- Beranda
- Ilmu Marketing
Tren Instagram yang Makin Digemari di Masa Pandemi
...
TS
lynna123
Tren Instagram yang Makin Digemari di Masa Pandemi
Di masa pandemi, media sosial makin banyak digunakan mengingat masyarakat berada lebih banyak di dalam rumah. Salah satu yang paling banyak digunakan dan dimanfaatkan adalah Instagram.
Jejaring sosial besutan Facebook ini makin dimanfaatkan untuk jual beli, iklan, challenge, dan memberi konten informatif terkait apapun, termasuk soal Covid-19
Jadi bisa dibilang, Instagram mengalami perubahan besar secara pemanfaatan selama pandemi.
Nah, berikut ini kami akan membahas deretan tren Instagram yang muncul di tengah pandemic
1. Instagram Shopping
Selama ini, sebenarnya Instagram sudah jadi destinasi warganet jika ingin belanja. Banyak online shop yang membuat katalog produk dan narahubung lewat Instagram, yang dengan mudah dicari lewat tagar.
Namun beberapa waktu lalu, Instagram meluncurkan fitur e-commerce, tool di mana pengguna bisa membeli produk tanpa keluar dari aplikasi. Hal ini juga bisa membuat akun toko online di Instagram bisa langsung memasang keterangan produk dan harga langsung di foto, layaknya melakukan tag.
Dengan hadirnya fitur ini, banyak sekali bisnis yang makin mengukuhkan diri untuk meletakkan produknya di Instagram untuk jadi salah satu tempat berjualan. Terlebih lagi, kini ada tombol terdedikasi di pojok kanan bawah untuk shopping (sebelumnya adalah tombol notifikasi yang kini dipindah ke atas dekat DM).
Selanjutnya Instagram bakal memasang fitur influencers agar para online shop bisa langsung berpartner dan sharing dengan influencers secara langsung.
Strategi ini disebut berjalan lancar, melansir laporan dari Later, ada 130 juta akun yang berselancar di konten shopping setiap bulannya.
2. Konten Informatif
Meski sudah sejak lama Instagram merupakan platform yang banyak akunnya yang menyajikan informasi penting tiap harinya. Namun di tengah pandemi, banyak yang makin memanfaatkannya secara lebih.
Caranya, adalah menggunakan fitur multiple post. Jadi, kemampuan Instagram untuk membagi 10 gambar sekaligus dalam satu post, membuat sharing informasi jadi makin mendalam. Tema-tema yang berat seperti persebaran virus hingga Omnibus Law, dipecah jadi informasi-informasi kecil mudah dicerna, dipadu dengan desain menarik juga infografis. Namun hal ini tak cuma dipakai untuk berbagi informasi. Deretan merek pun menggunakannya untuk berbagi informasi yang 'relatable' dengan pengguna, lalu di ujung sekaligus memasarkan produknya. Jadi, tak cuma jadi sarana edukasi, tren ini juga jadi tren pemasaran baru.
3. Live, Sticker, dan Meme Instagram Live
Keterpaksaan karena keterbatasan untuk keluar rumah, tren baru yakni Instagram Live muncul. Ketika hal ini dulu hanya dilakukan seleb, influencer, atau politisi saja, kini pengguna biasa pun memakainya untuk membuat konten bersama pengguina lain.
Menurut data dari Facebook, hanya dari Februari ke Maret 2020 saja, kenaikan pengguna siaran langsung naik 70 persen. Angka ini tentu lebih mencuat lagi dari pertengahan ke akhir 2020.
Instagram Live sendiri adalah cara paling mudah untuk terkoneksi dengan follower secara langsung, transparan, dan autentik, mengingat itu adalah penampilan langsung yang tak bisa diedit layaknya vlog.
Instagram sendiri memberi fitur baru berupa kemampuan untuk upload langsung Instagram Live ke IGTV jika sudah selesai, menonton live di komputer, penggalangan dana untuk bisnis dan kreator, dan sebagainya.
Jejaring sosial besutan Facebook ini makin dimanfaatkan untuk jual beli, iklan, challenge, dan memberi konten informatif terkait apapun, termasuk soal Covid-19
Jadi bisa dibilang, Instagram mengalami perubahan besar secara pemanfaatan selama pandemi.
Nah, berikut ini kami akan membahas deretan tren Instagram yang muncul di tengah pandemic
1. Instagram Shopping
Selama ini, sebenarnya Instagram sudah jadi destinasi warganet jika ingin belanja. Banyak online shop yang membuat katalog produk dan narahubung lewat Instagram, yang dengan mudah dicari lewat tagar.
Namun beberapa waktu lalu, Instagram meluncurkan fitur e-commerce, tool di mana pengguna bisa membeli produk tanpa keluar dari aplikasi. Hal ini juga bisa membuat akun toko online di Instagram bisa langsung memasang keterangan produk dan harga langsung di foto, layaknya melakukan tag.
Dengan hadirnya fitur ini, banyak sekali bisnis yang makin mengukuhkan diri untuk meletakkan produknya di Instagram untuk jadi salah satu tempat berjualan. Terlebih lagi, kini ada tombol terdedikasi di pojok kanan bawah untuk shopping (sebelumnya adalah tombol notifikasi yang kini dipindah ke atas dekat DM).
Selanjutnya Instagram bakal memasang fitur influencers agar para online shop bisa langsung berpartner dan sharing dengan influencers secara langsung.
Strategi ini disebut berjalan lancar, melansir laporan dari Later, ada 130 juta akun yang berselancar di konten shopping setiap bulannya.
2. Konten Informatif
Meski sudah sejak lama Instagram merupakan platform yang banyak akunnya yang menyajikan informasi penting tiap harinya. Namun di tengah pandemi, banyak yang makin memanfaatkannya secara lebih.
Caranya, adalah menggunakan fitur multiple post. Jadi, kemampuan Instagram untuk membagi 10 gambar sekaligus dalam satu post, membuat sharing informasi jadi makin mendalam. Tema-tema yang berat seperti persebaran virus hingga Omnibus Law, dipecah jadi informasi-informasi kecil mudah dicerna, dipadu dengan desain menarik juga infografis. Namun hal ini tak cuma dipakai untuk berbagi informasi. Deretan merek pun menggunakannya untuk berbagi informasi yang 'relatable' dengan pengguna, lalu di ujung sekaligus memasarkan produknya. Jadi, tak cuma jadi sarana edukasi, tren ini juga jadi tren pemasaran baru.
3. Live, Sticker, dan Meme Instagram Live
Keterpaksaan karena keterbatasan untuk keluar rumah, tren baru yakni Instagram Live muncul. Ketika hal ini dulu hanya dilakukan seleb, influencer, atau politisi saja, kini pengguna biasa pun memakainya untuk membuat konten bersama pengguina lain.
Menurut data dari Facebook, hanya dari Februari ke Maret 2020 saja, kenaikan pengguna siaran langsung naik 70 persen. Angka ini tentu lebih mencuat lagi dari pertengahan ke akhir 2020.
Instagram Live sendiri adalah cara paling mudah untuk terkoneksi dengan follower secara langsung, transparan, dan autentik, mengingat itu adalah penampilan langsung yang tak bisa diedit layaknya vlog.
Instagram sendiri memberi fitur baru berupa kemampuan untuk upload langsung Instagram Live ke IGTV jika sudah selesai, menonton live di komputer, penggalangan dana untuk bisnis dan kreator, dan sebagainya.
0
389
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Ilmu Marketing
9.5KThread•3.5KAnggota
Komentar yang asik ya