Kaskus

Hobby

  • Beranda
  • ...
  • Health
  • Mengenal Euthanasia, Bunuh Diri Medis yang Kontroversial

deganijo001Avatar border
TS
deganijo001
Mengenal Euthanasia, Bunuh Diri Medis yang Kontroversial
Mengenal Euthanasia, Bunuh Diri Medis yang Kontroversial

Kondisi penyakit yang tak kunjung sembuh dan makin menggerogoti kualitas kehidupan penderita bisa saja terjadi di mana pun. Di sejumlah negara, kondisi yang tidak memberikan harapan untuk hidup bagi pasien itu bisa mendorong munculnya permintaan untuk menjalani euthanasia.

Isu euthanasia sebetulnya merupakan isu lama. Namun, belakangan hal itu mencuat kembali sejalan izin yang diberikan kepada Victor Escobar untuk mengakhiri hidupnya.

Kabar soal Escoba itu mendadak viral di media sosial sejak Minggu (9/1/2022). Victor Escobar adalah warga Kolombia pertama yang memutuskan melakukan euthanasia dan meninggal di depan umum. 

Dia menjadi orang Amerika Latin pertama yang mengakhiri hidup tanpa menderita penyakit mematikan. Persetujuan terhadap Victor Escobar melakukan euthanasia diberikan oleh pengadilan di Kolombia. 

Healthline pada Senin (10/1/2022) menyebutkan bahwa euthanasia merupakan sebuah tindakan bunuh diri yang disengaja dan dibantu oleh dokter. Euthanasia bertujuan untuk mengakhiri hidup seseorang atau pasien agar meringankan penderitaan yang terus-menerus dialaminya. 

Euthanasia telah lama menjadi topik yang kontroversial dan emosional sejak awal 1800-an. Hal itu khususnya terjadi di Amerika Serikat dan negara-negara lain yang turut berpolemik pada aktivitas euthanasia. 

Pada 1828, undang-undang anti-euthanasia pertama di AS disahkan di negara bagian New York. Akhirnya, sejumlah negara bagian lain juga menerapkan undang-undang tersebut. 

Pada abad ke-20, Yehezkiel Emmanual, seorang ahli bioetika dari American National Institutes of Health (NIH) mengatakan bahwa era modern euthanasia diantar oleh ketersediaan anestesi. Pada 1938, masyarakat euthanasia didirikan di AS, untuk melobi diizinkannya bunuh diri yang dibantu dokter. 

Bunuh diri yang dibantu dokter menjadi legal di Swiss mulai 1937, selama dokter yang mengakhiri hidup pasien tidak mendapatkan apa-apa. Selama periode 1960-an, advokasi untuk pendekatan hak untuk mati terhadap euthanasia mulai tumbuh. 

Belanda turut mendekriminalisasi bunuh diri dengan bantuan dokter dan melonggarkan beberapa pembatasan pada tahun 2002. Memasuki awal 2002, bunuh diri dengan bantuan dokter mulai diterima dan disetujui di negara Belgia. Di Amerika Serikat,euthanasia menjadi legal di California pada tahun 1977.

Mahkamah Agung menyetujui penggunaan euthanasia non-aktif pada 1990. Lantas pada 1994, para pemilih di Oregon menyetujui Death with Dignity Act, yang memungkinkan dokter untuk membantu pasien terminal yang diperkirakan tidak akan bertahan lebih dari 6 bulan. 

Mahkamah Agung AS mengadopsi undang-undang tersebut pada 1997, dan Texas membuat euthanasia non-aktif legal pada tahun 1999. Medicalnewstoday  melaporkan bahwa di sebagian besar negara, euthanasia bertentangan dengan hukum dan dapat dikenakan hukuman penjara. Khususnya di Amerika Serikat, hukuman yang dijatuhkan cukup bervariasi. 

Namun, aktivitas euthanasia kategori sukarela sudah legal di beberapa negara seperti Belgia, Luksemburg, Belanda, Swiss, dan negara bagian Oregon dan Washington di AS. 

Euthanasia dan bunuh diri yang dibantu memiliki perbedaan definisi. Euthanasia adalah tindakan yang dilakukan seorang dokter dan diperbolehkan oleh hukum untuk mengakhiri hidup seseorang dengan cara yang tidak menyakitkan, selama pasien dan keluarganya setuju. 

Sedangkan, bantuan bunuh diri adalah tindakan seorang dokter membantu pasien untuk bunuh diri jika mereka memintanya. Mengutip Healthline, euthanasia dapat digolongkan dalam dua kategori yakni sukarela atau tidak sukarela. 

Apabila secara sukarela maka euthanasia dilakukan dengan persetujuan. Sementara itu, tindakan non-sukarela euthanasia dilakukan pada seseorang yang tidak dapat memberikan persetujuan karena kondisi kesehatan mereka saat ini. 

Dalam skenario ini keputusan dibuat oleh orang lain yang tepat seperti dokter yang merawat selama masa pengobatan dan atas nama pasien, berdasarkan kualitas hidup dan penderitaan mereka. 

Euthanasia juga memiliki dua prosedur yakni pasif dan aktif, Euthanasia pasif adalah ketika perawatan yang menopang kehidupan tidak dilakukan. Jika dokter meresepkan peningkatan dosis obat penghilang rasa sakit yang kuat, seperti opioid, ini pada akhirnya dapat menjadi racun bagi pasien. 

Di sisi lain, euthanasia aktif dapat dikatakan apabila ketika seseorang menggunakan zat atau sesuatu yang mematikan untuk mengakhiri hidup pasien, baik oleh pasien atau orang lain. Euthanasia aktif lebih kontroversial, dan lebih cenderung melibatkan argumen agama, moral, etika, dan belas kasih.

Sumber : https://bisnisindonesia.id/article/e...-kontroversial


Diubah oleh deganijo001 13-01-2022 16:27
0
356
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Health
Health
KASKUS Official
25.2KThread13.1KAnggota
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.