- Beranda
- Berita Luar Negeri
Kenapa Inflasi di Amerika Begitu Tinggi?
...
TS
god.romusha
Kenapa Inflasi di Amerika Begitu Tinggi?
Amerika Serikat saat ini sedang menghadapi inflasi sangat tinggi, di mana harga-harga naik hingga 6,2%, yang tertinggi sejak November 1990 dan jauh di atas target jangka panjang bank sentral yaitu 2%.
Apa yang mendorong lonjakan inflasi setelah harga-harga begitu stabil dalam 30 tahun terakhir?
Inflasi bisa menjadi situasi yang paradoks – di satu sisi dia mudah dipahami dan di sisi lain sering terlihat sangat rumit.
Mari kita mulai dengan versi yang mudah: inflasi terjadi ketika harga-harga barang dan jasa secara umum merambat naik.
Kalimat “secara umum” ini penting, karena pada dasarnya harga barang berfluktuasi akibat perubahan selera masyarakat.
Misalnya, ada video yang viral di TikTok tentang kubis bulat mini atau brussels sprouts dan mendadak semua orang ingin beli. Sementara itu, pedagang bunga kol atau cauliflower kehilangan peminat dan praktis membagikannya secara gratis. Fluktuasi seperti ini terus terjadi.
Namun, kita baru bisa menyebut terjadinya inflasi kalau harga rata-rata dari nyaris semua barang dan jasa yang dicari konsumen naik, seperti makanan, perumahan, mobil, pakaian, mainan, dan lain-lain.
Untuk mengimbanginya, maka upah pekerja juga harus naik. Itu bukan hal yang buruk.
Selama puluhan tahun Amerika Serikat menikmati tingkat inflasi rendah diimbangi dengan perekonomian yang didorong konsumsi. Rata-rata inflasi adalah 2% per tahun.
Memang harga rumah dan jasa kesehatan jauh lebih mahal daripada dulu, tetapi barang lainnya seperti komputer dan televisi menjadi jauh lebih murah. Kombinasi kenaikan dan penurunan ini relatif stabil.
Kondisi yang terjadi sekarang sangat berbeda dan berita tentang inflasi muncul di mana-mana.
Inflasi menjadi kata yang tidak enak didengar jika mengalami lonjakan ke titik didih. Itu menciptakan situasi yang oleh para ekonom disebut "overheating."
Ketika kenaikan harga-harga terjadi cukup lama, konsumen mengantisipasi dengan membeli lebih banyak sebagai stok sebelum harga naik lagi. Akibatnya, permintaan naik dan harga juga naik lebih tinggi lagi.
Situasi inflasi berubah menjadi rumit bagi bank sentral atau Federal Reserve, yang tugas utamanya adalah menjaga peredaran uang tunai dan kestabilan infasi.
Kenapa Amerika bisa dalam situasi ini?
Penyebab utama: pandemi Covid-19.
Ketika virus meraja lela di akhir 2020, dampaknya seperti mencabut steker listrik dari perekonomian global. Pabrik-pabrik di seluruh dunia tutup, orang-orang tidak lagi makan di restoran, maskapai mengistirahatkan pesawat, jutaan orang kehilangan pekerjaan.
Ketika itu, tingkat pengangguran di Amerika melesat menjadi 15% dari hanya 3,5% pada Februari 2020.
Awal musim panas tahun ini, permintaan barang konsumsi mulai naik dengan cepat. Kongres dan Presiden Joe Biden mengesahkan UU stimulus senilai US$ 1,9 triliun Maret lalu yang membuat Amerika mendadak dibanjiri dana tunai dan peluang kerja.
Masyarakat mulai berbelanja lagi, tetapi suplai barang dan jasa tidak bisa bangkit secepat itu.
Ketika Anda kembali mencolokkan kabel daya ke ekonomi global, jangan harap semuanya akan kembali menyala seperti semula dalam waktu singkat.
Kita ambil contoh dalam jual-beli mobil. Produsen mobil paham ketika krisis Covid-19 mulai berdampak dan mengambil tindakan yang semestinya yaitu menutup pabrik untuk sementara waktu guna menekan kerugian.
Tidak lama setelah pabrik-pabrik ditutup, permintaan mobil baru meningkat karena masyarakat enggan menggunakan transportasi umum dan menghindari perjalanan dengan pesawat. Produsen mobil dibanjiri pesanan.
Masalahnya, produksi mobil butuh banyak komponen yang dipasok dari berbagai negara dan butuh tenaga kerja dengan keahlian tinggi.
Menghimpun semua sumber daya itu bukan hal yang bisa cepat dilakukan. Prosesnya juga diperlambat dengan protokol untuk mencegah pekerja tertular Covid.
Para ekonom sering mendefinisikan inflasi sebagai kondisi di mana ada “terlalu banyak uang untuk terlalu sedikit barang”. Itu yang terjadi di pasar mobil sekarang, dan juga perumahan dan sepeda statis untuk olahraga di rumah.
Semua mobil modern butuh komponen chip komputer untuk bisa berfungsi. Masalahnya, chip itu juga dibutuhkan untuk industri telepon seluler, televisi, laptop, perangkat rumah tangga, dan barang-barang lain yang juga mengalami lonjakan permintaan di saat yang sama.
Karena persaingan lintas sektor untuk mendapatkan suku cadang tertentu, produksi mengalami penundaan dan rantai pasokan terjebak di leher botol.
Kita tahu bahwa permintaan tinggi + suplai terbatas = harga naik.
Maka permintaan tinggi + suplai terbatas + penundaan produksi = harga naik lebih tinggi lagi.
Karena produksi mobil baru tersendat, permintaan terhadap mobil bekas jadi naik pesat. Dalam banyak kasus, pemilik bisa menjual mobilnya dengan harga lebih tinggi dari ketika mereka membelinya dalam kondisi baru satu atau dua tahun sebelumnya.
Para ekonom dan investor di Amerika berharap the Fed akan mengetatkan kebijakan moneter dengan meningkatkan suku bunga dan mengurangi paket stimulus darurat untuk mengerem laju inflasi.
Ketika pinjaman tunai menjadi lebih mahal karena kenaikan suku bunga, itu bisa meredakan kenaikan harga-harga dan membuat perekonomian menjadi lebih tenang.
Apa yang mendorong lonjakan inflasi setelah harga-harga begitu stabil dalam 30 tahun terakhir?
Inflasi bisa menjadi situasi yang paradoks – di satu sisi dia mudah dipahami dan di sisi lain sering terlihat sangat rumit.
Mari kita mulai dengan versi yang mudah: inflasi terjadi ketika harga-harga barang dan jasa secara umum merambat naik.
Kalimat “secara umum” ini penting, karena pada dasarnya harga barang berfluktuasi akibat perubahan selera masyarakat.
Misalnya, ada video yang viral di TikTok tentang kubis bulat mini atau brussels sprouts dan mendadak semua orang ingin beli. Sementara itu, pedagang bunga kol atau cauliflower kehilangan peminat dan praktis membagikannya secara gratis. Fluktuasi seperti ini terus terjadi.
Namun, kita baru bisa menyebut terjadinya inflasi kalau harga rata-rata dari nyaris semua barang dan jasa yang dicari konsumen naik, seperti makanan, perumahan, mobil, pakaian, mainan, dan lain-lain.
Untuk mengimbanginya, maka upah pekerja juga harus naik. Itu bukan hal yang buruk.
Selama puluhan tahun Amerika Serikat menikmati tingkat inflasi rendah diimbangi dengan perekonomian yang didorong konsumsi. Rata-rata inflasi adalah 2% per tahun.
Memang harga rumah dan jasa kesehatan jauh lebih mahal daripada dulu, tetapi barang lainnya seperti komputer dan televisi menjadi jauh lebih murah. Kombinasi kenaikan dan penurunan ini relatif stabil.
Kondisi yang terjadi sekarang sangat berbeda dan berita tentang inflasi muncul di mana-mana.
Inflasi menjadi kata yang tidak enak didengar jika mengalami lonjakan ke titik didih. Itu menciptakan situasi yang oleh para ekonom disebut "overheating."
Ketika kenaikan harga-harga terjadi cukup lama, konsumen mengantisipasi dengan membeli lebih banyak sebagai stok sebelum harga naik lagi. Akibatnya, permintaan naik dan harga juga naik lebih tinggi lagi.
Situasi inflasi berubah menjadi rumit bagi bank sentral atau Federal Reserve, yang tugas utamanya adalah menjaga peredaran uang tunai dan kestabilan infasi.
Kenapa Amerika bisa dalam situasi ini?
Penyebab utama: pandemi Covid-19.
Ketika virus meraja lela di akhir 2020, dampaknya seperti mencabut steker listrik dari perekonomian global. Pabrik-pabrik di seluruh dunia tutup, orang-orang tidak lagi makan di restoran, maskapai mengistirahatkan pesawat, jutaan orang kehilangan pekerjaan.
Ketika itu, tingkat pengangguran di Amerika melesat menjadi 15% dari hanya 3,5% pada Februari 2020.
Awal musim panas tahun ini, permintaan barang konsumsi mulai naik dengan cepat. Kongres dan Presiden Joe Biden mengesahkan UU stimulus senilai US$ 1,9 triliun Maret lalu yang membuat Amerika mendadak dibanjiri dana tunai dan peluang kerja.
Masyarakat mulai berbelanja lagi, tetapi suplai barang dan jasa tidak bisa bangkit secepat itu.
Ketika Anda kembali mencolokkan kabel daya ke ekonomi global, jangan harap semuanya akan kembali menyala seperti semula dalam waktu singkat.
Kita ambil contoh dalam jual-beli mobil. Produsen mobil paham ketika krisis Covid-19 mulai berdampak dan mengambil tindakan yang semestinya yaitu menutup pabrik untuk sementara waktu guna menekan kerugian.
Tidak lama setelah pabrik-pabrik ditutup, permintaan mobil baru meningkat karena masyarakat enggan menggunakan transportasi umum dan menghindari perjalanan dengan pesawat. Produsen mobil dibanjiri pesanan.
Masalahnya, produksi mobil butuh banyak komponen yang dipasok dari berbagai negara dan butuh tenaga kerja dengan keahlian tinggi.
Menghimpun semua sumber daya itu bukan hal yang bisa cepat dilakukan. Prosesnya juga diperlambat dengan protokol untuk mencegah pekerja tertular Covid.
Para ekonom sering mendefinisikan inflasi sebagai kondisi di mana ada “terlalu banyak uang untuk terlalu sedikit barang”. Itu yang terjadi di pasar mobil sekarang, dan juga perumahan dan sepeda statis untuk olahraga di rumah.
Semua mobil modern butuh komponen chip komputer untuk bisa berfungsi. Masalahnya, chip itu juga dibutuhkan untuk industri telepon seluler, televisi, laptop, perangkat rumah tangga, dan barang-barang lain yang juga mengalami lonjakan permintaan di saat yang sama.
Karena persaingan lintas sektor untuk mendapatkan suku cadang tertentu, produksi mengalami penundaan dan rantai pasokan terjebak di leher botol.
Kita tahu bahwa permintaan tinggi + suplai terbatas = harga naik.
Maka permintaan tinggi + suplai terbatas + penundaan produksi = harga naik lebih tinggi lagi.
Karena produksi mobil baru tersendat, permintaan terhadap mobil bekas jadi naik pesat. Dalam banyak kasus, pemilik bisa menjual mobilnya dengan harga lebih tinggi dari ketika mereka membelinya dalam kondisi baru satu atau dua tahun sebelumnya.
Para ekonom dan investor di Amerika berharap the Fed akan mengetatkan kebijakan moneter dengan meningkatkan suku bunga dan mengurangi paket stimulus darurat untuk mengerem laju inflasi.
Ketika pinjaman tunai menjadi lebih mahal karena kenaikan suku bunga, itu bisa meredakan kenaikan harga-harga dan membuat perekonomian menjadi lebih tenang.
0
631
3
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
82.2KThread•21.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya