Kaskus

News

harbisindoAvatar border
TS
harbisindo
Tantangan Penanganan Covid, Seimbangkan Ekonomi dan Kesehatan
Tantangan Penanganan Covid, Seimbangkan Ekonomi dan Kesehatan

Bisnis, BALI - Menyeimbangkan prioritas ekonomi dan kesehatan, sambil menjunjung tinggi nilai-nilai dan proses demokrasi menjadi tantangan setiap negara di tengah pandemi Covid-19. Setiap negara dan otoritas lokal memiliki kemampuan dan sumber daya yang berbeda dalam menghadapi pandemi serta dampak ekonomi dan sosialnya.

"Oleh karena itu, meskipun mereka harus menemukan keseimbangan yang tepat, seringkali mereka harus memprioritaskan antara tujuan ekonomi, kesehatan, dan politik. Penting untuk membahas bagaimana demokrasi mampu menyeimbangkan prioritas ekonomi dan kesehatan, sambil menjunjung tinggi nilai-nilai dan proses demokrasi," demikian disampaikan Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Teuku Faizasyah dalam pembukaan 4th Bali Civil Society and Media Forum yang berlangsung dua hari, 17 – 18 November 2021. 

Dia menyebutkan sejak dibentuk pada 2018, Bali Civil Society and Media Forum (BCSMF) – sebagai pilar integral dan signifikan dari BDF – menyediakan platform yang inklusif bagi masyarakat sipil dan media untuk membahas demokrasi secara menyeluruh. "Baik sebagai konsep dan sistem pemerintahan yang berkembang, dan tantangan yang terkait."

Faiza menambahkan, selama 14 tahun, Bali Democracy Forum (BDF) telah berperan dalam memfasilitasi dialog dalam memajukan prinsip-prinsip demokrasi sesuai dengan sejarah dan karakteristik internal masing-masing negara, menjunjung tinggi nilai-nilai pluralisme dan inklusivitas, dan mendorong kesetaraan, saling pengertian dan rasa hormat di kawasan Asia Pasifik dan sekitarnya. Mengutip pernyataan Menlu Retno L.P. Marsudi dalam BDF ke-13 tahun lalu, Faiza menyebutkan bahwa menjaga demokrasi adalah upaya multi-stakeholder.

"Inklusivitas dan prinsip yang mendasari partisipasi yang setara untuk semua merupakan inti demokrasi, " ujar Faiza.

Dia menggarisbawahi pentingnya perspektif masyarakat sipil dan media, di seluruh negara.

"Masyarakat sipil dan media memiliki kapasitas yang unik untuk memberikan penjelasan dan wawasan yang lebih komprehensif, termasuk mengenai tantangan bersama untuk mempromosikan demokrasi," ujarnya.
 
Terkait tema pertemuan yakni “Mengubah Lanskap Akibat COVID-19: Menghadapi Tantangan dalam Mengentaskan Kemiskinan, Ketimpangan, dan Eksklusi”, Faiza menyebutkan tema tersebut berbicara banyak tentang sifat tantangan harus dihadapi bersama.

Tantangan tersebut meliputi meningkatnya kemiskinan, ketidaksetaraan dan eksklusi. Di sisi lain, nilai dan proses demokrasi juga harus dipastikan tetap berjalan.

"Meningkatnya tantangan kesehatan dan ketentuan sosial untuk semua, dan pada saat yang sama, mereka mengungkap masalah struktural dari sistem kesehatan, sosial dan politik global, " ujarnya.

Dalam hal ini penting terjadinya keberlanjutan media dan perannya yang krusial untuk menyediakan informasi publik yang andal dan memadai. Terkait tantangan tersebut, Faiza menyebutkan beberapa poin untuk menjadi bahan diskusi.

"Pertama, sementara kita terus mempromosikan demokrasi, kita perlu mengatasi masalah kemiskinan, ketidaksetaraan dan eksklusi," ujarnya.

Sementara itu, negara dan otoritas lokal yang beragam memiliki kemampuan dan sumber daya yang berbeda dalam menghadapi pandemi serta dampak ekonomi dan sosial.

"Oleh karena itu, meskipun mereka harus menemukan keseimbangan yang tepat, seringkali mereka harus memprioritaskan antara tujuan ekonomi, kesehatan, dan politik. Penting untuk membahas bagaimana demokrasi mampu menyeimbangkan prioritas ekonomi dan kesehatan, sambil menjunjung tinggi nilai-nilai dan proses demokrasi," ujarnya.

Kedua, menemukan sinergi antara civil society officer, media, dan negara untuk mengatasi pandemi dan mengembangkan strategi pascapandemi. Menurut Faiza pandemi telah memunculkan berbagai keterbatasan bahkan masalah struktural baik di negara maju maupun negara berkembang dalam memeranginya.

"Kita membutuhkan partisipasi semua elemen masyarakat dan memastikan upaya kita efisien, transparan dan akuntabel. Kita harus mendiskusikan sinergi antara negara, masyarakat sipil dan media untuk menjembatani kesenjangan dan bila memungkinkan untuk saling melengkapi," ujar Faiza.
 
Ketiga, Faiza menyebut soal mendiskusikan kemungkinan transformasi untuk membangun kembali kondisi dengan lebih baik.

"Pandemi telah memaksa negara, masyarakat sipil dan media untuk melakukan penyesuaian dan transformasi yang diperlukan. Oleh karena itu, kita harus mendiskusikan jalan menuju pembangunan kembali yang lebih baik, lebih kuat dan bersama-sama," ujarnya.

Faiza menyebutkan narasumber pada forum media dan masyarakat sipil ini mewakili berbagai masyarakat sipil dan pemangku kepentingan media dari Indonesia dan wilayah lain di dunia. Besok, rekomendasi dari diskusi, bersama dengan rekomendasi dari pilar lain, akan dilaporkan ke BDF ke-14.



Diubah oleh harbisindo 17-11-2021 16:33
0
444
1
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.8KThread59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.