TS
nibrasulhaq
5 Rahasia Buku Karyamu Best Seller, Kalau Anda Bagaimana?
Buku Laku Keras dengan Branding

Bismillah
Tiga tahun terakhir semenjak munculnya virus yang konon mematikan, covid-19, dunia literasi, terutama di negeri tongkat kayu menjadi tanaman, begitu merebak bagai jamur di musim semi.
Dari sini muncul penulis-penulis baru yang mengabadikan karyanya menjadi sebuah buku. Penerbit-penerbit berlomba, bersaing, berkompetisi menawarkan fasilitas-fasilitas juga kemudahan-kemudahan hingga menjadi buku cetak.
Hanya saja, penulis pendatang baru itu kerap kesulitan dalam menawarkan hasil karya cetak mereka. Berikut beberapa hal yang dapat membantu para penulis pemula memasarkan hasil karyanya:
Mungkin sebagian orang akan bertanya-tanya apa maksud dari point pertama ini. Maksudnya adalah jika karya tulisnya itu berupa bacaan dewasa, maka penulis hendaknya memasarkan produk atau karyanya di kalangan orang-orang yang berusia dewasa. Untuk tulisan remaja, juga dipasarkan pada kalangan remaja, begitu seterusnya.
Meski demikian, tidak menutup kemungkinan buku anak, remaja, dipasarkan kepada orang-orang dewasa, karena boleh jadi orang dewasa itu akan tetap membeli.
Boleh jadi karena hendak memberikan hadiah atau kado untuk anak-anak mereka, kerabat, murid atau keponakan mereka.
Point kedua ini logikanya memang begitu, pasalnya, mana mungkin mau menawarkan buku jika ditawarkan pada komunitas pecinta fashion atau penggemar game.
Jadi, bergabung atau paling tidak ada teman yang tergabung dengan komunitas penulis atau dengan orang-orang yang hobi membaca. Disitulah kita dapat tawarkan hasil karya berupa buku itu. Meski hal ini pun juga tidak berlaku mutlak. Karena boleh jadi calon pembeli itu membeli dengan tujuan untuk dihadiahkan.
Penulis harus mengenali tulisannya juga obyek pembaca yang menjadi sasarannya. Karena jika penulis tidak paham hal tersebut, maka akan kesulitan memperoleh goal sesuai harapan.
Penulis pemula hendaknya juga berusaha membranding diri, dengan sering memperkenalkan diri, jati diri atau apapun yang dapat menarik khalayak umum.
Untuk point keempat ini wajib hukumnya ada pada setiap penulis yang ingin karya bukunya laku dengan mudah.
Yakin dan ketahuilah bahwa yang membolak-balikkannya hati manusia itu hanya Dia. Meski kita telah melakukan empat point sebelumnya yang tersebut di atas, tetapi jika penulis tidak memiliki keyakinan bahwa hanya Dia, pemilik hidup manusia-lah yang menggerakkan hati setiap manusia, apakah ia hendak membeli ataukah tidak. Maka, percuma dan sia-sia saja.
Dari situlah, penulis hendaknya lebih mendekatkan dirinya kepada pemiliki sekenario hidup manusia.
Itulah beberapa hal yang semoga dapat menjadi pertimbangan tersendiri bagi para penulis pemula.
Penulis: @nibrasulhaq
Narasi: Oppri
Dari sini muncul penulis-penulis baru yang mengabadikan karyanya menjadi sebuah buku. Penerbit-penerbit berlomba, bersaing, berkompetisi menawarkan fasilitas-fasilitas juga kemudahan-kemudahan hingga menjadi buku cetak.
Hanya saja, penulis pendatang baru itu kerap kesulitan dalam menawarkan hasil karya cetak mereka. Berikut beberapa hal yang dapat membantu para penulis pemula memasarkan hasil karyanya:
1. Menentukan Usia
Mungkin sebagian orang akan bertanya-tanya apa maksud dari point pertama ini. Maksudnya adalah jika karya tulisnya itu berupa bacaan dewasa, maka penulis hendaknya memasarkan produk atau karyanya di kalangan orang-orang yang berusia dewasa. Untuk tulisan remaja, juga dipasarkan pada kalangan remaja, begitu seterusnya.
Meski demikian, tidak menutup kemungkinan buku anak, remaja, dipasarkan kepada orang-orang dewasa, karena boleh jadi orang dewasa itu akan tetap membeli.
Boleh jadi karena hendak memberikan hadiah atau kado untuk anak-anak mereka, kerabat, murid atau keponakan mereka.
2. Mencari Komunitas yang Searah
Point kedua ini logikanya memang begitu, pasalnya, mana mungkin mau menawarkan buku jika ditawarkan pada komunitas pecinta fashion atau penggemar game.
Jadi, bergabung atau paling tidak ada teman yang tergabung dengan komunitas penulis atau dengan orang-orang yang hobi membaca. Disitulah kita dapat tawarkan hasil karya berupa buku itu. Meski hal ini pun juga tidak berlaku mutlak. Karena boleh jadi calon pembeli itu membeli dengan tujuan untuk dihadiahkan.
3. Karakter
Penulis harus mengenali tulisannya juga obyek pembaca yang menjadi sasarannya. Karena jika penulis tidak paham hal tersebut, maka akan kesulitan memperoleh goal sesuai harapan.
4. Branding Diri
Penulis pemula hendaknya juga berusaha membranding diri, dengan sering memperkenalkan diri, jati diri atau apapun yang dapat menarik khalayak umum.
5. Dekati Dia
Untuk point keempat ini wajib hukumnya ada pada setiap penulis yang ingin karya bukunya laku dengan mudah.
Yakin dan ketahuilah bahwa yang membolak-balikkannya hati manusia itu hanya Dia. Meski kita telah melakukan empat point sebelumnya yang tersebut di atas, tetapi jika penulis tidak memiliki keyakinan bahwa hanya Dia, pemilik hidup manusia-lah yang menggerakkan hati setiap manusia, apakah ia hendak membeli ataukah tidak. Maka, percuma dan sia-sia saja.
Dari situlah, penulis hendaknya lebih mendekatkan dirinya kepada pemiliki sekenario hidup manusia.
Itulah beberapa hal yang semoga dapat menjadi pertimbangan tersendiri bagi para penulis pemula.
Penulis: @nibrasulhaq
Narasi: Oppri
0
1.5K
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Buku
7.8KThread•4.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya