TS
digitalbox344
Ini Alasan Negara Maju Berikut Jarang Terkena Banjir
Banjir memang bencana yang dapat merugikan banyak hal, selain dapat menimbulkan penyakit, banjir juga dapat merusak bangunan dan kendaraan, belum lagi banyak hewan liar yang akan kesulitan mencari tempat berlindung jika banjir terjadi.
Namun di negara maju, banjir jarang terjadi karena mereka sudah menemukan solusi untuk permasalahan banjir di negara mereka masing-masing. Seperti di Indonesia yang membuat waduk dan kanal, beberapa negara maju berikut ini juga memiliki caranya tersendiri untuk mencegah banjir.
1. The Thames Barrier di Inggris

Berada di sungai Thames di sebelah kota London, penghalang gerbang The Thames Barrier memiliki 9 gerbong yang terbuat dari baja dan panjangnya mencapai 520 meter loh. Saat gerbang ini terbuka, seketika air akan mengalir dan dapat dilewati oleh kapal, namun ketika gerbang ditutup seketika aliran air akan terputus.
2. Katedral Banjir di Jepang

Terletak di wilayah yang rawan banjir secara geografi membuat pemerintah Jepang memfokuskan negaranya untuk terhindar dari banjir. Cara yang digunakan adalah dengan membangun Katedral Banjir di bawah tanah dengan kedalaman 22 meter. Terowongan dengan 70 meter ini juga termasuk dalam Metropolitan Area Outer Underground Discharge Channel (MAOUDC).
3. Water-Gate di Selandia Baru

Memiliki fungsi yang mirip dengan kantung pasir, Water-Gate lebih efisien karena dapat diletakan diberbagai tempat termasuk jalan raya dan perumahan. Bentuk awalnya yang datar akan terbuka dengan sendirinya bila dilalui oleh aliran air yang deras dan terbentuk menjadi tanggul.
4. Mose di Venesia

Mose atau Modulo Sperimentale Elettromeccanico adalah upaya pemerintah Venesia untuk mencegah banjir karena dataran yang semakin hari kian menurun dan terancam tenggelam. Memiliki 78 gerbang yang dapat naik secara otomatis melintasi bukaan laguna, Mose berhasil mengurangi naiknya air laut yang membuat banjir di Venesia.
5. Oosterscheldekering di Belanda

Merupakan bendungan terbesar dalam sejarah yang dibuat oleh manusia dengan panjang 9 kilometer dan dapat bergerak, Oosterscheldekering berhasil membuat Belanda tidak terkena banjir meskipun datarannya berada kurang dari 1 meter di bawah permukaan laut.
Mungkin Indonesia bisa meniru cara yang dilakukan oleh negara maju untuk mencegah dan mengurangi banjir di beberapa wilayah.
Untuk mencegah terjadinya banjir, ayo biasakan membuang sampah pada tempat sampah dan mengurangi pemakaian barang sekali pakai yang dapat membuat tempat pembuangan menjadi cepat penug.
Sayangi bumi kita untuk kualitas hidup yang lebih baik, selamat menjalani healthy lifestyle!
---
[Teknologi Pencegah Banjir dari Negara Maju yang Bisa Jakarta Tiru]
Namun di negara maju, banjir jarang terjadi karena mereka sudah menemukan solusi untuk permasalahan banjir di negara mereka masing-masing. Seperti di Indonesia yang membuat waduk dan kanal, beberapa negara maju berikut ini juga memiliki caranya tersendiri untuk mencegah banjir.
1. The Thames Barrier di Inggris

Berada di sungai Thames di sebelah kota London, penghalang gerbang The Thames Barrier memiliki 9 gerbong yang terbuat dari baja dan panjangnya mencapai 520 meter loh. Saat gerbang ini terbuka, seketika air akan mengalir dan dapat dilewati oleh kapal, namun ketika gerbang ditutup seketika aliran air akan terputus.
2. Katedral Banjir di Jepang

Terletak di wilayah yang rawan banjir secara geografi membuat pemerintah Jepang memfokuskan negaranya untuk terhindar dari banjir. Cara yang digunakan adalah dengan membangun Katedral Banjir di bawah tanah dengan kedalaman 22 meter. Terowongan dengan 70 meter ini juga termasuk dalam Metropolitan Area Outer Underground Discharge Channel (MAOUDC).
3. Water-Gate di Selandia Baru

Memiliki fungsi yang mirip dengan kantung pasir, Water-Gate lebih efisien karena dapat diletakan diberbagai tempat termasuk jalan raya dan perumahan. Bentuk awalnya yang datar akan terbuka dengan sendirinya bila dilalui oleh aliran air yang deras dan terbentuk menjadi tanggul.
4. Mose di Venesia

Mose atau Modulo Sperimentale Elettromeccanico adalah upaya pemerintah Venesia untuk mencegah banjir karena dataran yang semakin hari kian menurun dan terancam tenggelam. Memiliki 78 gerbang yang dapat naik secara otomatis melintasi bukaan laguna, Mose berhasil mengurangi naiknya air laut yang membuat banjir di Venesia.
5. Oosterscheldekering di Belanda

Merupakan bendungan terbesar dalam sejarah yang dibuat oleh manusia dengan panjang 9 kilometer dan dapat bergerak, Oosterscheldekering berhasil membuat Belanda tidak terkena banjir meskipun datarannya berada kurang dari 1 meter di bawah permukaan laut.
Mungkin Indonesia bisa meniru cara yang dilakukan oleh negara maju untuk mencegah dan mengurangi banjir di beberapa wilayah.
Untuk mencegah terjadinya banjir, ayo biasakan membuang sampah pada tempat sampah dan mengurangi pemakaian barang sekali pakai yang dapat membuat tempat pembuangan menjadi cepat penug.
Sayangi bumi kita untuk kualitas hidup yang lebih baik, selamat menjalani healthy lifestyle!
---
[Teknologi Pencegah Banjir dari Negara Maju yang Bisa Jakarta Tiru]
chayoonri001 dan rianarombe944 memberi reputasi
2
926
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Lifestyle
11KThread•14.8KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya