Story
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
70
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61d1afa423e8a250692c0662/hujan-dari-mas-rayhan
Hai agan dan sista kaskuser yang budiman Apa kabar kalian semua? semoga selalu dalam lindungan tuhan yah kalian semua. Ane kembali lagi nih di jagat per kaskusan, untuk kembali meramaikan kaskus dengan cerita-cerita seru dan pastinya berdasarkan kisah nyata. Setelah kemarin menamatkan dua kisah horror berdasarkan kisah nyata, yang juga sudah di dramatisir. Ini loh dua thread yang di maksud
Lapor Hansip
02-01-2022 20:59

Hujan Dari Mas Rayhan

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Quote:Hai agan dan sista kaskuser yang budiman
Apa kabar kalian semua? semoga selalu dalam lindungan tuhan yah kalian semua.

Ane kembali lagi nih di jagat per kaskusan, untuk kembali meramaikan kaskus dengan cerita-cerita seru dan pastinya berdasarkan kisah nyata.

Setelah kemarin menamatkan dua kisah horror berdasarkan kisah nyata, yang juga sudah di dramatisir. Ini loh dua thread yang di maksud






Quote:Nah jadi kali ini ane mau ceritain kisah temen cewek ane, ini kisah gak murni 100% sama aslinya. Sudah di tambahkan beberapa kejadian yang supaya lebih seru dan menegangkan aja buat di baca. Tapi inti dari cerita ini itu kisah nyata.

Temen ane dulu punya suami yang memiliki kelainan sexual yang akhirnya bawa tragedi di pernikahan mereka. Pokoknya serem dan bikin geleng-geleng kepala deh.

Nah setelah dengar curhatan dia, ane jadi tergugah buat bikin threadnya. Untuk di bagikan ke agan-agan, dan setiap part yang ane bagikan nanti itu udah dapet persetujuan dari sista temen ane itu cuma identitasnya minta di umpetin aja, karena ini aib juga sih.

Oke langsung aja tanpa babibu, silahkan di nikmati kisah yang ane buat ini ya, agan dan sista



Quote:Sinopsis :

Pernikahan adalah sesuatu yang mungkin ditunggu oleh kebanyakan manusia. Mereka berharap dengan menikah maka masa depan akan dilalui dengan seseorang yang akan mengerti dan menjaga mereka. Tapi apakah benar demikian? Sayangnya tidak semua manusia hidup dengan keberuntungan indah seperti itu. Sebagian kita justru berakhir ke dalam kesengsaraan yang tidak berujung. Sialnya apakah masih adalagi nasib buruk yang lebih menyedihkan dibanding memiliki pasangan yang salah?

Sebuah cerita tentang istri yang harus menjadi korban masa lalu kelam suaminya. Dia harus berjuang melawan agar bisa benar-benar terbebas dari jeratan dan trauma psikologis yang ia alami. Saya jamin cerita ini akan membuat siapapun yang membacanya akan terbawa emosi, menangis, sedih dan seperti di cabik-cabik perasaanya.


Hujan Dari Mas Rayhan




Quote:
Part I - Dingin



Hujan Dari Mas Rayhan



Quote:Malam ini begitu dingin, desiran angin pendingin ruangan dan rintik hujan yang turun dengan deras membuat kamar dimana aku terbaring kini seperti membeku. Air mataku berhenti menetes, suaraku mulai serak, kesedihan yang aku alami sudah mencapai titik nadirnya. Tubuhku? Sudah tentu membeku bersama malam dan hujan.

Pernikahan adalah sesuatu yang mungkin ditunggu oleh kebanyakan manusia. Mereka berharap dengan menikah maka masa depan akan dilalui dengan seseorang yang akan mengerti dan menjaga mereka. Tapi apakah benar demikian? Sayangnya tidak semua manusia hidup dengan keberuntungan indah seperti itu. Sebagian kita justru berakhir ke dalam kesengsaraan yang tidak berujung. Sialnya apakah masih adalagi nasib buruk yang lebih menyedihkan dibanding memiliki pasangan yang salah?

Hei ruangan ini semakin dingin saja, tapi mengapa tubuhku seakan mati rasa. Bukankah harusnya aku menutupinya dengan selimut? Bukan malah membiarkannya disengat oleh hawa dingin tanpa ada pelindung yang melapisi tubuhku. Kejadian yang baru saja menimpaku membuatku tak berdaya, setelah lelah menangis kini aku hanya bisa termenung meratapi nasib. Tidak memiliki tenaga, bahkan hanya untuk bangkit meraih pakaian yang tergeletak di lantai. Hanya bisa terbaring membiarkan keringat di tubuhku mengering. Hasil dari jerih payahku meronta-ronta menolak, namun tetap saja aku hanya seorang wanita yang sudah tentu sulit lolos dari situasi mengerikan itu.

Dulu sekali aku mengenal orang itu, seseorang yang selama dua tahun ini menjadi suamiku. Awal perkenalan kami seperti sebuah kisah romansa remaja di buku-buku novel. Dia adalah laki-laki yang cerdas, tampan dan berwibawa. Sedikit dingin dan introvert, sedangkan aku adalah wanita yang cantik dan memiliki banyak penggemar dikalangan para lelaki. Masa-masa pacaran memang tidak pernah mengecewakan. Aku mencintai dia, seakan ia adalah makhluk yang sempurna. Kami menghabiskan waktu bersama, bercerita, saling memadu kasih dan tentu berbohong. Menutupi masa lalu, menutupi keburukan-keburukan. Bukankah masa pacaran itu penuh kebohongan? Kebanyakan dari kita saat pacaran lebih memilih menampilkan sisi terbaik kita, dan menutup rapat-rapat kekurangan. Tentu hanya untuk membuat lawan jenis kita terkesan. Tapi dia memang adalah pembuat kebohongan nomor satu.

Ah, tiba saja terlintas kenangan itu. Andai aku tidak bertemu dengannya. Andai saja demikian. Andai aku bisa memutar waktu. Apa itu andai? Dunia tidak memiliki tempat untuk berangan sesuatu yang mustahil seperti kembali ke masa lalu dan mengubah takdir. Kenyataannya aku baru saja mengalami sebuah tragedi. Tidak ada jalan untuk merubahnya. Sekarang pertanyaannya aku harus berbuat apa? Melanjutkan kehidupan? Apakah akan mudah kehidupan setelah malam ini berlalu? Apa aku akhiri saja hidup ini? Kamar ini ada dilantai 14 harusnya mudah saja jika ingin mati. Tapi di akhirat orang-orang yang bunuh diri tidak memiliki tempat yang baik. Setidaknya itu yang tertulis di kalam Tuhan. Apa aku bisa menahan siksaan dosa bunuh diri di akhirat kelak? Siksaan tanpa henti, berulang, dan mengerikan. Entahlah kehidupan dunia selalu memberikan pilihan sulit. Bertahan hidup artinya menderita, mengakhiri hidup ditunggu siksa neraka.
Lamunanku terhenti oleh langkah kaki yang mendekat membuka pintu dan menghampiriku. Orang biadab itu datang dengan tersenyum seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

“Sayang, gimana tadi kamu udah biasakan? Enakan? ” Kata orang biadab itu sambil mengelus-elus rambutku yang berantakan.

Mendengar kata-kata itu aku malah kembali menangis, air mata yang tadi telah hilang tiba-tiba saja mengalir lagi. Ditemani rintihan dan jeritan yang menusuk ulu hati.

“Kamu gila, baik, setan, iblis kamu mas, kamu iblis” makian dari mulutku keluar begitu saja untuk pria yang faktanya adalah suamiku sendiri.

Hahahaha, hahahaha.

Dia membalas semua makian dengan tawa. Entah apa yang ia pikirkan, setelah semua makian dan apa yang ia lakukan kepada istrinya sendiri dia malah tertawa. Aku tidak menyangka bahwa aku menikahi pria psikopat sepertinya. Setelah puas tertawa dia kembali mengelus-elus rambutku dan mendekat untuk membisikan sesuatu.

“Kalau aku iblis, kamu apa? Oh ia kamu lonte kelas atas, kamu akhirnya berhenti memberontak dan lebih memilih menikmatinyakan?.” Katanya membisikannya tepat di telingaku. Setelahnya ia kembali tertawa.

“Aku berhasil menciptakan fantasiku, aku berhasil menciptakan lonte kelas atas, hahaha”

“Liat dirimu, liat bekas cairan pria yang tadi menikmati tubuhmu bercecer di badanmu. Sempurna ini semua sempurna” Katanya kali ini ia katakan dengan sedikit kencang hingga menggema di kamar hotel kami berada.

Tangisku kini tidak lagi bisa tertahan aku menjerit, aku meronta, aku memukulinya dengan tanganku. Kepalanya, badannya aku pukul dengan sisa tenaga yang aku punya. Karena khawatir kamar lain mendengar teriakanku, dia membalas dengan menampar dan langsung membekap wajahku dengan bantal. Seperti kesetanan seakan-akan ia akan membunuhku saat itu juga. Aku meronta berusaha mendorong bantal yang ia bekapkan ke wajah. Hingga aku pikir aku akan mati, tetapi ia mendadak membuang bantal itu dan langsung memeluk tubuhku.

“Maaf ya sayang, kamu sakit ya, aku mukul kamu ya, kamu gak bisa nafas ya? Maaf ya, maaf aku minta maaf.” Katanya meminta maaf sambil berusaha memeluk erat.

Ia memang memiliki gangguan kejiwaan, selama dua tahun ini menjadi suamiku saat dia sedang sangat marah dia bisa memukulku lantas memohon meminta maaf setelahnya. Bahkan pernah sampai bersujud untuk minta dimaafkan. Hal itu aku baru tau setelah menjalin kehidupan berumah tangga dengannya selama enam bulan.

Waktu itu kami bertengkar hebat sebab alasan yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Dia memaksaku untuk berhubungan badan dikala aku sedang haid. Sesuatu yang sangat dilarang oleh agama. Dia beralasan bahwa dia memiliki kecanduan sex atau hyper sex. Dia tidak tahan jika harus menunggu 7 hari sampai haidku selesai. Lantas ia marah-marah memaksaku untuk berhubungan badan dengannya.
Jelas aku menolak, namun ia tetap memaksa. Sampai akhirnya di satu titik ia melepaskan amarahnya dengan memukulku. Anehnya setelah ia melihat aku kesakitan dia langsung meminta maaf. Memohon – mohon untuk dimaafkan. Bagiku dia seperti memiliki dua kepribadian. Karena waktu itu ia nampak sangat menyesal akhirnya aku memaafkannya, dan terus saja memaafkannya hingga hari ini tiba.

“Kamu gila ya mas, kamu mau bunuh aku? Aku udah gak kuat mas aku mau laporin kamu ke polisi kita cerai” Kataku sambil berusaha melepaskan pelukannya.

Suamiku terus saja berusaha memelukku, sambil meminta maaf. Meski aku berusaha menjauhkannya. Meski aku kembali memukulnya agar ia menjauh dariku. Ia terus saja berusaha memeluku. Kali ini sambil menangis. Tapi aku sudah muak, bagiku setelah ia membiarkan istrinya sendiri disetubuhi pria asing dengan persetujuannya. Tidak ada lagi maaf, aku sudah putuskan untuk mengakhiri ini. Suami macam apa yang memiliki fantasi melihat istrinya digagahi orang lain. Apakah itu bisa dikatakan manusia? Dan sudah tentu tidak akan pernah ada orang waras manapun yang mau Bersama dengan orang seperti itu bukan?

Tekadku sudah bulat, suamiku terus memohon untuk dimaafkan. Ia bersujud mencium kakiku. Memohon untuk dimaafkan, ia juga menangis sejadi-jadinya. Mulutnya tak ada henti-hentinya meminta maaf. Tapi semua itu percuma, aku tidak akan memaafkan laki-laki bejat ini.

Tiba-tiba saja tangisnya terhenti, dia berdiri menjauh dariku. Sambil menatapku kosong, dia mematung seakan-akan menyerah meminta maaf. Aku yang melihatnya menjauh mengambil kesempatan untuk bangkit untuk mengambil pakaian yang tergeletak. Dari tadi aku dalam kondisi telanjang, tanpa memikirkan tubuhku yang kotor. Aku berusaha untuk pergi dari tempat itu dan berniat langsung ke kantor polisi setelahnya.

Namun baru saja ingin meraih baju, suamiku datang mengampiriku dan mendorongku kembali ke atas Kasur. Kali ini ia tidak memukul atau menyiksaku. Namun ia berusaha menyetubuhiku. Gila pikirku, benar-benar orang gila. Apakah setelah ia melihatku disetubuhi orang lain dia jadi bernafsu untuk menggauliku juga? Apakah ini tujuannya melampiaskan fantasinya? untuk kemudian bisa mewujudkan kenikmatan bercinta denganku dengan sensasi yang berbeda?

Dengan tenaganya ia memaksaku, aku yang berusaha menolak mendorongnya sekuat tenaga. Saat berusaha berteriak ia mencekik leherku, sambil berusaha menciuminya. Perlawananku sia-sia, dia berhasil menikmati tubuhku yang belum lama ini baru saja dinikmati pria tidak dikenal atas persetujuannya. Ia mengotori tubuhku lagi dengan keringat dan cairan yang aku tidak inginkan. Aku hanya bisa menangis, menahan sakit hati atas perbuatan yang ia lakukan padaku. Sedangkan ia terbaring puas disampingku dengan senyum lebarnya.

“Biadab kamu mas, laknat kamu, aku pastikan kamu masuk penjara mas” Kataku sambil menangis dan menjauh darinya.

“Coba saja kalau kamu berani, aku sudah merencanakan semuanya. Hp mu yang hilang kemarin, bukanlah hilang tapi aku sembunyikan. Saat itu dengan menggunakan hp mu aku mencari pria yang mau diajak menggaulimu, dengan mengaku bahwa kamu yang mengajak. Lalu seminggu lalu saat kita berhubungan aku sengaja memfotomu dengan lingerie yang kamu gunakan dengan hp mu. Hal itu aku lakukan agar aku bisa membuat calon laki-laki targetku tergiur setelah aku kirimkan fotomu dengan lingerie. Semua itu aku rencanakan agar seolah-olah kamu sendirilah yang mengajak pria itu kesini, dan lagi kamar ini sudah di sisipkan kamera tersembunyi. Semua adegan yang terjadi, terekam dengan baik dan siap aku publikasikan jika kamu macam-macam” katanya bercerita semua rencana yang telah ia lakukan.

Dia menceritakan itu semua dengan tenang, sambil tetap berbaring di atas Kasur tempat dimana aku di perkosa oleh orang lain dan dirinya. Aku menangis dan berteriak, ternyata suamiku orang yang harusnya melindungi, menjaga kehormatanku justru merencanakan sesuatu yang merenggut kehormatan istrinya. Juga tentu kehormatan dirinya sendiri. Sebagai suami saat istrinya diperkosa, di gauli oleh orang tidak dikenal itu artinya kehormatannya telah di renggut bukan?  Tapi mengapa ia justru senang, bahkan merencanakannya. Sepertinya dia memang sakit jiwa.

Aku meninggalkan dia yang masih berbaring di Kasur sambil terus menatap ke arahku. Setelah berpakaian, sesegera mungkin aku kabur dari tempat itu. Namun baru sampai pintu dia mengatakan sesuatu yang tidak kalah menyakitkan dan membuatku shock.

“Oh ia satu lagi, selain aku memiliki video rekaman mu. Aku juga memiliki video adikmu yang sedang memadu kasih dengan pacarnya. Aku sudah tau sejak lama, kalau adikmu itu sering melakukan hal yang diluar batas. Tapi aku membiarkannya, dan saat waktunya pas aku merencakanan untuk mengambil video mereka. Jika kamu tetap berani melaporkanku, aku memiliki dua video yang siap aku sebarkan. Satu videomu, satu video adikmu, dan ingat meski kamu laporkan aku. Aku punya bukti palsu yang bisa dibuat untuk memutarbalikan fakta bahwa kamulah yang selingkuh dengan pria itu.”

Aku yang tadinya sudah siap membuka pintu lalu pergi, justru kembali tersungkur ke lantai. Bagaimana mungkin ia juga melibatkan adik perempuanku yang masih sekolah. Bisa hancur masa depannya jika video yang ia katakan itu tersebar.

“Kamu memang laki-laki bajingan” Teriaku sebelum aku bangun dan pergi meninggalkannya.


Part II - Nympomaniac
Part III - Kebingungan
Part IV - Masa Kecil Rayhan
Part V - Mental Illness
Part VI - Masokis
Diubah oleh achanyoe
profile-picture
profile-picture
profile-picture
provocator3301 dan 15 lainnya memberi reputasi
12
Masuk untuk memberikan balasan
stories-from-the-heart
Stories from the Heart
18.4K Anggota • 28.2K Threads
Halaman 1 dari 2
Hujan Dari Mas Rayhan
02-01-2022 21:03
Quote:
Part II - Nympomaniac


Hujan Dari Mas Rayhan


Quote:Aku keluar dari kamar hotel dengan wajah sembab, jalanku sedikit lunglai. Beberapa orang yang berpapasan denganku memperhatikan. Namun nampaknya mereka tidak ingin ikut campur. Lagi pula waktu itu sudah lewat pukul dua malam. Sudah sedikit orang berkeliaran di Lorong hotel. Hanya ada beberapa petugas yang lewat. Aku menunggu lift sambil terus sesenggukan memikirkan apa yang telah menimpaku. Hingga akhirnya lift tiba, aku masih termenung. Di dalam lift pikiranku kacau, ingin menangis sekencang-kencangnya. Tapi aku kepikiran jika ada orang yang bertanya, apa yang harus aku jelaskan kepada mereka? Ancaman mas rayhan membuat aku takut melaporkan kejadian itu kepada siapapun. Bahkan saat aku berpapasan dengan security aku yang semula ingin melapor, ku urungkan niat itu dan lanjut pergi menjauh dari hotel itu.

Malam ini hujan masih turun, aku berjalan di bawah rintiknya. Tubuhku sudah tidak memiliki tenaga, aku bahkan bingung mengapa aku masih bisa berjalan. Air hujan membuat air mataku yang jatuh tersamarkan. Sambil berjalan gontai, kenangan itu menyeruak. Penyesalan demi penyesalan terus meletup-letup dari dadaku. Rasanya sesak, ah sial mengapa dunia tidak memiliki tombol reset. Haruskah aku benar-benar melanjutkan hidup?

Hari itu hari pertama kami masuk kuliah. Saat yang lain sudah ada di kelas, dan dosen sudah mulai memberikan materinya. Dia datang terlambat, orang yang ditakdirkan menjadi suamiku datang terlambat ke kelas. Siapa sangka kalau dia ternyata anak terpintar di kelas, selama kuliah dia selalu bisa membuat siapapun terkesima. Dia yang bisa diandalkan dosen dan teman-temannya. Dia yang selalu menjadi bintang di kelas. Ternyata memiliki masa lalu yang begitu kelam. Begitu kelam sampai siapapun akan merasa ngeri sekaligus kasihan jika mendengar kisahnya.

Waktu itu aku juga wanita yang populer, selain cantik aku juga lumayan pintar dikelas. Meski tidak sepintar dirinya. Suatu hari garis takdir mendekatkan kami, ada tugas kelompok yang harus kami kerjakan Bersama. Dari sanalah kami mulai dekat, dan saling tertarik sama lain. Hingga akhirnya kami berpacaran, kemudian setelah dua tahun Bersama kami memutuskan untuk menikah. Seperti yang sudah aku katakan, masa pacaran tidak pernah mengecewakan. Kala itu aku benar-benar bangga memiliki dirinya. Laki-laki yang pintar dan mudah disukai siapapun. Tapi pernikahan adalah sesuatu yang berbeda. Kita tidak pernah benar-benar tau seperti apa pasangan kita hingga kita menikah dan tinggal serumah. Disana semuanya akan terkuak tabir-tabir yang selama ini tertutupi, disembunyikan dengan rapat.

Awal pernikahan kami masih diliputi perasaan bahagia, meskipun baru satu bulan sudah keliatan perbedaannya. Mas rayhan sudah mulai jarang sholat ke masjid untuk berjamaah, juga kadang melewatkan sholat-sholat wajib. Padahal dulu semasa pacaran, bahkan ia menyempatkan diri datang ke masjid di sela-sela kami menikmati jalan-jalan Bersama. Tapi aku tak terlalu mempermasalahkan itu, toh banyak orang yang bahkan meninggalkan ibadahnya tapi masih menjadi manusia yang baik, manusia yang normal. Meskipun aku tau meninggalkan ibadah kepada tuhan adalah perbuatan dosa. Dilarang oleh agama, tapi memang tidak semua manusia bisa menyempatkan waktu bertemu tuhan meski hanya lima kali sehari bukan? Ya begitulah manusia, mudah sekali tergelincir untuk melupakan tuhan.

Mas rayhan selama berumah tangga adalah pribadi yang selalu membantu istri, humoris dan juga suka membelikan makanan kesukaanku. Tapi dibalik tampilan luarnya yang nampak sempurna, dia memiliki sisi kelam hasil dari apa yang terjadi padanya di masa lalu. Enam bulan setelah pernikahan kami bertengkar hebat sebab ia memaksaku berhubungan suami-istri di kala menstruasi. Seperti yang sudah aku ceritakan sebelumnya, ia mengaku berdalih bahwa ia memiliki kelainan seperti hyper sex.
Malamnya setelah pertengkaran hebat itu, mas rayhan yang memohon di maafkan akhirnya aku beri kesempatan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Dia berterimakasih kepadaku dan memanjakanku layaknya ratu. Dia memang seperti itu, berbuat salah bahkan sampai memukul, kemudian mengiba untuk dimaafkan. Setelah dimaafkan ia akan membuatku merasa tepat karena telah memaafkannya. Sebab perlakuannya kepadaku kembali lebih baik. Sehabis kami bertengkar hebat ia begitu manis. Apapun yang aku mau pasti diturutinya. Karena inilah aku berkali-kali terjebak dan terus menerus memaafkan kesalahannya yang semakin lama semakin diluar batas.

Kembali lagi akan kenangan pertama dimana pengakuan pertama mas rayhan atas masa lalunya yang kelam ia ceritakan. Malam itu setelah ia memaksaku berhubungan suami-istri saat aku sedang menstruasi, setelah suasana kembali tenang. Kami melewati malam yang panjang. Mas Rayhan dengan menahan tangis, ia bilang ingin bercerita tentang masa lalunya. Sebuah kisah yang belum pernah aku dengar.

“Rani, maafin mas rayhan yah. Nyembunyiin sesuatu sama kamu selama ini. Sebenarnya aku punya penyakit. Mas rayhan punya gejala yang mungkin umumnya orang taunya hyper sex. Atau kecenderungan ingin terus melakukan hubungan sex.” Katanya yang berbaring di sampingku sambil melihat langit-langit

Aku yang mendengar sebenarnya tidak terlalu kaget, sebab memang selama menikah jika aku tidak sedang haid, mas rayhan selalu memintaku melayani hampir setiap hari. Bahkan jika dia sedang libur bekerja bisa sampai tiga kali sehari kami melakukannya. Aku yang berusaha menjadi istri yang shaliha, berusaha sebisa mungkin melayaninya. Meski aku lelah atau sedang sakit. Sebab sedikit-sedikit aku belajar agama dan sering mendengar ceramah bahwa dosa besar jika suami meminta di layani namun kita sebagai istri justru menolaknya. Tapi aku juga sedikit curiga jika datang waktunya aku haid, mas rayhan sering sekali mengurung diri di ruang kerjanya. Menghabiskan waktu berjam-jam, hal yang tidak biasa ia lakukan. Bahkan aku sempat mengira mas rayhan hanya menggunakan ruangan itu jika aku sedang haid saja.

“Hah, kamu beneran mas? Aku juga sebenernya juga udah curiga sih soalnya selama nikah, aku hampir gak pernah libur kecuali pas lagi haid aja.” Kataku membalas ceritanya

“Iya bener, mas gak pernah periksa ke psikiater sih, tapi mas ngerasa gitu aja”

Percakapan kami semakin serius malam itu. Aku penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi kepadanya. Apa penyebabnya sehingga ia bisa seperti itu. Mas rayhan menjelaskan, bahwa hal ini sudah berlangsung lama dari dia di sekolah dasar dulu. Selama belum menikah dia melampiaskan hasratnya dengan melakukan onani. Setelah ia bekerja kadang ia pergi ke panti pijat. Itu artinya saat kuliah atau mungkin saat kami sudah berpacaran. Karena mas rayhan sudah bekerja saat kami mulai kuliah.

“Yang kamu ceritain semua, ini bener mas?” Kataku berusaha menyangkal apa yang ia ceritakan.

Aku tidak percaya dengan apa yang ia katakan, sebab mas rayhan yang aku kenal selama kuliah dulu dia adalah bintang kelas, bahkan aku sempat memberikan julukan padanya peter parker. Karena memang dia mirip dengan gambaran tokoh utama film spider-man itu. Selain pintar dia juga memiliki paras yang tampan mungkin kurang kemampuan laba-laba saja.

Satu lagi yang membuat dia nampak seperti orang normal adalah mas rayhan terkenal agamis karena sering menyempatkan mampir ke masjid untuk beribadah.

“Mas aku gak nyangka loh, kamu kaya gitu. Bener deh mas, aku pikir ya kamu suka minta karena memang kita masih penganten baru, kan baru enam bulan juga kita nikah kan.”

“Iya aku juga gak tau kenapa bisa jadi serusak ini, tapi aku tau penyebabnya” Jawab mas reyhan
Diubah oleh achanyoe
profile-picture
profile-picture
profile-picture
juliasagungl dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Hujan Dari Mas Rayhan
02-01-2022 21:07
Quote:
Part III - Kebingungan


Hujan Dari Mas Rayhan


Quote:Hujan yang membasahi tubuh, hawa dingin yang terus menusuk tulang, dan rasa sakit atas kekecewaan yang mendalam, juga rasa malu sebab kehormatan yang dirusak. Membuat langkahku semakin gontai. Aku tidak bisa lagi berjalan. Kepalaku terasa berat, mata tidak bisa lagi dipaksa terbuka, dan bruk. Akhirnya aku terjatuh dan tak sadarkan diri.

Entah berapa lama aku pingsan, saat aku terbangun yang pertama kali aku lihat adalah cahaya terang lampu rumah sakit. Tanpa ada siapapun, hanya ada peralatan infus yang terpasang di tanganku. Sepertinya aku diselamatkan seseorang dan ia membawaku ke rumah sakit ini.

Di tengah kesendirian, aku kembali menangis. Air mataku menetes dengan sendirinya, mengingat kelakuan mas rayhan, mengingat bagaimana ia merencanakan perbuatan biadab yang tidak dilakukan manusia. Bagaimana ia mengancam dengan membawa adik perempuanku. Ya tuhan, apa yang harus aku lakukan. Haruskah aku melaporkan dia? Tapi bagaimana jika ia tetap menang. Dia punya rencana yang bagus, ia juga punya video itu. Harus bagaimana ini, aku benar-benar bingung.

“Atau haruskah aku mati saja? Supaya penderitaan ini berakhir.”

Keinginan untuk mati juga terus menyeruak. Karena memang tidak ada solusi lain. Sifat lemah manusia saat sedang dihadapi masalah yang tidak ada jalan keluarnya, selalu saja muncul keinginan untuk mati sajakan?

Saat aku sedang merenung, menangis, kebingungan di kamar perawatan. Datang seseorang yang membuka pintu, dan betapa kagetnya aku saat seseorang membuka tirai. Ternyata orang itu adalah mas rayhan. Dia langsung menghampiriku dan memelukku, dia menangis.

“Ran, kamu kenapa. Kamu gak papa kan? Aku khawatir banget pas tau kamu dibawa ke rumah sakit” Katanya sambil menangis

Tubuhku mendadak kaku, dingin di sekujur badan. Air mataku malah semakin deras, iblis ini mengapa datang ke tempatku. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Psikopat macam apa dia sebenarnya. Aku berusaha menjauhkan tangannya dari tubuhku. Tapi dia tetap memaksa memeluk tubuhku erat. Sambil menangis, seolah-olah ia benar-benar mengkhawatirkanku.

“Ran maafin mas kalau punya salah sama rani yah, sekarang kamu sehat yah” Iblis bernama rayhan itu meminta maaf untuk kesekian kalinya

“Cukup ray, cukup, kamu bukan suamiku lagi. Pergi brengsek” Bentakku

Aku merasa jijik, saat ia muncul di hadapanku. Tubuhku seperti dilempar kotoran ketika ia memelukku. Ingin rasanya aku muntah, melihat dia meminta maaf dan menangis. Aku berteriak memanggil perawat, meminta tolong. Mas rayhan yang melihatku berteriak terlihat panik dan menjauh.

“Oke ran, oke. Aku menjauh. Aku tau aku salah. Tapi aku janji akan memperbaiki segalanya. Kalau kamu maafin aku, aku akan berterima kasih banget sama kamu. Karena aku cinta kamu. Tapi kalau kamu gak terima sama kelakuan aku, ingat jangan berani kamu laporin aku. Atau aku gak segan-segan buat lawan kamu balik. Sekarang kamu pulihkan diri dulu. Nanti kalau kamu udah sembuh, aku balik lagi” Katanya sebelum pergi meninggalkan aku.

Benar-benar orang gila batinku, setelah dia merencanakan supaya istrinya ditiduri orang lain demi fantasi seksualnya. Kini dia terus-terusan meminta maaf seolah-olah itu perkara kecil. Aku wanita terhormat yang senantiasa menjaga kesucianku dari berzina, berselingkuh dengan pria lain. Lebih memilih setia, tapi karena fantasi seksual biadabnya. Dia rusak semua itu, dia hancurkan marwah istrinya sendiri. Sungguh orang gila, bagaimana mungkin aku menikah dengan orang gila sepertinya. Takdir macam apa yang harus digariskan padaku ini.

Jika dia memang memiliki fantasi gila dan tuhan mengetahuinya. Mengapa dari awal ia tidak dijodohkan saja dengan perempuan yang sama gilanya, yang mau saja berhubungan dengan orang yang bukan suaminya. Mengapa harus aku? Wanita normal yang selalu menjaga dirinya dan martabat suaminya. Mengapa harus aku? Sebenarnya apa maksud tuhan?

Tak lama setelah mas rayhan pergi, keluargaku datang ke tempat aku di rawat. Ayah-ibu dan adik perempuanku. Mereka langsung memelukku dan menanyakan keadaanku.

“Kamu kenapa nak? Tadi rayhan nelfon katanya kamu dirawat di rumah sakit. Dia telfon sambil nangis, kamu sakit apa?” Tanya ibuku sambil meneteskan air mata

Mas rayhan menelpon orang tuaku? Apa sebenarnya yang ia rencanakan kali ini. Apa maksudnya?

Melihat orang tua dan adikku datang malah membuat aku semakin lemas. Apalagi melihat adikku. Ini memang salahku. Membiarkan ia bergaul terlalu bebas, ayah dan ibu memang tidak pandai menjaga anak. Aku dulu dengan mas rayhan pun saat pacaran pernah melakukan sex di luar nikah. Meski itu terjadi sebulan sebelum kami menikah. Sebenarnya mungkin bisa saja kami sering melakukannya. Tapi aku terus menjaga diri agar tidak ke bablasan. Meski mas rayhan beberapa kali memancingku untuk melakukannya. Akhirnya setelah proses lamaran selesai, dan aku yakin dia akan jadi suamiku. Ku turuti keinginannya, dan terjadilah perbuatan dosa itu.

Adikku masih SMA kelas dua, pergaulan anak muda sekarang memang sulit di kontrol. Aku tau memang jika ia punya pacar sudah beberapa kali ia membawanya kerumah. Sebab dulu aku dan mas rayhan juga pacaran. Jadi rasanya tidak adil jika melarang adikku untuk pacaran. Jadi aku biarkan saja mereka, sambil percaya jika seharusnya di umur mereka yang sekarang. Mereka lebih bisa menahan diri setidaknya sama sepertiku dulu.

Aku harus menjawab apa? Pertanyaan ibuku? Apakah aku harus menceritakan perbuatan mas rayhan? Atau justru bungkam. Aku membayangkan bagaimana psikologi adikku jika videonya tersebar. Apakah dia akan putus sekolah? Atau kemungkinan terburuknya bunuh diri karena menahan malu.

“Rani berantem bu, sama mas rayhan. Rani mau pulang ke rumah ayah saja. Gak mau pulang ke rumah mas rayhan lagi.” Jawabku sambil menangis memilih untuk menyembunyikan detail kejadian yang menimpaku dan penyimpangan seksual mas rayhan.

Orang tuaku yang memang tidak pernah ikut campur urusan anaknya. Tidak lanjut bertanya apa penyebab kami bertengkar, dan hanya memeluk sambil berkata untuk pulang ke rumah ayahku saja. Sampai situasi kembali normal, dan hubunganku dengan mas rayhan membaik.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
itkgid dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Hujan Dari Mas Rayhan
02-01-2022 21:15
Quote:
Part IV - Masa Kecil Rayhan


Hujan Dari Mas Rayhan


Quote:Setelah mengurusi administrasi rumah sakit, orang tuaku izin untuk pulang ke rumah. Mereka harus mengurus adikku yang lain. Maklum kami enam bersaudara. Ayah-ibu masih mempunyai dua anak kecil yang masih sekolah dasar. Aku dijaga oleh adikku yang paling besar. Dia yang videonya dengan pacarnya, dijadikan alat untuk mengancamku.

“Ibu tinggal dulu ya nak, besok kata dokter kamu udah boleh pulang” Kata ibu sebelum pergi

Ciuman ibu dan tatapan ayah menambah kesedihanku. Aku tau mereka khawatir. Mereka penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi kebajikan mereka menahan diri untuk ingin tahu lebih dalam. Mereka memang seperti itu, tidak pernah ikut campur urusan rumah tangga anaknya, jika anaknya sendiri tidak cerita. Entah itu sisi positif atau negatif dari orang tuaku. Mungkin jika pasanganku normal-normal saja itu bisa jadi positif. Sebab orang tua memang baiknya tidak terlalu ikut campur urusan rumah tangga anaknya bukan?

Ditinggal ayah-ibu membuatku kembali melamun. Adikku asyik bermain dengan ponselnya, sepertinya sedang membalas pesan singkat dari pacarnya. Dari tadi ia nampak senyum-senyum sendiri. Aku menatap wajah adikku, kepolosannya sebagai anak muda masih tergambar jelas di wajahnya.

“Iren mau jaga kakak, atau mau main hp?” Tanyaku

“Jaga kakak sambil main hp ka” Jawabnya sambil cekikikan

“Kamu pacaran yang bener loh ren, jangan aneh-aneh” Kataku berkata lirih kepadanya, tak terasa air mataku kembali menetes

Adikku biasa dipanggil iren, seperti anak ayah-ibu lainnya. Ia memang kurang terurus oleh orang tua kami. Maklum anak ayah-ibu terlalu banyak. Jadi mungkin tidak maksimal merawat anak-anaknya sendiri.

Melihat aku menangis, iren yang tadinya ceria jadi panik. Dia bertanya kenapa nangis, dia juga agak gusar sepertinya. Seakan-akan ia menebak kalau aku sudah tau kelakuanya dengan pacarnya itu.

“Kakak jangan nangis, iren gak pernah aneh-aneh kok pacarannya” Jawab iren tanpa berani menatap mataku.

Aku tau dia sedang berbohong. Tapi biarlah, setelah aku kembali ke rumah. Aku berjanji akan lebih menjaganya lagi. Untuk saat ini, aku harus bisa pulih dulu dari rasa trauma, dan mencari cara agar bisa segera membalas perbuatan mas rayhan kepadaku. Ingin rasanya melihat dia dijebloskan ke penjara.
Aku sempatkan mengobrol dengan adikku beberapa saat. Hingga akhirnya aku merasa lelah, tubuhku masih kesakitan akibat berjuang melawan laki-laki yang memperkosaku dan juga melawan mas rayhan setelahnya. Batinku juga masih tersiksa lantaran tidak terima atas apa yang terjadi.

“Ren, kakak coba buat merem dulu ya. Kakak capek, kamu kalau mau keluar cari makan dulu gak papa” Kataku pada iren

Aku berusaha memejamkan mata, tubuhku lelah. Akan tetapi anehnya tidak mengantuk. Pikiranku terus bekerja memikirkan semua hal. Apa yang terjadi setelah ini? Apa yang akan di lakukan mas rayhan setelah ini?

Aku tidak menyangka penyimpangan seksual mas rayhan akan separah ini. Aku tau dia memiliki penyakit, tapi seharusnya tidak sampai sejauh ini kan. Aku jadi kembali mengingat percakapan kami. Mas rayhan bercerita tentang kisah masa lalunya yang membuatnya menjadi kecanduan sex. Dia sejatinya adalah korban, dari lingkungan dan orang-orang tak bermoral lainnya.

“Iya aku juga gak tau kenapa bisa jadi serusak ini, tapi aku tau penyebabnya” Itu perkataan mas rayhan sebelum dia bercerita panjang tentang masa kecilnya.

Dulu mas rayhan terpaksa harus ikut dengan neneknya. Sebab orang tuanya bercerai. Karena kakek dan neneknya sudah tua, jadilah ia tidak terawat. Mas rayhan dari kecil sudah tampak berbeda dengan teman sekampungnya. Meski tidak terurus dengan baik, tapi wajahnya tampan tetap terlihat kontras dari teman masa kecil sebayanya.

Dia bercerita suatu hari, ia bertemu dengan seorang pria paruh baya yang baik, yang awalnya ia anggap seperti ayahnya sendiri sangking baiknya. Pria itu suka membelikannya jajanan, mengajaknya memancing ke laut, dan membelanya saat anak-anak lain menjahilinya.

“Rayhan kecil dulu terlalu polos ran, mas tidak menyangka kalau dia akan melakukan itu” Kata mas rayhan sambil menahan nafas sebelum melanjutkan ceritanya.

Seperti biasa pria itu di akhir pekan mengajak rayhan ke pesisir untuk memancing ikan. Jika biasanya mereka memancing di tempat ramai. Kali ini ia mengajak rayhan memancing di lokasi yang jauh dari khalayak ramai. Namun disana ada gubuk untuk berteduh dari terik matahari. Mas rayhan waktu itu tidak curiga, Namanya anak kecil mau saja diajak kemanapun asal ada sesuatu yang menyenangkan bukan?

Waktu itu saat memancing, langit mendadak mendung, dan tak lama turun hujan setelahnya. Menurut cerita mas rayhan mereka berteduh di gubuk kayu yang tak jauh dari lokasi mereka memancing. Di sanalah pria itu melakukan pencabulan kepada mas rayhan.

Pria tua itu semula mengelus-elus leher mas rayhan, hingga akhirnya mengeluarkan alat kelaminnya. Mas rayhan yang polos akhirnya diminta untuk mengihisap milik pria tua itu dengan bayaran akan diberikan uang sebagai imbalannya.

Mas rayhan akhirnya menurutinya, sambil menghisap kemaluan pria brengsek itu juga memainkan organ vital mas rayhan kecil. Dari sanalah semuanya di mulai. Kejadian yang menimpa mas rayhan itu menjadi awal mengapa ia bisa menjadi orang dengan penyakit jiwa kelainan seksual seperti sekarang.

Setelahnya banyak sekali tragedy yang menimpa mas rayhan kecil. Bagaimana ia menceritakan dirinya yang di siksa oleh ayah tirinya, dipukuli, dijemur di atas rooftop tanpa boleh mengenakan busana. Hingga ia diajari menonton film dewasa di usia yang masih sangat muda oleh pembantu ayah tirinya.

Bagiku itu adalah masa lalu yang sangat mengerikan, aku tidak bisa membayangkan betapa beratnya masa lalu mas rayhan dulu. Aku bingung dengan takdir, Tuhan maha tau segalanya, dengan kelainan yang dimiliki oleh mas rayhan harusnya dia mendapatkan pasangan yang memang liar. Agar tidak menyakiti dan membuat trauma orang-orang sepertiku. Tapi mengapa justru aku yang dipilih tuhan? Mengapa? Tidak taukah aku benar-benar merasa hancur saat ini. Perutku terasa keram dan mual seketika saat mengingat kejadian yang menimpaku.

Apakah mas rayhan salah? Dia juga adalah korban orang-orang yang telah merusaknya, saat ia masih sangat kecil untuk bisa mencerna mana baik dan mana buruk. Seketika saja muncul pertanyaan itu dalam benakku. Andai saja dia tidak memiliki kelainan itu, dia pasti akan menjadi suami yang sempurna.

Setelah sekian lama berusaha memejamkan mata, berusaha untuk tidur. Akhirnya tubuh ini menyerah juga, otakku mengalah untuk berhenti berpikir hal-hal yang belum ia tau jalan keluarnya. Aku terlelap Bersama pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
itkgid dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 23 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 23 balasan
Hujan Dari Mas Rayhan
02-01-2022 21:17
Oke segitu dulu untuk hari ini, part selanjutnya ane ketik dulu, dan ane post sambil nunggu atensi pembaca. Selamat menikmati thread ini agan-agan. emoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nayanta dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Hujan Dari Mas Rayhan
02-01-2022 22:47
Anjir thread dark nih, nitip lapak gan.
0 0
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Hujan Dari Mas Rayhan
02-01-2022 23:35
Jejak dulu
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Hujan Dari Mas Rayhan
03-01-2022 22:17
nice gan.
profile-picture
pulaukapok memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Hujan Dari Mas Rayhan
04-01-2022 04:45
Oooooooo
@bonita71
profile-picture
profile-picture
saaans dan bonita71 memberi reputasi
2 0
2
Hujan Dari Mas Rayhan
04-01-2022 06:05
Quote:Original Posted By pulaukapok
Oooooooo
@bonita71


Ayoyo...... naon bang kapok ???

Lamo tak jumpa ya emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
saaans dan pulaukapok memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Hujan Dari Mas Rayhan
04-01-2022 18:25
emoticon-Cendol Gan
profile-picture
pulaukapok memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Hujan Dari Mas Rayhan
05-01-2022 00:48
Antara emosi , greeget sama gatel ini tangan pengen nempeleng kwkwkwkw
profile-picture
situmeang96 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Hujan Dari Mas Rayhan
06-01-2022 20:39
Quote:
Part V - Mental Illness


Quote:
Hujan Dari Mas Rayhan



Quote:Suasana rumah sakit memang selalu ramai, entah mengapa kebanyakan rumah sakit itu selalu ramai pengunjung. Aku yang duduk disebuah kursi menunggu proses administrasi kepulanganku selesai berusaha untuk tidak panik. Akhir-akhir ini aku seperti ketakutan sendiri. Dalam suasana ramai seperti itu aku selalu memerhatikan orang-orang, terlalu khawatir jika tiba-tiba mas rayhan muncul dihadapanku. Aku bisa gila dan menjerit mungkin. Untungnya setelah menunggu agak lama, akhirnya selesai juga administrasinya. Aku sudah bisa pulang, ayah membantuku berjalan menuju taxi online yang sudah ia pesankan untuk kami.

Aku naik ke dalam mobil, sebelum mobil berjalan aku seperti melihat mas rayhan di tengah kerumunan pintu rumah sakit, ia nampak tersenyum dan melambaikan tangannya padaku. Aku yang takut berusaha mengalihkan pandangan, namun saat aku mulai berani melihat kearahnya lagi, ia sudah tidak ada disana. Apa mungkin itu hanya imajinasiku saja? Sebab rasa trauma yang mendalam akibat perbuatannya kepadaku. Entahlah, aku hanya berharap agar ia tidak pernah bertemu denganku lagi. Namun apakah bisa begitu?

Perjalanan kerumah begitu hening, aku hanya diam sambil memandangi jalan. Ayah juga sepertinya tidak berusaha untuk mengajakku bicara. Seolah ia tau bahwa anaknya saat ini hanya butuh waktu untuk sendiri. Tapi ia tetap khawatir, beberapa kali aku lihat dia menengok ke arahku. Adikku juga sibuk dengan hpnya. Nyaris sepanjang perjalanan yang membutuhkan waktu dua jam itu, tidak ada sepatah katapun dari kami bertiga.

Sesampainya dirumah ibu membantuku berjalan. Ia mengantar aku ke kamar. Sudah dua tahun tidak kembali ke rumah ini, rasanya nyaman sekali. Adik-adik kecilku yang lain juga ikutan repot menyambut kepulanganku. Harusnya aku bisa tersenyum dan tertawa melihat tingkah mereka, tapi semua rasa bahagia seperti hilang di renggut oleh tragedy. Entah kapan ia kembali, atau justru benar-benar hilang selamanya.

Semenjak menikah dengan mas rayhan memang aku tidak pernah pulang. Meski jarak dari rumah kami kurang lebih hanya tiga jam, tapi mas rayhan tidak pernah mau untuk pulang. Ia memang tidak suka keramaian, sedangkan dirumahku selalu ramai oleh adik-adik atau tetangga yang mampir untuk menonton tv. Akan tetapi karena mas rayhan selalu berusaha memenuhi kebutuhan ayah-ibu, bahkan sampai membelikan banyak perabotan rumah. Aku jadi tak terlalu memperdulikan jika memang belum bisa pulang. Mulai dari tv layar datar, mesin cuci, kulkas baru itu semua adalah pemberian dari mas rayhan. Lagi pula aku masih bisa menelpon mereka, jadi tidak mengapa memang jika tidak bisa pulang pikirku dulu. Ditambah orang tuaku juga tidak mempermasalahkannya. Bagi mereka yang penting kami berdua sehat, itu sudah cukup bagi mereka.

Mas rayhan memang terkenal introvert, jangankan orang tuaku. Ibunya sendiri saja jarang ditemui atau di tanyai kabarnya. Memang ada alasan sendiri kenapa dia enggan bertemu ibunya. Bagi mas rayhan ibunya adalah alasan mengapa ia jadi memiliki mental illness lain. Yaitu takut bertemu dengan orang lain. Ibunya dulu menikah lagi denga seorang laki-laki yang suka main tangan. Hampir setiap hari mas rayhan dipukuli ayahnya itu. Bahkan kepalanya pernah di benturkan ke tembok hingga berlumuran darah. Itulah yang membuat dia jadi introvert dan tidak suka bertemu orang lain.

Masa lalu mas rayhan memang benar-benar mengerikan. Ternyata apa yang terjadi di masa lampau bisa mempengaruhi karakter seseorang. Jadi apakah seharusnya seseorang yang ingin menikah dengan orang lain harus tau masa lalunya dulu? Jangan sampai sepertiku yang tidak tau menau tentang masa lalu mas rayhan, dan ujungnya harus mengalami nasib pait.

“Rani, mau makan gak?” Tanya ibu mengagetkan lamunanku

“Gak bu, rani mau tidur aja” Jawabku yang memang tidak lagi memiliki nafsu makan setelah kejadian kemarin.

Ibu pergi meninggalkanku di kamar sendirian, dan Bersama heningnya keadaan, akhirnya aku terlelap.

Lima hari berlalu semenjak aku pulang kerumah, aku yang terus menerus merasa khawatir jika mas rayhan tiba-tiba datang ke rumah. Aku bingung bagaimana cara menghadapinya, aku juga tidak bisa mengaku kepada ayah-ibu. Sialnya yang aku takutkan benar-benar terjadi.

“Assalamu’alaikum”

Mas rayhan, itu mas rayhan. Aku hafal betul suaranya, yang aku takutkan akhirnya terjadi, dia datang kerumah. Aku yang sedang duduk di ruang tamu. Mendadak meloncat dan berlari ke kamar. Benar-benar freak, apakah dia benar-benar tidak merasa bersalah atas apa yang ia lakukan. Sehingga ia bisa datang kerumah ini tanpa dosa.

“Kak, itu mas rayhan datang. Kamu gak mau ketemu?” Kata ibuku dari balik pintu

“Bilang bu Rani gak mau ketemu dia” Jawabku

“Yasudah, tapi rayhan bilang dia bawa oleh-oleh buat kamu sama iren. Mau di terima gak?” Kata ibu menyampaikan pesan dari rayhan, sebuah pesan yang aku tau betul maksudnya. Sebuah ancaman, iya ancaman yang ia buat tersirat. Hanya aku yang paham maksud dari bedebah itu.
Aku tidak membalas perkataan ibu, aku hanya diam kebingungan memikirkan untuk keluar atau tidak. Apakah aku harus keluar dan menemuinya, agar dia tidak macam-macam dengan video aku dan iren. Tidak ada pilihan lain, aku memang harus menemuinya.


Diubah oleh achanyoe
profile-picture
profile-picture
profile-picture
situmeang96 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Hujan Dari Mas Rayhan
06-01-2022 22:04
Quote:
Part VI - Masokis



Quote:
Hujan Dari Mas Rayhan


Quote:Akhirnya aku memutuskan untuk menemuinya, setelah menghela nafas panjang aku membuka pintu dan saat itulah mata kami saling bertatapan. Wajah itu adalah wajah yang paling aku benci, kini dia ada tepat di depan mata.

Benar saja, dia membuat semua seolah-olah tidak terjadi masalah besar. Dia tersenyum ke arahku, dan bergegas mendekat ke arahku yang masih berdiri di depan pintu. Dia berusaha memelukku tapi aku dorong. Keluargaku yang melihat kami bertengkar berhamburan keluar, tidak ingin ikut campur dengan urusan kami. Mas rayhan yang melihat semuanya pergi menarik tanganku untuk masuk ke kamar. Sempat ku lawan, namun tenaganya lebih kuat. Setelah berhasil membawaku masuk, tangannya sigap mengkunci pintu.

“Apa-apaan sih kamu, mau kamu apa. Aku udah gak mau berurusan sama kamu lagi” Bentakku kepadanya.

Di bentak dia malah membalasnya dengan memaksa untuk menciumin leherku. Nafasnya tersengal-sengal seperti binatang yang sedang dikuasai nafsu.

“baik, apa-apaan sih mas, aku udah gak mau sama kamu. Jijik, najis” Kataku sambil mendorongnya menjauh.

Dia tidak memperdulikan ocehanku, kini ia lanjut meremas dadaku yang masih tertutup baju. Meski tangannya aku pukul, rambutnya aku jambak dia tidak peduli. Dia terus saja melakukan aksinya, berusaha masuk dari celah-celah baju untuk meremas dadaku secara langsung.

“Cukup mas, hentikan baik. Atau aku teriak” Kataku mengancam.

“Coba saja, maka semua rahasia aku sebar ke internet” Mas rayhan balas mengancam

Lagi-lagi ancaman yang sama, tapi ancaman itu sukses membuatku takut berteriak. Mas rayhan menarik tanganku dan melempar tubuhku ke ranjang, dan langsung membuka paksa bajuku sampai satu persatu kancing bajuku terlepas. Air mataku mengalir, tidak ada gairah sedikitpun atas perlakuannya. Sentuhan yang ia berikan hanya membuatku semakin muak.

Dia sukses membuatku telanjang, seluruh pakaianku terhempas ke lantai, kini ia memaksaku untuk melayaninya. Karena kesulitan ia sampai harus meludah berkali-kali. Karena aku sangat tersiksa, tidak ada nafsu sama sekali atas apa yang dia lakukan.

Tapi dia tetap memaksa, hingga akhirnya ia terpuaskan, dan tubuhnya jatuh berbaring tepat di sebelahku yang telah ia hinakan.
“Onani itu gak enak banget ran, akhirnya setelah lima hari aku bisa melakukan itu lagi sama kamu” Kata mas rayhan dengan nafas yang masih memburu akibat rasa puas

“Kamu emang bener-bener gila, aku gak tau lagi kamu bukan manusia kayaknya, kamu iblis” Kataku

Aku menangis, sedangkan ia tersenyum puas. Kami sempat saling diam. Hening, dia nampak masih menikmati orgasm dari perkosaan yang ia telah tunggu-tunggu beberapa hari ini. Dia merasa lebih terpuaskan jika berhubungan denganku, dibanding jika harus memuaskan dirinya sendiri dengan tangannya.

Setelah air mataku mengering, dan yang tersisa hanya suara sesenggukan sisa-sisa tangisanku. Mas rayhan bangkit dari ranjangnya, dan memakai pakaian. Ia juga ke lemari mencari bajuku. Dan memintaku untuk memakainya.

“Pakai bajumu, setelah itu kita bicara” Katanya sambil menyodorkan pakaian.

Aku yang sudah muak mengabaikannya, tetap diam tak menurutinya untuk berpakaian.

“Oke kalau kamu gak mau pakai baju gak papa, tapi dengerin aku kesini mau minta maaf, aku mau kamu pulang ke rumah, aku janji gak akan ulangin lagi perbuatan itu” Kata mas rayhan

Aku tetap diam tidak memperdulikannya, terserah dia mau minta maaf atau apalah. Persetan, sudah tidak adalagi tempat bagiku untuknya. Namun dia terus saja bicara meminta maaf, memohon untuk dimaafkan. Dia juga menangis, dan berusaha mencium kakiku bersujud agar dimaafkan.

Sebenarnya aku bingung, kenapa ia sampai sejauh ini. Tapi aku masih tegar untuk tetap diam tidak memaafkannya.

Setelah mas rayhan melihatku bergeming meski ia telah bersujud memohon-mohon sekalipun. Tiba-tiba saja, ia menampar dirinya sendiri dengan keras berkali-kali.

“Plak, plak, plak,”Suara tamparan mas rayhan ke wajahnya sendiri

“Kalau gak mau maafin aku, aku bakalan pukulin diri aku sendiri” Ancam mas rayhan

Mas rayhan memang sering melukai dirinya sendiri dengan memukul wajah atau kepalanya. Karena itu merupakan pemandangan yang beberapa kali aku lihat, jadi aku masih bergeming dan membiarkan dia menyiksa dirinya sendiri.

Melihatku tetap acuh, awalnya ia masih lanjut memukuli wajahnya. Namun tiba-tiba saja ia mengambil tasnya, dan meraih sesuatu.

“Oke kalau kamu gak maafin aku juga, aku bakalan minum ini dan bunuh diri di depan kamu” Kata mas rayhan sambil siap meminum cairan pewangi pakaian.

Aku yang awalnya tidak memperdulikannya, bangun dari Kasur dan menantangnya untuk bunuh diri. Meski aku khawatir sebenarnya, sebab ia tidak pernah sampai sejauh ini. Munkin kali ini karena ia tau tidak akan di maafkan, makannya ia menyiapkan ini semua agar dimaafkan oleh ku.

“Minum aja mas, aku yakin kamu gak akan berani” Tantangku dengan perasaan ragu

Aku berharap ia tidak meminumnya, meski mulutku menantangnya tapi hatiku tidak. Aku takut jika dia betulan bunuh diri, bisa bingung aku jawab sama ayah-ibu nanti. Jika ia mati, dan bukti videonya ikut bersamanya mungkin tidak masalah. Tapi bagaimana jika ternyata ia telah mempersiapkan semuanya? Dan pasti ia telah menyiapkan segalanya.

“Oke ran, oke” Kata mas rayhan sambil menumpahkan cairan pewangi pakaian itu ke mulutnya


Aku yang melihat itu reflek bangkit dari Kasur, dan memukul botol yang ia pegang. Namun sudah ada beberapa cairan yang tertelan, aku memukuli punggungnya berharap ia memuntahkan itu. Aku juga memasukan tanganku ke mulutnya memaksanya untuk muntah. Dia memang muntah tapi aku khawatir jika masih ada sisa-sisa cairan pewangi itu di tubuhnya.

“Ran kenapa ran, kok gaduh banget, kalian kenapa” Ayahku yang mendengar suara gaduh kali ini tak tahan untuk bertanya

“Gak papa pak, bapak diem aja diluar” Balasku tidak ingin melihat rayhan dalam kondisi seperti itu

Mas rayhan terus saja berusaha memuntahkan isi perutnya. Aku juga terus memukul-mukul punggungnya. Insting bertahan hidup mas rayhan membuatnya berusaha untuk muntah agar semua cairan pewangi itu keluar.

Aku yang melihat mas rayhan muntah berkali-kali merasa bingung. Aku takut ia mati setelah gagal menyelamatkan diri.

“Ran, kamu maafkan mas kan?” Kata mas rayhan di sela-sela ia berusaha untuk memuntahkan isi perutnya

Aku reflek memaafkannya, yang ada dipikiranku saat ini adalah keselamatannya. Bukan karena perasaan cinta yang masih ada, bukan. Melainkan aku tidak ingin dia mati dan menyusahkanku dengan pertanyaan ayah-ibu atau kerabatnya mas rayhan. Belum lagi senjata mas rayhan untuk mengancamku belum jelas aman atau tidak jika ia mati.

“Oke mas oke, aku maafin. Tapi jangan ngelakuin itu lagi” Kataku dalam keadaan panik

Akhirnya setelah berkali-kali muntah, dan mas rayhan aku beri minum yang banyak. Entah cairannya masih ada atau tidak, yang pasti ia berangsur menghentikan muntahnya. Kini ia bangun dan berbaring di Kasur. Setelah hampir semua isi perutnya keluar, nampaknya ia kelelahan. Ia hanya bisa terbaring dikasur dengan nafasnya yang sedikit tersengal.

Melihatnya terbaring aku keluar kamar, dan meminta adikku untuk ke warung membeli susu. Katanya susu bisa menetralkan racun tubuh. Entah itu benar atau tidak, tapi biarlah aku coba sebagai ikhtiar agar mas rayhan tidak kenapa-kenapa.

Saat kembali ke kamar, aku membersihkan bekas muntahan mas rayhan di lantai. Setelahnya aku melihat kondisi mas rayhan. Ia Sepertinya baik-baik saja, ia berusaha mengatakan sesuatu.

“Ran, terimakasih yah udah maafin mas” Katanya kepadaku
Entahlah aku merasa ini salah, tapi biarlah aku akan pura-pura memaafkannya dulu kali ini. Sambil memikirkan jalan keluarnya nanti.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
somay555 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Hujan Dari Mas Rayhan
07-01-2022 08:40
emoticon-Cendol Gan
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Hujan Dari Mas Rayhan
07-01-2022 13:07
doakan yg terbaik untuk generasi muda.
tetap semangat kalian para penerus bangsa.

sehat, sukses, dan bahagia selalu. Amin. Allah sayang padamu.
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Hujan Dari Mas Rayhan
09-01-2022 17:37
Btw di part2 selanjutnya agak panas ceritanya, bukan maksud buat bikin cerita jorok ya, tapi emang begitu kisahnya. Ini tentang orang yang punya kelainan mental gara-gara masa kecilnya suram banget, jadi korban pelecehan seksual sampai kdrt, jadi pas gedenya malah sakit. Kalau emang ceritanya kayaknya kok vulgar banget, lah emang begitu ceritanya. Tapi sebisa mungkin di skip di ceritainya gak terlalu eksplisit kok, emoticon-Shakehand2 emoticon-Rate 5 Star
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dewisuzanna dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Hujan Dari Mas Rayhan
10-01-2022 15:33
mari tandain dulu emoticon-Paw

dan mulai marathonemoticon-Ngacir
profile-picture
situmeang96 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Hujan Dari Mas Rayhan
11-01-2022 18:10
Ikut ngelapak gan semoga cepet update
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus
Post ini telah dihapus
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
binar-cewek-lugu-yang-liar
Stories from the Heart
Stories from the Heart
lisyana
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia