- Beranda
- Entrepreneur Corner
Kenali React Native untuk Pengembangan Mobile Apps
...
TS
ananovanca
Kenali React Native untuk Pengembangan Mobile Apps
Pangsa pasar aplikasi mobile masih didominasi oleh Android dan iOS. Per Januari 2023, Android menempati posisi pasar tertinggi di angka 71%,diikuti dengan iOS yang memiliki pangsa pasar yang juga tidak sedikit di angka 27%. Untuk memaksimalkan keuntungan, developer umumnya dituntut untuk bersaing di banyak platform. Pada umumnya, mereka dihadapkan dengan tantangan waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk mengembangkan aplikasi untuk tiap platform yang ada. Untuk mengatasi hal tersebut, umumnya developer mencari alternatif lain yaitu memakai teknologi cross-platform.
React Native, sebuah framework teknologi cross-platform yang masih populer saat ini dan didukung langsung oleh big tech Meta (Facebook), berhasil menjawab tantangan diatas sejak 2015. Daripada membuat codebase terpisah di masing-masing platform, React Native memberikan solusi single codebase untuk banyak platform, sehingga waktu dan biaya bisa diminimalkan dan iterasi produk yang di rilis ke pasar lebih cepat. Namun React Native tidak berhasil sendirian. Ada pesaingnya Flutter yang juga didukung oleh big tech ternama Google. Kini framework mereka adalah yang paling populer dan masih bertahan.
Tren
Sejak tahun 2021 popularitas React Native di 38% mulai terkejar oleh Flutter di 42% berdasarkan Statista. Flutterbahkan cenderung terus mengalami peningkatan dibandingkan React Native yang cenderung stagnan bahkan menurun di tahun itu. Pada setiap rilis major-nya, jumlah aplikasi Flutter meningkat. Ketika Flutter 2 dirilis pada Maret 2021, ada sekitar 150rb aplikasi Flutter yang ada di Play Store. Dan saat rilis Flutter 3 pada Mei 2022, ada 500rb aplikasi Flutter. Lonjakannya sekitar 455% dan itu terjadi hanya dalam dua tahun. Jika dilihat berdasarkan bahasa pemrograman yang dipakai, React Native memang memiliki basis programmer JavaScript yang jauh lebih populer dibandingkan Flutter Dart. Namun dilihat dari tren Statista diatas, React Native sebagai framework sendiri sempat mengalami penurunan dan hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah React Native masih worth it dipakai? Mana sebaiknya yang digunakan untuk kedepannya? Simak selengkapnya disini.
React Native, sebuah framework teknologi cross-platform yang masih populer saat ini dan didukung langsung oleh big tech Meta (Facebook), berhasil menjawab tantangan diatas sejak 2015. Daripada membuat codebase terpisah di masing-masing platform, React Native memberikan solusi single codebase untuk banyak platform, sehingga waktu dan biaya bisa diminimalkan dan iterasi produk yang di rilis ke pasar lebih cepat. Namun React Native tidak berhasil sendirian. Ada pesaingnya Flutter yang juga didukung oleh big tech ternama Google. Kini framework mereka adalah yang paling populer dan masih bertahan.
Tren
Sejak tahun 2021 popularitas React Native di 38% mulai terkejar oleh Flutter di 42% berdasarkan Statista. Flutterbahkan cenderung terus mengalami peningkatan dibandingkan React Native yang cenderung stagnan bahkan menurun di tahun itu. Pada setiap rilis major-nya, jumlah aplikasi Flutter meningkat. Ketika Flutter 2 dirilis pada Maret 2021, ada sekitar 150rb aplikasi Flutter yang ada di Play Store. Dan saat rilis Flutter 3 pada Mei 2022, ada 500rb aplikasi Flutter. Lonjakannya sekitar 455% dan itu terjadi hanya dalam dua tahun. Jika dilihat berdasarkan bahasa pemrograman yang dipakai, React Native memang memiliki basis programmer JavaScript yang jauh lebih populer dibandingkan Flutter Dart. Namun dilihat dari tren Statista diatas, React Native sebagai framework sendiri sempat mengalami penurunan dan hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah React Native masih worth it dipakai? Mana sebaiknya yang digunakan untuk kedepannya? Simak selengkapnya disini.
0
972
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Entrepreneur Corner
22.1KThread•5KAnggota
Komentar yang asik ya