Entertainment
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
Pengumuman! Kuy Ikutan Survey Feedback Kaskuser, Isi di Sini!
509
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62bd3979da978a7a2d767d51/film-gatot-kaca-merugi-setara-rafathar-sineas-indonesia-kapok-bikin-superhero
Film Satria Dewa: Gatot Kaca disebut merugi setelah hanya mendapatkan sekitar dua ratus ribuan penonton. Padahal film superhero Indonesia sebelumnya yaitu Gundala, berhasil mendapatkan sekitar 1,7 juta penonton berkat promosi yang cukup baik. Tapi film Gatot Kaca ini merugi dan tidak sesuao yang diharapkan. Penyebabnya adalah promosi yang kurang jor-joran dan juga karena citra sutradara Hanung Bra
Lapor Hansip
30-06-2022 12:49

Film Gatot Kaca Merugi Setara Rafathar, Sineas Indonesia Kapok Bikin Superhero?

icon-verified-thread
Film Gatot Kaca Merugi Setara Rafathar, Sineas Indonesia Kapok Bikin Superhero?

Film Satria Dewa: Gatot Kaca disebut merugi setelah hanya mendapatkan sekitar dua ratus ribuan penonton. Padahal film superhero Indonesia sebelumnya yaitu Gundala, berhasil mendapatkan sekitar 1,7 juta penonton berkat promosi yang cukup baik. Tapi film Gatot Kaca ini merugi dan tidak sesuao yang diharapkan. Penyebabnya adalah promosi yang kurang jor-joran dan juga karena citra sutradara Hanung Bramantyo yang identik dengan film-film drama. Sedangkan Gundala selain promosinya cukup masif, juga karena penonton begitu penasaran dengan hasilnya dan film tersebut digarap oleh Joko Anwar yang merupakan sutradara dengan track record yang cukup mengkilap.

Film Gatot Kaca yang dibintangi oleh Rizky Nazar itu bahkan kalah oleh Ngeri-Ngeri Sedap yang budgetnya lebih murah. Drama komedi besutan Bene Dion itu mendapatkan sekitar dua juta penonton.


Sama seperti Gubdala, Gatot Kaca juga dapat ulasan yang beragam dari negatif sampai positif namun kebanyakan memang berpendapat kalau film ini kurang memuaskan.


Kelanjutan Film Superhero Indonesia
Film Gatot Kaca Merugi Setara Rafathar, Sineas Indonesia Kapok Bikin Superhero?
Dengan meruginya Gatot Kaca, maka membuat Satria Dewa Studios yang berencana membuat universe Satria Dewa rupanya harus berpikir dua kali karena film pertamanya saja tidak mendapatkan keuntungan. Marvel Studios saja menggantungkan nasibnya pada film Iron Man pertama yang ternyata berhasil.

Sementara untuk Bumilangit Studio yang berencana membangun Jagat Sinema Bumilangit tak ada perkembangan berarti setelah film Gundala dirilis tiga tahun yang lalu. Kemungkinan syuting-syutingnya sempat terkendala pandemi namun sampai sekarang belum ada kabar lagi tentang proyek ini ke depannya.

Padahal, pada 2019 Bumilangit sudah mengumumkan akan membuat beberapa film sampai para cast papan atas yang akan ikut terlibat.

Dengan gagalnya Gatot Kaca di pasaran, mungkinkah Bumilangit akan berkaca dan berpikir dua kali untuk melanjutkan proyek ini?

Karena kita tahu genre superhero ini memang sulit dibuat oleh industri film Indonesia. Selain penontonnya yang menginginkan setara Marvel, budget dan kemampuan para sineas kita untuk membuat film superhero itu belum ada yang benar-benar bisa memuaskan.

Di sisi lain kita bosan dengan horor dan komedi, tapi di sisi lain kita sering kali tak puas dengan film action karena tak sesuai ekspektasi. Ujung-ujungnya para sineas tanah air malas bikin film superhero dan action dan kembali nyaman bikin film-film drama yang mampu mendulang rupiah.

Wiro Sableng 2018, Untung Tapi...
Film Gatot Kaca Merugi Setara Rafathar, Sineas Indonesia Kapok Bikin Superhero?
Film yang dibintangi oleh Vino Bastian ini pada 2018 cukup sukses dengan mendatangkan 1,5 juta penonton walaupun dapat ulasan beragam. Akan tetapi walaupun di endingnya menunjukan akan ada sekuel, tapi sampai sekarang belum ada kabarnya lagi.

Kemungkinan pihak studio merasa kalau membuat sekuelnya, nanti bakalan rugi karena bisa saja film pertamanya tidak sesuai target. Bisa saja target minimalnya adalah 3 juta penonton. Walaupun tidak merugi, pihak studio kapok bikin lagi karena biasanya bikin sekuel yang bagus itu sulit.

Hanya Setara Rafathar
Film Gatot Kaca Merugi Setara Rafathar, Sineas Indonesia Kapok Bikin Superhero?
Di laman filmindonesia.or.id, Gatot Kaca hanya mendapatkan 186 ribu penonton. Jumlah ini bahkan lebih sedikit dari film Rafathar yang beberapa tahun lalu menjadi bahan caci maki dan cemoohan netizen karena filmnya yang luar biasa bagus.

Para petinggu Bumilangit Studio tentu saja mengetahui hal ini sekalipun Satra Dewa Studio adalah kompetitor mereka. Mereka bisa saja menjadikan ini sebagai bahan pertimbangan kalau ke depannya pasar film superhero Indonesia tidaklah menjanjikan.

Ya, mudah-mudahan saja Bumilangit tidak ketar-ketir melihat ini dan tetap melanjutkan proyeknya, mereka bisa melihat kesalahan apa yang dilakukan oleh Satria Dewa Universe sehingga bisa belajar dari itu dan Bumilangit tidak melakukan kesalahan yang sama seperti Satria Dewa. emoticon-Big Grin

Referensi
profile-picture
memberi reputasi
39
Tampilkan isi Thread
Masuk untuk memberikan balasan
movies
Movies
7K Anggota • 18.6K Threads
Halaman 14 dari 14
Film Gatot Kaca Merugi Setara Rafathar, Sineas Indonesia Kapok Bikin Superhero?
11-07-2022 14:32
ga usah bicara Satria Dewa, di US aja apa ada film super hero sukses bukan dari komik atau kartun?
hampir ga ada...

DCU, MCU dll semuanya dari komik dulu

Termasuk Gundala kenapa hypenya begitu tinggi? karena semua udah baca duluan komik2 Bumi Langit


... lah ini pede banged
profile-picture
hantumasam memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Film Gatot Kaca Merugi Setara Rafathar, Sineas Indonesia Kapok Bikin Superhero?
11-07-2022 19:16
Kurang promosi?
Film Gatot Kaca Merugi Setara Rafathar, Sineas Indonesia Kapok Bikin Superhero?
0 0
0
Film Gatot Kaca Merugi Setara Rafathar, Sineas Indonesia Kapok Bikin Superhero?
13-07-2022 11:24
target marketnya gak jelas emoticon-Leh Uga
0 0
0
Film Gatot Kaca Merugi Setara Rafathar, Sineas Indonesia Kapok Bikin Superhero?
18-07-2022 12:09
Mampuusssemoticon-Ngakak
0 0
0
Film Gatot Kaca Merugi Setara Rafathar, Sineas Indonesia Kapok Bikin Superhero?
19-07-2022 19:38
iyah gatot kaca ini kyk tokusatsu emoticon-Om Telolet Om!
nanti deh liat contoh tokusatsu yg lebih serius selain GARO rilis tahun ini. Kamen Rider Black Sun [2022] itu udah dibilang target audiens dewasa. itu bisa jadi template klo universe Gatot Kaca mau bikin sequel.

Gundala sendiri byk minusnya...

intinya klo mau bikin film superhero itu sebaiknya 90% film pake kostum kyk The Batman. masalah minim berkostum kena di gatot kaca dan gundala. malah gundala real suitnya cuma di credit scene.

jujur aja aku liat latest trailer Sri Asih, kurang ke klik emoticon-Om Telolet Om!

tapi ndak tahu klo udah nonton movienya. karena liat trailer yg disajikan itu tentang lokal gitu malah kyk bukan superhero DAN kostum Sri Asih rasanya minimalis banget.
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 14 dari 14
icon-hot-thread
Hot Threads
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia