TS
innovatorskmitb
KARLA BIONICS: STARTUP PENGGERAK KAUM DIFABEL PASCAAMPUTASI


Karla Bionics sebagai The Most Innovative Startup di Bandung Startup Pitching Day 2022
Bandung, 12 Februari 2023—Kaum difabel terkadang dipandang sebelah mata oleh orang lain. Inilah yang menjadi akar permasalahan yang coba diangkat oleh Karla Bionics. “Karla Bionics merupakan medical technology startup yang bergerak di bidang sosial, khususnya pemberdayaan bagi kaum difabel. Salah satu produk yang dibuat Karla Bionics adalah tangan prostesis yang fungsional. Yang membedakan lengan prosthesis kami dengan yang lain adalah fungsional (bisa digerakkan) supaya para pengguna bisa produktif kembali sehingga mereka (kaum difabel pascaamputasi) tetap bisa bekerja,” ucap Alya (MR ’19), narasumber Tim Kedirjenan Lomba, Karya, dan Kemitraan KM ITB pada kesempatan kali ini. Sebagai seseorang yang memiliki kerabat dekat berdifabel, Alya tahu betul apa yang dirasakan oleh kerabatnya. Inilah yang menjadi motivasi kuat Alya untuk berkontribusi mengembangkan Karla Bionics untuk bisa memberdayakan difabel dalam lingkup yang luas agar mereka (kaum difabel) bisa kembali percaya diri dan produktif kembali. Peran Alya di Karla Bionics adalah sebagai Chief Marketing Officer (CMO). Sebagai CMO, Alya sering menjadi representasi Karla Bionics pada berbagai aktivitas bisnis, salah satunya adalah dalam diskusi dengan partner maupun business pitching. Meski seringkali dalam berbagai kegiatan Alya menjadi yang termuda, yang masih seorang mahasiswa, namun hal ini tidak menyurutkan semangat Alya untuk bisa berkontribusi.


Karla Bionics menjadi 1st winner of Swiss Innovation Challenge 2022
Adapun Karla Bionics menciptakan dua jenis lengan prosthesis. Kedua jenis lengan tersebut dibedakan berdasarkan cara pengontrolannya, yaitu body powered dan electric powered. Pada lengan prosthesis body powered, lengan digerakkan menggunakanlengan lainnya yang sehat maupun dengan menggerakkan lengan yang menggunakan prosthesis ke arah depan, sedangkan lengan yang diggerakkan secara electric powered mampu dikontrol dengan bantuan sensor FSR yang mendeteksi gerakan otot pada stump. Kedua lengan ini memiliki teknologi yang sudah dipatenkan, yaitu Versatile Gripping Technology (VGT) dan Adaptable Socket System (ASS). Dengan hadirnya VGT, para pengguna bisa menggenggam objek secara lebih intuitif, tidak seperti kebanyakan lengan prosthesis lainnya yang memiliki fungsi yang kompleks sehingga kurang intuitif digunakan dan terdapat lead time. Di sisi lain, teknologi ASS membuat lengan prosthesis Karla Bionics memiliki ukuran soket yang fleksibel. Dengan fitur ini, Karla Bionics memiliki range ukuran yang lebih lebar sehingga membuat pengguna merasa lebih nyaman menggunakannnya. Jika pengguna mengalami kelebihan maupun kehilangan berat badan, lengan prosthesis tetap nyaman digunakan. Selain itu, dengan ukuran range yang lebih lebar pula, lengan prosthesis ini dapat dilakukan mass production. Dengan produk yang diciptakan ini, Karla Bionics berharap agar visinya tercapai, yakni membantu kaum difabel untuk bisa bekerja secara produktif dan membangun kepercayaan dirinya.

Tim Karla Bionics saat menjadi juara ketiga pada kompetisi internasional CYBATHLON Challenge 2022
Ke depannya, diharapkan produk yang dikembangkan Karla Bionics tidak hanya lengan prostesis saja, tetapi juga produk lainnya yang memiliki basis core technology yang ada pada lengan prostesis, di antaranya adalah arm orthosis untuk pengguna stroke dan produk lainnya. Dibandingkan dengan kompetitor lainnya, harga Karla Bionics pun jauh lebih terjangkau. Kompetitor lainnya memiliki kisaran harga 30 juta sampai 1,2 milyar rupiah, atau jika dirata-ratakan, berada pada kisaran 100 juta rupiah. Adapun lengan prosthesis yang dikembangkan Karla Bionics menggunakan body powered dibanderol seharga 9,9 juta Rupiah dan yang memakai electric powered dibanderol sekitar 2 juta rupiah (1275 USD). Keunggulan ini tak terlepas dari identitas Karla Bionics sebagai social startup yang berharap agar produk Karla Bioinics dapat digunakan secara inklusif.
Secara pribadi, Alya merasa bahwa Karla Bionics merupakan wadah aktualisasi diri yang tepat bagainya, terlebih dirinya dapat merealisasikan tujuannya, yakni membantu kaum difabel seperti kerabatnya, untuk terus melanjutkan kehidupan secara mandiri. Itulah yang menjadi percikan semangatnya ketika mengikuti berbagai perlombaan atas nama Karla Bionics, walaupun disibukkan pula dengan kegiatan-kegiatan akademik yang tak jarang menguras tenaga dan mental. “Every disabled have the same right to live happily like any other human being,” dan “Believe what you do,” merupakan dua quotes yang dapat menerjemahkan semangat dan motivasinya untuk terus berkarya dalam Karla Bionics.
Secara pribadi, Alya merasa bahwa Karla Bionics merupakan wadah aktualisasi diri yang tepat bagainya, terlebih dirinya dapat merealisasikan tujuannya, yakni membantu kaum difabel seperti kerabatnya, untuk terus melanjutkan kehidupan secara mandiri. Itulah yang menjadi percikan semangatnya ketika mengikuti berbagai perlombaan atas nama Karla Bionics, walaupun disibukkan pula dengan kegiatan-kegiatan akademik yang tak jarang menguras tenaga dan mental. “Every disabled have the same right to live happily like any other human being,” dan “Believe what you do,” merupakan dua quotes yang dapat menerjemahkan semangat dan motivasinya untuk terus berkarya dalam Karla Bionics.

Dokumentasi kolaborasi antara Karla Bionics dan Rumah Amal Salman dalam “Program Rangkul Difabel”

Dokumentasi Karla Bionics bertemu dengan Dinas Sosial Jawa Barat untuk membahas potensi kerja sama
0
167
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Education
23.4KThread•16.7KAnggota
Komentar yang asik ya