- Beranda
- Kesehatan dan Kecantikan
Operasi Bypass Jantung CABG untuk Atasi Penyakit Jantung Koroner
...
TS
alvin.maxx99314
Operasi Bypass Jantung CABG untuk Atasi Penyakit Jantung Koroner
Operasi Bypass Jantung CABG untuk Atasi Penyakit Jantung Koroner – Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) atau yang dikenal dengan operasi bypass jantung adalah salah satu tindakan operasi yang dilakukan untuk penderita penyakit jantung koroner.
Tujuan dilakukannya tindakan ini yaitu untuk membuat saluran baru bagi pembuluh darah yang tersumbat karena adanya penumpukan plak atau lemak dalam arteri.
Secara umum, operasi bypass jantung ini tidak menjadi pilihan yang pertama untuk mengatasi penyakit jantung koroner, karena meskipun bisa mengurangi risiko terjadinya serangan jantung, meredakan gejala nyeri pada dada, dan menambah usia harapan hidup hingga 10 tahun, operasi ini mempunyai risiko yang cukup tinggi.
Tujuan Operasi Jantung CABG
Jantung terbuat dari jaringan otot khusus yang disebut miokardium. Fungsi jantung yang utama yaitu untuk memompa darah berisi oksigen dan nutrien ke seluruh tubuh supaya organ bisa bekerja. Agar berfungsi secara optimal, miokardium memerlukan oksigen dan nutrien, seperti organ tubuh yang lain.
Miokardium menerima aliran darah berisi oksigen dan nutrien dari arteri koroner. Sehingga, ketika arteri itu tersumbat, maka fungsi jantung akan terganggu dan akhirnya berpengaruh juga pada organ tubuh yang lain karena pasokan oksigen dan nutrien terhambat.
Operasi jantung CABG tujuannya adalah untuk melancarkan aliran darah ke otot jantung yang terhalang sumbatan dalam arteri tersebut. Dengan demikian, pasokan oksigen dan nutrien akan tercukupi, sehingga fungsi jantung akan normal kembali. Begitu juga dengan kerja organ tubuh yang lain.
Prosedur Operasi Bypass Jantung
Secara umum, operasi bypass jantung dilakukan selama 3-6 jam tergantung dari banyaknya pembuluh darah yang dicangkokkan untuk mengganti fungsi pembuluh darah yang tersumbat.
Pembuatan jalur alternatif tersebut bisa dilakukan dengan operasi dengan atau tanpa mesin pintas jantung paru, dimana jantung dalam keadaan berdenyut.
Ada beberapa keuntungan dari teknik menggunakan mesin pintas jantung paru, penggunaan pembuluh darah dari kaki (vena saphena), dada (arteri mamaria interna), maupun lengan (arteri radialis).
Pembuluh darah akan diangkat dan dokter akan membuat sayatan pada tulang dada supaya bisa mencapai jantung. Kemudian, jantung akan dihentikan dan digantikan dengan pompa untuk beberapa saat, supaya dokter bisa memasangkan pembuluh darah cangkokkan.
Selama tindakan berlangsung, fungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh jantung digantikan oleh mesin bypass jantung-paru supaya organ lain tetap menerima oksigen saat aliran darah pada jantung diperbaiki.
Setelah aliran darah ke jantung telah diperbaiki dan dicangkok, jantung pasien akan diberikan kejutan listrik dengan kekuatan terkendali supaya kembali memompa. Terakhir, tulang dada yang disayat akan disatukan kembali menggunakan kawat dan kulit dijahit dengan benang.
Adakah Efek Samping atau Risiko dari Operasi Bypass?
Salah satu efek samping yang terburuk dari operasi bypass yaitu kematian, meski angkanya sangat kecil. Kematian bisa terjadi baik saat operasi berlangsung, setelah selesai operasi, maupun beberapa waktu setelah operasi (karena serangan jantung).
Heartology Cardiovascular Hospital hadir sebagai pusat layanan jantung dengan tim dokter sub-spesialis yang berpengalaman serta didukung dengan peralatan medis yang lengkap dan mutakhir untuk penanganan diagnostik, intervensi, bedah jantung dan pembuluh darah, serta aritmia. Filosofi “Advanced. Uncompromised” merupakan komitmen Heartology dalam menyediakan layanan kardiovaskular terbaik untuk semua usia baik dewasa maupun bayi/anak, berbasis teknologi mutakhir dan tim dokter berpengalaman yang memberikan layanan paripurna. (RF).
Sumber : Heartology
Tujuan dilakukannya tindakan ini yaitu untuk membuat saluran baru bagi pembuluh darah yang tersumbat karena adanya penumpukan plak atau lemak dalam arteri.
Secara umum, operasi bypass jantung ini tidak menjadi pilihan yang pertama untuk mengatasi penyakit jantung koroner, karena meskipun bisa mengurangi risiko terjadinya serangan jantung, meredakan gejala nyeri pada dada, dan menambah usia harapan hidup hingga 10 tahun, operasi ini mempunyai risiko yang cukup tinggi.
Tujuan Operasi Jantung CABG
Jantung terbuat dari jaringan otot khusus yang disebut miokardium. Fungsi jantung yang utama yaitu untuk memompa darah berisi oksigen dan nutrien ke seluruh tubuh supaya organ bisa bekerja. Agar berfungsi secara optimal, miokardium memerlukan oksigen dan nutrien, seperti organ tubuh yang lain.
Miokardium menerima aliran darah berisi oksigen dan nutrien dari arteri koroner. Sehingga, ketika arteri itu tersumbat, maka fungsi jantung akan terganggu dan akhirnya berpengaruh juga pada organ tubuh yang lain karena pasokan oksigen dan nutrien terhambat.
Operasi jantung CABG tujuannya adalah untuk melancarkan aliran darah ke otot jantung yang terhalang sumbatan dalam arteri tersebut. Dengan demikian, pasokan oksigen dan nutrien akan tercukupi, sehingga fungsi jantung akan normal kembali. Begitu juga dengan kerja organ tubuh yang lain.
Prosedur Operasi Bypass Jantung
Secara umum, operasi bypass jantung dilakukan selama 3-6 jam tergantung dari banyaknya pembuluh darah yang dicangkokkan untuk mengganti fungsi pembuluh darah yang tersumbat.
Pembuatan jalur alternatif tersebut bisa dilakukan dengan operasi dengan atau tanpa mesin pintas jantung paru, dimana jantung dalam keadaan berdenyut.
Ada beberapa keuntungan dari teknik menggunakan mesin pintas jantung paru, penggunaan pembuluh darah dari kaki (vena saphena), dada (arteri mamaria interna), maupun lengan (arteri radialis).
Pembuluh darah akan diangkat dan dokter akan membuat sayatan pada tulang dada supaya bisa mencapai jantung. Kemudian, jantung akan dihentikan dan digantikan dengan pompa untuk beberapa saat, supaya dokter bisa memasangkan pembuluh darah cangkokkan.
Selama tindakan berlangsung, fungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh jantung digantikan oleh mesin bypass jantung-paru supaya organ lain tetap menerima oksigen saat aliran darah pada jantung diperbaiki.
Setelah aliran darah ke jantung telah diperbaiki dan dicangkok, jantung pasien akan diberikan kejutan listrik dengan kekuatan terkendali supaya kembali memompa. Terakhir, tulang dada yang disayat akan disatukan kembali menggunakan kawat dan kulit dijahit dengan benang.
Adakah Efek Samping atau Risiko dari Operasi Bypass?
Salah satu efek samping yang terburuk dari operasi bypass yaitu kematian, meski angkanya sangat kecil. Kematian bisa terjadi baik saat operasi berlangsung, setelah selesai operasi, maupun beberapa waktu setelah operasi (karena serangan jantung).
Heartology Cardiovascular Hospital hadir sebagai pusat layanan jantung dengan tim dokter sub-spesialis yang berpengalaman serta didukung dengan peralatan medis yang lengkap dan mutakhir untuk penanganan diagnostik, intervensi, bedah jantung dan pembuluh darah, serta aritmia. Filosofi “Advanced. Uncompromised” merupakan komitmen Heartology dalam menyediakan layanan kardiovaskular terbaik untuk semua usia baik dewasa maupun bayi/anak, berbasis teknologi mutakhir dan tim dokter berpengalaman yang memberikan layanan paripurna. (RF).
Sumber : Heartology
0
97
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Kesehatan dan Kecantikan
5.8KThread•834Anggota
Komentar yang asik ya