azka81
TS
azka81
Cinta Berdarah, Akhir Kisah Cinta Terlarang


Ilustrasi: Pinterest


Setelah dua tahun berlalu, akhirnya luka batin Ariana terobati. Meski kenangan itu kadang terlintas di benak. Namun, bukan untuk diingat apalagi dikenang.

Tidak benci, tidak pula kecewa. Hanya hampa saja. Pria itu masih hidup atau sudah mati, terserah dia. Gadis berparas manis itu tidak ingin meluangkan waktu sedikit pun untuk memikirkan dia.

Ariana menata hari demi hari dengan membahagiakan diri sendiri. Berkarya untuk masa depan yang lebih cerah. Sampai akhirnya, kedekatan yang tidak sengaja itu kembali merenggut semuanya.

Ariana sama sekali tidak menyangka sosok yang telah dianggapnya sebagai teman itu ternyata menaruh hati pada dirinya. Ariana berusaha menolak cinta Bayu karena merasa kalau kedekatan sahabatnya, Vina dengan Bayu bukanlah dekat sebagai teman biasa.

“Ariana, aku ingin bicara,” ucap Bayu.

“Sepertinya ada hal yang penting,” jawab Ariana.

Bayu mulai bercerita kalau kisah cintanya tidak pernah mulus. Pria bertubuh kurus itu nelangsa karena berulang kali merasakan pengkhianatan. Hidupnya yang kelam merupakan pelarian hanya untuk menutupi lubang di relung hatinya.

Ariana yang penyayang mulai menaruh simpati terhadap apa yang menimpa Bayu.

“Bayu, aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan. Tapi, percayalah badai pasti berlalu. Semua akan diganti dengan yang lebih baik lagi. Bangkitlah dari keterpurukan,” ucap Ariana.

Bayu yang semula menunduk mulai mengangkat wajahnya. Binar-binar pengharapan tergambar dengan jelas.

“Ariana, jujur belakangan ini pikiranku sangat terganggu. Aku mulai merasakan ada kenyamanan saat berdekatan denganmu. Tapi, aku tau itu tidak mungkin. Wanita secantik dan secerdas kamu tidak akan mau dengan pria punya masa lalu buruk sepertiku.”

Ariana terkejut mendengar pengakuan Bayu. Feelingnya selama ini jarang meleset. Ariana sangat yakin pria yang selama ini menjadi sosok calon suami dalam cerita Vina adalah Bayu. Ariana sama sekali tidak ingin menyakiti perasaan Vina yang terlihat sangat berharap pada Bayu. Lagi pula Ariana tidak punya rasa apapun terhadap Bayu, hanya seorang teman. Tidak lebih.

“Ma-maksudnya?”

“Ya, aku jatuh cinta padamu Ariana. Aku ingin kamu menjadi istriku.”

Ariana bingung harus berkata apa, semua serba mengejutkan dan tidak terduga. Ariana memang sudah siap menikah, tetapi bukan dengan Bayu.

“Bayu, perasaan bukanlah sesuatu yang pantas dijadikan bahan becandaan,” ucap Ariana.

“Aku tidak bercanda, Ariana. Aku serius. Lagipula bukankah kamu sudah siap menikah. Apa lagi yang kamu tunggu? Atau ... aku memang tak pantas untukmu.”

“B-bukan seperti itu, Bayu.”

“Lalu?”

“Bagaimana dengan Vina? Kalian mempunyai hubungan khusus?”

Bayu diam sesaat. Raut wajahnya terlihat berubah, tetapi sebagai pria yang sudah kenyang makan garam asam kehidupan dia berusaha menyembunyikannya di hadapan Ariana.

“Aku dan Vina hanya teman biasa, tidak lebih.”

“Beri aku waktu.”

Hari demi hari yang Ariana lewati membuat hubungannya dengan Bayu semakin dekat. Namun, berbanding terbalik oleh apa yang dirasakan Vina. Sahabat Ariana itu sering merasakan kegalauan karena orang yang dia cintai akhir-akhir ini berubah. Mulai cuek dan sering mengabaikan Vina.

“Rin, apa aku boleh bertanya padamu?”

“Tentu saja Vin, kamu sahabatku.”

“Ehm, apa kamu dengan Bayu ...,” Vina menggantung ucapannya.

Ariana membalas ucapan Vina dengan mengulas senyuman.

“Benar, Rin?” sambung Vina.

“Hu’um.”

Vina mendesah kecewa. Matanya memerah menahan amarah dan rasa berkecamuk di hati.

“Kamu kenapa, Vin?” tanya Ariana.

“Gak apa-apa, Rin. Aku pulang dulu, malam ini aku ada pekerjaan yang harus aku selesaikan.”

Vina menghilang dari balik pintu kamar, meninggalkan Ariana yang masih kebingungan dengan perubahan sikapnya.


Ilustrasi : Pinterest


Malam ini terasa begitu mencekam. Seorang wanita mengendap-endap di balik kamar. Ariana yang sedang memadu kasih dengan Bayu sama sekali tidak menyadari hal itu.

Pintu yang tidak dikunci mempermudah wanita misterius itu leluasa masuk. Aliran listrik yang sengaja dipadamkan membuat suasana menjadi gelap gulita, hanya ada pantulan cahaya dari lilin kecil yang berada di sudut kamar.

“Siapa itu?” sergah Ariana terkejut.

“Kamu harus mati!” ancamnya.

“Aaaarhhh! Tolong! Tolong!”

Teriakan kesakitan dan teriakan minta tolong terdengar begitu menyayat hati. Tusukan demi tusukan dari sebuah belati tajam mulai dihujamkan wanita itu. Ariana semakin histeris dan ketakutan.

Semuanya sia-sia karena letak villa itu terpencil dan berada jauh dari pemukiman penduduk.

Ariana mengenali sosok wanita itu, Vina. Ya, dia Vina.

“Aaaaarggghh! Vina apa yang kamu lakukan?” Ariana semakin histeris melihat tubuh Bayu yang sudah bermandikan darah. Pria itu itu tidak jelas lagi bentuknya. Sebagian wajah sudah sobek dengan bola mata telah keluar sebelah.

Tubuh penuh tusukan, leher yang disembelih dan dada yang dibalah. Sungguh mengerikan sekali.

“Tidak ada seorang pun yang bisa merebutmu, Rin. Termasuk Bayu.” Vina terus menuntaskan hasratnya menghabisi Bayu yang sudah tidak berdaya lagi.

“Apa maksudmu, Vin?” Ariana bergerak mundur.

Vina yang merasa yakin kalau Bayu sudah meninggal, merangsek maju ke arah Ariana.

“Aku mencintaimu Ariana. Aku tau ini cinta terlarang, tapi aku tidak rela kamu dimiliki orang lain. Ha ha ha.”

Vina dengan cepat mengejar Ariana dan melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan pada Bayu. Setelah memastikan Ariana sudah tidak bernyawa lagi. Vina pun bunuh diri.

Penulis : @azka81
bang.toyipindrag057bachtiar.78
bachtiar.78 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
1.4K
17
Berikan Komentar
Yuk bergabung agar dapat lebih banyak informasi yang dibagikan di Komunitas Stories from the Heart
Stories from the Heart
Stories from the Heart
icon
30.9KThread37.7KAnggota
Terlama
Berikan Komentar
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.