Story
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
88
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62f4532450ce4c667968693a/gejolak-kawula-muda
PROLOG Terlalu indah dilupakan, Terlalu sedih dikenangkan. Kata kata yang cukup bermakna jika kita berkata tentang Masa Lalu. Masa masa buruk,indah,Sableng yang terjadi seiring berjalannya waktu. Sebuah kisah tentang seorang pemuda yang selalu dibilang TROUBLE MAKER di suatu Kelompok. Kelucuan, Kebersamaan, Kesedihan, dan KeGOBLOKAN bersama Kawan - kawan menjadi sebuah kisah klasik yang indah jika
Lapor Hansip
11-08-2022 07:53

GEJOLAK KAWULA MUDA! [TAMAT]

GEJOLAK KAWULA MUDA!

PROLOG

Quote:Terlalu indah dilupakan, Terlalu sedih dikenangkan.
Kata kata yang cukup bermakna jika kita berkata tentang Masa Lalu. Masa masa buruk,indah,Sableng yang terjadi seiring berjalannya waktu.

Sebuah kisah tentang seorang pemuda yang selalu dibilang TROUBLE MAKER di suatu Kelompok.
Kelucuan, Kebersamaan, Kesedihan, dan KeGOBLOKAN bersama Kawan - kawan menjadi sebuah kisah klasik yang indah jika diceritakan.

Ok...
Back the topic!..
.

Gua tinggal di sebuah perkampungan di daerah Pasar Minggu, lebih tepatnya Volvo, disana ada perkampungan yang tempatnya diisi oleh banyak preman kampung yang selalu Berpenampilan Serampangan,Kucel,Dekil.

Kalo pemudanya? Hmmm....

Coba kalian lihat saya! Apa ada yang kurang dari diri saya? Semua terlihat begitu jelas jika anda melihat saya secara langsung!. Sebagai pemuda kampung yang keren, kami selalu digandrungi banyak wanita, kami selalu berpenampilan modis, Yeeah, seperti kemana mana selalu bawa mobil BMW, Jam tangan rolex, Nongkrong juga bukan di tempat Ecek2 kaya boker, Gunung antang, dll.

Minimal tempat kami nongkrong biasanya di Kemang, Antasari, Al - Azhar Blok m atau makan biasanya di Grand Indonesia.

Yaakk mantap! Kalimat yang kalian baca diatas adalah fiktif, semua kalimat tersebut adalah sesuatu kebohongan belaka yang saya tulis untuk kesenangan pribadi saya sendiri. Hehehehe.

Perkenalkan nama gua Jaki, perawakkan Cungkring, Tinggi, dan kulit sawo matang.

Panggilan gua kalo dirumah Kiki, kalo di tongkrongan biasa orang manggil Jeki.

Gua dan kawan - kawan biasa nongkrong di warkop mang Soleh, beliau adalah orang berumur 40 tahun yang berjualan di kampung kami, orangnya asli Sunda, kampungnya di daerah Antapani,Bandung. Tapi beliau sudah menginjakan kaki di ibukota dari tahun 1993.

Cerita ini diambil tahun 2007, Gua sendiri saat itu berumur 15 tahun jalan 16 tahun.
Gua masih bocah SMP saat itu.

Tapi...

Di umur segitu, gua sudah terbiasa dengan mabok, ngegele, Tawuran dll. Semua gua lakukan karena terbawa arus pergaulan pada masa itu. Entahlah, ya walaupun itu memang perbuatan yang gua sesali sekarang, tapi bukan berarti gua harus melupakannya, karena Hari - hari itu adalah yang Terbaik menurut gua sendiri.

Kisah yang awalnya berupa senang senangnya Anak muda, berubah menjadi Kisah solidaritas tanpa batas, semua yang awalnya bahagia, berubah menjadi ganas seiring berjalannya waktu.

Ketakutan, dan Kehinaan selalu membayangi pemuda tersebut setiap harinya.

Kata kata makian, Cemoohan selalu terlontar begitu saja dari dirinya, ataupun musuhnya.



---------------------------------------------------

ALERT

CERITA INI HANYA MENGISAHKAN TENTANG MASA LALU GUA BERSAMA KAWAN - KAWAN, HARAP BAGI PEMBACA AGAR BIJAK DALAM MEMAHAMI APA YANG DIBACA, DAN UNTUK KAUM AGAMIS! MAAF, CERITA INI BUKAN UNTUK KALIAN YANG SELALU BERBUAT BAIK, DI CERITA INI BANYAK MENGANDUNG KATA KATA BRUTAL YANG MENGUSIK TELINGA KALIAN!.

SEKALI LAGI SAYA INGATKAN UNTUK PEMBACA UNTUK MEMAKLUMI APA YANG SAYA TULIS,

DAN UNTUK NAMA, TEMPAT, DAN WAKTU SAYA SAMARKAN UNTUK KENYAMANAN SEMUA PIHAK YANG TERLIBAT DI CERITA INI.
TERIMAKASIH!




BUAT PART BISA KLIK DIBAWAH

Quote:1. PROLOG

2. Sebatas Teman

3. Tentang Kami!

4. Kenalan

5. Brawl Stars!

6. Dendam!

7. Gelora Jiwa Tian.

8. Janji...

9.Chaos!

10. Ngapel.

11. Diskusi Pemuda Liar.

12. Ngambek

13.Perpisahan.

14.Cerita Ika.

15.Dilema.

16.Yang Terbalas.

17.Nasehat Kawan.

18. PASMING GANK

19. Sang Ratu kegelapan.

20. Sang Ratu Kegelapan II

21. Kabar Mengejutkan!

22. Selamat Jalan Kawan + Epilog
Diubah oleh dololipret
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan 10 lainnya memberi reputasi
9
Masuk untuk memberikan balasan
stories-from-the-heart
Stories from the Heart
21.8K Anggota • 28.9K Threads
Halaman 1 dari 3
GEJOLAK KAWULA MUDA!
11-08-2022 07:57

Sebatas Teman!

Quote:Dimalam hari sekitar Pukul 07.00 gua duduk sendirian sambil menyeruput kopi hitam yang gua pesan di warkop Mang Soleh, diri gua sedang fokus melihat berita di layar Hp tentang Adam Air Penerbangan 574 jatuh di Selat Makassar. Seluruh penumpang dan awak kabin yang berjumlah 102 tewas serta jasad seluruh penumpang dan bangkai pesawat tetap terkubur di dasar laut.

"Wah parah banget yak, mudah mudahan kalo gua ntar jadi orang gedongan nyang kemane mane naek pesawat selalu diberi keselamatan oleh yang maha kuasa!" Kata gua dalam hati.

Tidak lama kemudian, datang pemuda bernama Aduy, dia temen gua, bisa dibilang Temen dari bayi, karena Ayah kami adalah mantan teman setongkrongan dulu, yang tadinya bokap aduy berjanji ke bokap gua kalo nanti anaknya sepasang, Bakal dijodohin oleh beliau.

Kulitnya putih, Pendek dan ganyanya Tenge! Itulah aduy..

" Woyy, sendirian aja lu dimarih, anak anak pada kemana?" Tegur pemuda itu

" Bentar lagi juga kemari" jawab gua.

Pemuda itu langsung duduk di samping gua, matanya tiba tiba serius menatap gua.

" Jek, gua pengen sesuatu nih sama lu" katanya masih dengan tatapan tajam

"Mao ngomong paan lu! Mao nembak gua? Gua tampol lu langsung hari ini juga" jawab gua dengan menunjukan kepalan tangan ke aduy

" Gua serius ini Babi!!"

"paan si emangnya?"

Pemuda itu menghisap rokoknya dalam dalam lalu kembali menatap gua dengan serius.

"Gua suka sama fitri jek, entah kenapa kayanya gua harus ngomong ini sama lu, gua pengen minta restu lu" ujarnya masih dengan tatapan serius.

Mendengar ini, gua langsung ngakak sejadi jadinya

" Ha..ha..ha, lu kaya mao nikah aja minta restu segala, lagian kalo mau minta restu ke Anti sono, jangan ke gua" kata gua sambil menyebut nama ibunya aduy.

"Sedeng lu emang, ngapa emak gua yang lagi jadi model majalah lu sebut jemmbood!!" Makinya kesal betul.

Fitri adalah wanita yang dikenalkan ke gua oleh salah satu teman SD gua yang bersekolah sama dengannya, Rumahnya di daerah Kalibata, Fitri juga sama dengan gua, dia masih Siswi SMP kelas 3 yang dikit lagi akan lulus.

Dan juga, Fitri itu pernah menyukai gua, gua dapet kabar ini oleh temen se gengnya juga yang bernama Bunga, kata Bunga, Fitri itu sudah menyukai gua saat awal kita bertemu.

Cuman itu berujung penolakan yang keluar dari mulut gua ketika gua dan Fitri ngobrol berdua saat gua mengantarnya pulang kerumahnya saat itu.

Diatas motor Bebek merk Vega ZR, wanita itu nembak gua brayy!!!

JELEK JELEK begini juga pernah tau gua rasanya ditembak Cewek yang beneran Cewek, bukan sama Edy alias Siti bencong sialan yang selalu mangkal di rel dekat Pom bensin.

"Gua bener bener sayang jek sama lu" katanya dengan nada halus

Mendengar ini gua kaget bukan main, wajah gua memerah, Senang dan sedih bercampur jadi satu.

Kenapa gua senang? Ya karena ada cewek yang nembak gua lah.. kenapa gua Sedih? Karena perasaannya bakal gua tolak.

Gua diam saja saat fitri mengatakan itu, sampai kami di depan rumahnya, dia kembali menatap gua dengan teduh.

"Jek, gua sayang sama lu, apa kita bisa barengan sekarang?" Tanyanya.

"Fitri, asal lo tau, gua juga sayang kok sama lo!" Jawab gua

"Tapi maaf fit, lu itu udah gua anggap kaya adek gua sendiri, lu asik lu enak buat diajak ngobrol, tapi perasaan gua itu cuma sayang, bukan cinta. Gua mau berteman baik aja sama lo, karena gua takut kalo nanti kita putus ditengah jalan, hubungan kita juga bakal putus" sambung gua

Mendengar itu, fitri tersenyum, entah itu senyum ke ikhlasan atau kekecewaan, lalu diiringi dengan air mata yang menetes di kedua pipinya.

"Gapapa kalo lo gak nerima gua jek, gua berani ngomong gini karena gua udah siap untuk semua jawaban yang lo beri"

"Gua tetep nerima lo jadi sahabat terbaik gua kok fitri, udah jangan nangis, kita masih bisa berteman kok, gua juga bisa jadi temen curhat lo, jangan malu - malu kalo ada masalah, gua selalu siap membantu dan mendengarkan semua masalah lo!" Kata gua sambil mengusap air matanya.

"Kalo ada yang ngejahatin lu sampe bikin lu nangis, lu bisa ngadu sama abanglu ini, biar gua bikin sembeb mukanya" kata gua lagi berapi-api.

"Lu kan udah bikin gua nangis jek, gaya lu tuwir hi..hi..hi" katanya menggoda

BUAAGHH!!!

Gaada angin gaada hujan, secara refleks gua meninju wajah gua sendiri, melihat itu fitri kaget lalu langsung mengelus pipi gua.

" Ihh, kok lu gitu si!"

"Biar lu tau fit, apa yang gua omongin bukan omongan biasa"

"Ya tapi jangan sampai gini juga lah!"

Tapi akhirnya kami berdua tertawa.

"Ha..ha..ha.."

"Gila lu emang gapernah sembuh jek" kata fitri sambil tertawa.

"Hehe, yaudah gua pulang dulu, inget jangan sedih ya, kalo lu sedih gua juga ikut sedih, inget kita sekarang sahabat, jangan sungkan lagi sama gua!"

"Siap Boss!!!" Jawabnya sembari memberi hormat.

Diperjalanan pulang, gua terus diikuti rasa bersalah, Seorang wanita cantik bernama Fitri yang sudah memberanikan diri untuk nembak gua, tapi gua menolaknya.

Aakkhh...

Tapi itu semua memang udah keputusan gua, gua memang sayang dengannya, tapi itu bukan cinta, hanya kasih sayang kepada seorang sahabat lama.

Dan itu jadi pertemuan terakhir gua dengan fitri, setelah berbulan bulan, dia mengilang bagai ditelan bumi, lalu akhirnya kami bertemu kembali saat Bunga gua ajak nongkrong di tongkrongan gua, saat itu juga lah Fitri terlihat lagi.

Dan sekarang, Aduy teman kecil gua sangat menyukainya, dia bilang selain Fitri cantik, anaknya juga rame, pokonya barang bagus lah kalo kata aduy mah ha..ha..ha
Diubah oleh dololipret
profile-picture
profile-picture
profile-picture
unhappynes dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
GEJOLAK KAWULA MUDA!
11-08-2022 08:01

Tentang Kami.

Quote:Di warkop mang Soleh, sudah berkumpul 6 pemuda dekil dan serampangan, semua duduk ngobrol tentang dunia, ada yang ngomong tentang bangsa, ada yang ngobrol tentang perkelahian, ada juga yang ngobrol tentang janda cantik di kampung kami.

Baiklah, kita mulai saja perkenalan kawan kawan gua ini.

Pertama ada Aduy yang gua ceritain di part sebelumnya.

Kedua, ada Rio yang bertubuh kurus seperti tinggal tulang sama kentut, dia satu tahun diatas gua.

Ketiga, ada Egi yang seorang anak basis, dia anak STM Bunda kandung yang sekolahannya ada di dalam Komplek Palapa, dan sekarang dia sudah beranjak di kelas 2.

Keempat, ada Tian pemuda yang masih saudara dengan aduy, dia baru baru ini bergabung dengan kami karena baru pindah dari kampungnya di cianjur, Tian juga baru masuk sekolah yang sama dengan Egi.

Kelima, ada Botak alias Awan yang satu tahun dibawah gua, dia adalah salah satu kawan baik yang setiap hari selalu kena Bullyan kami ketika nongkrong, semua bullyan itu karena kepedean dan ketengilannya.

Keenam, ada Paul yang berperawakan Buncit, dipanggil Paul karena palanya super Gede! Apalagi waktu rambutnya dulu dicukur cepak, Persis karakter Paul di Game TEKKEN.

"Muka lu kenapa bengep gitu tak" tanya Egi ke awan.

"Abis maling puun belimbing pak Sobri die gi" Rio yang menjawab

"Lagi lu goblok aja, udah tau Pak Sobri orangnya galak, bagus baru digaplok doang lu, belum di ketekin ama doi" kata Egi.

"Lah pan gua ngambil juga buat kite pada makan gi, elu bukannya prihatin malah nasehatin gua kaya enyak gua" kata botak berusaha membela diri

PLAAKK!!!

Gua menggampar kepala anak itu, dia pun langsung mengaduh kesakitan

"Ehh Goblokk!, Elu kalo misal ngasih makan kite pake duit lu sendiri mah gua welcome aje, lah ini makanan hasil maling lu bagi ke bocah, ngadi ngadi aja lu dasar Botak sarap!" Kata gua mencaci anak itu

"Hehe, iya sorry kawan, sorry.." kata bocah itu masih mengelus kepalanya.

Lantas gua duduk kembali di emperan warung kopi, lalu gua menyalakan rokok dan menghisapnya dalam - dalam

"Woy, cewek gua mau kemari nih" Ucap aduy tiba-tiba.

"suruh bawa temennye duy, kali ada yang bakal jadi jodoh gua" kata Egi datar.

"Yaelah gi, tampang kek preman sewaan pak sobri kaya elu mah susah dapet cewek" kata rio sableng

"Anjing lu!, Tampang mirip Paul walker begini lu samain sama preman sialan itu"

Ha..ha..ha..

Ohiya, setelah minta restu dari gua kemarin, Aduy berhasil jadian dengan Fitri, gua merasa senang jika kedua sejoli itu resmi Berpacaran.

Tiba-tiba sinar lampu motor menyilaukan mata kami, Fitri,Bunga dan 2 temannya yang gua belum kenal
Telah datang dan ikut gabung bersama gua dan yang lain.

Teman teman gua ini hanya kenal dengan Fitri yang sudah beberapa kali diajak Aduy main ke tongkrongan, tentu saja bunga dan 2 lainnya yang belum gua kenal, mereka juga belum mengenalnya.

Semua orang orang bangsaat ini langsung Pasang tampang keganjenan, sok keren, padahal jika dilihat mereka seperti preman yang kusut karena kalah judi.

"Lama amat lu yank, gua kira mah gajadi kemari kali" ucap aduy ketika Fitri baru sampai

"Maaf yank, tadi kerumah temen gua dulu" jawab fitri sambil duduk disampingnya

"Cieelah, baru jadian sebulan udah ayank ayankan aja lu" kata botak menggoda

"Ha..ha.. Iri bilang bos!" Kata aduy

"Etdah bacot mulu lu pada, itu siapa, kenalin lah" kata gua mengakhiri perdebatan aduy dan botak

"Ohiya, Ini bunga, ini Dini, sama ini Maudy" kata Fitri sambil menunjuk temannya

"Salam kenal ya semua" kata mereka bertiga.

Gua pun kembali ngobrol dengan bunga, dia curhat tentang hubungannya dengan heru teman sd gua dulu yang sudah kandas.

"Temen lu emang anjing jek, gua diselingkuhin ama dia" katanya kesal

"Yaudah si, harusnya lu bersukur putus sama dia" kata gua menasehatinya

"Kok bersukur?"

"Daripada lu lanjut sampe hubungan keluarga terus lu diselingkuhin pas udah punya anak gimana?"

"Iya juga siih.." kata bunga sambil mengaruk garuk bodoh kepalanya.

Lantas gua mengambil gelas yang berisi anggur merah lalu menenggaknya.

Rio yang kocak selalu berhasil membuat orang disekitarnya tertawa dengan guyonannya.

Yeeah... Itulah tentang kami yang selalu sibuk dengan dunia kami sendiri, entah orang bilang apa, yang jelas kami merasa happy dengan apa yang kami lakukan.
Diubah oleh dololipret
profile-picture
profile-picture
profile-picture
unhappynes dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
GEJOLAK KAWULA MUDA!
11-08-2022 10:32

Kenalan

Quote:Sedari tadi Rio selalu melucu, entah anak itu cari perhatian atau kenapa, yang pasti anak itu Sukses membuat semuanya tertawa.

Gua pun duduk agak menjauh dari mereka yang sedang seru ngobrol, lalu memainkan gitar menyanyikan lagu The Beatles Band kesukaan gua..

Setelah 2-3 lagu gua mainkan, gua berdiri lalu pergi kearah mereka yang sedang asik mengobrol.

"Woy, lu pada ada yang mau nitip gak? Gua pengen beli rokok nih!" Seru gua ke mereka

"Gua nitip garpit dah jek 3 batang" Jawab botak

"Mana duitnya?"

"Pake duit lu!"

Gua langsung menoyor kepala anak itu sampai terjungkal.

"Itu mah minta goblook!"

"He..he..he.."

"Bang, gua ikut dong" tiba tiba temannya fitri yang bernama Dini berdiri

"Gausah kaku, mau beli apaan emang? Sini aja duitnya kalo mao nitip" kata gua ke dini

"Gua pengen milih juga bang"

"Yaudah kemon" kata gua mengajaknya.

Diperjalanan menuju warung, kami hanya diam diam saja, tidak ada percakapan yang keluar dari mulut kami berdua, kadang kadang juga dini seperti curi curi pandang, begitu juga gua.

"Issh, kaku amat lo bang, katanya bunga sama fitri lu orangnya asik, gua malah didiemin aja" seru dini ketus

"Emang gua kang cimol depan madrasah apa lu panggil abang, ya kan gua juga belum terlalu kenal, gua sadar diri kalo kadang mulut gua keterlaluan kalo ngomong, makanya gua takut lu tersinggung aja" jawab gua kesal.

"Yaudah, kalo gitu kita kenalan sekarang!"

"Nama gua Dini" katanya sambil menjulurkan tangan.

"Nama gua Jaki, salam kenal din" kata gua balik menyalaminya.

"Gua panggil Kiki aja boleh? Katanya lu kalo dipanggil sama bokap nyokap lu Kiki bang?"

"Iya terserah lu aja gua mah"

Dini orangnya asik, anaknya rame, nan lucu. Centil adalah gaya khas baginya sendiri.

Sampailah kami di warung, penjaganya gua kenal, dia Nopri seorang pria berumur 23 tahun.

"Widih, yang kemaren cewek jilbab ungu kemana tuh? Udah ganti yang baru aja" sahut anak itu meledek gua.

Gua mentapnya sinis "Cewek tai! Mulut lu gua sumpel juga nih lama lama"

"Ha..ha..ha"

Setelah membeli beberapa jajanan dan rokok, kami berdua kembali ke arah tongkrongan.

"Lama amat lu, abis mojok lu ya bedua" kata egi ketika melihat kami yang baru datang

"Asbak dukun kalo ngomong jangan sembarangan lu tai!"

"Ha..ha..ha" tawa meledak

Memang kata kata makian tidak membuat kami marah atau baper, semua hanya refleks bercanda, selama yang ngomong itu gua kenal dan udah gua anggap sebagai teman, gua sih fine, fine aja..

Gelas yang berisi Anggur merah pun kembali berputar, kami menenggaknya dengan tawa dan senang. Semenjak dari warung, dini duduk di sebelah gua.

"Kita maen game nyok!" Seru aduy

"Game apaan?"

"Ini botol gua puter, Nah yang ketunjuk sama kepala botol nye, dia harus cium pipi orang yang ketunjuk selanjutnya" seru Aduy sableng sambil menunjuk botol amer

"Kalo nunjuknye ke Fitri gaboleh, gua puter lagi, enak amat lu pada cium pipi cewek gua" tambahnya lagi.

Mendengar itu gua gak setuju, selain mesum, sama aja kaya merendahkan perempuan yang ada disitu.

Namun, Egi,Rio,Tian,Botak langsung menyengir lebar, gua sudah tau isi Pikiran mereka.

"Ngapa harus di pipi, di bibir aja biar lebih hot!" Seru Egi

PLAAKK!!!

Tamparan gua mendarat mulus ke kepala anak itu

"Goblok! Bocah sedeng, gua yakin lu pas lulus bakal jadi gigolo di kalcit Tod!" Maki gua ke Egi, dia sendiri mengaduh ngaduh

"Au nih Egi mesum anjir!" Sahut Maudy

"Lagian ada ada aja lu duy, udahlah gausah permainan konyol kaya gini!" Kata gua memaki aduy

Aduy menyengir lebar, tanda anak itu bakal menang dalam perdebatan.

"Gua kira mah lu bocah nya berani, heleh begini aja takut dasar Banci!" Katanya dengan tampang meledek.

"Gua bukan banci anjing!"

"Yaudah kalo bukan banci ayo dong!"

"Lah jadi tod!" Gua mengiyakannya

Botol amer diputar, Putaran pertama menunjuk ke Botak, botak pun menyengir lebar.

Lalu putaran kedua.......

Kepala botol menunjuk ke Egi..

Wajah keduanya langsung pucat pasi kaya orang lagi dikejar anjing 2 hari berturut turut.

"Nah sekarang lu cium dah pipi Egi tak!" Kata Rio

Tawa pun meledak ledak oleh kami semua.

"Anjing emang gua homo apa, lagian kalo homo gua juga mikir, gamungkin gua milih botak biadab kaya dia!" Kata Egi berapi api.

"Eh anjing, emang gua doyan, idih bayangin aja gak pernah gua guooblook!" Sahut botak.

Tapi karena syarat dan ketentuan yang berlaku, mau gamau Botak mencium pipi Egi

"Gamau di bibir aja gi? Kan elu tadi yang nyaranin haha biar lebih Hot!" ledek gua

Uhhh...

Sungguh benar benar Hot seperti yang Egi katakan.
Bahkan gua masih ada Fotonya, dan masih ketawa ngakak ketika melihat Botak yang mencium pipi Egi saat itu ha..ha..ha

Setelah puas tertawa, botol pun kembali diputar oleh Aduy.

Dan...

Oh tidak....

Kepala botol Amer itu menunjuk ke arah gua.

Egi dan botak tersenyum penuh arti melihat gua yang gelisah.

"Akkhh, harusnya gua gausah ikutan permainan ini" ucap gua dalam hati.

Botol kembali diputar, lalu menunjuk ke arah dini.

Botak,Egi,Tian dan Rio melirik gua dengan tatapan dengki yang penuh keirian, sedangkan gua Gelisah bercampur malu, Wajah gua memerah, begitu juga dengan Dini.

"Wah, si kunyuk hoki setahun sekali kepake" kata Botak sambil melihat iri gua

Gua melihat dini yang masih malu.

"Udahlah gausah kaya gini, kasian duy dini." Kata gua ke aduy

"Yaelah, baru tadi jadi laki, masa mau jadi banci lagi!" Ledek Rio

"Ini bener ga apa apa din?"

Dini hanya mengangguk.

Cuupp!!

Pipi dini gua cium, akhh memang rasanya luar biasa! Jadi seneng adek gua yang dibawah ha..ha..ha..

"Sorry din" kata gua merasa gaenak

"Iya gapapa ki" jawabnya

Perkenalan gua dan dini yang diisi dengan Kekonyolan kawan kawan gua ini bakal gua inget selamanya, karena itu adalah pengalaman pertama gua mencium perempuan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
unhappynes dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
GEJOLAK KAWULA MUDA!
11-08-2022 14:29

Brawl Stars!

Quote:Pagi buta, sekitar jam setengah 6, gua sudah berada di Pasar untuk markir, keseharian gua memang begini, waktu pagi markir, siangnya sekolah.

Sedikit informasi tentang keluarga gua, keluarga gua adalah keluarga sederhana yang kecukupannya insyaallah ada.

Bokap adalah tukang loak keliling, sedangkan nyokap gua adalah Bos Lapak pemulung, Gua memang selalu cekak dalam hal materi, tapi tidak dengan barang.

Ya, karena barang barang yang gua punya adalah barang bekas yang ditemukan oleh pemulung atau ada orang yang ngasih ke pemulung, lalu dijual ke bokap gua dengan harga Murah, Seperti waktu kelas 2 SD ketika gua dapat Ranking 1 di kelas, gua dapat Nintendo yang bahkan temen gua yang dari kalangan menengah belum ada yang punya, jadi banyak dari mereka yang main kerumah gua hanya untuk main Game.

Terus saat kelas 5 SD gua kembali ranking 1, Gua dibelikan PS2 yang didapat dari hasil yang sama, lalu SMP kelas 1 saat gua kembali Ranking 1 kelas, Gua dapat Hp merk Mito.

Gua baru markir saat Kelas 2 SMP, saat itu gua ditugaskan oleh Saudaranya Rio yang menyandang gelar Preman Pasar!.

Disaat sedang melamun, tiba tiba pundak gua ditepuk oleh seorang Gadis, dia tersenyum manis ke arah gua.

"Heehh!" Kata gadis itu sambil menepuk gua.

Gua yang kaget lalu refleks menarik lengannya "sial lu din, bikin kaget orang aja" sahut gua melihat dini.

"Elu ngapain disini ki, bukannya lu sekolah ya?"

"Sekolah gua masuk siang, Lagi markir gua buat nambah uang jajan, elu sendiri ngapain disini?"

"Gua abis belanja sama nyokap gua" katanya sambil menunjuk orang disampingnya.

Melihat nyokap dini, gua langsung menyalami beliau dengan hormat, terlihat ditangan beliau memegang plastik yang berisi sayur mayur dan Buah buahan.

"Oh ini yang namanya Jaki..." Gumam beliau

"Iya bu, saya Jaki,manis kan? He..he..he.." canda gua

"Dini sering cerita tentang kamu loh nak" agak kaget gua mendengar bokap dini bicara seperti itu, sedangkan dini merasa agak malu

"Mah, apaan si ngomong begitu" kata dini ketus

"Oh,pasti cerita tentang ketampanan saya yang sudah sangat populer di seantero jakarta ya bu?" Sahut gua sableng

"Ha..ha..ha.. kamu orangnya lucu sekali ya"

"Emang dini cerita apa buk?" Tanya gua penasaran sambil melihat dini

"Hmm.. ada deh" jawab beliau dengan nada menggoda.
------------------------------------------------------
Siang harinya, gua berangkat sekolah, dan sekolahan gua ini berada di wilayah jagakarsa, lebih tepatnya didaerah Setu babakan, dan yang sekolah disini hanya gua seorang diri, jadi tidak ada barengan ketika gua berangkat, hanya ada beberapa anak dari sekolah gua yang berada di Gg.waru tanjung barat, itu pun kami bareng ketika pulang sekolah saja.

Gua sudah menaiki Kopaja 616, sebenarnya akses ke sekolahan gua bisa naik kereta si, kaya dari stasiun Pasarminggu Baru menuju ke Lenteng Agung, baru dari sana bisa naik Angkot ke arah sekolahan gua, tapi itu butuh biaya lebih. Sedangkan jika gua naik Kopaja 616 ini, gua bisa langsung menuju ke sekolahan dengan membayar 1000 rupiah saja.

Didalam kopaja, gua duduk bersama seorang pria paruh baya yang tertidur lelap di dekat kaca jendela bus, sedangkan gua asik dengan headset yang gua nyalakan mendengar lagu lagu Souljah.

Namun, ketika mobil sudah sampai di Rel kereta Iisip, tiba tiba saja suara rusuh Terdengar, Suara makian dan hinaan terlontar deras dari dua kubu pelajar yang sedang Tawuran itu.

CETARR!!!

Kaca bus yang gua naiki pecah, dan lagi Bapak bapak yang sedang tertidur di sebelah gua terkena pecahan belingnya.

"Aduuh" desisnya menahan sakit sambil memegangi tangannya.

Saat gua lihat, tangannya berdarah, lukanya terbuka lumayan lebar, gua yang melihat itu lantas langsung bertelanjang dada, membuka pakaian dalam gua lalu gua ikat ke luka pria sial itu.

"Yang sabar pak, itu lukanya sudah ketutup kok, darahnya juga udah ga ngalir lagi" kata gua sambil memperban luka ibu itu.

"Makasih ya dek".

"Yaudah pak, saya mau keluar dulu ya, itu kaos saya dibawa aja, biar nanti dirumah sakit ibu buang juga gapapa"

"Kamu mau kemana dek, itu anak sekolahan lagi pada rusuh, lebih baik kamu berlindung disini" kata beliau menasehati

"Gapapa pak, sekolah saya didepan sana kok" jawab gua seraya pergi.

Didepan gua melihat tawuran itu berjalan, kedua belah pihak saling membalikan serangan serempak mereka masing masing.

Dan dari kejauhan, ada orang yang memanggil gua

"Jeki!..."

Gua menoleh ke orang itu, ternyata itu adalah Egi.

"Lu ngapain tawuran disini bego, ganggu gua mau sekolah aja lu taik!" Maki gua ke pemuda itu

"Gua juga lagi mau namu ke cipedak, cuman gua dihadang sama anak sekolahan 305"

305. Gua cukup kenal dengan sekolah itu, karena sekolah itu dekat dengan sekolah gua, masih di wilayah Setu babakan juga.

"Udah lu bantuin gua dah jek, gua kalah orang terus Br juga ada 3" katanya mengajak gua

"Yaudah ayo majuin dah, gua backingin lu aja pake kopel" jawab gua seraya menarik kopel yang terpasang di celana gua.

Didepan gua menari nari sambil menghindari batu yang bersebrangan, Suara klakson motor dan Caci makian terus terlontar.

Egi dan 2 kawannya maju kedepan, ketiga orang itu sangat mahir dengan senjatanya masing masing, Egi sendiri membawa Samurai, dan 2 lainnya memegang Golok sisir Dan Gir motor yang dipasang di sabuk Karate.

"Ayo maju sini, jangan beraninya maen batu aja lo dasar sekolahan ayam" maki teman Egi ke anak 305

Tiba tiba dari arah musuh ada yang main colongan ke Egi

"MAMPUS LU!" Makinya seraya melancarkan serangan dengan goloknya

Gua yang sedari tadi membackup Egi, langsung saja meluncurkan serangan terlebih dahulu.

BUAAGH!!!

Dengan telak, kopel gua bersarang mulus ke kepala anak itu, dia terpontal ke belakang, darah segar langsung mengucur dari dahinya. "LU YANG MAMPUS ANJING!" Maki gua kesal betul

Egi dan kedua temannya langsung kesetanan, gua pun ikut bergabung dengan mereka

Belasan pelajar dari sekolah Egi mengumpat kotor di tengah jalan raya yang sedang mengalami kemacetan karena ulah kami. Gua juga berlari kencang ke arah musuh yang berlarian tanpa menoleh ke arah kami

BUAGGH!!!

Seorang siswa dari sekolah musuh terjatuh ketika kopel yang gua pegang berhasil mengenai kaki siswa yang sial itu, dengan cepat kami mengeroyok pemuda sial itu.

Terdengar dari arah musuh yang berteriak "Woy ada yang jatoh itu, BANTUIN!!!"

Namun itu hanya teriakan kosong belaka, temannya tetap tertinggal tergeletak lemas setelah belasan injakkan kaki dan kayu bersarang ditubuhnya, walaupun tidak dibacok dengan Egi, dia hanya menggebuknya di bagian tumpul samurai, walau begitu, pasti akan terasa nyeri jika dipukul sekuat tenaga.

Anak anak 305 berlarian ke arah Univ.Pancasila, sedangkan gua dan bocah sekolahan Egi yang berjumlah belasan orang memalang bus di depan Kampus Iisip.

Didalam bus kami semua tertawa setelah mengalami peristiwa menegangkan tersebut, sedari tadi, gua sedang mendengarkan pemuda bernama Cagur yang tadi maju paling depan dengan Egi, dia dengan semangat bercerita tentang dia yang berhasil Membacok lawannya, Mungkin itu ada kesenangan tersendiri bagi anak STM.

"Pas lulus nanti lanjut dimana lu?" Tanya Egi ke gua

"Dimana aja gua mah, yang penting negri" jawab gua datar.

"Kalo gak keterima di negri, lu ke sekolahan gua aja, ntar lu terusin dah basis gua pas gua udah lulus" ujarnya

"Yee goblokk! Sama aja lu ngarepin gua kaga masuk negri dong kalo kaya gitu, lagian kalo gua gak masuk Kolahan Negri, gua mending pilih Yapimda aja dah" sahut gua lalu menoyor kepalanya

"Sekolah di yapim mau jadi germo lu!" Sahutnya juga sambil membalas menoyor kepala gua.

Anak anak sekolahan Egi cengok dengan tampang tolol ketika gua berani menoyor kepala Egi, yah memang anak itu sudah Sangat dipandang oleh Basisnya. Mungkin karena hubungan kami yang teman semasa kecil membuat kami berdua sama sama sungkan, jadi tidak ada rasa serius yang dirasa oleh kami Berdua.

"Elu boleh juga tadi, nama lo siapa?" Tanya pemuda berperawakan kurus

"Nama gua Jaki bang" jawab gua

"Salam kenal ye, nama gua adit, anak Kalibata"

"Siaapp bang! Salam kenal juga yee.."
Diubah oleh dololipret
profile-picture
profile-picture
profile-picture
unhappynes dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
GEJOLAK KAWULA MUDA!
12-08-2022 18:12

Dendam

Quote:Sudah seminggu semenjak kejadian tawuran sekolah Egi dan 305. Sepulang sekolah sekitar jam 5 sore, Gua sedang nongkrong di kantin sekolahan bersama dengan Yasir dan Gepeng, Gua sudah berteman dengan mereka dari kelas 1.

Gepeng sendiri rumahnya di Gg.amsar ciganjur, dipanggil gepeng karena bentuk wajah anak itu peyang, lebih tepatnya gepeng. sedangkan Yasir rumahnya di dekat rumah sakit Ali sibroh.

"Ganyangka bakal sebulan lagi kita lulus dari sini" gumam yasir ke kami berdua

"Lu berdua bakal nyambung dimana?" Sambungnya menanyai kami

"Gua kalo dapet negri pengennya di SMA 38, cuma kalo dapetnya swasta gua ngikutin abang gua ke teladan" Gepeng yang menjawab

"Kalo lu jek?"

"Hmm... Gua mah insyaallah pasti negeri si, gua udah banyak belajar dari kemaren maren, harusnya soal ujian udah ada di otak gua semua" jawab gua

"Yaudah dah yok pulang aja kite"

"Yaudah ayok!"

Gua, Gepeng, dan Yasir nongkrong di sebrang sekolah tempat Fotocopy, mereka berdua memang sering menemani gua yang menunggu Kopaja 616 untuk pulang.

Namun, tiba tiba saja ada beberapa anak pelajar putih abu abu mengerubungi gua.

"Wah, ini nih yang kemaren ikut anak Bk" ujar salah satu dari mereka

Gua sangat panik saat itu, tapi gua berusaha untuk bersikap santai.

"Apa apaan nih!!?" Tanya gua ke mereka

"Elu kan yang kemaren ributin gua pas di Iisip!?" Tanya balik salah satu dari mereka dengan nada mengancam, Mata anak itu melotot, mungkin di pikirannya itu bisa mengintimidasi gua.

"Sorry bang, salah orang kali lu" seru gua ke mereka

"Gausah banyak omong lu anjing!! Lu yang bakal mati dimari!" Kata salah satu dari mereka seraya memukul wajah gua

"BUAAGH!!!" Gua terdorong ke belakang sambil memegangi pipi yang nyeri.

"Anjing lu!" Balas gua melawan

Tubuh anak itu gua tendang sehingga dirinya terhuyung ke belakang, lalu gua melompat sambil memukul wajah anak itu.

BUAGGH!!!
BUAGGH!!!

Dia jatuh, Hidung anak itu berdarah, gua yang ingin sekali menginjak kepalanya sekuat tenaga, tiba tiba saja satu buah tendangan meluncur cepat ke arah tubuh kurus ini.

BUAAGH!!!

"Anjing lu ye berani ngelawan" katanya dengan geram

Anak itu dan belasan orang lainnya langsung mengeroyok gua.

Seorang pelajar anak SMP dihajar habis habisan oleh pelajar STM, Gepeng dan Yasir hanya bisa diam saja, gua cukup memakluminya, karena mereka Takut.

BUAGGH!!!
BUAGGH!!!
BUAGGH!!!

Gua hanya berusaha melindungi kepala gua ini, mereka terus terusan menginjak nginjak tubuh gua.

Suara ampun dari mulut gua tidak mereka dengarkan, mereka hanya mengumpat dengan kata kata kotor sambil terus menginjak tubuh gua yang sudah mulai lemas ini.

Tiba tiba saja, datang pemuda berumur 22 tahun dengan temannya sambil menaiki sepeda motor Matic, dia berhenti di depan kami.

Wajahnya dipasang garang, matanya terlihat melotot ke arah pelajar 305.

"Baris lu semua Babi!" Kata pemuda itu ke arah 305.

"Dot, lu bantuin adek gua tuh!" Sambung pemuda itu menyuruh temannya

Bang Adot,Gepeng, dan Yasir langsung memopong tubuh gua yang lemas untuk duduk di bangku Fotocopy, gua hanya mendengus kesal sambil melihat Opik menggampar satu satu Anak 305.

PLAAKK!!!
PLAAKK!!!

"elu pade goblok ye, Bocah Smp lu bantai juga!" Bentak Opik

"Dan lagi adek gua yang lu pada embat!" Sambungnya.

Opik ini adalah Abang angkat gua. Kenapa bisa jadi abang angkat? Karena dulu abang kandungnya Opik, yaitu Om rizal pernah maling di kampung gua, Om rizal dipukuli warga, terus saat di interogasi, Om rizal mengaku kalau dia adalah Adik bokap gua, padahal beliau hanya Anak buah Bokap gua, cuma karena kebaikan bokap gua, beliau ditebus oleh bokap gua, dan sampai sekarang keluarga Om rizal dan keluarga gua seperti saudara, tentu Opik ini menganggap gua sebagai Adiknya.

Opik sendiri Alumni sekolahan Teladan 305.
Dulu, Opik sering bercerita ke gua tentang sekolahan yang sangat dicintainya itu, dia pernah berkata kalo arti 305 itu adalah 3 ORANG SLOW. Katanya dulu pernah ada 3 orang dari sekolahannya yang ngandangin Bunda kandung hanya 3 orang doang, dan juga dulu katanya nama sekolahan itu Teladan 74, dan sekarang eksis dengan nama jalan Teladan 305.

"Tapi kemaren dia ributin gua bang, dia bareng ama anak BK, si padil juga masuk rumah sakit die bagi kepalanya!" Kata salah satu dari mereka membela diri.

Dibilang seperti itu, Opik bukannya melunak malah tambah emosi!

"PLAAKK!!!" Opik menamparnya

"Lu sama anak SMP aja kalah GOBLOK!, Seharusnya lu pada malu kenapa harus dikalahin sama anak SMP!" Bentak Opik

Gua dari tadi diam saja, menatap mereka dengan kesal, walaupun disini ada Opik, gua tetap tak bisa berbuat apa apa, hanya menahan kesal yang ada di hati ini saja.

Dan lagi, Diam gua bukan alasan. Gua terus memandang ke mereka sambil mengingat wajahnya satu persatu. Jelas setelah menerima perlakuan seperti ini, Jiwa gua seperti Macan yang di ganggu saat makan, Entah apa pun itu, yang jelas dalam pikiran gua bakal mengembat mereka Satu per satu.

"Udah gua ga butuh alesan lu pada!" Ucap Opik masih dengan nada membentak

"Sekarang lu semua keluarin duit buat adek gua" pinta anak itu.

Dengan terpaksa, mereka semua mengeluarkan semua uang mereka, tentu dengan cara dipaksa dan diperiksa satu per satu oleh bang Adot, Setelah menerima uangnya, Opik menyuruh mereka pulang.

"Nih ki, ada 180, buat lu jajan dah" kata opik sembari menjulurkan Uang

"Gausah pik, buat lu aja gapapa he..hee.." jawab gua berusaha tersenyum

"Tai nih bocah, masih aja ketawa tawa muka bengep gitu"

"Udah buat lu nih, gua ngolekin juga emang buat lu"

"Yaudah deh sini"
Gua mengambil uang itu, lalu gua pamit ke mereka untuk pulang.

Di perjalanan, gua terus termenung, pikiran gua hanya BALAS DENDAM dan BALAS DENDAM saja.

"Yeaah,, bakal gua matiin mereka anjing!!" Gumam gua dalam hati
Diubah oleh dololipret
profile-picture
profile-picture
profile-picture
unhappynes dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
GEJOLAK KAWULA MUDA!
14-08-2022 03:55
Cerita bagus gini kok sepi ya hehe..
profile-picture
dololipret memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
GEJOLAK KAWULA MUDA!
14-08-2022 14:57

Gelora Jiwa Tian.

Quote:"muka lu kenapa jek? Kok bisa begini?" Tanya paul ketika gua datang

Akibat pengeroyokan tadi sore, Wajah gua lebam, tangan terkilir, kaki pun juga keseleo sehingga untuk jalan gua pincang.

"Abis dapet berkah gua nyet" jawab gua datar

"Serius tai! Lu kenapa!?" Tanya lagi Aduy.

"Ck! Kena embat gua ama bocah teladan"

"Kok bisa? Emang lu bikin perkara apa sampe mereka ngeroyok lu?" Kini Rio yang bertanya

Tiba tiba Egi datang bersama dengan botak mereka juga ikut bertanya ada apa dengan gua, lantas gua menceritakannya dengan santai ke mereka.

"Gi, kok jeki lu ajak ke masalah sekolah lu si!?" Bentak Rio ke Egi geram sambil memegang kerah bajunya.

Rio sendiri tahu bagaimana dunia STM, semenjak dulu, dia juga bersekolah di SMK PB Soedirman 1 didaerah cijantung, terkenal dengan nama Zerman 24, Abangnya dulu bersekolah disana, sekarang menjadi orang yang terbilang sukses setelah tahun 1997 lulus dari sekolah itu, Ya alasan Rio masuk ke sekolah itu ya karena abangnya.

"Gu..gua gatau kalo bakal jadi kaya gini" kata egi merasa bersalah

"Udeh lu berdua gausah ribut la anjing!" Seru gua ke mereka "lagian juga gua yang mao pas diajak Egi yo!" Tambah gua

"Udeh, kalian tenang aja, lagian muka muka yang ngeroyok gua tadi juga udah gua apal, tinggal tungggu timing yang tepat aja!"

Perhatian gua menuju ke arah Tian, Pemuda sunda yang usianya Satu tahun diatas Gua. Setiap kali nongkrong, Anak itu terlihat ga nyaman, sepertinya susah sekali bagi dia untuk beradaptasi dengan kami.

Selama sebulan ini, dia hanya ngobrol dengan Aduy saudaranya, sedangkan ngobrol dengan Anak-anak hanya beberapa kali saja, itupun harus Anak-anak yang memulai.

Lantas Gua pun menghampiri anak itu.

"Yan, lu gak seneng nongkrong disini?" Tanya gua

Mendengar itu, anak itu kaget. "Ng..nggak kok, gua mah cuma gaenak aja" jawabnya masih dengan sedikit ada nada sunda.

"Dibawa asik aja yan, tapi kalo lu mau mental dari sini ya gapapa, gua juga ga maksa orang untuk nongkrong atau jadi teman gua, tapi gua juga selalu welcome kok kalo ada yang mau jadi teman gua"

"I..iya jek"

Gua berdiri, lalu mengajak semua yang ada disini untuk nongkrong di daerah LP3I, disana ada kawan lama gua, mereka pun mengiyakannya.

Kami berangkat dari volvo menggunakan Mobil bak terbuka yang kami naiki dengan cara mencegatnya.

Sesampai disana, kami di sambut oleh Baja, dialah kawan gua waktu SD dulu dan sampai sekarang kami masih berteman baik.

"Ckk! Lama amat lu pada.. Gua udah beli Inek nih" serunya ke kami yang baru sampai

"Sorry kawan, tadi nunggu bm-an lama banget" Paul yang menjawab.

Lantas kami berenam bergabung dengan Baja dan 2 orang temannya, Minuman telah diputar, kata-kata caci maki kami lontarkan dengan buas diiringi dengan Tawa kami yang meledak ledak.

Dan juga, Tian sedari tadi juga ikut tertawa, gua senang melihat Tian tertawa ngakak seperti itu, Sepertinya dia sudah tidak merasa kaku lagi dengan kami.

"Jadi gitu ceritanye!" Kata gua setelah menceritakan kejadian gua dikeroyok ke Baja.

"Terus elu sekarang mau gimana gi?" Tanya baja ke Egi

"Nanti gua serang dah tuh sekolahnya" jawab Egi

"Gua ikut sekolahan lu dah gi klo mau jalan kesono" sambung Rio

Mendengar ini gua langsung menolaknya, Egi terlalu merasa bersalah karena ajakannya menjadi malapetaka bagi Gua, padahal gua sendiri yang menyetujuinya..

"Elu jangan merasa bersalah gi, udah lu gausah pake dendam dendaman segala, mungkin nanti kalo ada waktunya gua ketemu sama mereka, bakal gua embat satu!" Seru gua

Mendengar ucapan gua semua terdiam, tidak ada yang menggubris ucapan gua.

Kami geser ke depan SMK 37, karena kami diusir oleh pria paruh baya yang mabuk, kami hanya bisa mengalah karena pria itu adalah bokapnya Baja.

"Udah nongkrong di mari aja" seru baja

"Gapapa nih dimari?" Tanya Paul "warganya resek ga?!" Tambahnya

"Slow gabakal ada yang resek kalo dimari!"

Kami duduk di Gang sekolahan itu, minuman kembali kami tebar.

"Nanti kalo ada tukang es batu yang disebrang lewat sini, kita bagel aja pake semangka!" Usul Baja ke kami

"Lah ngapa emang die?" Tanya aduy

"Songong ul anaknye, gademen aje gua ama doi" jawab Baja

"Gademen ngapa si lu!?"

"Udah ga demen aje gua!"

Tiba tiba....

"Hueekkkk" Tian muntah

"Hueeekkk!"

"Lah ngapa tu bocah"

"Gatau, kesurupan kolong wewe kali, itu buktinya Oweek oweek gitu." Sahut Aduy sableng

"Wah mongkek dah die"

"Ambilin kelapa buruan, minta ke sebelah"

Baja menyuruh kedua temannya untuk meminta kelapa, disana dulu ada Tukang kelapa yang sangat baik ke gembel macam kami, tapi entah sekarang pengusaha kelapa itu masih ada apa tidak, yang jelas saya doakan semoga usahanya semakin lancar, amiinn...

"Nih kelapa yan, minum dulu biar segeran" kata gua sambil menyodorkan kelapa yang sudah siap diminum airnya

Pemuda itu bangun sambil mendengkur keras, dirinya berusaha menyeimbangi tubuhnya yang susah diatur, butuh 2 orang untuk mengangkat tubuh anak itu.

"Yan, jangan diabisin ya kelapanya, gua mao" kata botak meminta.

"Iya tak...Hueekkkk!"

Air kelapa didalamnya terkena muntahan tian, Gua, Rio, dan Egi yang melihat itu jadi ikutan muntah.

"Sedeng lu yan, Hueekk!" Maki Rio sambil menutupi mulutnya

"Maaf..maaf.."

‌"Nah udah jam 12 kurang nih, ayo pindah kesitu aja, gua pengen pantekin tukang es batunye" seru Baja ke kami sambil menunjuk sebuah jembatan di kali gereja

"Udehlah gausah ngadi-ngadi lu.. lagi ada yang gak waras ini.." sahut gua

"Udeh lu slow aja jek, dia juga gabakal berani turun, nanti kita bagelin aja pake semangka nih, jangan pake batu." Masih kekeh Baja

Akhirnya, kami menyebrang jalan setelah perdebatan panjang itu.

"Noh truknye udah mau liwat!"

"Yang mane!? Yang kuning itu?"

"Iyaa."

"Lu semua siap-siap yee!"

Kami ngumpet dibalik tembok setinggi semeter, sedangkan Egi berdiri di pinggir jalan sendiri.

Truk kuning itu melaju ke arah kami.

"Wayolooh!!!" Teriak kami serempak lalu melempar sisa buah semangka yang kami makan tadi.

PLETAK!!
PLETAK!!

"Woy bocah sialan!" Teriak supir truk itu.

Di lemparan terakhir, lemparan gua mengenai wajah Sopir itu.

"Ha..ha..ha.. mampus kena!" Kata gua ngakak lalu diikuti tawa yang lainnya.

Truk itu pun berenti 5 meter dari kami, dibagian belakang, keluar seorang kondektur yang memegang Golok sisir khusus Es batu.

"BOCAH KAMPANG LU!" Hardiknya sambil keluar dari truk

Melihat itu kami semua kabur, Tian yang sedang mabuk digotong oleh Aduy dan Botak, sedangkan gua yang pincang berusaha melarikan diri.

"WOYY!!!" Teriak gua ke mereka

"Jangan kabur anjing, gua gabisa lari..hosh..hosh.."

"Udah lawan aja, die orang juga sendiri" kata gua sambil melepas kopel di celana.

"Jangan goblok, gua kenal!" Kata baja

Mereka terus berlari tanpa memperdulikan gua yang sedari tadi mengumpat kesal.

Dengan lari yang pincang, gua mengumpat "WOYY JEEMMBOODD!! GUA PINCANG JANGAN TINGGALIN GUA!!"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
unhappynes dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
GEJOLAK KAWULA MUDA!
15-08-2022 06:03
Trit nya rapi bener gan....
Pasti klonengan ini, prime ID nya ngumpet ya? Pissss
emoticon-Shakehand2
profile-picture
warungsupra memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
GEJOLAK KAWULA MUDA!
15-08-2022 15:01

Janji.

Quote:Gua duduk terdiam didalam rumah, Radio gua setel guna menghilangkan rasa suntuk dihati, Pikiran gua pun melayang jauh entah kemana.

"Kiki, ada yang nyariin kamu di depan" kata nyokap gua

"Siapa mah?"

"Gatau.. cewek tuh 2 orang nyariin kamu"

Gua ke depan, ternyata 2 cewek yang dimaksud nyokap gua adalah Dini dan Bunga.

"Eh, ngapain lu berdua kesini?" Tanya gua ke mereka

"Pengen main aja, emang gaboleh?" Bunga yang menjawab

"Boleh..bolehh.." "yaudah ayo masuk!"

Mereka melihat lihat sekitarnya, Jika dibilang rumah, sepertinya salah besar.. karena kamar gua adalah kamar pemulung yang dindingnya terbuat dari seng, dan atapnya dari asbes, Gubuk sepertinya lebih pantas.

Tidak lupa seperti wallpaper-wallpaper The Beatles,Bee Gees, dan Bob marley terpasang agak karuan di dinding dinding seng itu untuk menambah kesan Aesthetic.

"Kamar lu berantakan banget jek, ga dirapihin apa!?" tegur Bunga

"Yaelah.. namanya juga cowok"

Nyokap gua datang membawa 2 sirup mbah Marijan ke kami.

"Ini diminum dulu" katanya.

"Makasih tante"

"Cieelah, anak sendiri bikinin kupi kek, masa cuma mereka doang" seru gua ke nyokap

"Udah sana bikin kopi sendiri"

"Yaelah.."

Gua berjalan keluar, ke arah rumah nyokap, lalu menyeduh kopi liong milik bokap gua, lalu kembali.

"Si kiki mah dulu pernah hilang, dulu waktu di kampung tante, satu warga kampung pada nyariin si Kiki, 4 jam Saudara pada mondar mandir" kata nyokap gua bercerita

"Terus tante..teruss..?" Kata dini berantusias

"Udah 4 jam nyari, tau taunya dia malah tidur disamping bapaknya, badannya kan kecil, jadi ketindihan sama bapaknya" sambung nyokap gua sambil tertawa.

"Ha..ha..ha.." tawa dari Dini dan Bunga

"Yaudah nanti ngobrol lagi ya, tante mau keluar dulu" kata nyokap gua seraya keluar.

"Iya tante.."

"Tumben tumbenan lu bedua kemari, ada apaan emang?" Tanya gua.

"Gua denger kan kemaren katanya lu di keroyok, makanya gua sama Dini kesini buat jenguk" Bunga yang menjawab

"Kalo jenguk mana buahnya?...Mana minumannya?...Mana kecupannya?.. Manaaa?!" Kata gua meledek

"Yee...yang terakhir mah mao nya lu aja itu mah" sahut Bunga kesal

"He..he..he.. lagian emang lu tau dari siapa?"

"Fitri"

"Orangnye mana.. kok ga kesini?"

"Dia sebenernya mau kesini, cuma gaenak sama Aduy" jawab Bunga

"Kayanya itu anak masih suka jek ama lu" tambahnya yang membuat gua terkejut

Pasalnya sekarang Fitri sudah punya kekasih yang tak lain sahabat gua sendiri Aduy. Dan lagi Fitri pernah bilang kalo dia Cinta dengan Aduy.

"Lagian kok lu malah nolak dia jek, kan anaknya cantik" tanya bunga

"Gua punya pride yang harus gua jaga!" Kata gua bercanda

"Issh...orang lagi serius juga!" Katanya kesal

Gua menyeruput kopi Liong lalu menghisap rokok dalam-dalam

"Sebenernya gua juga sayang kok sama die" kata gua pelan, Bunga dan Dini serius mendengarkan

"Cuma sayang gua emang bukan cinta bunga, hanya rasa sayang kepada seorang teman, gaada perasaan cinta di hati gua, gua juga ngomong kok pas nolak die" mendengar itu, Bunga tidak bisa berkata banyak, dirinya hanya menganguk saja, begitupun Dini.

"Terus lu kenapa bisa dikeroyok ki?" Sekarang Dini yang bertanya

"Biasalah, kemaren ada fans yang minta tanda tangan cuman gua tolak, eh die malah marah marah din sama gua he..he.." jawab gua bercanda

"Ishh.. orang nanya serius jugaan"

"Hehe..jangan serius-serius din, biasanya tuh yang serius nyakitin!." Ledek gua

"Au amat ah jek" celetuk bunga kesal.

Gua bukan ingin menceritakan, tetapi memang malas saja, soal dendam? Tentu masih ada.

"Yaudah deh gua cabut dulu jek, ayo din" kata Bunga seraya bangkit.

"Gua disini aja deh"

"Cieee, kayanya selain Fitri, ada yang suka lagi nih jek sama lu"

Gua hanya tersenyum, Dini juga tersipu malu-malu. Lantas bunga pun pergi, tersisa gua dan Dini disini.

"hmm..kok gak ikut bunga din?" Tanya gua

"Emang gaboleh?"

"Ya boleh boleh aja sih" kata gua sambil garuk-garuk kepala dengan tampang tolol.

"Emang rumah lu di kalibata mananya si din?"

"Di pengadegan ki"

"Oh, yang mau arah stasiun Cawang ya?"

"Nah iya"

"Main dong ki kerumah" katanya

"Ngapain?"

"Ya namanya main mah main aja si"

"Yaudah sini alamatlu, biar nanti kalo ada waktu gua kesana"

"Kok kalo ada waktu si!"

"Maklum din, kan gua orangnya sibuk mulu jadi poto model"

"Ha..ha..ha.." kami berdua tertawa

"Kiki, gua mau lu janji akan satu hal" kata dini dengan wajah serius.

"Apaa din?"

"Jangan pernah berantem lagi"

Mendengar itu, gua tersenyum tipis, siapa dia, kok bisa larang larang gua.

Tapi gua paham maksud Dini, Dini itu orang baik yang mengkhawatirkan teman temannya, dan gua pun tidak menganggap itu sebagai permintaan Negatif.

"Iyaa din" hanya itu yang keluar dari mulut gua.

"Janji?" Kata dini sambil menjulurkan kelingkingnya

"Iyaa.."

Senyum terkembang di wajahnya, menambah kecantikannya yang enak dipandang, wanita itu kegirangan seperti monyet yang baru dikasih Pisang.

Sore ini gua pastikan.. .

Gua Jatuh cinta dengan wanita bernama Dini.
Diubah oleh dololipret
profile-picture
profile-picture
profile-picture
unhappynes dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
GEJOLAK KAWULA MUDA!
15-08-2022 19:01

Chaos!

Quote:Sudah sekitar dua minggu berlalu..
Bayang bayang Dini selalu melintasi pikiran ini.. wajah cemberutnya, Wajah tersenyumnya seakan akan melintasi setiap sel-sel otak gua.

Hangat sapamu menggetarkan hati.
Tatap Matamu seakan mengandung arti.
Andai ku bisa.....
Kau yang membuatku jatuh cinta setiap hari
Walau.....


************
Malam sekitar Ba'da isya, gua dan kawan kawan gua nongkrong di pinggir rel.

"Malam ini kita jadi ribut nih?" Tanya gua ke kawan kawan

"Jadiin, Br udah gua siapin nih!" Kata Botak sambil memegang tas Gitar yang berisi sajam

"Kita yang kesono apa gimana?" Sahut Tian

"Tunggu aja dimari, gaada sejarahnye kloset nyamperin tai"

Jadi ceritanya kami sedang membicarakan tentang suatu kelompok yang ada di daerah mampang, Ceritanya bermula waktu saat dulu, Aduy pernah dikeroyok oleh mereka, waktu itu Aduy diminta jatah parkir minimarket, cuma Aduy tidak ada uang, Preman itu tidak percaya dan memeriksa Seluruh badan Aduy.

Aduy yang tidak terima protes keras, karena memang tidak ada kebijakan untuk bayar parkir di Minimarket itu.

Setelah pengototan yang cukup panjang, Aduy dikeroyok sampai dia dulu dirawat dirumah sakit selama 2 hari, Gua dan kawan-kawan yang lainnya yang sangat menjunjung tinggi Solidaritas oun membalas dengan menyerang mereka, dan itu terus berlanjut sampai saat ini.

"Br ada berapa gi?" tanya Rio

"Ada 10 si, berarti bocah kita kebagian sarang atu"

"Baja mana?, Katanya mau ikut gabung?"

"Lagi kemari bocahnye, katanya ngumpulin bocah die dulu"

Belum lama kami mengobrol, tiba tiba saja sebuah botol kaca melayang ke arah kami, diiringi oleh sekitar 7 motor yang berklakson mencuri perhatian.

CETAR!!!

"DISERANG KITA WOY!" teriak Egi

"BR MANA BR?!" Teriak gua

"Ayo majuin!"

Gua dan yang lain menyebrang ke arah jalan raya, Semua terlihat cemas.

"Gak nunggu baja dulu nih?" Tanya paul

"Lah musuh udah didepan goblok!" Jawab Rio

Kami berenam berlari ke arah musuh yang berjumlah belasan orang.

"Kenalin nih VERO KEBAYORAN!" Kata salah satu musuh yang memegang pedang

"Gak ngaruh! Sini maju lu!" Teriak gua ke arah mereka

"TRANG!!!" Senjata kami beradu, tubuh gua sempet oleng ke samping lalu gua tahan

"Tenaga lu segitu doang nyet? Ha..ha.." ledeknya

Gua gak menggubris ledekannya, lalu kembali menyabetkan pedang seukuran setengah meter.

CROTT!!!

"Akkhh..Anjing lu!" Kata Vero lalu kembali ke belakang.

"Ha..ha.. MAMPUS!!!"

Gua,Egi,Rio,Aduy,Tian,Paul. Kami berenam menggila di jalan raya.

5 orang dari musuh maju kembali, gua kembali meladeninya.

TRANGG!!!
TRANGG!!!

Bunyi sajam yang beradu membuat ngilu di telinga.

Tiba tiba..

"Woyy... Aduy kena!" teriak Tian yang mengagetkan kami semua.

Ketika gua lihat, Dada Aduy sudah mengeluarkan Darah yang cukup Banyak, gua langsung bergidik ngeri kala melihatnya, Sepertinya Aduy yang menggunakan Senjata Gir motor yang diikat ke sabuk Karate dicolong dari samping.

"Woy.. tarik ke belakang!" teriak Botak

Paul dan Tian lalu menarik Aduy. Sisa gua,Egi, dan Rio yang menghalangi musuh agar tidak mendekat ke Aduy.

Gua kembali menyabetkan Sajam ke segala arah secara membabi buta, begitupun dengan Rio dan Egi.

"Woy gi, Mundur woyy.. mundur..." Teriak gua ke Egi

Karena kalah jumlah kami jebol dan berlarian ke arah kampung.

"Yaahh jebol ha..ha.."

"Mao lari kemana lu..hayoo..."

"Mau lari ke keluarga lu monyet!"

"Eh anjing lu ye!"

"Iya lu emang Anjing!"

Kata kata caci maki terlontar ke arah kami yang sedang membopong Aduy..

Lalu datanglah Baja dan kelompoknya bergabung ke arah kami..

"Busett, udah meriah aja nih" katanya sambil tertawa

"Udah 2 ronde ini goblok!" Maki Botak sambil menoyor kepalanya.

"Lah ini Aduy kenapa?"

"Kena, udah lu suruh bocah lu anter ke rumahsakit deh ja, Tolongin" kata gua ke Baja.

"Ayo balikin!" Seru gua ke anak-anak.

"Udah jebol ampar amparan nih kite, Aduy juga kena" kata Rio

"Malah karena Aduy kena gua ga terima yo Anjing!!"

"Braakkkk!! baik sekalid gua abisin tuh anak bayorannye" kata gua sambil membanting kayu

"A...ayo deh" kata Rio cemas.

Kami kembali ke sebrang jalan.

"Widiihh..Masih berani balikin juga lu?" Kata salah satu dari musuh

"MAJUIN!!!" Seru gua ke bocah

Gua berlari dengan semangat yang berapi-api.

"Kenalin nih, Banteng buncit!" Kata salah satu dari musuh mengenalkan diri.

"Sini maju lu!" Jawab gua.

TRANG!!!

tubuh gua kembali goyang, kekuatan anak itu benar benar sangat kuat, beda dari Vero.

WUUSHH!
WUUSHH!

Senjata gua hanya mengenai angin saja.

"MAMPUS LU!" Tiba tiba Botak yang gak gua tau dari mana datangnya langsung menyabetkan Clurit berukuran 0,2 ke kepala Banteng.

BUAGGH!!!

Banteng hanya oleng ke samping, sedangkan gua dan dan Botak langsung cemas ketika sadar tidak ada darah yang keluar dari kepalanya.

"Anjing kebal!!!" kata Botak masih tidak mempercayainya

"ha..ha.. kurang tajem bro" kata Banteng meledek

Gua dan Botak bekerja sama melawannya, di samping kanan ada Baja,Egi,Rio yang tak kenal lelah terus menghadapi musuh yang banyak itu.

"Woy..mundur..mundur!" Teriak Egi sambil berlari ke belakang.

Gua gak menggubris ucapannya dan terus meladeni musuh.

"Woy.. jek mundur anjing!!" Gua masih tidak menggubrisnya.

Gua yang ingin mundur kaget bukan main, karena gua ternyata sudah terkepung seperti 1 butir gula yang dikerumuni semut.

"MATI LU!"

CROTTT!!!

"Akhh..." Jerit gua ketika tangan terkena sabetan sajam

Gua kembali mengibas ngibaskan Pedang ke arah mereka dengan maksud ingin melarikan diri.

Namun, tiba tiba tubuh gua terpental ke depan, ada seseorang yang menendang tubuh gua dari belakang.

Dan akhir dari itu..

Selama 3-5 detik belasan sajam,kayu,dan injakan kaki meluncur deras ke arah tubuh gua..

Jeritan minta ampun dari gua tidak digubrisnya..

Terdengar dari arah bocah gua "woyy..Jeki kena!!" "Balikin!!!"

Setelah membalikan serangan, para musuh meninggalkan tubuh gua yang terkulai lemah bersimbah darah di trotoar jalan.

"Woy..jekk..bangun!!" Teriakan Rio dan Egi terdengar samar.

"A..aa..aaer" kata gua terengah-engah

Namun itu kata-kata terakhir gua ketika gua langsung tidak sadarkan diri.
Diubah oleh dololipret
profile-picture
profile-picture
profile-picture
unhappynes dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
GEJOLAK KAWULA MUDA!
15-08-2022 20:58
Tengkyu bang jek udah mau berbagi cerita emoticon-2 Jempol emoticon-Rate 5 Star
Diubah oleh efti108
profile-picture
dololipret memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
GEJOLAK KAWULA MUDA!
16-08-2022 03:35

Sang Pelangi.

Quote:Gua mengalami koma selama 3 hari, dan gua dirawat di Rs.Pasar Rebo, di sekujur tubuh gua ada banyak perban yang terpasang dari kaki sampai kepala.

Sekitar jam 2 malam, gua terbangun.
di sebelah gua, ada seorang wanita cantik yang terlelap dalam tidurnya, Gua hanya sesekali mengusap kepalanya dengan halus, sampai saat dia terbangun dengan mata yang sembab, seperti habis menangis.

"Kiki..." Panggilnya


"Alhamdulillah... Gua pencet bel nya ya buat panggil dokter" Katanya yang gua balas dengan anggukan.

Setelah diperiksa, Dokter pun keluar ruangan, digantikan dengan masuknya Dini.

"Kiki... Lu udah baikan?"

"Iya din"

"Kenapa lu harus ngelakuin itu ki.. kemaren kan kita udah janji!" Seru dini

"Ma..maaf din"

"Lu gatau ya perasaan cemas gua ketika denger kabar lu kaya gini?" Katanya berapi-api. "Gua takut banget ki... Dari hari pertama lu dirawat, gua selalu kesini dan tiap malem selalu ngejaga lu, gua takut..." Air mata gadis itu mulai tumpah

Mendengar itu gua terkejut, dada gua seperti terasa terhimpit oleh sebuah batu besar

"Din.. bisa tolong bantu gue duduk?" Pinta gua

Dini mengiyakannya lalu memopong tubuh gua agar bisa duduk.

"Boleh minta minum din?" Pinta lagi gua. Dini pun mengambilnya.

Gua menarik nafas dalam-dalam sambil mencoba merileks an tubuh.

"Mata lu sembab kenapa din?" Tanya gua

"Gua nangis tau gara gara lu ga sadar-sadar" jawabnya masih terisak

"Sekarang gua udah sadar kan? Udah jangan nangis lagi." Seru gua

"Se..sekarang gua gatau ki harus sedih, senang, apa marah sama lu"

"Sini tiduran di pangkuan gua din" seru gua lagi.

Dini pun lalu menyenderkan kepalanya dan tiduran di pangkuan gua, gua mengusap rambut halusnya berkali-kali.

"Dini..." Panggil gua

"Apa?"

"Terimakasih ya"

"Buat apa?"

"Udah kesini"

"Iya"

Gua masih dilema, bingung akan perasaan ini, dada gua kembali terasa tercekat, mata gua sayu sambil menatap dini yang sedang tidur di pangkuan gua..

"Dini.." panggil gua lagi

"Apa?"

"Lo dari jam berapa disini?"

"Dari jam 10"

"Emang besok ga sekolah?"

"Bolos ki.."

"Lah kok bolos.. sekolah penting loh, bulan depan kan ada ujian" tanya gua

"Lebih pentingin lu ki.." katanya halus

"Apa si pentingnya gua din.."

"Karena gua sayang sama lu" katanya tajam sambil menatap wajah gua.

Speechless...

Mendengar itu, gua langsung terdiam kaku, di pikiran gua hanya ada dorangan seperti "Lu harus nembak dia malam ini!"

"Dini.. gua gapernah pacaran sebelumnya dan ini perdana gua untuk hal itu.. yang jelas sekarang lu mau jadi pacar gua?" Tanya gua dengan nada halus

dini langsung tersipu, wajahnya memerah

"Mau" katanya jelas sambil malu-malu

Saat pertama kali punya pacar, rasanya senang banget kaya dapet amplop seratus rebu pas lebaran. Tapi udah gitu aja.

"Hmm...jadi kita sekarang pacaran?" Tanyanya masih tidak percaya

"Iya din.."

"Berarti aku bakal bakal manggil kamu sayang terus dong he..he.."

Dih.. nih cewek belom ada semenit pacaran ngomongnya langsung aku kamu aja..

"Iya dini, pelangi baru gua itu lo!" Seru gua

"Issh.. kok masih pake lo gue si... Kan kita sekarang pacaran.." katanya kesal

"Lah.. pan gua mah emang kaga bisa din kalo ngomong gitu.. ke emak gua aja saban hari ngomongnya Kiki atau ke guru ngomongnya saya.."

"Lagian itu kan bahasa halus kiki... Terus juga biar kesannya romantis" katanya masih tidak terima.

"Yaudah, kita anjing babi aja deh manggilnya, kan beda tuh dari yang laen" usul gua sableng.

"Jangan dong, masa manggil orang yang disayang Babi"

"Emang beneran sayang?" Tanya gua mencoba menggodanya

"Bangett!!!" Jawabnya dengan nada ke kanak-kanakan.

Ha..ha..ha..

Kami berdua sama sama tertawa bahagia di malam yang indah ini..

"Ada rokok ga din?"

"Nih rokok!" Ketus dini sambil menunjukan tinjunya.

"Buseehh.. Asem ini mulut gua din, udah berapa hari tuh ga ngerokok gua!"

"Kamu kan lagi ga sehat, nanti aja kalo udah sembuh baru ngerokok lagi.. terus juga dibilang kalo ngomong pake aku-kamu, emang ga denger ya.." seru dini

"Hmm... Yaudah, a...a...aku minta maaf"

Duh, bakal rusak ini reputasi gua kalo cara ngomong gua kaya gini. Pasti jadi bahan cengan sebulan penuh dah gua..

"Ka..kamu tau kabar aku dari mana?" Tanya gua ke dini

"dari Fitri"

"Keadaan Aduy gimana?"

"Dia udah pulang yank... dia ga sampe dirawat kok.."

Dihh... Sumpah nih cewek, tadi aku kamu, sekarang yank-yankan... Ah dasar pala lu peyankk!..

Kiranya aku berhasil berteduh.
Dari derasnya kata tolakmu.
Nyatanya basah kuyub.
Dan gagal membencimu..

Kiranya aku berhasil menjauh
Dari koordinat menujumu.
Nyatanya jarak merapat
Dan gagal menjauhimu.

Kiranya aku berhasil melupa
Dari ingatan tentangmu.
Nyatanya tajam membekas
Dan gagal menghapusmu.

Sembari kusadari ulang
Tiap etape yang kulakukan
Segala fase yang kuusahakan
Gravitasi pas punya kekuatan.
Dimana padamu...
Aku selalu jatuh...


Diubah oleh dololipret
profile-picture
profile-picture
profile-picture
unhappynes dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
GEJOLAK KAWULA MUDA!
16-08-2022 11:45
Menarik nih ceritanya, masih ada sambungan nya ga nih?emoticon-Cendol Gan
profile-picture
dololipret memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
GEJOLAK KAWULA MUDA!
16-08-2022 15:11
ijin gelar tiker di pinggiran rel kereta gan..
profile-picture
profile-picture
dololipret dan rinandya memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus
GEJOLAK KAWULA MUDA!
16-08-2022 21:15

Ngapel.

Quote:Cinta bagi sebagian orang ada 2 tipe.
Tipe yang pertama nya cinta menurut gua adalah ketika kita bisa membagi 25% hidup kita untuk seseorang pendamping hidup yang sangat spesial bagi diri kita, itulah Cinta..

Sedangkan tipe yang kedua nya bagi gua dan sebagian orang adalah mereka yang meyakini Cinta itu adalah Tai yang dibungkus dengan istimewa, dibagi ke orang terkasih tanpa tahu isi dalamnya, seakan membawa kesan mewah dan Elegan bagi orang yang menerimanya..

Dan sekarang, gua mengalami cinta, entah itu bagian Pro atau Kontranya gua tidak peduli, yang pasti gua sangat sayang dengan wanita itu...

********
Malam ini sekitar jam 8, gua sedang sibuk menyuruh Nyokap untuk membenahi penampipan gua, Malam ini gua mau main kerumah Calon mertua, yaitu ke rumah dini..

Dan untuk keluar Rumahsakit, gua sudah keluar walau harus dirawat selama seminggu.

"Mah... Pake ini bagus ga?" Tanya gua sambil menunjukkan Flannel

"Itu bagus ki.. sini mama pakein"

Seperti anak kecil berusia 5 tahun yang masih dikelonin, Baju gua dikancingkan seperti anak paud yang mau sekolah.

"Lah.. mah, kok kancingnya ampe atas si.." kata gua tak terima.

"Begini kan bagus ki... Rapih!"

"Yee... Emang kiki anaknya pak Reja apa..."

"Kenapa emang anaknya pak Reja?"

"Ya iyalah... Anaknya pak Reja mah culun... Kalo pake kancing ampe atas, lagian kan kiki cuma mao maen kerumah cewek.. masa harus formal gini si!.."

Gua memantapkan penampilan kembali, Flannel sengaja gua buka menampilkan kaos berwarna hitam yang sengaja gua buka terlihat. Gaya rambut belah tengah mirip Paul walker dan Celana levis yang dipasangi Emblem gajelas ikut bertransformasi ke Penampilan gua malam ini.

Sambil membawa motor jenis Honda C-70 punya paman yang gua pinjam, kendaraan itu terus ngacir ke Arah tebet..

Ini pertama kali gua maen kerumah cewek seorang diri, dan pertama kalinya maen ke rumah pacar..

Mantap gak tuh!.

Dan setelah sampai...

Anjing!!!

Rumahnye gede banget bangsaadd!!!

Rokok yang tersempil di bibir gua langsung jatuh ke tanah, Muka gua langsung pucat pasi kaya orang kena ayan komplikasi sama Epilepsi.

"Gimana kita assalamualaikumnya nih" gumam gua dalam hati..

Gua duduk bengong sambil mencoba menelpon dini, banyak orang yang lewat memasangi tampang curiga, seakan gua penjahat yang ingin mencuri di rumah besar ini.

Setelah gua telpon, dini keluar menyambut gua.

"awas, Ayah aku galak loh!" ledek Dini

"Selama ga makan orang... Aku ga takut kok"

Bohong kalo misal gua gak grogi, tubuh gua aja sedari tadi gemeteran kaya orang kesetrum, kaki gua juga sampe kesemutan karena saking groginya.

"Wah... Jaki sudah datang, masuk nak, silahkan duduk" sambut nyokap Dini ketika gua datang

"Oh iyaa bu"

"Manggilnya jangan ibu dong, manggil mamah atau tante juga boleh" Seru nyokap dini

"Kalo panggilnya sayang boleh gak? He..he.." kata gua bercanda

"Dasar kamu ini..." Katanya sambil mengetuk kepala gua pelan

"Masa ibu aku mau kamu gombalin juga si..." Celetuk dini

"Kan mamah kamu wanita din, masa aku gombalin Ayah kamu, dikira homo nanti." Jawab gua datar

"Ha..ha..ha.." kami semua tertawa

Lalu datang seorang pria paruh baya yang memiliki kumis tipis, beliau menghampiri kami.

"Ka...kamu anak yang waktu itu di kopaja ya?" Tanya pria paruh baya itu.

Kami semua terdiam, sedangkan gua berusaha mengingat ngigat apakah gua pernah bertemu dengannya atau tidak.

"Sebentar saya kesana sebentar" kata pria paruh baya itu seraya pergi, lalu kembali membawa kaos oblong. "Ini baju kamu kan?" Tanyanya kembali

Gua baru ingat, ternyata beliau adalah bapak-bapak sial yang saat itu terkena pecahan kaca kopaja, yang waktu itu terjadi tawuran antara sekolahan Egi dan 305.

"Oh... Iya pak saya ingat" kata gua sambil cengengesan.

Dini dan nyokapnya hanya bingung dengan tampang tolol.

"Ini anak yang pas itu nolongin ayah mah... Yang kemarin tangan ayah berdarah karena tawuran pelajar, anak ini yang nolong ayah.." cerita bokap Dini ke istrinya.

"wah.. kok bisa kebetulan gini ya?" Kata nyokap dini tidak percaya. "si Jaki kan pacarnya Dini, yah" tambahnya

"Oh... Kamu pacarnya anak saya?"

"Iya pak.."

"Jagain dia ya nak" katanya serius

"Kalo buat menjaganya, saya gak sanggup pak!" Kata gua yang membuat bokap Dini terkejut.

"Loh... kenapa?" Tanyanya terkejut

"Saya masih berusia 16 Tahun loh pak... Saya aja gabisa jaga diri saya sendiri, saya juga terkadang masih salah arah untuk jalanin hidup ini... Tapi, kalo untuk mencintainya, saya sangat sanggup pak.. jadi mohon untuk bapak mengerti." Kata gua menjelaskan

"Hmmm... Alasan yang cukup bagus"

"Dan untuk menjaga hubungan ini, saya akan berusaha untuk menjaganya, saya akan mencoba untuk menjadi individual yang lebih baik lagi ke depannya"

Mereka yang ada di ruangan ini tersenyum, lalu memberikan tepuk tangan mereka ke diri gua.

"Udah kaya sirkus saya ditepok tanganin" gerutu gua

"Ha..ha..ha.." mereka semua tertawa

"Terus kenapa pak, kok waktu itu naik Kopaja... Padahal diluar saya lihat ada Mobil" tanya gua

"Kemarin saya mau kerumah sodara di Jl.Joe, cuma mobil saya mogok, karena buru-buru ya saya naik Kopaja" jelasnya

Kami ngobrol ngalor ngidul, dan lagi bokapnya Dini sangat menyukai sepakbola, Beliau adalah Fans fanatik Manchester United, sedari tadi kami ngobrol tentang Liga inggris.

"Woyy jeki..!" Seru orang yang baru datang.

Saat gua menoleh, disana ternyata ada Egi dan Adit, kedua pemuda itu datang menghampiri gua.

"Lah... Kok lu bisa disini?" Tanya gua heran

"Ya kan ini rumah temen gua" jawab Egi

Lantas gua menoleh ke orang yang bersamanya, yaitu Adit yang waktu itu ikut terlibat di tawuran waktu itu.

"Lah...ini rumah lu bang?" Tanya gua masih tidak percaya

Adit memang memiliki wajah yang cukup tampan, hanya saja waktu pertama kali kita bertemu dia sangat dekil, ya wajar si namanya juga anak STM.

Dan juga dia punya rumah sebesar ini?

Wah... Kaya kaya tapi bego si Adit ha..ha.. kaya doang tapi sekolahnya Swasta.

"Jadi lu pacaran ama adek gua?" tanya Adit

"Iye bang" jawab gua

"Terus lu ngapa kaga kasih tau gua gi kalo temenlu abangnye Dini?" Tanya gua ke Egi

"Lah pan gua juga baru pertama kali maen kemari, lagian juga nih orang gapernah cerita kalo punya adek" jawabnya

"Dari kapan lu pacaran ama adek gua?" tanya Adit

"Baru seminggu bang, pas gua dirawat"

"Ha..ha.. dunia emang sempit bro!"

Ha..ha..ha...

Seketika gua juga mulai berfikir "DUNIA MEMANG SEMPIT YA"
Diubah oleh dololipret
profile-picture
profile-picture
profile-picture
unhappynes dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
GEJOLAK KAWULA MUDA!
18-08-2022 09:10
Nikmatnya daun muda

(Lalapan)
profile-picture
dololipret memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
GEJOLAK KAWULA MUDA!
18-08-2022 09:19
Daun mudaGEJOLAK KAWULA MUDA!
0 0
0
GEJOLAK KAWULA MUDA!
18-08-2022 09:20
Bener kan.. ada daun dan bunga
profile-picture
dololipret memberi reputasi
1 0
1
GEJOLAK KAWULA MUDA!
18-08-2022 09:37
lanjutkan gan... jadi mengenang masa suram...
profile-picture
dololipret memberi reputasi
1 0
1
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
anjar-si-pengidap-epilepsi
Heart to Heart
Stories from the Heart
kalian-pernah-hancur-gak-sih
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia