TS
bajer.dinar212
Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

KOMPAS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengeluarkan izin persetujuan dua regimen booster heterolog, sehingga menambah opsi jenis vaksin lanjutan yang dipakai di Indonesia. Vaksin booster homolog atau heterolog disuntikkan dengan ketentuan yang telah ditetapkan BPOM. Sebagai informasi, vaksin homolog merupakan jenis vaksin primer atau vaksin dosis lengkap yang sama dengan jenis vaksin booster, sedangkan vaksin heterolog berarti jenis vaksin primer dan vaksin booster yang digunakan berbeda.
Bagaimana aturan pemberian vaksin booster?
◼Vaksin booster Sinovac
1. Vaksin Sinovac dosis penuh atau full dose sebagai booster homolog.
◼Vaksin booster Pfizer
1. Vaksin Pfizer dosis penuh atau full dose sebagai booster homolog.
2. Vaksin Pfizer half dose atau dosis setengah sebagai booster heterolog untuk vaksin primer Sinovac.
3. Vaksin Pfizer half dose atau dosis setengah sebagai booster heterolog untuk vaksin primer AstraZeneca.
◼Vaksin booster AstraZeneca
1. Vaksin AstraZeneca dosis penuh atau full dose sebagai booster homolog.
2. Vaksin AstraZeneca dosis setengah atau half dose sebagai booster heterolog untuk vaksin primer Sinovac.
3. Vaksin AstraZeneca dosis penuh atau full dose sebagai booster heterolog untuk vaksin primer Pfizer.
◼Vaksin booster Moderna
1. Vaksin Moderna dosis setengah atau half dose sebagai booster homolog.
2. Vaksin Moderna sebagai booster heterolog dosis setengah atau half dose untuk vaksin primer AstraZeneca.
3. Vaksin Moderna sebagai booster heterolog dosis setengah atau half dose untuk vaksin primer Pfizer.
4. Vaksin Moderna sebagai booster heterolog dosis setengah atau half dose untuk vaksin Janssen.
◼Vaksin booster Zifivax
Vaksin Zifivax full dose atau dosis penuh sebagai booster heterolog untuk vaksin primer Sinovac dan Sinopharm.

Efek samping
Melansir pemberitaan sebelumnya, masing-masing vaksin booster mempunyai efek samping tersendiri, dengan pemaparan sebagai berikut:
1. Vaksin Sinovac
Efek samping yang mungkin ditimbulkan dari vaksin ini meliputi:
▪Menimbulkan reaksi lokal atau efek samping nyeri pada lokasi suntikan
▪Tingkat keparahan umumnya grade satu atau dua
2. Vaksin Pfizer
Efek samping yang mungkin muncul atas vaksin Pfizer antara lain:
▪Nyeri otot
▪Demam
▪Nyeri sendi
3. Vaksin AstraZeneca
Efek samping yang dapat ditimbulkan oleh vaksin AstraZeneca (Vaxzevria dan Kconecavac) seperti:
▪Nyeri
▪Kemerahan
▪Gatal
▪Pembengkakan
▪Kelelahan
▪Sakit kepala
▪Meriang
▪Mual
4. Vaksin Moderna
Vaksin Moderna dapat menimbulkan efek samping seperti:
▪Lemas
▪Sakit kepala
▪Menggigil
▪Demam
▪Mual
5. Vaksin Zifivax
Efek samping yang kemungkinan muncul dari vaksin ini antara lain:
▪Timbul nyeri di tempat suntikan
▪Sakit kepala
▪Kelelahan
▪Demam
▪Nyeri otot (myalgia)
▪Batuk
▪Mual
▪Diara dengan tingkat keparahan grade satu dan dua.
Sumber : https://www.kompas.com/sains/read/20...page=all#page2
0
860
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Health
25.2KThread•13.2KAnggota
Komentar yang asik ya