleh kelainan pada organ tersebut. Ternyata, terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan masalah ini terjadi, seperti peradangan atau ketidakseimbangan elektrolit. Bahkan beberapa kasus belum diketahui penyebabnya.[/color]

3. Dampak buruk sebelum bayi lahir

Gangguan aritmia pada janin dapat menyebabkan sedikit masalah atau tidak berpengaruh apa pun. Dalam kasus yang jarang, kondisi ini bisa menyebabkan gagal jantung dalam rahim atau saat janin dilahirkan.

Apabila detak jantung lambat (bradikardia ) terjadi, ini dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Ketika dibiarkan, gangguan ini bisa menyebabkan gagal jantung, bahkan kematian janin. Apabila ini terdeteksi di akhir kehamilan, persalinan segera mungkin diperlukan.

Selain itu, jika detak jantung terlalu cepat (takikardia), kondisi ini dapat disebabkan oleh masalah saraf yang bertanggung jawab terhadap detak jantung. Jika kondisi ini terus dibiarkan, salah satu risikonya yaitu gagal jantung .

4. Tindakan yang dapat dilakukan

Apabila dianggap tidak ada masalah yang terjadi pada janin, dokter cukup melakukan pemantauan secara rutin sebelum persalinan. Jika detak jantung terlalu cepat, pemberian obat mungkin dibutuhkan yang dikonsumsi oleh sang ibu atau melalui plasenta.

5. Melakukan persalinan yang aman dilakukan

Operasi caesar harus dilakukan jika janin mengalami tanda-tanda masalah kesehatan atau persalinan prematur. Persalinan bedah tersebut mungkin dilakukan karena alasan kesehatan atau keselamatan.

Tapi, seorang ibu hamil yang mempunyai janin dengan masalah aritmia disarankan untuk melahirkan di rumah sakit, terutama yang mempunyai akses ke perawatan intensif neonatal khusus (NICU). Ketika kondisi yang memerlukan tindakan medis dibutuhkan, maka tindakan segera dapat langsung dilakukan.


Sumber : Heartology

Diubah oleh alvin.maxx99314 17-07-2023 19:10
0
24
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Kesehatan dan Kecantikan
Kesehatan dan Kecantikan
5.8KThread•834Anggota
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.