masramid
TS
OWNER
masramid
Rokok Krerek H.Agus Salim di Istana Buckingham.

Rokok Kretek di Istana Buckingham, ilustrasi via bolehmerokok.com


Pada waktu itu rokok bukan sesuatu yang tabu. Belum ada ruangan anti rokok dibanyak tempat dan kegemaran itu hampir dimiliki banyak lali laki di Eropa.

Namun diwaktu penobatan tentu saja dilarang merokok di Istana Buchkingham kecuali di sebuah ruangan ramah tamah menyambut tamu negara Inggris yang dihadiri pangeran Philip.

Ditempat itu H Agus Salim membakar sebatang kretek. Pangeran Philip suami Ratu Elyzabeth II melihat tamunya dari Indonesia, menghisap rokok dalam-dalam

"Rokok yang berbeda," Pangeran Philip ingin tahu.
"Paduka tertarik?"
"Iya " sahut Pangeran Philip.
,"Inilah yang membuat oramg orang Paduka datang kenegara kami " ujar Agus Salim.
"Tembakau?" Tanya Pangeran Philip.
"Bukan Tembakau saja, tapi lebih dari itu ""Rempah rempah dari negeri Indonesia " jawab Agus Salim.

Pangeran Philip hanya tersenyum disentil Agus Salim.

“Inilah yang membuat nenek moyang Anda sekian abad lalu datang dan betah menjajah negeri kami” diplomasi Agus Salim membuka obrolan pangeran Philip muda yang canggung dengan tamu .

Pangeran Philip akhirnya tahu rokok yang harum itu ada cengkehnya yang sangat diperlukan di Eropa.

Kisah Agus Salim berdiplomasi dengan kretek di Istana Buckingham merupakan kisah yang terkenal dan terus dituturkan sebagai momen bersejarah bangsa Indonesia.

Haji Agus Salim atau Mashudul Haq lahir 8 Oktober 1884 di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat.

Agus Salim menempuh pendidikan Europeesche Lagere School (ELS), sekolah khusus anak-anak Eropa, melanjutkan Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia dan menjadi lulusan terbaik di HBS se-Hindia Belanda.

“Orang Tua Besar” The Grand Old Man berpolitik di dalam negeri menjadi Menteri Luar Negeri RI pada kabinet Presidensial dan pada tahun 1950. Lalu memegang jabatan sebagai Penasehat Menteri Luar Negeri.

Pada tahun 1953, Agus Salim diutus Presiden Soekarno untuk mewakilinya dalam acara penobatan Ratu Elizabeth II sebagai Ratu Inggris di Istana Buckingham

Kisah ini diceritakan oleh R. Brash, Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 1982-1984, yang mendampingi Agus Salim pada kunjunga ke Istana Buckingham pada tahun 1953.

R .Brash bertugas mengiringi Haji Agus Salim pada upacara di Westminster Abbey.

Kisah tersebut bahkan pernah diceritakan Pramoedya Ananta Toer pada 1950-an, yang dikutip dari sebuah bukunya.

Lalu dalam buku 100 tahun H.Agus Salim juga disematkan kisah serupa.

Juga dari Buku Tempo Bapak Bangsa yang berjudul “Agus Salim Diplomat Jenaka Penopang Republik”
H.Agus Salim yang lihai dan tidak mau kalah berdiplomasi.
https://amp.kompas.com/nasional/read...angeran-philip

https://bolehmerokok.com/2018/08/agu...na-buckingham/

https://www.inews.id/news/nasional/k...u-elizabeth-ii
Diubah oleh masramid 11-10-2022 22:33
0
453
0
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.